Sri Muliani, Sri
Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Skrining Isolat Plant Growth Promoting Rhizobacteri (PGPR) dari Pertanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum) di Gorontalo K, Kafrawi; Kumalawati, Zahraeni; Muliani, Sri
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 25 rizobakteri telah diisolasi dari tanaman bawang merah di Gorontalo dan telah diuji kemampuannya sebagai isolat potensial (PGPR). 19 isolat yang menghasilkan metabolit sekunder komponen PGPR seperti auksin, giberelin, fiksasi N2, pelarut fosfat, siderophores dan sifat antagonis terhadap Fusarium oxysporum f, sp cepae. Isolat GR 7, GR 11, GR 21, GR 24 dan GR 25 berpotensi sebagai konsorsium formulasi bakteri PGPR karena dapat menghasilkan metabolit sekunder yang berguna untuk pertumbuhan tanaman bawang merah.Kata Kunci: bawang merah, Gorontalo, PGPR, rhizobakteri
REDUKSI PENCEMARAN LIMBAH TERNAK SAPI DENGAN PENGOLAHAN MENJADI PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG GO-ORGANIK DI DESA GONA KECAMATAN KAJUARA KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN Mariyam, .; Muliani, Sri; Kadir, Muhammad; Nurlaila, .
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kajuara adalah salah satu sentra peternakan sapi Kabupaten Bone yang mampu menghasilkan limbah peternakan dalam jumlah yang cukup besar setiap hari. Selama ini limbah ternak berupa feses dan urine belum dimanfaatkan secara optimal, padahal limbah tersebut adalah sumberdaya lokal yang potensial untuk membantu peternak yang juga adalah petani padi sawah dan ladang. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mereduksi gangguan pencemaran dan limbah ternak sapi yang belum termanfaatkan tersebut serta untuk memberi nilai dan manfaat bagi petani. Pengelolaan limbah yang baik seperti pembuatan pupuk organik cair dan pupuk kompos padat dari limbah urine dan feses dapat memberikan nilai tambah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan teknologi sederhana ramah lingkungan yang dapat diadopsi masyarakat dengan memanfaatkan dan memberdayakan sumberdaya lokal limbah ternak sapi dalam meningkatkan produksi serta mereduksi input-input sintetik (kimia) menjadi input organik yang pada akhirnya mendukung Good Agricultural Practice (GAP) atau pertanian ramah lingkungan berkelanjutan bertajuk Go-Organik di wilayah kegiatan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam bentuk demonstrasi, praktik, pelatihan (sekolah lapang) diikuti pendampingan dan manajemen teknologi proses pembuatan produk pupuk organik cair (POC) dan padat sekaligus hormon tumbuh. Kegiatan ini juga melaksanakan demplot mandiri untuk aplikasi POC hasil produksi. Produk yang dihasilkan berupa POC dan kompos padat. Hasil kegiatan utama berupa produk POC dalam kemasan produksi kelompok mitra peternak sapi diberi label POPTAN-GO. Diharapkan produksi dapat dilakukan kelompok secara mandiri dan berkelanjutan selepas kegiatan. Kata kunci: limbah ternak, urine, feses, pupuk organik cair, ternak sapi 
REDUKSI PENCEMARAN LIMBAH TERNAK SAPI DENGAN PENGOLAHAN MENJADI PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG GO-ORGANIK DI DESA GONA KECAMATAN KAJUARA KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN Mariyam, .; Muliani, Sri; Kadir, Muhammad; Nurlaila, .
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kajuara adalah salah satu sentra peternakan sapi Kabupaten Bone yang mampu menghasilkan limbah peternakan dalam jumlah yang cukup besar setiap hari. Selama ini limbah ternak berupa feses dan urine belum dimanfaatkan secara optimal, padahal limbah tersebut adalah sumberdaya lokal yang potensial untuk membantu peternak yang juga adalah petani padi sawah dan ladang. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mereduksi gangguan pencemaran dan limbah ternak sapi yang belum termanfaatkan tersebut serta untuk memberi nilai dan manfaat bagi petani. Pengelolaan limbah yang baik seperti pembuatan pupuk organik cair dan pupuk kompos padat dari limbah urine dan feses dapat memberikan nilai tambah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan teknologi sederhana ramah lingkungan yang dapat diadopsi masyarakat dengan memanfaatkan dan memberdayakan sumberdaya lokal limbah ternak sapi dalam meningkatkan produksi serta mereduksi input-input sintetik (kimia) menjadi input organik yang pada akhirnya mendukung Good Agricultural Practice (GAP) atau pertanian ramah lingkungan berkelanjutan bertajuk Go-Organik di wilayah kegiatan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam bentuk demonstrasi, praktik, pelatihan (sekolah lapang) diikuti pendampingan dan manajemen teknologi proses pembuatan produk pupuk organik cair (POC) dan padat sekaligus hormon tumbuh. Kegiatan ini juga melaksanakan demplot mandiri untuk aplikasi POC hasil produksi. Produk yang dihasilkan berupa POC dan kompos padat. Hasil kegiatan utama berupa produk POC dalam kemasan produksi kelompok mitra peternak sapi diberi label POPTAN-GO. Diharapkan produksi dapat dilakukan kelompok secara mandiri dan berkelanjutan selepas kegiatan. 
Efektifitas Cendawan Endofit Dan Trichoderma Spp. terhadap Penyakit Busuk Pangkal Batang Lada (Phytophthora Capsici) Di Pembibitan Muliani, Sri; sukmawi, Sukmawi; Nildayanti, Nildayanti
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.111 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi cendawan endofit dan Trichoderma terhadap penyakit busuk pangkal batang di pembibitan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu (1) penyiapan inokulum cendawan endofit dan Trichoderma spp.(2) deteksi  tanah yang  mengandung inokulum Phytophthora, (3) aplikasi  cendawan endofit  dan Trichoderma spp. Penelitian dilakukan dengan empat perlakuan yaitu  cendawan endofit (A), cendawan endofit + Trichoderma (B), Trichoderma (C), dan kontrol (D). Parameter yang di amati adalah tanaman yang mati, tanaman yang masih bertunas dan tanaman yang masih berdaun.. Hasil pengamatan menunjukkan aplikasi cendawan endofit + Trichoderma spp.   memberikan hasil yang terbaik untuk pengendalian penyakit busuk pangkal batang lada di pembibitan.
INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen.) DI KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Muliani, Sri; Isnaini, Junyah Lely
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi intensitas  serangan PBK di Kecamatan Marioriwawo yang merupakan salah satu wilayah sentra pengembangan kakao di Kabupaten Soppeng, sehingga dapat ditentukan tindakan pengendalian yang  akan dilaksanakan agar dapat menghasilkan kakao dengan kualitas yang baik.Pengamatan dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2017 yang berlokasi di tiga Desa Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten soppeng. Pengamatan lapangan menggunakan metode survei, di mana penentuan desa dilakukan secara purposif, yaitu pada desa - desa yang petaninya banyak membudidayakan kakao. Setiap desa di ambil 5 petani yang memiliki luas lahan ± 1 ha. Pengamatan dilakukan dengan mengambil 20 buah secara acak setiap kali panen. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa intensitas serangan hama PBK di Kabupaten Soppeng tergolong kategori sedang dengan kisaran nilai antara 23,64% hingga 25.62%. Tingkat serangan tertinggi ditemukan pada lokasi Desa Marioriwawo yaitu mencapai 25.62%.