Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Potensi Lapangan Kerja Di Kota Baubau Mey, Djafar; Fitriani, Fitriani; Sahar, Safrudin; Widayati, Weka
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 1 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.933 KB)

Abstract

Potensi lapangan kerja diperlukan untuk menentukan dan mengetahui jumlah penawaran dan permintaan tenaga kerja sehingga dapat diketahui tingkat potensi lapangan kerja di Kota Baubau. Teknik analisis yang digunakan yaitu menggunakan Location Quotient (LQ) dan Elestisitas Kesempatan Kerja. Hasil dari penelitian yaitu Lapanga usaha yang dapat menjadi pertimbangan untuk meningkatkan jumlah lapangan kerja yaitu sektor atau lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minuman, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi, lapangan usaha real estate,  lapangan usaha jasa pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial dan jasa lainnya. Daya serap tenaga kerja dibeberapa sektor atau lapangan usaha di kota Baubau terlihat bahwa lapangan usaha industri pengolahan, listrik, gas dan air minum, bangunan, perdagangan dan keuangan merupakan lapangan usaha yang dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dibandingkan dengan sektor lainnya.Kata Kunci : Potensi, Lapangan Kerja, BaubauDOI : 10.5281/zenodo.2667843
INTERRELASI FAKTOR FISIK, NON FISIK DAN PERILAKU PETANI DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA PERTANIAN DI MUNA BARAT Widayati, Weka; Kasto, Kasto; Yunus, Hadi Sabari; Hardyastuti, Suhatmini
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 17, No 3 (2010)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interrelasi antara faktor fisik, non fisik dan perilaku petani dalam manajemen sumber daya pertanian, dan menemukan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku petani dalam manajemen sumber daya pertanian di Muna Barat. Metoda penelitian menggunakan rancangan kausal-komparatif. Wilayah penelitian terbagi atas dua dimensi ekologikal, yaitu: wilayah antara rata-rata surut terendah-arbitrer garis pasang surut (wilayah I) dan wilayah antara arbitrer dari garis pasang surut-batas daratan (wilayah II). Populasi penelitian adalah petani yang berusahatani tanaman pangan dengan pengambilan sampel bertahap. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara terstruktur, dan wawancara mendalam. Kerangka pokok analisis menggunakan pendekatan ekologi. Data dianalisis dengan Environment theme of analysis & regresi berganda program SPSS window ver.17. Hasil penelitian adalah: (l) interrelasi antara faktor fisik dan non fisik di wilayah II lebih kuat daripada di wilayah I, (2) frekuensi akses informasi pertanian memiliki kontribusi terbesar dan positif (+) terhadap perilaku petani dalam manajemen sumber daya pertanian tanaman pangan di wilayah I dan II.
THE RISKS OF AREN SUGAR PROCESSING BUSINESS IN KOLAKA DISTRICT SOUTH EAST SULAWESI Abdullah, Weka Gusmiarty; Rianse, Usman; Iswandi, Marsuki; A Taridala, Sitti Aida; Widayati, Weka; Fausayana, Ine; Yunus, Lukman; Dirgantoro, M Arif
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.677 KB)

Abstract

AbstractBusiness of aren sugar processing intends to providing alternative sweetener source to fulfill sugar demand for community. Nonetheless, every business has a risk particularly agricultural product in general, including aren sugar processing business in which the raw resources were obtained from aren.The purpose of this research was to analyze the type and stage of risk related to aren sugar processing business in Kolaka District. Simple random sampling method was used to decide sample on this research. Quantitative descriptive analysis and coefficient of variance was used to analyze types and stages of risk in aren sugar processing business. The result of the research showed that there are six type risks on the extraction process, five type risks on aren cooking process, and one type risk on marketing. Risk types which have quantification value is analyzed for its risk stages, including raw material risk, production risk and price risk. Raw material risk had the highest stage of risk among other risks. Authority for endorsing continuity and development of aren sugar processing business was a based-risk development strategy, especially for raw material risk, as well as mentoring of production risk and marketing management.Keywords. risk, profit, aren sugar processing business
LOCAL WISDOM OF FARMERS IN MEETING OF LOCAL FOOD KUASA, WA; RIANSE, USMAN; WIDAYATI, WEKA; SIDU, DASMIN; ABDULLAH, Weka GUSMIARTY; ZULFIKAR, ZULFIKAR LA; SYUKUR, LA ODE; RIANSE, ILMA SARIMUSTAQIYMA
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.869 KB)

Abstract

Abstract.The objective of this study were to describe types and form of local wisdom in meeting of local food and its implementation compare with the condition of 30 years ago. Populations of this study were farmers who have farming experience more than 30 years. Qualitative analysis was be used in this study. The study results showed that there were some types of farmer’s local wisdoms, consist of land opening, land preparing, cultivation, harvesting, and processing of farm products. Types of local wisdom such as agriculture systems, and ritual ceremonies. An agriculture system in land preparing was slash and burn system, in the procedure of planting and maintenance of plants in the form of a system of rotation and intercropping, while the processing of agricultural product is done by prescription obtained hereditary. Ritual ceremonial among others; Kasalasa, Kaago-ago, and Kasambuwite. Local wisdom that are still maintained in land preparing by slash and burn system, in cultivation with rotation and intercropping system, and in processing of agricultural product into comestible durable. Traditional rituals began experiencing fading due to the times and increased demands of life.Keyword: local wisdom, farmers, local food
Pola Spasial Persebaran Tingkat Kerentanan Wilayah Terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara Mizan, Rahmat azul; Widayati, Weka; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 1 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.95 KB)

Abstract

Kota Baubau merupakan enam Kabupaten/Kota yang menjadi daerah dengan tingkat kasus demam berdarah tertinggi salama periode 2010 sampai 2014.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola kejadian demam berdarah dengue dan sebaran tingkat kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue di Kota Baubau. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif yang berbasis penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografi berdasarkan proses observasi, interpretasi citra satelit dan pemberian skor terhadap variabel penelitian yang terdiri dari penggunaaan lahan, kepadatan permukiman, pola permukiman, kepadatan penduduk, jangkauan terbang nyamuk infektif, curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tetangga terdekat (analysis nearest neighbor) dan analis tumpang susun (overlay). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola kejadian demam berdarah dengue di Kota Baubau terjadi secara mengelompok (clustered) dengan nilai indeks 0,371705. Pengelompokan kasus demam berdarah terjadi di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Wolio, Murhum, Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro.  Secara umum Kota Baubau dikategorikan rentan terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan persentase luas wilayah rentan dan sangan rentan sebesar 22,91% dan 15,61%. Sebaran kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan kategori tinggi ditemukan pada Kecamatan Wolio, Kecamatan Murhum, Kecamatan Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro.Kata Kunci:Pola Spasial, Persebaran, Tingkat Kerentanan, DBDDOI : 10.5281/zenodo.2658155
Pemetaan Sumber Air Baku Kawasan Karst Di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi Edisman, Edisman; Widayati, Weka
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 2 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.663 KB)

Abstract

Pemetaan Sumber Air Baku khususnya Wilayah Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi sangat penting mengingat manfaat yang diperoleh dari keberadaan Sumber Air Baku Kawasan Karst tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Memetakan sumber air baku yang terdapat di Desa Wawotimu, (2) Mengetahui karakteristik dan potensi fisik-nonfisik sumber air baku di kawasan karst yang terdapat di Desa Wawotimu, (3) Bagaimana pertimbangan masyarakat Desa Wawotimu dalam menggunakan sumber air baku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Adapun metode pengambilan data meliputi observasi lapangan untuk mengetahui keberadaan sumber air baku serta mendeskripsikan karakteristik dan potensi fisik-nonfisik sumber air baku di kawasan karst Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur, yang bertujuan untuk menggambarkan pemetaan sumber air baku berdasarkan potensi fisik-nonfisik, selain itu digunakan metode wawancara mengenai pertimbangan masyarakat Desa Wawotimu dalam menggunakan sumber air baku. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemetaan sumber air baku kawasan karst di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi memiliki lima sumber air baku dan yang paling luas yaitu sumber air baku hendaopa sekitar 13.938m2, dari kelima sumber air baku yang terdapat di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur bisa dikonsumsi oleh warga setempat dan masyarakat Desa Wawotimu menggunakan sumber air baku dhondo karena sumber airnya yang jernih dan bersih dan aksebilitasnya yang mudah dijangkau oleh warga Desa Wawotimu.Kata Kunci : Air Baku, Kawasan KarstDOI : 10.5281/zenodo.3354732
Pemetaan Komponen Ekosistem Untuk Pengembangan Edu-Ekowisata (Studi Kasus : Kebun Raya Universitas Halu Oleo) Rahayu, Sry; Widayati, Weka; Indriasary, Anita
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 1 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.613 KB)

Abstract

Pemetaan Komponen Ekosistem untuk pengembangan Edu-ekowisata di Kebun Raya UHO merupakan kegiatan pemetaan komponen ekosistem yang dapat dilakukan dengan menggunakan survey topografi, teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam menganalisis data untuk pengembangan Edu-Ekowisata. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai dengan Januari 2018, dengan lokasi di Kebun Raya UHO, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pada penelitian ini komponen ekosistem yang akan di identifikasi (dipetakan) antara lain: peta sebaran flora dan peta koleksi tumbuhan dikebun raya UHO. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, Hasil topografi diperoleh menggunakan data pengukuran theodolit untuk peta kontur. Identifikasi jenis flora menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan memanfaatkan data hasil pengukuruan lapangan. Komponen ekosistem yang potensial untuk dikembangkan di kebun raya UHO yaitu wisata flora dan wisata alam.  Wisata flora meliputi tumbuhan endemik Sulawesi yang berada di beberapa di daerah  Sulawesi Tenggara. Wisata Alam meliputi kenampakan alamiah bentang lahan di Kebun raya UHO yang berpotensi dikembangkan menjadi tracking flora Kata Kunci : Edu-Ekowisata, Kebun Raya UHO, Komponen Ekosistem, PemetaanDOI : 10.5281/zenodo.2667845
Analisis Spasio Temporal Sebaran Permukiman di Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe Nurvyana, Lola; Widayati, Weka; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.453 KB)

Abstract

Terdapat keterkaitan erat antara aktivitas penduduk dengan lahan permukiman, sehingga lahan permukiman  bersifat sangat dinamis. Pertumbuhan penduduk secara umum membutuhkan ketersediaan lahan, baik untuk tempat tinggal maupun fasilitas untuk usaha.Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) untuk mengetahui pola sebaran permukiman didaerah Kecamatan Unaaha dari tahun 2014-2018;  (2) untuk mengetahui faktor fisik dan faktor non fisik  yang mempengaruhi pola sebaran permukiman di Kecamatan Unaaha. Metode penelitian ini yaitu, metode kuantitatif. Hasil penelitian antara lain: (1) pola sebaran permukiman di Kecamatan Unaaha yaitu mengelompok (Kel. Wawonggole, Kel. Tuoy, Kel. Latoma, Kel. Tumpas, Kel. Puunaha, Kel.Asambu dan Kel.Unaaha) dan acak (Kel.Asinua, Kel. Ambekaeri, Kel. Tobeu, Kel. Arombu, Kel. Inolobunggadue); (2) faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan permukiman di Kecamatan Unaaha, yaitu faktor fisik berupa kemiringan lereng. Kata Kunci: Pola, Permukiman, Spasio TemporalDOI : 10.5281/zenodo.3607172
Evaluasi Sumber Daya Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Pangan Berbasis Spasial Di Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Ratna, Ratna; Widayati, Weka; Sawaludin, Sawaludin
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 1 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.351 KB)

Abstract

Kecamatan Parigi Kabupaten Muna terus mengalami perkembangan yang cukup bagus. Oleh sebab itu  adanya evaluasi sumberdaya tanaman pangan berupa padi dan jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sumberdaya lahan untuk pengembangan tanaman pangan dan memetakan dimana adanya lahan tanaman pangan berupa padi dan jagung. Parameter yang digunakan dalam penelitian meliputi parameter utama dan parameter pendukung. Parameter utama yang dimaksud adalah  parameter jenis tanah, curah hujan, kemiringan lereng, drainase dan teksur tanah. Sedangkan parameter pendukung yang dimakasud adalah analsis kimia dan fisik. Metode analisis yang digunakan untuk mengevaluasi tanaman  pangan Kecamatan adalah metode analisis skoring ,maching  dekspritif dan analisis laboratorium. Hasil analisis menunjukkan evaluasi tanaman  pangan memiliki kelas sangat sesuai (S1), cukup sesuai (S2), sesuai marjinal (S3), tidak sesuai (N) dan  tanaman berupa padi tersebar di tiga desa yaitu  Desa Wakumoro, La Tampu dan La Bulu-Bulu sedangkan untuk jagung semua desa ada seperti Desa Parigi, Kolasa, Kelurahan Wakumoro, Walambeno Wite, Warambe, La Iba, La Tampu, La Bulu-Bulu, Wasolangka, Wakumoro, dan Wapuaale karena sudah menjadi makan pokok utama untuk kebutuhan sehari-hari.Kata Kunci:  Evaluasi Sumberdaya, Lahan, Tanaman PanganDOI : 10.5281/zenodo.3354774
Kajian Risiko Bencana Kebakaran Permukiman Di Kecamatan Mandonga Kota Kendari Nining, Wa Ode; Widayati, Weka; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 2 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.075 KB)

Abstract

Studi kajian risiko bencana kebakaran risiko di Kecamatan Mandonga dilakukan untuk mengetahui tingkat ancaman, tingkat kehilangan, tingkat kapasitas dan tingkat risiko bencana kebakaran pemukiman. Variabel yang digunakan adalah kepadatan pemukiman, pola pemukiman, jenis atap rumah tinggal, lebar pintu masuk permukiman, kualitas atau kondisi pintu masuk pemukiman, frekuensi historis insiden kebakaran pemukiman, dampak dari kerugian ekonomi, korban meninggal, yang terluka, kepadatan penduduk, kelompok rentan, Produk Domestik Bruto (PDB), dan resistensi terhadap permukiman bencana kebakaran. Hasil penilaian risiko bencana terdiri dari 2 bagian, yaitu peta risiko bencana dan penilaian risiko bencana. Peta risiko bencana diperoleh dengan menganalisis data spasial dalam aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa sebanyak 198 blok permukiman penelitian di Kabupaten Mandonga (total luas 1.594.448,2 m2) berada pada tingkat ancaman rendah, kerugian pada tingkat sedang, daerah sedang tigkat kapasitas, sehingga blok 198 seperti permukiman memiliki tingkat risiko yang moderat terhadap bencana kebakaran. Terdapat 39 blok permukiman lainnya (luas 976.220,93 m2) berada pada tingkat ancaman, tingkat kerugian yang tinggi dan kapasitas wilayah yang tinggi, sehingga blok permukiman 39 memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap permukiman bencana kebakaran.Kata Kunci: Bencana Banjir, Resiko, Kota BaubauDOI : 10.5281/zenodo.2658818