Syamsuddin Rasjid, Syamsuddin
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

FRAKSI SERAT DAN PROTEIN KASAR JERAMI JAGUNG YANG DIINOKULASI FUNGI Trichoderma sp. DAN RAC Islamiyati, Rohmiyatul; Rasjid, Syamsuddin; Asriany, Ani
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui fraksi serat dan protein kasar jerami jagung yang diinokulasi fungi Trichoderma sp. dan RAC. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. P1: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 1% RAC ; P2: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 2% RAC ; P3: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 3% RAC ; P4: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 4% RAC ; P5: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 5% RAC. Sidik ragam menunjukkan bahwa jerami jagung yang diinokulasi fungi Trichoderma sp. dan RAC berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap NDF, ADF dan tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kandungan protein kasar. Disimpulkan bahwa level pemberian RAC 3% pada jerami jagung yang diinokulasi fungi Trichoderma sp. dapat menurunkan NDF, ADF dan ada kecenderungan meningkatkan kandungan protein kasar.
Index Value of Goat Feed Based In Sacco and In Vivo Study Rasjid, Syamsuddin; Ismartoyo, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study was to measure the degradation characteristics of feed (in sacco), feed intake and digestibility (in vivo), and determining the index value of 4 types of goats feed (T1 = elephant grass, grass field = T2, T3 = grass kolonjono, T4 = mango leaves). Research in sacco and in vivo requires 4 goats. Each feed (4 replicates) will be incubated for 8, 12, 24, 48, 72, and 96 hours, into the rumen of goats. All types of feed are given to the goats were divided into 4 treatment feed. Each goat was given one type of feed. In vivo data were analyzed using a completely randomized experimental design, followed by Duncans test (Steel and Torrie, 1980). Observations intake and digestibility of feed, then predicted from degradation characteristics of feed (in sacco) using multiple-regression analysis. From the regression equation can be further specified index value of feed (Ørskov et al, 1988; Kibon and Ørskov, 1993; Khazal et al, 1992; Shem et al, 1995; Fertile et al, 1999). The best results of In Vivo digestibility is elephant grass, followed by mango leaves feed, kolonjono grass and field grass. Weight gaint generally do not show significant differences. These results indicate that the index values of goats feed varies between one to the other feeds. 
Change of Water Content, Fresh Weight and Dry Weight of Complete Feed Silage Based Rice Straw and Mulberry Biomass Syahrir, Syahriani; Rasjid, Syamsuddin; Mide, Muhammad Zain; Harfiah, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fermentation process that takes place during the making of silage material allows moisture silage will change compared to before made silage, even ensilase process can increase or decrease the nutrients contained in the complete feed. This study examines the changes in water content, fresh weight and dry weight of complete feed silage compared with the complete feed silage has not been made. It is associated with the loss of nutrients that are used in the fermentation process or otherwise there is an increased nutrients formed by the fermentation process. Treatment consisted of six different compositions complete feed silage made, namely: J1 = 50% rice straw + concentrate + 50% 0% mulberry biomass;            J2 = 50% rice straw + 40% + 10% concentrate mulberry biomass; A = 50% rice straw + 30% + 20% concentrate mulberry biomass; J4 = 50% rice straw + 20% + 30% concentrate mulberry biomass; J5 = 50% rice straw + 10% + 40% concentrate mulberry biomass and J6 = 50% rice straw + 0% + 50% concentrate mulberry biomass. The results showed that the weight of the material per unit of fresh whole experiment was not significantly different, there are significant differences in the changes in the water content, fresh weight and dry weight of the material before and after made silage.
PERUBAHAN TERHADAP KADAR AIR, BERAT SEGAR DAN BERAT KERING SILASE PAKAN LENGKAP BERBAHAN DASAR JERAMI PADI DAN BIOMASSA MURBEI Syahrir, Syahriani; Rasjid, Syamsuddin; Mide, Muhammad Zain; Harfiah, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.557 KB)

Abstract

Proses fermentasi yang berlangsung pada saat pembuatan silase memungkinkan  kadar air bahan silase akan berubah dibandingkan sebelum dibuat silase, bahkan proses ensilase dapat meningkatkan atau menurunkan nutrien yang terkandung dalam pakan komplit. Penelitian ini mengkaji perubahan kadar air, berat segar dan berat kering silase pakan komplit dibandingkan dengan pakan komplit yang belum dibuat silase. Hal ini terkait dengan kehilangan nutrien yang digunakan pada proses fermentasi atau sebaliknya terdapat peningkatan nutrien yang terbentuk akibat proses fermentasi. Perlakuan terdiri atas enam komposisi pakan komplit yang berbeda yang dibuat silase, yakni: J1 = 50% Jerami padi + 50% konsentrat + 0% biomassa murbei; J2 = 50% Jerami padi + 40% konsentrat + 10% biomassa murbei; J = 50% Jerami padi + 30% konsentrat + 20% biomassa murbei; J4 = 50% Jerami padi + 20% konsentrat + 30% biomassa murbei;           J5 = 50% Jerami padi + 10% konsentrat + 40% biomassa murbei dan J6 = 50% Jerami padi + 0% konsentrat + 50% biomassa murbei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan berat segar seluruh bahan perunit percobaan tidak berbeda nyata, terdapat perbedaan yang nyata pada perubahan terhadap kadar air, berat segar dan berat kering bahan  sebelum dan sesudah dibuat silase. Kata kunci: Silase, pakan, jerami padi, murbey
NILAI INDEK PAKAN KAMBING BERDASARKAN STUDI IN SACCO DAN IN VIVO Rasjid, Syamsuddin; Ismartoyo, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.33 KB)

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengukur karakteristik degradasi pakan (in sacco), konsumsi dan kecernaan pakan (in vivo), serta menentukan nilai indek 4 jenis pakan kambing (T1=rumput gajah, T2=rumput lapang, T3=rumput kolonjono, T4=daun mangga). Penelitian in sacco dan in vivo memerlukan 4 ekor ternak kambing. Masing-masing pakan (4 ulangan) akan diinkubasikan selama 8, 12, 24, 48, 72, dan 96 jam, kedalam rumen ternak kambing. Ke-4 jenis pakan tersebut selanjutnya diberikan kepada ternak kambing yang dibagi dalam 4 perlakuan pakan. Setiap ternak kambing diberikan satu jenis pakan. Data hasil pengamatan in vivo akan dianalisis dengan menggunakan rancangan percobaan acak lengkap, dilanjutkan dengan uji Duncan (Steel and Torrie,1980). Hasil pengamatan konsumsi dan kecernaan pakan, kemudian diprediksi dari karakteristik degradasi pakan (in sacco) menggunakan analisis multiple-regresi. Dari persamaan regresi tersebut selanjutnya dapat ditentukan nilai indek pakan (Ørskov et al, 1988; Kibon dan Ørskov, 1993; Khazal et al, 1992; Shem et al, 1995; Subur et al, 1999). Hasil percobaan kecernaan in vivo rumput gajah merupakan pakan terbaik, kemudian disusul pakan daun mangga, menyusul rumput kolonjono, dan rumput lapang. Pertambahan berat badan kambing umumnya tidak menunjukkan perbedaan nyata. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai indek pakan kambing bervariasi antara pakan 1 dengan lainnya. Kata Kunci : Konsumsi, Karakteristik Degradasi, Nilai Indek Pakan.