Primada Qurrota Ayun, Primada Qurrota
Pendidikan Pascasarjana Ilmu Komunikasi Gadjah Mada Konsentrasi Ilmu Komunikasi dan Media
Articles
23
Documents
Pencitraan Presiden Jokowi di Surat Kabar (Analisis Framing terhadap pembentukan citra Presiden Jokowi di harian Koran Tempo dan Media Indonesia)

Interaksi Online Vol 3, No 12 (2015): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Joko Widodo (Jokowi) adalah presiden pertama yang mendapat penghargaan MURI, sebagai satu-satunya presiden yang mendapat syukuran terakbar dari rakyat. Sejak kemunculannya, sosok Jokowi selalu menarik perhatian publik, tidak terkecuali dengan isu-isu sensasional di masa seratus hari pertaman pemerintahannya. Polemik pemilihan Kapolri Budi Gunawan adalah salah satu kasus yang berhasil membuat situasi politik di Indonesia menjadi memanas. Kasus ini menuntut pembuktian eksistensi Jokowi sebagai pemimpin. Sikap yang ditempuh oleh Presiden Jokowi pada akhirnya akan menciptakan citranya di kalangan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji citra Presiden Jokowi dalam frame yang dikembangkan oleh media khususnya harian Koran Tempo dan Media Indonesia dalam kasus polemik pemilihan Kapolri yang terjadi pada 14 Januari- 20 Februari 2015 dalam membangun citra Presiden Joko Widodo di mata publik. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan analisis framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki dengan perangkat framing yang dapat dibagi kedalam empat struktur besar, yaitu sintaksis, skrip, tematik dan retoris.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberitaan yang disajikan oleh Koran Tempo mengenai Presiden Jokowi rata-rata menyudutkan Presiden Jokowi. Struktur sintaksis dan retoris Koran Tempo didominasi oleh berita-berita negatif yang menggambarkan bahwa Presiden Jokowi dipengaruhi kepentingan partai dalam menyelesaikan kasus pemilihan Budi Gunawan. Dalam menyiapkan materi konstruksinya, Koran Tempo cenderung menggunakan model bad news sehingga citra yang dimunculkan cenderung merugikan Presiden Jokowi. Sedangkan Media Indonesia, Presiden Jokowi digambarkan secara positif. Secara umum struktur sintaksis dan skrip di isi dengan pemberitaan positif terkait langkah Presiden Jokowi dalam menyelesaikan polemik pemilihan Kapolri. Media Indonesia cenderung menggunakan good news dalam membentuk citra Presiden Jokowi. Sehingga citra yang dimunculkan Media Indonesia cenderung menguntungkan Presiden Jokowi.

Pembuatan Program Talkshow Wedangan di radio IBC FM

Interaksi Online Vol 3, No 12 (2015): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan waktu, media dalam bentuk radio mulai banyak ditinggalkan. Saat ini banyak yang lebih memilih menggunakan media televisi atau media-media baru lainnya. Radio cenderung ditinggalkan karena para pendengarnya tidak dapat melihat bentuk visualnya. Namun tidak serta merta radio ditinggalkan begitu saja. Radio sendiri memiliki fungsi dan kegunaan yang unik serta tetap memiliki pendengarnya sendiri.Menyadari adanya perkembangan pada media, radio juga harus melakukan sebuah inovasi agar tidak ditinggalkan para pendengarnya dan tetap menjadi sebuah media yang memiliki banyak fungsi. Dan dengan lahirnya ide-ide baru atau inovasi dalam program radio membuat penulis menciptakan sebuah program dalam bentuk talkshow yang berbentuk hiburan serta informatif. Melalui kerjasama dengan radio IBC FM penulis menuangkan segala ide kreatif untuk lahirnya sebuah program baru yang inovatif serta segar. Dengan menghadirkan nara sumber yang berbeda setiap minggunya membuat program talkshow ini menjadi lebih menarik.Adapun tugas yang dilaksanakan selama pengerjaan program radio Wedangan ini yaitu sebagai creative director. Creative director disini bertugas mengonsep secara keseluruhan program ini. Selain itu, membuat script mulai dari script siar, script iklan, hingga script promo merupakan tugas dan tanggung jawab creative. Tidak hanya itu, dalam membuat design poster mingguan dan melakukan promosi di media sosial juga menjadi tugas creative director. Dengan mengolah sebuah data yang diberikan oleh produser menjadi menarik adalah sebuah tugas yang berat dan bagaimana menjadikan sebuah program ini menjadi program yang menarik dan berbeda dengan program lainnya.Meskipun begitu ada pula beberapa hambatan yang dialami seperti kesiapan dalam membuat script, atau dalam menentukan angle yang akan diangkat menjadi tema besar, maupun topik yang keluar dari yang telah ditentukan. Namun, hambatan serta kesulitan seperti yang di jabarkan diatas, dapat diatasi dan tetap berjalan dengan baik.Selanjutnya, dalam hal pencapaian target pendengar program talkshow Wedangan, ternyata mampu menaikkan jumlah pendengar hingga 50 % dari target awal yaitu menaikkan jumlah pendengar sebesar 35%. Hasil ini didapatkan setelah melakukan survei setelah program berakhir. Meskipun begitu masih terdapat beberapa kekurangan dalam program talkshow ini, seperti kesiapan dalam pra- produksi hingga budgeting. Hal tersebut perlu diperbaiki agar program talkshow Wedangan dapat menjadi program yang lebih baik.

ANALISIS ISI SIKAP MAJALAH HIJABELLA MENGENAI FENOMENA PERKEMBANGAN HIJAB

Interaksi Online Vol 3, No 11 (2015): Wisuda Agustus
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini melihat bagaimana sikap media dalam majalah Hijabella yang ada pada setiap informasi mengenai fenomena perkembangan hijab. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Tujuan skripsi ini adalah mendeskripsikan bagaimana sikap majalah Hijabella dan Republika mengenai fenomena perkembangan hijab. Teori yang digunakan adalah teori Agenda Setting sebagai dasar kategorisasi sikap media. Populasi penelitian ini adalah seluruh informasi dalam majalah Hijabella edisi Juli hingga Oktober 2014 dipilih informasi yang memuat tentang hijab menggunakan teknik sampel sembarang. Teknik analisis data menggunakan uji reliabilitas antarkoder.Hasil uji reliabilitas antar koder diperoleh temuan penelitian menunjukan sikap majalah Hijabella, dari 10 informasi menunjukkan adanya sikap media pada majalah Hijabella. Berdasarkan kategorisasi yang meliputi ukuran informasi, halaman penempatan informasi, pengulasan isi, bentuk informasi, data pendukung, cover both side, penulisan judul, pengungkapan isi, penulisan narasumber, penyebutan aribut penggunaan hijab, dan sudut pandang. Jadi, dalam penelitian tentang analisis isi sikap majalah Hijabella mengenai fenomena perkembangan hijab dapat disimpulkan bahwa Hijabella memiliki sikap media yang memihak. Memihak memiliki pengertian bahwa media dalam menampilkan isi informasi atau penyebutan narasumber dengan satu pihak.

KARYA BIDANG PEMBUATAN DAN PENGELOLAAN WEBSITE “WAWASAN.CO” (REPORTER 2, ADMIN 2, DAN VIDEOGRAPHER)

Interaksi Online Vol 3, No 12 (2015): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, industri media di Indonesia saling terintegrasi antara media cetak dengan media online. Portal berita online digunakan untuk mempublikasikan berita yang dihasilkan oleh media cetak. Karya bidang jurnalistik ini berawal dari keresahan karena tidak dikelolanya portal berita online milik Harian Wawasan. Kami bekerjasama dengan Harian Wawasan untuk membuat dan mengelola portal berita online www.wawasan.co. Tujuannya yaitu menyediakan dan membagikan informasi seputar Jawa Tengah. Segmentasi dari www.wawasan.co yaitu anak muda yang hidup di Jawa Tengah khususnya Semarang.Dalam proses pengelolaanya, penulis berperan sebagai reporter 2, admin 2, serta videographer. Sebagai reporter 2, penulis melakukan penulisan artikel dan pengambilan foto/gambar pada rubrik Komunitas, Pesona, Musik & Film, Galeria, dan Kuliner. Sebagai admin 2, penulis bertanggung jawab mengunggah berita pada rubrik Semarang dan membagikannya melalui akun sosial media Twitter, Facebook, dan Fanpage Facebook. Sebagai videographer, penulis mengambil gambar dan melakukan proses editing.Selama proses pengelolaan website, Wawasan.co berhasil memenuhi target sebanyak 6.856 visitors, dengan rincian 258 visitors per hari, dan 1.500 visitors per bulannya dengan target awal 50 visitors per hari. Tim Wawasan.co juga berhasil mengunggah 69 artikel dan 7 video dari target 60 artikel selama project berlangsung.Dari hasil evaluasi diketahui bahwa sebesar 93% khalayak tahu keberadaanWawasan.co dan 95 % berminat untuk mengunjungi Wawasan.co.

Pengalaman Komunikasi Orang Tua Terhadap Pendampingan Menggunakan Smartphone dan Internet

Interaksi Online Vol 4, No 13 (2016): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smartphone and the internet is one of the new things that interest youngpeople nowadays especially among school age children. In the environmentalguidelines for schools, Smartphone and the internet have become mandatoryitems brought to be able to get along. This research aims to know thecommunication experience of parents in doing this against the use of Smartphoneand the internet. This study uses qualitative methods with phenomenologicalapproach. Informants in this study are the parents and children of 6 pairs. Theresults of this research were obtained that parents give the Smartphone andinternet facilities to the child because it wants his son to be able to get along andnot outdated. In addition to that of the research results are also obtained that thechild learns the internet the first time is from the experience of children see theirparents with internet and Smartphone, and the average child can already use theinternet since primary school. Mentoring is done by the parents the childscommunication with disembodied here, where parents give advice – advice to thechild in the use of Smartphone and the internet

PEMBUATAN WEBSITE BERITA www.seputarpewarta.com (Fotografer dan Designer Grafis) KARYA BIDANG

Interaksi Online Vol 3, No 12 (2015): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya teknologi elektronik dari waktu ke waktu memaksa media ikut serta dalam perkembangan ini. Dimulai dari media konvensional, kemudian berkembang menjadi media penyiaran seperti radio dan televisi. Terlebih lagi, saat ini mulai muncul istilah “media baru”. Media baru atau media online berisikian situs-situs berita, jejaring sosial, dan masih banyak lagi situs informasi lainnya. Perkembangan situs website lebih tersegmentasi. Ada situs tertentu yang membahas soal kesehatan, gaya hidup, olahraga, dan lainnya. Sangat jarang ditemui situs website yang memberitakan lebih dari satu tema. Melihat peluang ini, website berita www.seputarpewarta.com hadir untuk memberikan informasi seputar isu-isu dan kegiatan jurnalis khususnya yang ada di Kota Semarang.Pada website www.seputarpewarta.com, seorang reporter bertugas menentukan jadwal liputan, membuat berita, dan mengirim berita itu pada editor. Editor bertugas melakukan editing pada tulisan sebelum di tampilkan di website. Selain itu, terdapat pula fotografer dan designer grafis. Fotografer bertugas mendokumentasikan kegiatan yang mana menjadi ilustrasi dari berita yang ditulis reporter. Designer grafis bertugas melakukan design pada tampilan website, melakukan edit foto, dan juga menampilkan berita di website www.seputarpewarta.com. Banyak kendala selama proses pengembangan website seperti jadwal yang berubah, narasumber tidak bisa dihubungi, dan informasi yang kurang saat liputan.Dari data statistik, banyak pengguna internet yang mengunjungi Konten Berita sebagai salah satu rujukan informasi. Namun, ada beberapa berita yang kurang diminati pengguna internet. Terbukti dari jumlah pengunjung di bawah pengunjung berita lainnya.

PENGEMBANGAN WEBSITE MAGAZINE JATENGTRAVELGUIDE.COM (DIVISI REPORTER, DESAINER GRAFIS DAN NEWS EDITOR)

Interaksi Online Vol 4, No 13 (2016): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat terutama usia muda cenderung memilih internet sebagai sumber informasi yang cepat. Untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, banyak media massa yang mulai berkembang menjadi media massa online. Salah satunya Jateng Travel Guide, sebuah media cetak yang berdiri di bawah naungan Tribun Jateng.Jateng Travel Guide merupakan majalah yang berisi informasi seputar traveling Jawa Tengah. Majalah disebarkan secara gratis ke spot-spot seperti bandara, hotel dan maskapai penerbangan. Versi online majalah Jateng Travel Guide dibuat karena keterbatasan versi cetak majalah.Versi online Jateng Travel Guide beralamat Jatengtravelguide.com. Website ini perlu dikembangkan agar lebih informatif dan bergaya anak muda sesuai dengan target audiensnya. Pengembangan website Jatengtravelguide.com dilakukan berdasarkan ketertarikan anak muda di bidang traveling dan keingintahuan mereka tentang konten traveling di Jawa Tengah cukup tinggi. Melihat peluang besar tersebut menjadi landasan untuk mengoptimalkan website Jatengtravelguide.com.Website Jatengtravelguide.com menggunakan penulisan berita secara feature yang merupakan hasil reportase atau peliputan mengenai suatu hal, biasanya sifat berita feature ini timeless, atau lebih lama relevansinya dibandingkan dengan straight news.Dalam kurun waktu 2 bulan, pengembangan website Jatengtravelguide.com telah berhasil mendapatkan pengunjung 9123 viewers dari target goals yang hanya 6000 viewers. Selama 2 bulan itu pula website telah berhasil membuat dan mengunggah 60 artikel ke dalam website. Website Jatengtravelguide.com juga mendapatkan 18 komentar yang artinya audiens sudah terlibat lebih jauh pada website ini. Konsep yang diambil dalam website Jatengtravelguide.com sudah dianggap cocok untuk mewakili anak muda dengan angka 86% dari segi tampilan ataupun gaya penulisannya.

PEMBUATAN DAN PENGELOLAAN WEBSITE “WAWASAN.CO” (Desainer Website, Admin 1, Reporter 1, Fotografer, dan Editor)

Interaksi Online Vol 3, No 12 (2015): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dan bertambahnya kebutuhan masyarakat akan informasi, pada November 2002, Wawasan membuka situs resminya www.wawasan.co.id sebagai sarana penyebaran informasi melalui internet. Namun, seiring pergantian kepemimpinan di Wawasan, terutama divisi redaksi, domain website resmi Wawasan pada tahun 2011 berubah menjadi www.wawasandigital.com. Hingga kini, Wawasan memiliki beberapa alamat domain, yaitu www.wawasan.co.id, www.wawasandigital.com, www.koranwawasan.com, www.wawasan.co , dan sub domain www.epaper.koranwawasan.com.Dalam perkembangannya, Harian Wawasan pada sektor online justru mengalami kemunduran. Berdasarkan hasil observasi, pengunjung www.koranwawasan.com per bulannya hanya sekitar 400 visitor, atau lebih kurang 13 orang perharinya. Dari total 14 rubrik, hampir keseluruhan dari rubrik-rubrik tersebut tidak update secara rutin setiap hari layaknya website online yang mengejar aktualitas.Selain website yang kurang terupdate, permasalahan lainnya adalah tampilan atau template yang digunakan. Dari segi tampilan antarmuka, website Wawasan ini memiliki beberapa kekurangan, diantaranya banyak gambar atau foto yang tidak muncul disetiap beritanya. Gambar atau foto dalam sebuah berita sangatlah penting untuk menarik perhatian pembaca.Kami bekerjasama dengan Harian Wawasan untuk membuat dan mengelola website www.wawasan.co. Pembuatan website baru ini karena tidak memungkinkan untuk melakukan perubahan pada website sebelumnya. Karya Bidang ini bertujuan untuk menyediakan berita terkini dan berbagai informasi seputar Jawa Tengah untuk khalayak, yang dapat diakses melalui website www.wawasan.co.Hasil yang didapat selama 50 hari project, Wawasan.co berhasil memenuhi target sebanyak 6.856 visitors, dengan rincian 258 visitors per hari, dan 1.500 visitors per bulannya dengan target awal 50 visitors per hari. Tim Wawasan.co juga berhasil memenuhi target berita dengan mengunggah 69 artikel dari target 60 artikel selama project berlangsung.Media online seperti Wawasan.co, dalam menyampaikan informasi harus tetap menggunakan kode etik jurnalistik seperti media konvensional, dengan memberikan fakta dan artikel yang memiliki nilai serta informatif. Perbedaannya, pemantauan website harus dilakukan secara rutin, terutama pada waktu prime time. Karena portal online sangat rentan terjadi eror, baik itu karena faktor internal website maupun faktor eksternal seperti hacker.

Fenomena Selfie Kalangan Remaja Perempuan di Instagram

Interaksi Online Vol 4, No 13 (2016): Wisuda Januari
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena selfie merupakan fenomena yang lahir dari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Selfie adalah seni foto diri yang biasanya dilakukan sendirian atau bersama orang lain dengan menggunakan kamera yang ada pada handphone dan gadget canggih lainnya, kemudian diupload ke situs – situs jejaring sosial. studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memberikan penjelasan tentang pengalaman remaja perempuan dalam aktivitas selfie di Instagram serta untuk mengetahui konsep diri mengenai penampilan fisik yang terbentuk dalam diri masing – masing remaja perempuan, karena penelitian ini juga melibatkan isu – isu kecantikan perempuan dengan konsep cantik putih, tinggi, dan langsing yang selama ini media massa ciptakan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksi Simbolik karya dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer dengan didukung oleh Teori Media Baru dan Teori Mitos Kecantikan Perempuan karya Naomi Wolf.Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja perempuan berlomba – lomba untuk terlihat cantik melalui sebuah foto selfie yang mereka upload di media sosial Instagram, dan mereka juga memiliki pose – pose selfie favorit yang sering digunakan saat selfie, yang mana pose – pose tersebut adalah pose – pose selfie yang dipercaya mampu mendongkrak kecantikan fisik yang mereka miliki. Remaja perempuan pelaku selfie memiliki alasan yang beragam mengapa mereka menyukai selfie, tetapi alasan dan motivasi yang paling krusial adalah karena mereka ingin menunjukkan penampilan fisik yang dimilikinya. Selfie menjadi kebutuhan dalam diri remaja perempuan, sehingga mereka cenderung menghiraukan penilaian orang lain terhadap foto selfie yang dihasilkan, dalam arti penilaian orang lain akan foto selfie-nya tidak memberikan pengaruh yang besar bagi remaja perempuan dalam menilai dirinya sendiri, karena remaja perempuan menilai diri mereka berdasarkan dengan pemahaman mereka atas diri mereka sendiri bukan hanya karena penilaian dari orang lain.Adapun hal menarik yang membuktikan bahwa remaja perempuan yang tidak dinilai cantik secara sosial, justru mereka lebih percaya diri mengenai kecantikan atau penampilan fisik mereka, sehingga konsep diri mereka cenderung positif. Dari fenomena selfie, konsep diri positif dapat terlihat pada aktivitas mereka saat sebelum upload selfie, yaitu mereka tidak memanipulasi foto selfie-nya secara berlebihan, karena mereka dapat menerima diri apa adanya, sedangkan untuk remaja perempuan yang sering dinilai cantik secara sosial, justru dia memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah, dan konsep diri yang negatif. Dari fenomena selfie, konsep diri negatif pada diri remaja perempuan ditunjukkan dari aktivitasnya dalam melakukan selfie, yang mana dia selalu berusaha untuk memanipulasi foto selfie-nya secara berlebihan dengan cara merubah bentuk – bentuk wajah dan tubuhnya pada foto selfie-nya tersebut.

PEMAKNAAN PEROKOK TERHADAP PICTORIAL HEALTH WARNING (PHW) PADA KEMASAN ROKOK

Interaksi Online Vol 3, No 12 (2015): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perokok yang ada di negara Indonesia, sehingga pemerintah melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menerapkan peraturan setiap kemasan rokok harus dicantumi gambar peringatan kesehatan (PHW). Yang menjadi masalah pada penelitian ini, bagaimana perokok memaknai gambar ini, apakah makna yang ditawarkan oleh gambar sesuai dengan keberagaman makna yang ada pada informan. Metode yang digunakan adalah analisis resepsi dengan proses coding dan encoding versi Stuart Hall untuk melihat posisi makna pada informan, serta menggunakan analisis sintagmatik dan paradigmatik versi Saussure untuk mencari makna yang ditawarkan oleh gambar.Hasil dari penelitian ini didapatkan ketika peneliti mencari makna yang ditawarkan oleh gambar peringatan, kemudian melakukan wawancara, dan Focus Group Discussion. Sehingga mendapatkan data yang menjelaskan bahwa pada gambar “merokok membunuhmu” informan yang berada pada kategori usia tua memiliki kecenderungan pemaknaan yang berada pada posisi makna dominan. Ketika memaknai gambar “merokok sebabkan kanker mulut” kecenderungan pemaknaan informan kategori usia tua berada pada posisi makna dominan. Gambar “kanker sebabkan kanker tenggorokkan” informan yang berprofesi di dunia medis memiliki makna pada posisi makna negosiasi. Gambar yang keempat “kanker sebabkan kanker paru-paru” kebanyakan informan pada kategori pendidikan tinggi memiliki makna yang berada di posisi makna dominan. Serta gambar yang terakhir “merokok dekat anak-anak bagi mereka” seluruh informan memiliki makna pada posisi dominan.