Hendri Muchtar, Hendri
Balai Riset dan Standardisasi Industri Padang

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN KONSENTRAT POLIFENOL GAMBIR (UNCARIA GAMBIR ROXB SEBAGAI BAHAN ANTIOKSIDAN PANGAN) Muchtar, Hendri; Yeni, Gustri; Hermianti, Wilsa; Diza, Yulia Helmi
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.231 KB)

Abstract

Pembuatan konsentrat polifenol gambir telah dilakukan dengan cara pelarutan gambir dalam air panas, penyaringan, rekristalisasi dan pencucian dengan air dingin. Pencucian dilakukan dengan cara berulang yaitu 2 kali, 3 kali, 4 kali dan 8 kali. Konsentrat ini diuji bioaktifitas, organoleptik, kadar katechin, tannin, kandungan fenolat total, aktifitas antioksidan dengan metoda DPPH dan mendeteksi gugus fungsi dengan menggunakan alat spectrophotometer Infra Merah (IR). Hasil penelitian dengan perlakuan pencucian secara berulang diperoleh kandungan katechin dan kandungan fenolat total dari konsentrat polifenol gambir meningkat. Dari hasil analisa spektrum IR, adanya gugus karbonil yang muncul pada angka gelombang 1600-1800 cm-1 mengindikasikan senyawa lain sebagai pengotor dan akan hilang dengan peningkatan frekwensi pencucian. Dari hasil analisa organoleptik terhadap konsentrat gambir diperoleh perlakuan pada pencucian 4 kali dan 8 kali (C3 dan C4) memberikan nilai lebih tinggi untuk rasa yakni normal. Selanjutnya konsentrat polifenol gambir digunakan pada makanan berminyak seperti minyak kelapa dan produk rendang yang berfungsi sebagai 
PENGARUH JENIS ABSORBAN DALAM PROSES ISOLASI KATECHIN GAMBIR Muchtar, Hendri; ., Yusmeiarti; Yeni, Gustri
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.132 KB)

Abstract

Penyediaan katechin gambir sebagai bahan baku industri terutama industri farmasi dan kosmetik dapat di lakukan dengan mengisolasikan katechin mengunakan adsorban dalam metoda kromatografi kolom, yang memberikanhasil optimal dan kemurnian tinggi, Absorban yang dapat di gunakan untuk isiolasi sesuai dengan sifat senyawa katechin aalah silika gel, amberlit XAD4 dan sephadex LH-20 sebagai fasa diam dan metanol heksanaetil-asetat dan campuranya sebagai fasa gerak nya untuk menentukan kemurnian dan indentifikasi senyawa katechin gambir yang di peroleh, di lakukan uji kimia/fisika bedasarkan sifat senyawadan pengujian terhadap kromatografi lapis tipis (KLT), spektrofotometer UV/vis, Spektrum FTIR dan HPLC serta uji titikleleh. Bedasarkan hasil analisa dan uji kemurnian Katechin gambir hasil isolasidengan mengunakan kombinasi absorbanamberlit XAD4 dan LH-20yang paling identik dengan kemurnian tiggi dibanding standar katechin sintetis yang tersedia
Penentuan Teknologi Proses Pembuatan Gambir Murni dan Katekin Terstandar dari Gambir Asalan Yeni, Gustri; Syamsu, Khaswar; Mardliyati, Etik; Muchtar, Hendri
Jurnal Litbang Industri Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.758 KB) | DOI: 10.24960/jli.v7i1.2846.1-10

Abstract

Uncaria gambir Roxb. is an industrial crop commodity that has a high economic value and good prospect for farmers and exporter. Gambier of traditional processed products (raw gambier) generally have various catechin content, so it is required further handling to increase the purity of catechins from raw gambier. The research was aimed to get a process technology on the making of pure gambier and standardized catechins. Sources of raw materials was obtained from extraction process through steaming leaves and twigs of gambier (KA) using equipment from aluminum (RA) and from iron (RF). Purification of raw gambier through repeated extraction with water could decrease tannin content from 24% to 2.4% and increase catechin levels between 40% to 74%. Gambier with a low tannin content (catechin KA) through re-extraction using water had the highest increase of catechin content with a color of yellowish white product. The iron-containing equipment affected the color of the pure gambier produced, which was reddish-brown. The effect of solvent on further extraction using ethyl acetate solvent resulted in higher catechin content (up to 99%) compare to ethanol (95%). The catechin purity of KA samples was tested by looking at its stability at varying levels of acidity, showing catechins of gambier was stabile at pH 6.ABSTRAK Uncaria gambir Roxb. merupakan komoditas tanaman industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mempunyai prospek cukup baik bagi petani dan pemasok negara-negara asing. Gambir hasil olahan tradisional (gambir asalan), umumnya memiliki kandungan katekin yang beragam, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut untuk meningkatkan kemurnian katekin dari gambir asalan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan teknologi proses pembuatan gambir murni dan katekin terstandar. Sumber bahan baku diperoleh dari proses ekstraksi melalui pengukusan daun dan ranting tanaman gambir (KA) menggunakan peralatan dari aluminium (RA) dan dari besi (RF). Pemurnian gambir asalan melalui ekstraksi berulang dengan air dapat menurunkan kadar tanin, yaitu dari 24% sampai 2,4% dan meningkatkan kadar katekin, yaitu antara 40% sampai 74%. Gambir dengan kandungan tanin rendah (katekin KA) melalui ekstraksi ulang menggunakan air memiliki peningkatan kadar katekin tertinggi dengan warna produk putih kekuningan. Peralatan mengandung besi berpengaruh terhadap warna dari gambir murni yang dihasilkan, yaitu berwarna coklat kemerahan. Pengaruh pelarut terhadap ekstraksi lanjut menggunakan pelarut etil asetat menghasilkan kadar katekin lebih tinggi (sampai 98%) dibandingkan etanol (95%). Kemurnian katekin sampel KA diuji dengan melihat stabilitasnya pada berbagai tingkat keasaman, menunjukkan katekin dari gambir stabil pada pH 6.