Articles

Dynamics of Temperature and Chlorophyll-a Changes on the Distribution of Anchovies (Stelophorus spp) in Spermonde Coastal Waters, Pangkep Safruddin, safruddin; Mukti Zainuddin, Mukti; Joeharnani Tresnati, Joeharnani
Journal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Journal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The distribution of anchovies (Stelophorus spp) in the Spermonde coastal waters, Pangkep, was studied from satellite remotely sensed environment and catch data, using Geographic Information Systems (GIS) and Generalized Additive Model (GAM). The goal of this preliminary study was to investigate the relationship between sea surface temperature (SST) and sea surface chlorophyll-a concentration (SSC), and anchovies distribution. To describe their relationship, SST and SSC derived from Aqua/MODIS satellite were overlain with the positions of experimental fishing by local fishermen’s lift net (“Bagan perahu”). The experimental lift net operations were conducted in April to May 2008. The findings of this study showed that most of the anchovies distribution occurred in the coastal area. Anchovies distribution tended to be highest in the specific temperature of 28.8 - 29.3oC and chlorophyll-a of 1.5 ‒2.5 mg.m-3. Furthermore, the SST and SSC in the coastal waters of Spermonde play a great role in determining the variability of the anchovies quantitative distribution in the study area. The results were supported by GAM prediction.  Due to lack of robust data, there is no detailed information on the optimum habitat preference of anchovies. Future work is needed to reveal the preferred habitat of anchovies with the consideration of more oceanographic parameters.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) HANTU DAN NPK CAIR GANDASTAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L.) Suhendra, Suhendra; Safruddin, Safruddin; Gunawan, Heru
Bernas Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : University of Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) HANTU dan NPK Cair Gandastar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis Sativus L.). Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Ketinggian tempat ± 100 m dpl dengan tofografi datar. Waktu penelitian pada bulan Januari – Maret 2018. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik cair (POC) HANTU dengan 4 taraf yaitu : H0 = (kontrol), H1 = 1,0 ml/l air/plot, H2 = 2,0 ml/l air/plot dan H3 = 3,0 ml/l air/plot. Faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk NPK Cair Gandastar terdiri dari N0 (tanpa perlakuan), N1  (1 ml/l air/plot) dan N2 (2 ml/l air/plot). Hasil penelitian perlakuan pemberian pupuk organik cair Hantu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 3,0 ml/l air/plot (H3) menghasilkan panjang tanaman 90,57 cm, jumlah buah sebesar 7,56 buah, produksi per tanaman 1,16 kg dan produksi per plot 6,97 kg. Perlakuan Pupuk NPK Cair Gandastar berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 2 ml/l air/plot (N2) menghasilkan panjang tanaman 88,17 cm, jumlah buah sebesar 6,83 buah, produksi per tanaman 1,15 kg dan produksi per plot 6,93 kg. Interaksi pemberian pupuk organik cair HANTU dan NPK Cair Gandastar tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun.
Analisis Spasial dan Temporal Hasil Tangkapan Ikan Cakalang (katsuwonus pelamis) dan Thermal Front pada Musim Peralihan di Perairan Teluk Bone Angraeni, Angraeni; Rezkyanti, Nur Indah; Safruddin, Safruddin; Zainuddin, Mukti
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem facing by fishermen for capturing skipjack tuna is limited information of potential skipjack fishing areas such as the frontal locations. The purpose of this study was to analyze the spatial and temporal skipjack tuna distributions and thermal fronts, and to determine the effect of climate change on their distribution and abundance during transitional seasons. We used a survey method, in which catch and fishing position data were collected by following pole and line fishing operations. This study also collected secondary data that consisted of sea surface temperatures (SSTs) and chlorophyll-a derived from Aqua / MODIS. Fronts were determined by calculating SST gradient, SSTs preferences, chlorophyll-a, bathymetry and distance from coastline, whereas SST anomaly was calculated from the difference between monthly SST and mean SST. We mapped satellite and field data using ArcGIS 10.0. The results showed that the highest catch of skipjack tuna with an average of 205 fish/set were found inOctober 2013, which occurred in the areas of 4 o40S-5o10S and 120o40E-121oE. The locations had a temperature gradient of 0.4oC and chlorophyll-a density from 0,15 to 0,23 mg m-3. Potential fishing areas may associate with negative SST anomalies of -2.1373 - -0.6469oC, reflecting that skipjack tuna tend to be at thermal fronts with relatively lower SST compared with an average of seven years.  
Karakteristik Daerah Potensial Penangkapan Ikan Cakalang di Teluk Bone-Laut Flores Berdasarkan Data Satelit Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-A pada Periode Januari-Juni 2014 Zainuddin, Mukti; Safruddin, Safruddin; Farhum, St. Aisjah; Nelwan, Alfa; Selamat, M. Banda; Hidayat, Sarip; Sudirman, Sudirman
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTeluk Bone-Laut Flores merupakan salah satu daerah potensial penangkapan ikan cakalang terbaik di Indonesia timur.  Perairan tersebut menjadi target utama operasi penangkapan bagi nelayan pole and line. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik daerah potensial penangkapan ikan tersebut menggunakan data suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a pada periode Januari-Juni 2014.  Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengumpulkan data hasil tangkapan dan posisi penangkapan setiap kali melakukan kegiatan penangkapan.  Data SPL dan klorofil-a dari citra satelit Terra/MODIS kemudian diekstrak dari lokasi penangkapan ikan cakalang untuk mempelajari kondisi oseanografi yang sesuai dengan keberadaan ikan tersebut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan cakalang tertinggi didapatkan pada bulan Mei yaitu sekitar 138 ekor/setting.  Hasil tangkapan tersebut bersesuaian dengan kondisi SPL berkisar antara 29,75°C dan 30,25°C dan konsentrasi klorofil-aantara 0,125 dan 0,213 mg m-3.  Kenyataan ini menunjukkan bahwa kedua faktor oseanografis tersebut menjadi indikator penting untuk memahami dinamika spasial pergerakan dan konsentrasi ikan cakalang di Teluk Bone terutama pada periode Januari-Juni.
Prediksi Daerah Potensial Penangkapan Ikan Pelagis Besar di Daerah Kabupaten Mamuju Safruddin, Safruddin; Zainuddin, Mukti; Rani, Chair
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Large pelagic species such as tuna are known to be abundant in Mamuju Waters,  Makassar Strait.  The distribution and abundance of the fish in that area are expected to be  related to the distributions of sea surface temperature and chlorophyll-a concentration. This study aims to predict spatial and temporal distribution of the species during the period of June 2013-May 2014.  Probability indices used for detection of tuna potential fishing zones (PFZs) were constructed from a model of satellite-based SST and chlorophyll data in relation to tuna fishery. Results showed that the occurrence of tuna species in Mamuju Water were mostly predicted in areas of 118°12’-118°48’ E 1°48’ – 2°30’S with the total area of approximately 7,495 km2.   The potential fishing zones were mainly found in August.  It was likely that tuna potential fishing zones associated with the preferred oceanographic factors throughout the study area.
Dinamika Perubahan Suhu dan Klorofi-a Terhadap Distribusi Ikan Teri (Stelophorus sp) di Perairan Pantai Spermonde, Pangkep Safruddin, Safruddin; Zainuddin, Mukti; Tresnati, Joeharnani
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The distribution of anchovies (Stelophorus spp) in the Spermonde coastal waters, Pangkep, was studied from satellite remotely sensed environment and catch data, using Geographic Information Systems (GIS) and Generalized Additive Model (GAM). The goal of this preliminary study was to investigate the relationship between sea surface temperature (SST) and sea surface chlorophyll-a concentration (SSC), and anchovies distribution. To describe their relationship, SST and SSC derived from Aqua/MODIS satellite were overlain with the positions of experimental fishing by local fishermen’s lift net (“Bagan perahu”). The experimental lift net operations were conducted in April to May 2008. The findings of this study showed that most of the anchovies distribution occurred in the coastal area. Anchovies distribution tended to be highest in the specific temperature of 28.8 - 29.3C and chlorophyll-a of 1.5 ‒2.5 mg.m . Furthermore, the SST and SSC in the coastal waters of Spermonde play a great role in determining the variability of the anchovies quantitative distribution in the study area. The results were supported by GAM prediction.  Due to lack of robust data, there is no detailed information on the optimum habitat preference of anchovies. Future work is needed to reveal the preferred habitat of anchovies with the consideration of more oceanographic parameters.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) NASA DAN HORMONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) Handayani, Karida Puspita; Safruddin, Safruddin; Hasibuan, Syafrizal
Bernas Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : University of Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Dengan topografi datar berada pada ketinggian ± 10 m dpl Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Januari sampai bulan Maret 2018. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian Pupuk Organik Cair (POC) (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : P0 =0 ml/liter air/plot (Tanpa perlakuan) P1= 8 ml/liter air/plot P2 =10 ml/liter air/plot P3=12 ml/liter air/plot  Faktor kedua adalah pemberian Hormonik (H) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu : H0=2 ml/liter air/plot H1=4 ml/liter air/plot H2=6 ml/liter air/plot. POC NASA menunjukkan pengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman semua umur amatan dan berpengaruh nyata pada pengamatan jumlah polong pertanaman, jumlah polong berisi pertanaman, produksi pertanaman dan berat 100 biji perplot, dengan perlakuan terbaik P2 (10 ml/liter air/plot). Harmonik berpengaruh tidak nyata pada seluruh pengamatan dan semua umur pengamatan. Interaksi pemberian POC NASA dan Harmonik tidak berpengaruh pada semua parameter pengamatan.
ANALISIS KADAR LEMAK SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA SEBELUM DAN SESUDAH DIPASTEURISASI DI PETERNAKAN LAMNYONG KOTA BANDA ACEH (Analysis Of Milk Fat Content Ettawa Before And After Pasteurization At The Farm Lamnyong Banda Aceh) Yusa, Mirza; ismail, ismail; razali, razali; ferasyi, t reza; safruddin, safruddin; panjaitan, budianto
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.71 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i1.5887

Abstract

ABSTRAKSusu kambing segar bersifat mudah rusak dan memerlukan penanganan pasca panen dan pengolahan yang cepat dan memadai. Pasteurisasi adalah perlakuan yang diberikan terhadap susu segar supaya tidak cepat rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang kadar lemak susu  kambing peranakan Etawa di peternakan Lamnyong Kota Banda Aceh sebelum dan sesudah dipasterusisasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode Gerber dengan pasteurisasi suhu rendah waktu lama (low temperature long time /LTLT = 62 0C – 65 0C ). Penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif dengan masing-masing 6 kali ulangan sehingga mendapatkan hasil yang akurat. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan kadar lemak susu segar sebelum dan sesudah dipasteurisasi terdapat perbedaan. Susu yang diberi perlakuan pasteurisasi memiliki kadar lemak 5% dan susu tidak diberi perlakuan atau tidak dipasteurisasi memiliki kadar lemak 4,5%. Hal ini terjadi karena setelah dilakukan pasteurisasi susu terjadi penguapan komponen-komponenya sehingga kadar lemak susu cenderung meningkat. ABSTRACTFresh goats milk is easily damaged and requires quick and adequate post-harvest handling and processing. Pasteurization is the treatment given to fresh milk so as not to be damaged quickly. This study aims to find out and provide information to the public about the fat content of goat milk Ettawa breeding Lamnyong Banda Aceh before and after the pasteurized. This research was done by Gerber method and using pasteurization method with low temperature long time (LTLT = 62 0C - 65 0C).This research was conducted with descriptive analysis with 6 replication so that get accurate result. Based on the results of the study showed that fresh milk fat content before and after dipasteurisasi there is a difference Milk treated with pasteurization has 5% fat content and milk is not treated or not pasteurized has a fat content of 4.5%. This happens because after milk pasteurization occurs evaporation of its components so that milk fat content tends to increase.
Profil Sebaran Horisontal Suhu Permukaan Laut Dan Klorofil-A Pada Daerah Penangkapan Ikan Teri Di Perairan Kabupaten Luwu Teluk Bone Safruddin, Safruddin; Gaffar, Karmila; Zainuddin, Mukti; Mallawa, Achmar
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil sebaran suhu permukaan laut (SPL)  dan  klorofil-a  di  daerah  penangkapan  ikan  teri  pada  periode  Juni-September  2014. Kegiatan penangkapan ikan dilakukan dengan mengunakan bagan rambo dengan fishing base di Tempat Pendaratan Ikan Ponrang. Hasil tangkapan dan posisi penangkapan ikan dikumpulkan pada setiap kali melakukan kegiatan penangkapan. Data SPL dan klorofil-a dari citra satelit Terra/MODIS kemudian diekstrak dari semua posisi penangkapan ikan teri.  Hasil penelitian ini menunjukkan  tangkapan tertinggi pada  sebaran SPL  dan densitas klorofil-a  masing-masing sekitar  29,0  sampai  29,5  °C  dan  0,45  dan  0,75  mg  m-3.    Kenyataan  ini  terungkap  bahwa parameter  oseanografi     yang  dipilih  merupakan  indikator  yang  baik  dalam  menjelaskan distribusi ikan teri di Teluk Bone.
PROFIL KONDISI OSEANOGRAFI UNTUK PEMASANGAN SET NET DI PERAIRAN SULAWESI BARAT Safruddin, Safruddin; Hajar, Muhammad Abduh Ibnu; Rani, Chair
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 4, No 7 (2017)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini  adalah mendeskripsikan kondisi oseanografi (suhu permukaan laut dan klorofil a) secara spatial dan temporal, untuk selanjutnya dijadikan sebagai salah satu pertimbangan untuk menentukan kelayakan lokasi untuk pemasangan Set net di wilayah perairan Provinsi Sulawesi Barat.  Detail profil kedalaman perairan pada kandidat lokasi yang dipilih juga ditunjukkan berikut luas area yang dibutuhkan. Survei laut  dilakukan untuk pengambilan data lapangan (in-situ) terutama data kedalaman dan posisi kandidat lokasi pemasangan set net. Sedangkan data  sekunder yang meliputi suhu permukaan laut (SPL) dan densitas klorofil-a permukaan laut rata-rata bulanan selama satu tahun yang didownload dari satelit Aqua dengan sensor MODIS (NASA). Berdasarkan data oseanografi yang didapatkan, direkomendasikan lokasi pemasangan set net untuk masing-masing kabupaten (Polman, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Mamuju Utara) di provinsi Sulaesi Barat.