Iradhatullah Rahim, Iradhatullah
Prodi Agroteknologi Fapetrik UMPAR
Articles
7
Documents
Potensi Jamur Pelapuk Dalam Mendekomposisi Limbah Kulit Kakao

Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komoditas penting di Indonesia adalah kakao. Namun hanya isi biji yang dikelola secara komersial. Padahal limbah kulit kakao yang mencapai 95% dari total biomassa merupakan sumber bahan organik yang potensial. Namun, kulit kakao yang terdiri dari senyawa lignin, selulosa, dan hemiselulosa sangat sulit terdekomposisi. Jamur pelapuk merupakan salah satu jenis mikroba yang dapat mendegredasi senyawasenyawa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur pelapuk untuk mendekomposisi limbah kulit kakao. Penelitian dilakukan dengan mengisolasi jamur pelapuk dari pertanaman kakao. Jamur pelapuk kemudian diinokulasi pada limbah kulit kakao. Dilakukan pengamatan penurunan bobot kakao dan uji lignoselulotik. Hasil penelitian menunjukkan isolasi jamur pelapuk menghasil isolat BSA, BPB, BPC, BPE1, BPE2, BSF, BPG, dan JT. Penurunan bobot limbah kakao tertinggi pada pemberian isolat BPB. Kadar selulosa terendah pada pemberian isolat BSA, sedangkan kadar hemiselulosa dan lignin terendah, masing-masing pada pemberian isolat BPE2 dan BPB.Kata Kunci: jamur pelapuk, lignoselulotik, kulit kakao

DINAMIKA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI BIOETANOL DAN DOSIS MIKORIZA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.046 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bioetanol dan mikoriza terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan sebanyak tiga kali, perlakuan pertama adalah bioetanol yang terdiri dari tiga taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 10%, dan 20%. Sedangkan perlakuan kedua adalah mikoriza yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa Mikoriza, 4 g.tan-1, dan 8 g.tan-1 yang dilanjutkan dengan uji duncan jika perlakuan berpengaruh nyata. Hasil percobaan menunjukkan tinggi tanaman tertinggi diperoleh dari perlakuan bioetanol 20% dan mikoriza 8 g.tan-1. Analisis ragam jumlah daun berbeda nyata (α=0.05) terhadap interaksi bioetanol dan mikoriza umur 14 hst. Pengamatan ILD diperoleh nilai tertinggi umur 43 hst pada perlakuan bioetanol 10% dan mikoriza 8 g.tan-1, sedang nilai tertinggi LAN umur 43 hst pada perlakuan kontrol, dan nilai tertinggi LTR umur 43 hst pada perlakuan bioetanol 20% dan mikoriza 8 g.tan-1. Hasil produksi tertinggi diperoleh pada perlakuan bioetanol 10% dan mikoriza 8 g.tan-1.

PERTUMBUHAN JAGUNG BERMUTU PROTEIN TINGGI PADA BERBAGAI DOSIS NITROGEN

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.067 KB)

Abstract

Para pemulia tanaman mengembangkan jagung bermutu protein tinggi (Quality Protein Maize) disingkat QPM. QPM memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jagung biasa, yaitu dapat meningkatkan nilai nutrisi pangan, meningkatkan nilai nutrisi pakan dan mensubstitusi sumber protein untuk pakan dari bungkil kedelai dan tepung ikan. Sehingga pakan lebih murah dan impor kedelai berkurang. Jagung QPM memiliki kandungan asam amino esensial, yaitu lysin dan triptofan dua kali lipat dari jagung lain. Manusia dan ternak membutuhkan kedua asam amino tersebut. Ternak seperti unggas dan babi yang tidak dapat menghasilkan lysin dan triptofan sendiri, sehingga harus disuplai dari bahan makanannya untuk produksi protein hewani.  Penelitian disusun faktorial 2 faktor, faktor I adalah Jagung QPM yang terdiri dari 4 varietas, terdiri dari Srikandi Putih-1 (Q1), Srikandi Kuning 2 (Q2) Srikandi Kuning-3 (Q3), dan Bima BQ (Q4).  Faktor ke dua adalah Dosis pupuk Nitrogen yang terdiri dari tanpa Urea (D1), 100kg Urea/ha(D2), 200 kg Urea/ha(D3) dan 300 kg Urea/ha(D4). Diperoleh 20 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali sehingga terdapat 60 plot percobaan. Aplikasi pupuk N dilakukan pada 7 hst dan 40 hst. Untuk menilai pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan jagung. Hasil penelitian menunjukkan varietas Srikandi Putih mempunyai pertumbuhan terbaik dibanding varietas Srikandi Kuning-2, Srikandi Kuning-3, dan Bima BQ pada kondisi cekaman nitrogen (N).

ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PEMANGKASAN

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.597 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro pedang pada berbagai konsentrasi pupuk organik cair (POC) dan waktu pemangkasan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak tiga kali. Petak utama adalah konsentrasi POC (C) terdiri dari empat taraf, yaitu: 0 ml/l air (C0), 10 ml/l air (C1), 20 ml/l air (C3) dan 30 ml/l air (C4). Sedangkan anak petak adalah waktu pemangkasan terdiri dari tiga taraf, yaitu: tanpa pemangkasan (P0), 30 hari setelah tanam (hst) (P1) dan 60 hst (P2), yang dilanjutkan dengan uji BNT jika perlakuan berpengaruh nyata.Hasil percobaan menunjukkan Indeks Luas Daun (ILD), Laju Asimilasi Netto (LAN), Laju Tumbuh Pertanaman (LTP), dan produksi tertinggi tanaman kacang koro pedang diperoleh pada konsentrasi POC 30 ml/l air. Waktu pemangkasan yang memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro pedang adalah 60 hst. Interaksi antara POC dan pemangkasan yang memberikan hasil terbaik adalah konsentrasi POC 30 ml/l air dan pemangkasan saat tanaman berumur 60 hst, dengan produksi 3,9 ton/ha.

IDENTIFIKASI PENYAKIT DUA VARIETAS TOMAT (LICOPERSICON ESCULENTUM MILL.) YANG TERIMBAS ASAM FUSARAT TERHADAP JAMUR PATOGEN DI KABUPATEN SIDRAP

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.08 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks luas daun, gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur, persentase penyakit yang muncul akibat jamur, intensitas serangan jamur Fusarium Oxysporum, dan mengetahui  varietas yang tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur. Percobaan dilakukan di kebun petani di Desa Cipo Takari Kabupaten Sidrap, dimulai pada bulan Juni sampai September 2013. Gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur yaitu penyakit bercak daun Alternaria, penyakit bercak daun Cercospora, dan penyakit busuk daun Phytopthora.

APLIKASI MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill)

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.197 KB)

Abstract

Pertambahan penduduk mengakibatkan pertumbuhan industri menggunakan kedelai turut meningkat, namun tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas kedelai sehingga impor kedelai masih dibutuhkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis mikoriza vesikular arbuskular terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak tiga kelompok, perlakuan mikoriza terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa Mikoriza sebagai kontrol, 4 g.tan-1, dan 8 g.tan-1 yang dilanjutkan dengan uji BNT jika perlakuan berpengaruh nyata. Hasil percobaan menunjukkan tinggi tanaman, ILD, LAN, LTR dan berat biji tidak berpengaruh nyata, sedang jumlah daun berbeda nyata pada α=0.05.

Potensi Jamur Pelapuk Dalam Mendekomposisi Limbah Kulit Kakao

Prosiding Seminar Biologi 2015: Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah  satu  komoditas  penting  di  Indonesia  adalah  kakao.  Namun hanya  isi  biji  yang  dikelola secara  komersial.  Padahal  limbah  kulit  kakao  yang  mencapai  95%  dari  total  biomassa  merupakan sumber bahan organik yang potensial. Namun, kulit kakao yang terdiri dari senyawa lignin, selulosa, dan  hemiselulosa  sangat  sulit  terdekomposisi.  Jamur  pelapuk  merupakan  salah  satu  jenis  mikroba yang  dapat  mendegredasi  senyawa-senyawa  tersebut.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui potensi  jamur  pelapuk  untuk  mendekomposisi  limbah  kulit  kakao.  Penelitian  dilakukan  dengan mengisolasi jamur pelapuk dari pertanaman kakao. Jamur pelapuk kemudian diinokulasi pada limbah kulit kakao. Dilakukan pengamatan penurunan bobot kakao dan uji lignoselulotik. Hasil penelitian menunjukkan isolasi jamur pelapuk menghasil isolat BSA, BPB, BPC, BPE1, BPE2, BSF, BPG, dan JT.  Penurunan  bobot  limbah  kakao  tertinggi  pada  pemberian  isolat  BPB.  Kadar  selulosa  terendah pada pemberian isolat BSA, sedangkan kadar hemiselulosa dan lignin terendah, masing-masing pada pemberian isolat BPE2 dan BPB.