Edris Zamroni, Edris
Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

STRENGTHENING OF INDONESIAN ISLAMIC CHARACTER THOUGH ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT BASED OF SOFT SKILLS

ADDIN Vol 11, No 1 (2017): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.635 KB)

Abstract

Symptoms of intolerance that was done by most of the ummah of Islam in Indonesia lately, shows that globalization has brought the ideology of the new that actually erode the identity of Islam Indonesia were very accommodating and tolerant of the wealth of local culture, upholding the values of diversity and emancipatory on the role of women in everyday life. Islamic educational institutions should play a role in the reconstruction of intolerance symptoms that Appeared lately. Through management soft skills-based Islamic education is expected to restore Islam Indonesia on Islam very famous identity steeped in local culture and uphold the values of diversity. This article reviews how the management arrangement soft skills-based Islamic education is Able to restore Islam Indonesia returned to his identity.

PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK SYMBOLIC MODEL DALAM MEMBANTU MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KOTA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2014/2015

GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.877 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena kemandirian belajar anak sekolah dasar yang cenderung rendah. Hal ini bisa diamati dari kecenderungan anak usia sekolah dasar tergantung pada orang tua, teman dan guru les dalam mengerjakan PR, menyontek ketika ulangan dan meniru pekerjaan teman. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model layanan informasi dengan teknik symbolic model untuk mengembangkan kemandirian belajar anak usia sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t diperoleh angka 9,682 pada peluang kesalahan 0,000 lebih kecil dari pada peluang kesalahan (p) = 0,05 atau dalam bentuk lain 0,000 < 0,05 yang artinya signifikan. Selanjutnya uji beda menunjukkan bahwa rerata post test lebih besar dengan nilai 59,26 dibanding dengan  nilai hasil pre test sebesar 49,96. Dengan demikian, hipotesis alternatif yang berbunyi model layanan informasi dengan teknik symbolic model secara signifikan dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa didukung atau diterima. Kata Kunci: Kemandirian belajar, layanan informasi, symbolic model

PELATIHAN PEER COUNSELING PADA REMAJA DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK (PSAA) TUNAS BANGSA PATI

BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.825 KB)

Abstract

Peer counseling training activities as a way to address the lack of human resources. Peer counseling is a way for students (teens) to learn how to pay attention and to help other children, and to apply them in everyday life. The aim is to produce a peer counselor to help treat psychological problems of orphans by utilizing peer counselor. This activity was conducted in 10 times the activity began identifying candidates for peer counselors service up on basic skills training for the implementation of counseling their peers. The activities take place from December 12, 2016 - February 22, 2017 held every Wednesdays from 15.00 pm. The result obtained 15 peer counselors to service to peers.

PEMANFAATAN TEKONOLOGI INFORMASI (TI) DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEBAGAI REPRESENTASI BERKEMBANGNYA BUDAYA PROFESIONAL KONSELOR DALAM MELAYANI SISWA

Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 2, No 1 (2016): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan era millennial yang diperkuat dengan diberlakukannya Masyarakat Ekkonomi ASEAN adalah bagaimana memanfaatkan teknologi sebagai tools yang memperlancar pekerjaan manusia. Bimbingan dan konseling adalah salah satu bidang yang menangkap peluang tersebut dalam pelaksanaan layanannya. Upaya ini merupakan wujud pembudayaan profesionalisasi berbasis teknologi pada konselor dalam melayani siswa.

MODEL KONSELING BERBASIS BUDAYA GUSJIGANG: KERANGKA KONSEPTUAL MODEL KONSELING BERBASIS KEARIFAN BUDAYA LOKAL KUDUS

JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 1, No 2 (2015): December, 2015
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the development of a conceptual framework gusjigang counseling model as a form of local wisdom Kudus Regency society. Gusjigang is fiolosofi life teachings of the Sunan Kudus that teaches people to be good at behaving, smart thinking and could trade. Gusjigang counseling model is also affedted with the nuances of Islamic counseling that emphasizes the values of Islamic religious teachings in the order of the famous Kudus religious communities. The counseling goal is to develop a noble character to humans, fosters systematic and scientific thinking skills as well as improve the tenacity, creativity, ability to innovate in order to survive.

URGENSI CAREER DECISION MAKING SKILLS DALAM PENENTUAN ARAH PEMINATAN PESERTA DIDIK

JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.797 KB)

Abstract

Career Decision Making Skills merupakan gambaran keterampilan seorang individu dalam menentukan atau mengambil keputusan tentang kehidupan karirnya. Dalam konteks siswa keterampilan semacam ini diwujudkan dalam bentuk mengambil keputusan tentang pilihan jurusan atau sekarang dikenal dengan program peminatan. Peminatan peserta didik terarah dan terfokus pada peminatan studi dan karir atau pekerjaan. Peminatan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimum. Untuk menentukan mana pilihan yang tepat seorang siswa harus memiliki keterampilan yang memadai karena pilihannya saat ini menentukan kesuksesannya di masa yang akan datang. Artikel ini mencoba menguraikan urgensi keterampilan mengambik keputusan karir dalam penentuan arah peminatan peserta didik.

SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC): ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA

JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.918 KB)

Abstract

Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga.

MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS PERMENDIKBUD NOMOR 111 TAHUN 2014

JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.081 KB)

Abstract

Manajemen bimbingan dan konseling adalah segala upaya atau cara yang digunakan untuk mendayagunakan secara optimal semua komponen atau sumber daya (tenaga, dana, sarana-prasarana) dan sistem informasi berupa himpunan data bimbingan dan konseling untuk menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 diterbitkan untuk menjadi acuan baru pelaksanaan tata kelola bimbingan dan konseling mulai dari planning, organizing, staffing, leading dan controlling.

Analysis of Social and Emotional Development of Orphaned Youth in terms of Self Concept and Resilience: Study at Child Care Childrens Home (PSAA) Tunas Bangsa Pati

GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.279 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the development of the Young Social and Emotional Self-concept and in terms of resilience in the PSAA Tunas Bangsa Pati. The method used is descriptive research with development studies dab types of data obtained will be analyzed by the cross sectional method. The results showed that the concept of self-possessed teenager PSAA is not good, it can be seen from the description of several indicators of self-concept which suggests that adolescents assessment of him is not good because many feel insecure and feel inferior. Viewed from the aspect of resilience, generally adolescents PSAA good enough. It can be seen from the emotion management capabilities of any events that are considered less fun in.

COUNSELING MODEL BASED ON GUSJIGANG CULTURE: CONCEPTUAL FRAMEWORK OF COUNSELING MODEL BASED ON LOCAL WISDOMS IN KUDUS

GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the developing of conceptual framework of gusjigang counseling model as a manifestation of local wisdoms hold by the people of Kudus regency. Gusjigang is a philosophy of life taught by Sunan Kudus (one of the nine Java island’s first Muslim missionaries) which teaches men to have a good behavior (gus), to be good at reciting Koran (ji) as well as trading (gang). Gusjigang counseling model is close to Islamic counseling nuance which sets out the Islamic values of Kudus people who have been widely known as religious people. The goals of this counseling model are to develop mens virtuous characters, scientific and systematic thoughts, and improve persistence, creativity, innovativeness to survive.