Articles

Found 7 Documents
Search

EVALUASI MUTU PELAYANAN DAN HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KONSUMEN DAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER PENGELOLA APOTEK DI APOTEK-APOTEK KOTA KENDARI Ihsan, Sunandar; Rezkya, Putri; Akib, Nur Illiyyin
Medula Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Medula

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.71 KB)

Abstract

Pharmaceutical service  quality relate to consumer’s  satisfaction.  Twenty five percent   curage  of patient can be  found  from  good  pharmaceutical  sevice  and  75%  from  drug  usage.  This  study  aimed  to  determine pharmaceutical  service  quality  in  community  pharmacy  of  Kendari  City  and  to  determine  correlation  between  consumer’s  satisfaction  and  implementation  of  pharmaceutical  service  by  pharmacist  manager.  This  study  is  an observational analytic. Data collected from 519 respondents  through questionnaires in June-August 2014 spread across  ten  community  pharmacies  City  of  Kendari  with  sampling  method  used  simple  random  sampling,  and accidental  sampling  for  pharmacist  manager.  Correlation  test  used  to  determine  correlation  between  cons umer satisfaction and implementation of pharmaceutical care by pharmacist manager in pharmacy. The result showed that the percentage rate is 76.70% for consumer satisfaction with moderate category. Fixed percentage of any document procedures  and  dispensing  time  is  60%  with  moderate  category.  Pharmacist  manager  percentage  that  manages quality guarantee is 40% with less category.  Statistic correlation test showed that there is no cerrelation between consumer satisfaction and implementation of pharmaceutical care by pharmacist manager in pharmacy with p value 0,268 (> 0,05). Keywords: quality service, pharmaceutical service, consumer satisfaction
Studi Etnomedisin Obat Tradisional Lansau Khas Suku Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Ihsan, Sunandar; Kasmawati, Henny; Suryani, Suryani
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.904 KB)

Abstract

Suku Muna di Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki ramuan obat tradisional tersendiri yang khas yaitu Lansau yang bahan bakunya tersebar di seluruh Pulau Muna dan makna dibalik Lansau diambil dari nilai falsafah hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunan ramuan tradisional Lansau yang terdiri dari 44 macam jenis tanaman sebagai obat tradisional khas Suku Muna Provinsi Sulawesi Tenggara dari segi manfaat, jenis dan bagian tanaman yang digunakan, serta kandungan filosofis dibalik penggunaan jumlah dan macam tumbuhan obat. Metode penelitian bersifat survei eksploratif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengamatan langsung dilapangan, serta studi literatur. Untuk identifikasi tanaman Lansau dilakukan determinasi tanaman di Herbarium Bogoriense Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi-LIPI Bogor. Penelitian ini dilakukan di Raha dan Desa Wabintingi Kabupaten Muna dari bulan Juli-November 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan macam tumbuhan obat yang digunakan terkait erat dengan nilai filosofis spiritual masyarakat Muna yang diambil dari tradisi tasawuf Islam. Sebagian besar bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun. Bentuk sediaan Lansau adalah dekok dengan cara direbus di tungku. Pengambilan tanaman dilakukan pagi hari sebelum jam 9 pagi. Jenis tanaman sebanyak 44 macam dapat disubstitusikan dengan tanaman lain yang berkhasiat sejenis menurut pengetahuan tabib/Masyarakat Muna.Kata Kunci: Etnomedisin, Obat Tradisional, Lansau, Suku Muna
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Ditinjau dari Indikator Peresepan Menurut World Health Organization (WHO) di Seluruh Puskesmas Kota Kendari Tahun 2016 Ihsan, Sunandar; Sabarudin, Sabarudin; Leorita, Mesi; Zaenab Syukriadi, Andi Sitti; Ibrahim, Merlyn H.
Medula Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Medula

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.248 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Puskesmas is a first level of health facility in the public health services and for that, rationality drug used is important to achieve a better quality of life supporting productivity and nationality endurance. Aim: This study aim to evaluated rationality of drug used thorough WHO prescribing indicator to all subdistrict public health (Puskesmas) in Kendari City. Method: This was a cross sectional observational study at 15 subdistrict public health service with restrospective data collected. Total sample was 1680 prescription for 2016 period. Data compare with WHO standard indicator. Result: Result of this study showed that average drug prescriber was 3.23, average percentace of medicine prescribed by generic name was 96.08%, average percentage encounters with antibiotic prescribed was 36.85%, average percentage encounters with injection prescribed was very low 0.16%, average percentage of medicine with National Formularium was 75.07%. Result showed that drug used at all Puskesmas was still irrational except injection used and there was significant difference (p<0.005) between Puskesmas except injection used. There were three Puskesmas (Puskesmas Labibia, Puskesmas Kemaraya, and Puskesmas Benu-benua) has achieved standard of percentage of drug prescribed. Antibiotic achieved standard used was Puskesmas Nambo, Puskesmas Benu-benua, Puskesmas Wua-wua, Puskesmas Labibia and Puskesmas Perumnas. There were no one Puskesmas has achieved generic names and national formularium prescribed.Conclusion: Puskesmas Benubenua was most rational drug use with prescribing indicator of WHO.Keywords: Rational Drug Use, Prescribing Indicator, Puskesmas, Kendari City
Evaluasi Penggunaan Obat Antituberkulosis pada Pasien TB Paru di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Fristiohady, Adryan; Ihsan, Sunandar; Haringi, Elfira
Pharmauho Vol 1, No 1 (2015): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.912 KB)

Abstract

TB merupakan penyakit menular yang saat ini masih menjadi permasalahan di dunia kesehatan. TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Permasalahan TB semakin memburuk dengan meningkatnya jumlah penderita yang tidak berhasil disembuhkan. Tingginya angka kejadian TB disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap program pengobatan maupun penggunaan paduan obat anti tuberculosis (OAT) yang tidak sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru meliputi kesesuaian penggunaan paduan OAT dan kesesuaian dosis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode retrospektif dan dianalisis secara deskriptif non analitik dari data rekam medik. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 61 pasien diperoleh persentase pola penggunaan OAT berdasarkan tipe pasien terbanyak pada tipe pasien kasus baru yaitu 96,8%, pola penggunaan OAT berdasarkan kategori pengobatan terbanyak pada kategori 1 yaitu 96,8% dan pola penggunaan OAT berdasarkan jenis OAT terbanyak pada OAT sediaan tunggal (kombipak) yaitu 67,2%. Berdasarkan kesesuaian paduan OAT diperoleh persentase 96,8% dan ketidaksesuaian  paduan sebesar 3,2%. Sedangkan persentase kesesuaian dosis adalah 32,8%. Kata kunci: TB Paru, OAT, Sulawesi Tenggara, Mycobacterium tuberculosis 
Evaluasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna Tahun 2014 Ihsan, Sunandar; Amir, Sry Agshary; Sahid, Mohammad
Pharmauho Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.344 KB)

Abstract

This study aims to evaluate the process drugs management based on indicators i.e. planning, procurement, storage and distribution of drugs in Pharmacy Installation of Muna’s General Hospital in 2014. Data were collected retrospectively by taking reports-inventory forms, prescription sheet patients, drug plan data, drug stocks cards, prescription patient sheets, output data of the drug as well as concurent form of services and time recipes data with random sampling method. The results were obtained the percentage of availability amount 100% and the percentage of planning 9,15% in the frequency of drug procurement as much as 1, 2, 3, and 4 times with the number of drug items 72, 20, 4, and 1 item of drugs. Match reports card stock inventory taking medication 91,30%, and the percentage of expired or defective drugs by 0.33%, the percentage of dead stock 7,96%, and the percentage of the drug emptiness time 2,19%, percentage of served drugs 97.95%, the average service time of non-concoction recipe 3,16 minutes, and the average service time compounded prescription 6.10 minutes. Improvement on drug management is required in order to obtained standard values in all categories. Keywords: Evaluation, Drug Management, Pharmacy Installation, and Hospital.
Pelayanan Informasi Obat Pada Kader Puskesmas dan Sosialisasi Bahaya Narkoba Pada Anak Sekolah di Kota Kendari Ihsan, Sunandar; Sabarudin, S; Fitrawan, La Ode Muhammad; Nuralifah, N; Arba, Muhammad; Nurrokhmadhani, Wa Ode Sitti
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan Gunakan Simpan Buang)  metode Cara Belajar Insan Aktif/CBIA pada kader Puskesmas Mokoau dan sosialisasi bahaya Narkoba pada siswa sekolah menengah atas di Kota Kendari telah dilaksanakan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Farmasi UHO. Tujuan dari kegiatan sosialisasi DAGUSIBU metode CBIA adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait cara penggunaan obat yang baik dan benar melalui komunitas tertentu di masyarakat, dan sosialisasi Narkoba bertujuan untuk memberi pengetahuan mengenai modus-modus penyebaran Narkoba serta bahaya dan bentuk-bentuk penyalahgunaan obat termasuk Narkoba jenis baru. Kegiatan sosialisasi DAGUSIBU metode CBIA dilakukan pada Kader Puskesmas Mokoau berjumlah 22 orang dibagi dalam 4 kelompok dipandu oleh Master AoC Gema Cermat Kemenkes RI utusan Kota Kendari. Tahap, pertama pemberian penjelasan umum tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat/GEMA CERMAT dan DAGUSBU, kedua tiap peserta diberikan kuisioner pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta sebelum sosialisasi. Kegiatan inti adalah peserta mengelompokkan obat-obat yang diberikan dalam formulir yang telah dibagikan berdasarkan kandungan zat aktif untuk di identifikasi nama dagang, indikasi, efek samping dan kontraindikasi yang ada pada kemasan obat dengan di fasilitasi oleh seorang Apoteker. Kegiatan akhir adalah peserta mempresentasikan hasil diskusi salah satunya tentang tidak ada perbedaan antara obat generik dan bermerek pada kualitas dan efektivitasnya untuk indikasi penyakit yang sama. Selain itu pada cara penyimpanan harus sesuai bentuk sediaan obat dan pemusnahan obat yang di pisahkan dari kemasan primernya dengan cara ditanam dalam tanah. Posttest dilakukan untuk menilai tingkat pengetahuan setelah kegiatan. Sosialisasi Narkoba dilakukan di dilakukan di SMA 1 Kendari oleh 3 orang peserta 207 orang, SMA 4 Kendari oleh 4 orang apoteker dengan jumlah peserta 1669 orang, SMA 9 Kendari oleh 3 orang apoteker dengan jumlah peserta 916 orang, SMK 2 Kendari oleh 3 orang apoteker dengan jumlah peserta 324 orang dan SMK 4 Kendari oleh 3 Apoteker dengan jumlah peserta 579 orang. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Tenggara dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara.   Kata kunci: Dagusibu, CBIA, Narkoba, Gema Cermat, Farmasi, Halu Oleo
PENDIDIKAN KESEHATAN BAGI PARA PELAJAR DI KOTA KENDARI Akib, Nur Illiyyin; Arba, Muh.; ,, Suryani; Kasmawati, Henny; ,, Yamin; ,, Ruslin; Ihsan, Sunandar
Gema Pendidikan Vol 26, No 1 (2019): Jurnal Gema Pendidikan FKIP UHO
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.168 KB)

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat terintegrasi KKN-Tematik berupa pendidikan kesehatan bagi para pelajar di Kota Kendari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan bagi para pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa sekolah di Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan mulai Agustus hingga Oktober 2018. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas penyuluhan keamanan pangan, obat, dan kosmetika oleh dosen terhadap pelajar SMAN 11 Kendari, SMA Muhammadiyah Kendari, SMKN 6 Kendari, dan SMK Satria Kendari; penyuluhan penggunaan obat bagi pelajar SMPN 05 Kendari; pengenalan profesi apoteker dan penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi pelajar SDN 02 Baruga dan SDN 03 Poasia; serta penyebaran informasi melalui media cetak. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, praktek, tanya jawab. Media cetak yang digunakan adalah leaflet. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman tentang kesehatan bagi para pelajar di Kota Kendari. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pelajar, Penyuluhan, Obat, Kota Kendari.