Moh. Dahlan Th. Musa, Moh. Dahlan Th.
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

The identification of iron ore distribution in Pancuma village, Tojo district using geoelectric resistivity Method

Gravitasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.393 KB)

Abstract

The identification of iron ore distribution under surface in Pancuma village, Tojo district, using the geoelectric resistivity of schlumberger configuration has been conducted. Results of the data processing at 6 estimation points in study area using Progress software indicate that the estimated layer type contained iron ore which had the resistivity values of 50.5 Ωm–80.8Ωm with the maximum layer thickness of 50.1 m and the minimum layer thickness of 0.7 m. The distribution of the estimated layers has thicker layer in southern part and thinner layer in northern part in study area. Key Words: Geoelectric, Resistivity, Progress software, Iron ore.

Image based fire alarm system

Gravitasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.123 KB)

Abstract

In general, any house or other building has the potential to experience fire. It requires fire detection devices as tools for early and effective fire prevention. The purpose of this research is to design and create an image based fire alarm system by using computer (PC) and a webcam as the main equipment to detect the presence of fire based on RGB colour values of fire from the recorded image. The recorded image by webcam will be processed on a computer (PC) via java program has been created in which the algorithm to detect the presence of fire by fire RGB colour value. From the test results obtained the RGB colour value of fire that can be detected by image-based fire alarm system for red (R), green (G), and blue (B) were 229-246, 188-212, and 100 -110, respectively. The program also set to emit a sound when a fire is detected.   Keyword :Fire Detection system, fire image, fire detection program

Plant Watering System Design Using Soil Moisture Automatic Sensor Microcontroller Based Sen0057 ATmega328P

Gravitasi Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.746 KB)

Abstract

It has been designed and created a plant watering system that is expected to help watering plants from a manual system to an automated system. The watering system is designed for watering plants at the right time and humidity. This tool utilizes SEN0057 soil moisture sensors to detect the level of soil moisture and ATmega328P microcontroller as the main controller. This tool is also used as a stop relay contact or disconnect from the current to flow to the pump, the LCD to display the time and the level of soil moisture and pump to drain the water. The working principle of this device when the sensor detects kelambaban ground level is less than the pre-defined limit, the microcontroller will command the process of watering until the soil moisture value equal to or greater than the pre-defined. Pepper plants as objects of research have suitable soil moisture ranging from 50% - 60%. Thus limits for soil moisture for plant watering is 3:38 volts. Watering the plant is operated at 5:45 pm and 17:45 pm.Keywords: Soil Moisture Sensor SEN0057, ATmega328P, Relays

Identifikasi sebaran Aquifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Wilayah Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong

Gravitasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini tentang Identifikasi Sebaran Aquifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Wilayah Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran lapisan aquifer yang diidentifikasi dengan 9 titik bentangan pengukuran dan terbagi dalam 4 bagian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode geolistrik hambatan jenis dan untuk teknik pengukuran yang digunakan adalah metode Automatic Array Scanning (AAS) dengan konfigurasi Wenner. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Earthimager 2D dilakukan untuk memperoleh distribusi nilai hambatan jenis bawah permukaan bumi. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh nilai hambatan jenis yang merupakan lapisan aquifer yang berkisar 75 Wm-160 Wm dengan nilai faktor formasi 2-4. Lapisan aquifer tersebut terdeteksi menyebar di kedalaman ± 1m bmt hingga ± 45 m bmt, dimana pola sebaran aquifer ini menuju ke arah utara. Kata kunci: Aquifer, Earthmager, Geolistrik hambatan jenis, Wenner.

IDENTIFIKASI SEBARAN AQUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK HAMBATAN JENIS DI KECAMATAN SAUSU KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Gravitasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.508 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian untuk mengetahui sebaran lapisan aquifer telah dilakukan di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong dengan menggunakan metode Automatic Array Scanning (AAS) dengan konfigurasi Wenner-schlumberger. Pengolahan data menggunakan program inverse Earthimager 2D. Lapisan dengan nilai hambatan jenis 30Ωm-100Ωm dengan faktor formasi >1,5 diduga merupakan lapisan aquifer yang terdapat pada seluruh lintasan yang berada dekat permukaan hingga kedalaman >95m bmt. Lapisan ini terdiri dari pasir, kerikil dan batu pasir dari satuan batuan Molasa Celebes.Kata Kunci: Aquifer, Geolistrik hambatan jenis,  Wenner-Schlumberger

APLIKASI METODE GEOLISTRIK HAMBATAN JENIS UNTUK PENDUGAAN SEBARAN AIRTANAH DI DESA LABUAN TOPOSO KABUPATEN DONGGALA

Gravitasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.121 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian aplikasi metode geolistrik hambatan jenis untuk pendugaan sebaran airtanah di Desa Labuan Toposo Kabupaten Donggala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lapisan akuifer. Pengukuran dilakukan pada 5 lintasan dengan menggunakan metode Automatic Array Scanning (AAS) konfigurasi dipole-dipole. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan software Res2Dinv 3.53 dan Surfer 11. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lapisan akuifer mempunyai nilai hambatan jenis antara 31 – 81 Ωm dan nilai faktor formasi 2 – 5. Lapisan akuifer tersusun oleh pasir dan kerikil. Sebaran lapisan akuifer dominan berarah dari timur laut ke barat daya.Kata kunci: Akuifer, Dipole-dipole, Geolistrik hambatan jenis, Res2dinv, Surfer.

Identifikasi Sebaran Lapisan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis Di Wilayah Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong

Gravitasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang identifikasi sebaran lapisan akuifer menggunakan metode geolistrik hambatan jenis di wilayah kecamatan parigi selatan kabupaten parigi moutong telah dilakukan untuk mengetahui sebaran lapisan akuifer di Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilakukuan dengan 11 titik Lintasan pengukuran yang terbagi dalam 3 bagian untuk mengetahui letak sebaran akuifer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode geolistrik hambatan jenis dan untuk pengukuran dilakukan dengan metode Automatic Array Scanning (AAS) menggunakan konfigurasi Wenner. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Earthmager 2D dilakukan untuk memperoleh nilai distribusi hambatan jenis bawah permukaan. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh nilai hambatan jenis yang merupakan lapisan aquifer yang berkisar 54 Ωm - 133 Ωm dengan nilai faktor formasi 2 - 5. Arah penyebaran lapisan akuifer dominan ke arah bagian tengan lokasi penelitian. Kata kunci: Akuifer, Earthimager, Geolistrik hambatan jenis, Wenner.

Uji Penerapan Metode Geolistrik Time-Lapse untuk Memonitoring Pergerakan Fluida Bawah Permukaan (Air Tanah) Di Lokasi Sumur Produksi Air Tanah Warga Kelurahan Tondo Kota Palu

Gravitasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.252 KB)

Abstract

ABSTRAKStudi kasus dipilih pada wilayah Kelurahan Tondo Kota Palu, karena banyak pemukim yang menggunakan sumber air tanah, serta secara geografis berdekatan dengan pantai. Berdasarkan kondisi wilayah tersebut, kemungkinan terdapat sifat dinamika pergerakan fluida bawah permukaan dari pengaruh pengisian dan produksi air tanah, serta keberadaan air laut. Untuk mendeteksi pergerakan fluida tersebut, kami menerapkan metode geolistrik. Metode ini diuji sebagai teknologi monitoring pergerakan fluida bawah permukaan (air tanah) pada selang waktu tertentu (time lapse). Untuk menggambarkan pergerakan dinamika air tanah tersebut, kami membuat 1 lintasan pengukuran geolistrik 2-D di sekitar lokasi sumur air tanah warga serta melakukan survei kondisi fisik sumur tersebut. Hasil yang diperoleh terdapat 3 buah sumur air tanah. Level muka air tanah berada di sekitar kedalaman 9 m. Kedudukan air tanah tersebut merupakan jenis lapisan air tanah dangkal pada sistem lapisan akuifer semi bebas atau akuitar. Lapisan tersebut memiliki litologi pasir lempungan dan kerikil. Air tanah setempat memiliki nilai DHL 700 – 1000 µS/cm, dimana semakin ke arah laut rasa air tanah telah payau atau terkadang asin. Berdasarkan hasil monitoring yang diturunkan dari data geolistrik time lapse, vektor pergerakan air tanah akan semakin besar (cepat bergerak) menuju nilai resistivitas tinggi 40-100 Ohm-m, dan ditemukan pergerakan tersebut berakumulasi pada kedalaman lebih dari 9 m. Pola pergerakan air tanah pada lapisan akuitar setempat, lebih dominan dipengaruhi oleh faktor gravitasi, infiltrasi dan perkolasi, aktivitas produksi sumur, serta pengaruh intrusi air laut. Untuk pengaruh intrusi air laut, ini cukup signifikan kenampakannya di sisi barat lintasan (jarak 90-100 m). Terlihat dari waktu ke waktu pola anomali resisitivitas yang terdefinisi mengandung air di bawah permukaan (terutama di sekitar sumur) tidak mengalami perubahan pola secara signifikan, hal ini mengindikasikan volume air tanah pada sistem lapisan tersebut cenderung konstan atau tetap adanya dari faktor pengisian dan produksi sumur air tanah warga.Kata Kunci :Geolistrik, Sumur, Air Tanah, Resistivitas

Identifikasi Sebaran Lapisan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Wilayah Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong

Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : UNIVERSITAS TADULAKO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.652 KB)

Abstract

Penelitian untuk mengidentifikasi sebaran lapisan akuifer telah dilakukan menggunakan metode geolistrik hambatan jenis di Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilakukan dengan 9 titik bentangan pengukuran untuk mengetahui letak serta pola sebaran akuifer. Pengukuran dilakukan dengan metode Automatic Array Scanning (AAS) menggunakan Konfigurasi Wenner. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak EarthImager 2D untuk memperoleh distribusi nilai hambatan jenis bawah permukaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai hambatan jenis dari lapisan akuifer yang berkisar 30 Ωm-80 Ωm dengan nilai faktor formasi 2-5. Lapisan akuifer tersebut terdeteksi menyebar pada kedalaman ± 2 m bmt hingga ± 45 m bmt, dimana pola sebaran akuifer ini menuju ke arah timur.