Eva Prasetiyono, Eva
Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

Kemampuan Kompos Dalam Menurunkan Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Pada Media Budidaya Ikan Prasetiyono, Eva
Jurnal Akuatika Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuatika Vol. VI. No. 1/Maret 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.541 KB)

Abstract

Danau bekas galian tambang timah yang berusia muda (kolong muda) banyak terdapat di Kepulauan Bangka Belitung. Kolong-kolong ini memiliki potensi untuk dimanfaatkan bagi kegiatan akuakultur. Namun permasalahan utama yang dihadapi pada kolong muda yaitu tingginya kandungan logam berat.  Hal tersebut menyebabkan kolong berbahaya bila untuk budidaya ikan. Logam berat berbahaya di kolong salahsatunya adalah timah hitam (Pb). Kompos merupakan salahsatu bahan yang dapat digunakan untuk meminimalisasi logam berat dan menaikan pH air. Penggunaan kompos lebih efesien karena teknologinya mudah dan murah serta bahan baku berlimpah. Kompos dapat digunakan untuk meminimalisasi logam berat karena peran substansi humus dan kemampuan tukar kation yang terdapat pada kompos. Penelitian ini memiliki tujuan jangka panjang yaitu  menjadikan kompos sebagai alternatif bahan yang mampu meminimalisasi logam berat Pb sehingga dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Tujuan khususnya yaitu mengetahui kapasitas (dosis kompos) terbaik dalam meminimalisasi logam berat dan menaikkan pH air kolong muda serta pengaruhnya terhadap ikan budidaya sehingga kegiatan akuakultur menjadi lebih baik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas satu faktor yaitu dosis kompos ( 0 g/L, 5 g/L, 9 gr/l, 13 g/L) dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompos mampu meminimalisasikandungan logam berat di air dengan dosis terbaik sebesar 5 g/L. Persentase penurunan yang dihasilkan lebih dari 87%. Hasil pemeliharaan ikan dengan menggunakan air hasil perlakukan kompos menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup dan tingkat pertumbuhan sangat tinggi. Kata Kunci : Kompos, Logam Berat Timbal, Media Budidaya Ikan  
EVALUASI KEGIATAN AKUAKULTUR DI KOLONG PASCA TAMBANG : ANALISIS PENCEMARAN AIR KOLONG Prasetiyono, Eva
Journal Omni-Akuatika Vol 11, No 2 (2015): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.398 KB) | DOI: 10.20884/1.oa.2015.11.2.34

Abstract

Ex-tin mining lakes are commonly used by many people in Bangka Island for fish farming activities. The water logs of post mining lakes have been used for fish farming activities. We hypothesized possibly environmental pollution related to the water quality. This paper aimed to evaluate fish farming activities by the local communities using the waterlogs of post mining lakes. The evaluation was based on heavy metals extent in the water using survey method with purposive sampling in order to determine which extin mining lakes would be feasible for aquaculture activities. The data of the content of heavy metals and water qualities were analyzed using the method of Pollution Index (PI). According to the age of mining lakes, the five ex-tin mining lakes which has been observed. The results showed one new aged, two middle aged, and one old age; meets the quality standard eligibility for fish farming activities, while the middle aged was low polluted. The age of ex-tin mining lakes not affected nor the extent of the pollution levels or water qualities.Keywords : ex-tin mining, lakes, aquaculture, water qualities, pollution index, fish
Ability of ketapang leaf (Terminalia cattapa) in reducing the content of heavy metals copper (Cu) in the water Islamiah, Islamiah; Umroh, Umroh; Prasetiyono, Eva
Journal of Aquatropica Asia Vol 2 No 2 (2016): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Department of Aquaculture, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Activities of tin mining in Bangka Belitung resulted  in the formation of water contained-pit called Kulong that contains  heavy metals copper (Cu). Copper is a heavy metal that is needed by organisms, but at higher concentrations will have a negative impact for the organisms. The compound contained in the biomass of Ketapang leaf (Terminalia cattapa) has the potential to reduce the concentration of copper in water. The purpose of this study was to know the capabilities and the best dosage of ketapang leaf in decreasing the concentration of copper in water. The experimental design used was Completely Randomized Design with 4 treatments and 3 replications per treatment. The results show that the leaf of ketapang has the ability to absorb the copper in the water with the best dosage was 5 g/L
Evaluasi kegiatan budidaya perairan : analisis air kolong bekas tambang timah Prasetiyono, Eva
Journal of Aquatropica Asia Vol 1 No 1 (2014): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Department of Aquaculture, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ex-tin mining lakes were commonly used by many people in Bangka Island for fish farming activities. The water quality of lakes at all ages ( new, middle and old) which has been able to support the fish for living widely used for fish farming activities. But there were concerns that the water was polluted and the water quality did not meet the eligibility for fish farming activities. Evaluation of the fish farming activities by the communities using the ex-tin mining lakes had been done. The evaluation related to the content of heavy metals in the water so that it can determine the feasibility of existing fish farming activities. Survey method with purposive sampling was done to determine which ex-tin mining lakes would be the object of study. The data of the content of heavy metals and water qualities were analyzed using the method of Pollution Index (PI). The five ex-tin mining lakes which has been observed; they were one new aged, two middle aged, and one old age; meets the quality standard eligibility for fish farming activities, while the middle aged under light polluted conditions. The age of ex-tin mining lakes does not affect the pollution levels or water qualities due to their depth less than 10 meters, there were new water input to the lakes and fish farming activities were carried out not too long yet
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI IKAN MELALUI TEKNOLOGI ORGANIC WASTE TRAP DALAM SISTEM POLIKULTUR BAGI PEMBUDIDAYA IKAN DI DESA TUA TUNU, KOTA PANGKALPINANG Prasetiyono, Eva; Syaputra, Denny; Robin, Robin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan budidaya ikan yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan seringkali menghadapi permasalahan yang menyebabkan kegiatan produksi menjadi tidak optimal. Padahal peningkatan kapasitas produksi merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan keuntungan. Permasalahan yang seringkali muncul pada dasarnya merupakan hal yang umum terjadi. Namun akibat kurangnya penguasaan terhadap teknologi dan manajemen produksi maka permasalahan tersebut menjadi hal yang sangat menghambat optimalnya kegiatan usaha yang dilakukan. Pembudidaya Ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang merupakan pembudidaya ikan yang bergerak dalam kegiatan budidaya ikan air tawar khususnya ikan patin (Pangasius pangasius).Selama ini kegiatan budidaya ikan yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan ini menghadapi permasalahan yang disebabkan oleh dua faktor utama yaitu buruknya kualitas air pada kolam-kolam budidaya akibat limbah sisa pakan dan feses ikan serta kurangnya diversifikasi komoditi budidaya ikan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS berupa teknologi untuk meminimaliasi limbah budidaya dan sistem teknologi akuakultur sehingga kapasitas produksi para pembudidaya ikan meningkat. Kegiatan ini dilaksanakan di kolam budidaya ikan yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang.Target khususnya yaitu meningkatnya kapasitas produksi budidaya ikan dengan teraplikasinya teknologi pada semua kolam budidaya ikan bagi bagi para pembudidaya ikan di Tua Tunu. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan cara melakukan kegiatan budidaya ikan dengan menyisipkan aplikasi teknologi berupa teknologi organic waste trap dan teknologi sistem polikultur.Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa kapasitas produksi kolam dan hasil panen para pembudidaya ikan lebih optimal. Hasil kegiatan menunjukan bahwa mitra pembudidaya ikan dapat memanen ikan dengan jenis yang lebih banyak dan keuntungan yang lebih banyak. Kualitas air pada media budidaya ikan menjadi lebih baik. Baiknya kualitas air dari penerapan teknologi ini terlihat secara fisik dari warna air dengan tingkat kekeruhan oleh padatan tersuspensi sisa pakan yang lebih rendah dibandingkan dengan kolam-kolam yang tidak menggunakan teknologi ini
DISEMINASI TEKNOLOGI PEMBUATAN PAKAN IKAN BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL DAN TEKNOLOGI APLIKATIF SEDERHANA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN BAGI PEMBUDIDAYA IKAN DI DESA TUA TUNU,KOTA PANGKALPINANG Prasetiyono, Eva; Syaputra, Denny
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan ikan merupakan permasalahan utama dalam kegiatan usaha bisnis budidaya ikan. Hal ini dikarenakan kebutuhan biaya untuk pembelian pakan ikan menghabiskan 60 – 70% biaya operasional produksi. Kondisi ini berdampak pada menurunnya pendapatan (income) bagi para pembudidaya ikan. Pembudidaya Ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang merupakan pembudidaya ikan yang bergerak dalam kegiatan budidaya ikan air tawar. Selama ini kegiatan budidaya ikan yang dilakukan oleh para pembudidaya terkendala oleh besarnya biaya pakan yang dikeluarkan. Bangka Belitung memiliki potensi perairan laut yang menghasilkan ikan-ikan rucah dalam jumlah yang berlimpah. Ikan rucah harganya murah dan bisa digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pakan ikan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS berupa pemanfaatan bahan baku lokal berupa ikan rucah untuk dijadikan bahan baku bagi pembuatan pakan ikan dengan menggunakan teknologi sederhana yang aplikatif. Kegiatan ini dilaksanakan di kolam budidaya ikan yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan di Desa Tua Tunu, Kota Pangkalpinang. Hasil dari kegiatan ini yaitu Aplikasi dan desain teknologimampu membantu pembudidaya ikan dalam membuat pakan mandiri. Teknologi yang diterapkan berjalan dengan baik dan membantu mitra pembudidaya ikan dalam mendapatkan keuntungan yang optimal. Biaya produksi untuk pembelian pakan ikan berkurang. Bila dibandingkan dengan pakan pabrik (pakan komersil) terdapat perbedaan yang menunjukan pakan mandiri lebih menguntungkan.
BUDIDAYA KEPITING BAKAU DI KELURAHAN AIR JUKUNG, KECAMATAN BELINYU, KABUPATEN BANGKA Prasetiyono, Eva; Syaputra, Denny
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan payau banyak dimanfaatkan oleh para pembudidaya ikan sebagai media pemeliharan bagi komoditi air payau seperti kepiting bakau. Namun kegiatan budidayayang dilakukan seringkali menghadapi permasalahan yang menyebabkan hasil produksi menjadi tidak optimal. Pembudidaya ikan di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka merupakan pembudidaya ikan yang bergerak pada kegiatan budidaya air payau khususnya kepiting bakau (Scylla serrata). Budidaya yang dilakukan selama ini tidak berjalan dengan baik dikarenakan keterbatasan dana, kurangnya teknologi dan pendampingan untuk kegiatan produksinya sangat kurang. Oleh karena itu pendampingan dan teknologi dalam teknis kegiatan budidaya harus ditingkatkan agar didapatkan keuntungan yang optimal. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS berupa sistem dan teknologi untuk menghasilkan kepiting bakau yang memiliki harga jual tinggi dan sesuai dengan keinginan pasar ekspor. Kegiatan ini dilaksanakan di kolam budidaya kepiting bakau yang dimiliki oleh para pembudidaya di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Target khusus dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas produksi budidaya dengan teraplikasinya sistem dan teknologipada semua petak tambak budidaya bagi bagi para pembudidaya. Metode kegiatan ini yaitu melakukan kegiatan budidaya dengan menyisipkan aplikasi teknologi. Hasil dari kegiatan ini yaitu kepiting bakau yang dipelihara tumbuh optimal pada tambak budidaya. Jumlah kepiting bakau memenuhi kapasitas produksi.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP SISTEM KEKEBALAN TUBUH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Octarina, Yusrika; Prasetiyono, Eva; Febrianti, Dwi; Robin, Robin
Jurnal Riset Akuakultur Vol 13, No 3 (2018): (September 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.453 KB) | DOI: 10.15578/jra.13.3.2018.259-265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata) sebagai imunostimulan dalam meningkatkan jumlah leukosit dan aktivitas fagositosis pada ikan nila. Ikan nila yang digunakan berukuran panjang 10-12 cm dan bobot 70-90 g. Ikan tersebut diperoleh dari pembudidaya ikan nila di Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap tunggal. Rancangan ini terdiri atas lima perlakuan (P), yaitu P1= kontrol positif (penyuntikkan dengan larutan fisiologis), P2= 4% (v/v) (1 mL ekstrak + 24 mL akuades), P3= 8% (v/v) (2 mL ekstrak + 23 mL akuades), P4= 12% (v/v) (3 mL ekstrak + 22 mL akuades) dan P5= kontrol negatif (tanpa penyuntikan). Ekstrak ciplukan diinjeksikan sebanyak 0,1 mL pada setiap ekor ikan secara intra-muskular. Indikator imun yang diamati adalah jumlah total leukosit dan aktivitas fagositosis. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil yang menunjukkan pengaruh antara perlakuan, selanjutnya dianalis dengan uji wilayah berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ciplukan dapat meningkatkan jumlah leukosit dan aktivitas fagositosis. Dosis terbaik dalam meningkatkan respon imun adalah dosis ekstrak P4= 12% (v/v) ekstrak dengan jumlah total leukosit (12,43 x 108 sel/mL) dan aktivitas fagositosis (46,67%).The aim of this research was to determined the effectivity of the extract Physalis angulata as immunostimulant on the amount of total leucocyte count and phagocytosis activity of nile tilapia. The tested fishes were nile tilapia with size of, 10-12 cm in total length, and 70-90 g in weight. The fish were obtained from fish farmers in Riding Panjang village Merawang Sub District. The research was designed in single completely randomized design. There were five levels of treatment (P), with P= positive control (injected with physiological solution), P2= 4% (v/v) (1 mL extract + 24 mL aquadest), P3= 8% (v/v) (2 mL extract + 23 mL aquadest), P4= 12% (v/v) (3 mL extract + 22 mL aquadest) and P5= negative control (without injection). The extract Physalis angulata L. was injected intramuscularly at a dose of 0.1 mL per fish. The immune indicators observed were total leucocyte count and phagocytosis activity). Data analyzed by using analysis of variant (Anova). if there were any significant different between the treatment, analysis continued by duncan”s multiple range test. The results of the research showed that the extract could increase the amount of total leucocyte count and phagocytosis activity. The ciplukan leaves at a dose of 12% (v/v) were the most effective dose in enhancing total leucocyte (12.43 x 108 cell/mL) and phagocytosis activity (46.67%).
Toksisitas Herbisida Berbahan Aktif Isopropilamina Glifosat terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Lele (Clarias gariepinus Burchell, 1822) Hafiz, Fahrian; Prasetiyono, Eva; Syaputra, Denny
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.47 KB) | DOI: 10.14203/oldi.2018.v3i3.200

Abstract

Herbisida berbasis isopropilamina glifosat merupakan racun purnatumbuh untuk mengontrol populasi gulma. Racun jenis ini bersifat sistemik dan nonselektif sehingga penggunaannya terhadap lahan pertanian cenderung besar. Semakin tinggi tingkat produksi komoditi pertanian maka berpotensi meningkatnya pemanfaatan lahan dan penggunaan herbisida. Penggunaan herbisida secara intensif berpotensi terakumulasi kepada kawasan perikanan  budidaya. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat adanya pengenceran oleh air hujan, air mengalir dan perilaku masyarakat yang buruk pasca penggunaan herbisida. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek letal dan subletal herbisida berbahan aktif isopropilamina glifosat pada Clarias gariepinus. Herbisida diuji melalui pemaparan benih lele selama 40 hari. Respon yang diamati selama pemaparan yaitu tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang terdiri dari pertambahan ukuran panjang dan bobot ikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental. Nilai LC50-96 jam diuji melalui analisis regresi linier sederhana sedangkan tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan pada perlakuan subletal dianalisis dengan ANOVA. Perlakuan subletal diuji dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% dari nilai LC50-96 jam. Selanjutnya dilakukan uji lanjut untuk melihat perbedaan antarperlakuan. Hasil uji diketahui bahwa konsentrasi LC50-96 jam yaitu 9,67 x 10-2 mL L-1. Konsentrasi yang diuji pada perlakuan subletal yaitu 0 ; 9,67 x 10-3 ; 1,94 x 10-2 ; dan 2,90 x 10-2 mL L-1. Penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertambahan panjang dan pertambahan bobot ikan. Hasil uji lanjut Duncan terhadap perlakuan konsentrasi subletal menunjukkan bahwa konsentrasi herbisida 9,67 x 10-3 mL L-1 merupakan konsentrasi paling rendah yang memengaruhi tingkat kelangsungan hidup dan pertambahan bobot ikan. Konsentrasi herbisida 2,90 x 10-2 mL L-1 merupakan konsentrasi paling rendah yang memengaruhi pertambahan panjang ikan
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) MENURUT PENDEKATAN ELASTISITAS PERMINTAAN (STUDI KASUS DI DESA SAGARACIPTA KECAMATAN CIPARAY KABUPATEN BANDUNG) PRASETIYONO, EVA
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 2 No 1 (2008): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.249 KB)

Abstract

The study was performed to recognize marketing efficiency on cat fish seed sale from seeder to the drain by demand elasticity approach. Beside it, this study also performed to know most efficiency marketing at exist drains. The study located at Sagaracipta Village Ciparay Sub regency Bandung Regency from August 2006 until September 2006. The research method that used was survey method. Survey method is research method that taking the sample from one population and using the questioner as tool to collect main data. There are 3 main features of survey method in this study, that are data collected from respondent (sample of population) that represented all population, data collected by questioner, generally analysis unit is individual. The study result describes that cat fish seed marketing from seeder to the drain in Sagaracipta was not efficient for the drain. It can seen by demand elasticity rate was larger than 1 (e>1). Among 6 drains that exist, there are 4 drains that has more efficient that others, because their Marginal Revenue (MR) rate were large.