Febrina Kartika, Febrina
student

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISASI RESERVOAR "FEBRI-UNILA FIELD" MENGGUNAKAN METODE ACOUSTIC IMPEDANCE (AI) INVERSION Kartika, Febrina
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : Jurnal Geofisika Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.609 KB)

Abstract

AI  (Acoustic Impedance)  adalah salah satu parameter  fisis  batuan yang nilainya dipengaruhi oleh tipe litologi, porositas, kandungan fluida, kedalaman tekanan dan temperatur.  Oleh karena itu  AI  (Acoustic Impedance)    digunakan sebagai indikator porositas, pemetaan litologi, dan menentukan karakteristik reservoar pada Febri-Unila Field.  Secara umum inversi  AI  (Acoustic Impedance)    akan memberikan gambaran geologi bawah permukaan  yang lebih detail dari pada seismik  konvensional. Karena umumnya amplitude pada seismik  konvensional  hanya menggambarkan batas lapisan batuan, sedangkan AI  (Acoustic Impedance)     memberi gambaran  karakteristik batuan itu sendiri. Karakterisasi “Febri-Unila Field” menggunakan data seismik 3D, horizon, dan data sumur sebagai data input.   Pada reservoar  target  (channel-infill),  Acoustic Impedance  (AI)  Inversion  akan memetakan distribusi lateral Acoustic Impedance  (AI) dengan menggunakan teknik   Linier  Programing Sparse Spike  (LPSS) Inversion, kemudian sebaran  Acoustic Impedance  (AI)  hasil inversi  dikonversikan ke porositas dengan menggunakan multiatributte. Metode  Linier Programing Sparse Spike (LPSS) Inversion  dipilih  sebagai fokus teknik inversi,  karena  tidak terlalu bergantung pada initial model, dan metode  Linier Programing Sparse  Spike (LPSS)  Inversion  cocok diterapkan pada data yang memiliki reflektivitas baik.  Hasil  inversi menunjukkan  sebaran  channel  ditemukan mulai dari   time  1050 ms,  berada pada anomali Acoustic Impedance  (AI)  rendah, dengan nilai antara 21042 ft/s*gr/cc  -31468  ft/s*gr/cc dengan ketebalan  channel  yang bervariasi, hingga mencapai 35 m. Konversi porositas menggunakan  7 attribute, menunjukan zona  low impedance memilki porositas tinggi hingga sekitar 18 %.