Articles

Found 24 Documents
Search

Etos Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar Halim, Halim; Anas, Azwar; Thahier, Rohana
Jurnal Administrasi Negara Vol 20 No 3 (2014): Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Jurnal Administrasi Negara STIA LAN Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Etos kerja menjadi salah satu tolok ukur terhadap keberhasilan Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh informasi dan menjelaskan mengenai etos kerja Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Kecamatan Galesong Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif yang dimaksudkan untuk menggambarkan data penelitian secara interpretatif berlandaskan teori dengan menggunakan tabel frekuensi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja pegawai negeri sipil ditinjau dari aspek ide individualisme / independensi termasuk kategori baik. Namun demikian, indikator manajemen waktu ternyata termasuk dalam kategori buruk disebabkan masih banyak pegawai yang belum dapat mengelola waktunya dengan baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Di samping itu, etos kerja pegawai negeri sipil ditinjau dari aspek pengaruh positif bekerja terhadap individu termasuk dalam kategori sangat baik, yang ditunjukkan dari bagaimana pegawai pada kantor tersebut melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik karena setiap pegawai selalu beranggapan bahwa pekerjaan yang ia kerjakan akan menghasilkan sebuah pengaruh yang positif bagi meraka. Oleh karena itu, manajemen waktu yang baik sangat diperlukan demi terwujudnya efektivitas dan efisensi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kantor Kecamatan Galesong Selatan.Kata kunci : Etos kerja, Pegawai negeri sipil, Kantor kecamatan. Abstract : Work ethic became one of the benchmarks for the success of the Civil Service in carrying out his job as a public servant. This study aims to obtain information and explain about the work ethic of the Civil Service in South Galesong District. The method used is descriptive-quantitative method that intended to describe the data in interpretive research based theory using frequency table scores. The result of this study showed that the work ethic of civil servants, in terms of individualism/independency aspects, is categorized ‘good’. However, in terms of time management indicator is categorized ‘bad’ because still there are many employees have not been able to manage their time properly in doing their job. In addition, the work ethic of civil servants in terms of positive influence aspects to individuals is categorized ‘excellent’ that showed in how well the employees carrying out their duties and responsibilities. This was based on the view of every employee that often assumes the work he is doing will produce a positive influence on himself. Therefore, adequate time management is necessary in order to achieve effectiveness and efficiency in governance at South Galesong Subdistrict.Keywords : Work ethics, Civil service, Office of subdistrict.
Kualitas Pelayanan Pada Kantor Pelayanan Perizinan Dan Penanaman Modal Kabupaten Barru Ismail, Andi Muhammad Ishak; Halim, Halim; Thahier, Rohana
Jurnal Administrasi Negara Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Jurnal Administrasi Negara STIA LAN Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pelayanan yang berkualitas merupakan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan standar pelayanan, akan tetapi pelayanan publik ternyata seringkali mengecewakan dibandingkan memuaskan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan kualitas pelayanan pada Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Barru. Metode penelitiannya adalah survai dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket, wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Data dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan di Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal yang diberikan pada masyarakat berada pada kategori berkualitas. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata skor untuk keseluruhan sub variabel yaitu 3,86 yang apabila didasarkan pada kriteria dan rentang skala yang ada termasuk dalam kategori berkualitas. Variabel penelitian digambarkan dengan menggunakan 10 sub variabel yaitu ketepatan pelayanan, akurasi pelayanan, kesopanan dan keramahan, tanggung jawab, kelengkapan, kemudahan mendapatkan pelayanan, variasi model pelayanan, pelayanan pribadi, kenyamanan, serta atribut pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 indikator tersebut terdapat 1 indikator berada dalam kategori kurang berkualitas yakni ketepatan waktu.Kata kunci : Kualitas pelayanan, Perizinan, Penanaman modal. Abstract : Quality services are the services provided to the customer in accordance with the standards of services, but public service is often disappointing rather than satisfying. Therefore, this study aims to identify and to define the quality of services in Licensing and Investment Services Office of Barru Regency. The research method was a descriptive design survey. The technique of collecting data was using questionnaires. Data was analyzed descriptively interpretative. The results shows that the quality of services in the Licensing and Investment Services Office to the community is categorized ‘good quality’. This can be seen from the average score of the entire sub-variables at 3.86 that based on the criterion and existing scale ranges can be categorized ‘good quality’. The research variables described by using 10 sub-variables that are services target, accuracy service, courtesy and hospitality, responsibility, completeness, access to services, the variation model of service, personal care, comfort and support attributes. The research findings show that of the 10 indicators, there is one indicator that has been categorized as ‘less quality’, that is punctuality.Keywords : Service quality, Licensing, Investment.
PERUBAHAN LETAK PINTU UTAMA PADA RUMAH TRADISIONAL MUNA DI DESA MADAMPI KECAMATAN LAWA HALIM, HALIM
UNITY - Jurnal Arsitektur Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.39 KB)

Abstract

Rumah adalah kebudayaan fisik, yang dalam konteks tradisional merupakan bentuk ungkapan yang berkaitan erat dengan kepribadian masyarakatnya. Ungkapan fisiknya, semangat, dan jiwa yang terkandung di dalamnya sangat dipengaruhi oleh faktor sosio-kultural dan lingkungan di mana ia tumbuh dan berkembang. Perbedaan wilayah dan latar budaya akan menyebabkan perbedaan pula dalam ungkapan arsitekturalnya. Semua unsur yang ada pada rumah tinggal tradisional, termasuk posisi perletakan pintu utama (khususnya pada rumah tinggal tradisional Muna), mengandung makna simbolik sebagai ungkapan nilai-nilai kultural yang maknawi dan diyakini masyarakatnya. Kata Kunci: pergeseran nilai budaya, rumah tradisional
PERKEMBANGAN RUMAH TRADISIONAL MUNA HALIM, HALIM
UNITY - Jurnal Arsitektur Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.676 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi unsur-unsur tata ruang rumah (unsur spasial), dan bentuk bangunan (unsur formal) yang mengalami perubahan dalam perkembangan rumah tradisional Muna, (2) menjelaskan faktor-faktor penyebab perkembangan rumah tradisional Muna. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Tongkuno, kecamatan Lawa, kecamatan Kabawo, dan kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan mewawancarai lima narasumber/informan terdiri dari antropolog, tokoh adat dan budaya Muna, ahli rumah tradisional Muna, serta tiga puluh enam responden yang rumahnya ditetapkan sebagai kasus penelitian. Penentuan kasus dilakukan secara sengaja terdiri dari rumah golongan kaomu (bangsawan), golongan walaka (dewan sara), dan golongan maradika (rakyat biasa) berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur tata ruang rumah yang paling berubah adalah jenis dan jumlah ruang serta orientasi ruang, dan yang paling sedikit berubah adalah pola sirkulasi. Sementara unsur-unsur bentuk yang paling berubah terjadi pada dimensi dan wujud, paling sedikit berubah adalah pada ornamen. Faktor pengaruh perubahan yang paling kuat adalah kemampuan ekonomi, teknologi bahan bangunan, serta budaya akar lemah. Kata Kunci: perubahan tata ruang dan bentuk, rumah tradisional
KESELAMATAN TERHADAP RESIKO KEBAKARAN PADA BANGUNAN RUKO DI KOTA MAKASSAR HALIM, HALIM; MUSAFIR, ABDUL MALIK
UNITY - Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.497 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk (1) mengidentifikasi ketersediaan unsur keselamatan kebakaran pada bangunan ruko standar maupun yang sudah mengalami perubahan di kota Makassar dan (2) mendapatkan arahan dan solusi standar unsur keselamatan terhadap resiko kebakaran pada bangunan ruko yang laik diaplikasikan di masa mendatang khususnya di kota Makassar. Penelitian mengambil sampel beberapa kluster ruko di koridor jalan kota Makassar. Penentuan kasus menggunakan teknik nonprobability sampling yang dilakukan secara purposif terhadap 87 unit ruko dari 3 kluster yang dibangun oleh pengembang (kluster jalan Pengayoman, kluster jalan Perintis Kemerdekaan, kluster jalan Talasalapang) dan 3 unit ruko yang dibangun sendiri oleh pemiliknya di jalan Todopuli Raya, jalan Adiyaksa Baru, dan jalan Abdullah Dg. Sirua berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan unsur keselamatan terhadap resiko kebakaran pada bangunan ruko yang dibangun oleh pengembang memiliki nilai rata-rata dengan kategori “cukup”. Ketersediaan unsur keselamatan terhadap resiko kebakaran pada bangunan ruko yang dibangun sendiri oleh pemiliknya justru memiliki nilai rata-rata dengan kategori “baik”. Desain bangunan ruko dimasa yang akan datang harus menerapkan standar sarana penyelamatan dengan berbagai alternatif jalur keselamatan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa saat kebakaran serta unsur keselamatan lainnya (kelengkapan tapak, proteksi pasif dan aktif). Kata Kunci : Keselamatan, Ruko (Rumah Toko), Kebakaran, Makassar
Pengaruh Optimalisasi Manajemen Aset Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Makassar Tangke, John Gamara; Halim, Halim; Lucita, Gina
Jurnal Administrasi Negara Vol 21 No 1 (2015): Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Jurnal Administrasi Negara STIA LAN Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Manajemen aset daerah penting dalam mewujudkan laporan keuangan pemerintah daerah yang berkualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Optimalisasi Manajemen Aset Daerah terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Metode penelitian adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelatif. Populasi adalah Pengelola Barang dan Kepala Sub Bagian Perlengkapan di 52 Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan sampel sebanyak 104 orangresponden ditetapkan secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan uji normalitas, analisis regresi, dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan optimalisasi manajemen aset daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah. Hal ini dilihat dari nilai regresi yang menunjukkan angka positif sebesar 0,293 dan nilai signifikansi0,000<0,05. Untuk itu, sebaiknya Pemerintah Kota Makassar serius menindaklanjuti semua rekomendasi BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terutama mengenai permasalahan manajemen aset tetap.Kata kunci : Optimalisasi manajemen aset, Kualitas laporan keuangan, Pemerintah daerah. Abstract : Regional Owned-Asset Management is significantly important in creating a good local government financial report. Therefore, the objective of the study is to understand the influence of optimization of Regional Owned-Asset Management toward the quality of financial report. The study applies a quantitative method with a correlative study. The populations of the study are Asset Administrators and the Head of Equipment SubDivision in 52 Local Government agencies consists of 104 respondents assigned in purposive sampling. The data is gathered by distributing questionnaires and research papers. The data is analyzed by taking normality test, regression analysis, and hypothesis test with SPSS. The result of the study shows that the optimization of Regional Owned-Asset Management positively influenced the quality of financial report of the Makassar Municipality significantly. This can be seen from the value of regression that shows a positive value as 0.293 and significant value as 0.000<0.05. Therefore, The Makassar Municipality should seriously follow-up the recommendations of BPK (Audit Board of the Republic of Indonesia) in BPK’s Audit Reports, particularly regarding Asset Management problems.Keywords : Asset management optimization, Financial report quality, Local government
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN PENDEKATAN PENGINDERAAN JAUH DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN SOROPIA Halim, Halim; Halili, Halili; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 1, No 1 (2016): SAPA LAUT
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.034 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di sepanjang garis pantai Kecamatan Soropia selama satu bulan yaitu pada bulan Oktober 2014 dengan tujuan untuk mengetahui dan memetakan perubahan garis pantai  di  wilayah  pesisir Kecamatan  Soropia.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah metode tumpang susun citra satelit Landsat 5 TM tahun 1990, 7 ETM+ tahun 2002 dan 8 OLI/TIRS tahun 2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum perubahan garis pantai yang terjadi disepanjang wilayah pesisir Kecamatan Soropia pada tahun 1990 – 2014 (24 tahun) berupa akresi dan abrasi. Perubahan garis pantai tipe akresi terjadi di Desa Sorue Jaya, Tapulaga, Leppe, Bajo Indah, Mekar, Bajoe, Bokori, Telaga Biru, Atowatu, Sawapudo, Soropia, Waworaha dan Kelurahan Toronipa. Perubahan garis pantai tipe abrasi terjadi di Desa Sorue Jaya, Tapulaga, Bajoe, Bokori, Telaga Biru, Atowatu, Sawapudo, Soropia, Waworaha dan Kelurahan Toronipa. Perubahan garis pantai yang terjadi di Kecamatan Soropia diduga disebabkan oleh perbedaan karakteristik pantai (faktor alam) yang bersifat semi terbuka terhadap dinamika perairan yang mendapatkan pengaruh dari gelombang secara langsung. Disamping karakteristik pantai, perubahan garis pantai di Kecamatan Soropia juga diduga disebabkan oleh aktifitas manusia yang melakukan penimbunan pantai untuk keperluan pemukiman, pariwisata, pelabuhan dan pembuatan bangunan pelindung pantai (faktor antropogenik).
ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KOTA TIDORE KEPULAUAN Abdurrahman, Abdurrahman; Halim, Halim
Jurnal Administrasi Negara Vol 23 No 3 (2017): Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.504 KB)

Abstract

AbstrakPendidikan dan Pelatihan diperlukan untuk mengatasi kesenjangan antara kualitas pelaksanaan tugas dengan standar kualitas minimal yang dibutuhkan, serta untuk meningkatkan  kualitas  kerja.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  dan menganalisis pelaksanaan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan bagi Pegawai Negeri Sipil pada   Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Unit Analisis terdiri atas 8 Informan serta dokumen-dokumen yang diperoleh dari BKPSDM  Kota  Tidore  Kepulauan  yakni  Dokumen  Rencana  Strategik,  Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja, dan Dokumen Analisis Jabatan. Data dianalisis secara kualitatif.  Hasil  penelitian  memperlihatkan  bahwa  Badan  Kepegawaian  dan Pengembangan  Sumber  Daya  Manusia  Kota  Tidore  Kepulauan  tidak  melakukan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan dengan tepat dan sistematis. Identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan di tingkat organisasi hanya ditentukan oleh pimpinan, identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan ditingkat pekerjaan hanya menyesuaikan dengan program-program pendidikan dan pelatihan yang ditawarkan oleh  penyelenggara  dan  kebutuhan  di  tingkat  individu  hanya  diputuskan  oleh pimpinan berdasarkan intuisi dan keinginannya. Oleh karena itu, sebaiknya BKPSDM Kota Tidore Kepulauan dalam menentukan bagian atau bidang mana dalam organisasi yang membutuhkan diklat dilaksanakan melalui proses analisis organisasi dengan melakukan wawancara keluar, survai Calon Peserta dan data kepuasan peserta maupun dengan melihat indeks efisiensi.Kata kunci:  Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Abstract Education and Training are needed to address the gap between the quality of task performance and the minimum quality standards required, as well as to improve the quality  of  work.  The  objective  of  this  study  is  to  understand  and  analyze  the implementation of training needs analysis for Civil Servants that was undertaken by The  Board  of  Employee  and  Human  Resource  Development  of  Tidore  Kepulauan Municipality. This study uses a qualitative method. Analysis Unit is 8 informants and documents obtained from BKPSDM Tidore Kepulauan Municipality namely Document of  Strategic  Plan,  Document  of  Performance  Accountability  Report,  Job  Analysis Document. Data were analyzed qualitatively. The results of the study show that The Board  of  Employee  and  Human  Resource  Development  of  Tidore  Kepulauan Municipality did not conduct a proper and systematic training needs analysis. The training needs identification at the organizational level is determined solely by the leader, the training needs identification at the job level merely adjusting to the education and training programs offered by the organizers and the individual level needs only decided by the leadership based on intuition and desire. Therefore, it is better to BKPSDM Tidore Kepulauan Municipality in determining which part or field in the organization that need the training done through organizational analysis process by conducting out interview, participant survey and participant satisfaction data as well as by looking at the efficiency index.Keywords:  Training Needs Analysis, Human Resource Development, Tidore Kepulauan Municipality.
PENGARUH KULAITAS PELAYANAN SALESMAN TERHADAP KEPERCAYAAN PELANGGAN PADA PT. KALBE FARMA TRADING DAN DISTRIBUTION DI KOTA PALOPO Abdullah, Abdullah; Patra, I Ketut; Halim, Halim
Jurnal Equilibrium Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Equilibrium

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.484 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Salesman Terhadap Kepercayaan Pelanggan Pada PT. Kalbe Trading dan Distribution di Kota Palopo Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan data salesman dan pelanggan serta data pendukung lainnya pada PT. Kalbe Farma Trading dan Dsitribution di Kota Palopo. Pengambilan sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 responden dan menggunakan metode proporsional random sampling (acak proporsional). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan diolah dengan menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis menggunakan regresi linear sederhana dapat diketahui bahwa variabel kualitas pelayanan salesman berpengaruh positif terhadap kepercayaan pelanggan pada PT. Kalbe Farma Trading dan Distribution di Kota Palopo. Kemudian uji parsial Kualitas Pelayanan Salesman di mana nilai probabilitas sig. (0.00) lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari kualitas pelayanan terhadap kepercayaan pelanggan. Sedangkan hasil analisis menggunakan koefisien determinasi diketahui bahwa 48,8%, variabel kepercayaan pelanggan dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel kualitas pelayanan, sedangkan 51,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Kesimpulannya adalah bahwa kualitas pelayanan salesman yang perlu dipertahankan pelaksanaannya adalah pelayanan yang cepat dan tepat, tingkat pelayanan yang diberikan sesuai harapan, tanggap menghadapi masalah, tanggap terhadap keluhan pelanggan, pelayanan sopan dan menghubungi perusahaan jika terjadi masalah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TERHADAP PERILAKU PEMANFAATAN ALAT KONTRASEPSI PRIA PADA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI TAHUN 2016 halim, halim; sakka, ambo; Ismail, Cece Suriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.818 KB)

Abstract

Masalah kependudukan merupakan masalah yang dihadapi oleh semua Negara termasuk Indonesia.Pemerintah Indonesia melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukanpenekanan jumlah angka kelahiran dengan pengelolaan dan pelaksaan program Keluarga Berencana (KB).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan alat kontrasepsi pria pada tenaga pendidik dankependidikan di Universitas Halu Oleo Tahun 2016 ditinjau dari pengetahuan, sikap, dan tindakan. Jenispenelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan Rancangan Cross SentionalStudy. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pendidik dan kependidikan pria usia subur yangberkerja di Universitas Halu Oleo yang berjumlah 600 orang. Jumlah besar sampel dalam penelitian inisebanyak 86 orang yang diambil secara simpel random sampling yaitu pengambilan sampel secara acaksederhana, sedangkan untuk menentukan besar sampel mengunakan rumus sloving. Hasil penelitianmenunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku pemanfaatanalat kontrasepsi pria pada tenaga pendidik dan kependidikan di Universitas Halu Oleo Kota Kendari tahun 2016dengan pengetahuan nilai ρvalue(0,026)< (0,05.), sikap nilai ρvalue(0,014)< (0,05.), dan tindakan nilai ρvalue(0,039)< (0,05.),Kata kunci : Alat Kontrasepsi Pria, pengetahuan, sikap, tindakan