Djoli Soembogo, Djoli
Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi - BATAN

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

RADIOGRAFI PADA LAS MANHOLE BEJANA TEKAN Soembogo, Djoli
BETA GAMMA Vol 5, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.545 KB)

Abstract

Manhole bejana tekan adalah lobang yang digunakan oleh pekerja untuk masuk dan keluar dari bejana tekan. Manhole dan bejana tekan disambungkan oleh las. Telah dilakukan radiografi pada sambungan las Manhole dengan ketebalan 83 mm, menggunakan sumber radiasi Co-60 beraktivitas 26,0 Ci dan film AGFA D7 sebagai perekam gambar. Berdasarkan perhitungan menggunakan kurva paparan untuk film AGFA D7, didapat waktu paparan (exposure) untuk las Manhole adalah 23 menit dengan jarak sumber ke film 25 inci, metode Single Wall Single Image. Dari hasil pengujian film radiografi diperoleh densitas dalam rentang 2,5 – 4, sensitivitas film = 1.538% -1.923%, dan kualitas las pada sambungan las Manhole dapat diterima, sesuai dengan standar yang diacu.
PEMERIKSAAN KUALITAS BOOM FOOT MENGGUNAKAN TEKNIK UJI TAK RUSAK Sianta, Namad; Soembogo, Djoli; Hardjawidjaja, Raden Hardjawidjaja
BETA GAMMA Vol 4, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.699 KB)

Abstract

Telah dilakukan pemeriksaan komponen ekskavator Boom Foot menggunakan salah satu teknik teknik Uji Tak Rusak yaitu teknik Radiografi. Fabrikasi komponen Boom foot merupakan hasil pengecoran logam dengan proses sand casting dan ketebalannya bervariasi dari 25 sampai dengan 58 mm. Pengujian dilakukan dengan teknik Single Wall dan Double Wall terhadap 27 titik pemeriksaan dengan variasi waktu penyinaran dari 1.5 sampai dengan 20 menit berdasarkan variasi jarak sumber ke film 600 s/d 1200 mm. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sejumlah cacat yang bervariasi yaitu porositas, slag inclusion dan linear shrinkage. Evaluasi keberterimaan cacat dilakukan dengan mengacu kepada standar JIS (Japanese Industrial Standard (JIS), cacat yang ada dalam boom foot tidak dapat diterima, dan proses pengecoran logam harus diperbaiki.Kata Kunci : Boom Foot ABSTRACTQUALITY CONTROL OF BOOM FOOT USING NON DESTRUCTIVE TESTING. Control quality was carried out to inspect the excaveter component of boom foot using one of the techniques of Non Destructive Testing (NDT), which was Radiography. The fabricated component of boom foot is the result of metal casting by using sand casting process with different thickness with a variation from 25 to 58 mm. The inspection was conducted with a single wall and double wall at 27 inspection points using radiation time between 1,5 to 20 minutes based on distance varied between 600 to 1200 mm. The result showed there are some damaged variation in porosity, slag inclusion and linier shrinkage. The evaluation of damaged was based an JIS (Japanese Industrial Standard). Based on JIS the boom foot was regated, and the casting process has to be connected.Key words : Boom Foot
PENGARUH ATTENUASI SINAR-X TERHADAP GREY VALUE COMPUTED RADIOGRAPHY Soembogo, Djoli
REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 15, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2018.v15i2.5229

Abstract

PENGARUH ATTENUASI SINAR-X TERHADAP GREY VALUE COMPUTED RADIOGRAPHY. Studi aplikasi radiografi digital dengan sinar-X dan media Imaging Plate dengan pemindai Computed Radiogrphy. Radiografi ini menggunakan Imaging Plate blue (25 mikron) untuk mendapatkan kontras tinggi, kepekaan tinggi dan kualitas bayangan (image) yang  baik karena butiran kristal halus. Tujuan radiografi digital menggunakan pemindai Computed Radiography adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan filter screen Pb terhadap grey value radiografi. Telah dilakukan pengujian radiografi menggunakan sinar-X pada Ignition Coil dengan metoda ketebalan tunggal bayangan tunggal  menggunakan media Imaging Plate blue dengan pemindai Computed Radiography dan sinar-X dengan parameter pengamatan grey value radiografi. Waktu paparan sinar-X adalah 120 detik. dengan menggunakan tegangan tinggi 130 kV, arus 5 mA, dan jarak sumber ke film (SFD)  tegak lurus adalah 1200 mm. Hasil pengujian radiografi digital dengan media Imaging Plate blue dengan pemindai Computed Radiography pada Ignition Coil dengan metoda ketebalan tunggal bayangan tunggal menghasilkan parameter grey value rerata 55429,24; 32759,32; 20616,99; 13122,75; 8825,85 pada ketebalan filter screen Pb (perisai) 0; 0,125 mm; 0,25 mm; 0,375 mm; 0,5 mm. Semakin tebal filter screen Pb menghasilkan grey value yang semakin rendah.  Kata kunci : Computed Radiography, filter screen Pb, grey value.
RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS Soembogo, Djoli
REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 16, No 1 (2019): April 2019
Publisher : REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.617 KB) | DOI: 10.17146/bprn.2019.v16i1.5384

Abstract

RADIOGRAFI  SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS. Pengaplikasian radio-grafi  sinar-X sudah berkembang dan sudah banyak dimanfaatkan pada bahan metal las. Radiografi ini menggunakan sumber radiasi dari mesin  sinar-X Intermiten dan Konstan. Penelitian ini bermaksud mengaplikasikan radiografi digital menggunakan sumber  sinar-X dan menggunakan media pemindai film positip  Epson V700 untuk pendigitalisasian hasil radiografi konvensional film pada sampel las. Telah dilakukan pengujian radiografi  menggunakan film AGFA D7 untuk mendapatkan kontras medium, kepekaan medium dan kualitas bayangan (image) yang  baik, menggunakan metode Ketebalan Tunggal Bayangan Tunggal, dan menggunakan media pemindai film positip dan sumber  sinar-X dengan parameter pengamatan densitas film radiografi dan bentuk cacat. Tujuan radiografi ini untuk   mengetahui hasil pencitraan yang baik untuk evaluasi cacat atau diskontinuitas sampel las seperti porositas, retak, slag inklusi  yang akan mengganggu kelayakan pakai. Waktu paparan  sinar-X adalah 50 detik untuk ketebalan sampel las 12,2 mm dan SFD 700 cm dengan menggunakan tegangan tinggi mesin  sinar-X Intermiten dan Konstan sebesar 160 kV dan arus listrik 5 mA. Hasil pemindai film positip berupa radiografi digital yang memungkinkan untuk proses transfer data digital atau penyimpanan data digital secara komputerisasi.  Hasil pengujian radiografi pada sampel las  dengan metode Ketebalan Tunggal Bayangan Tunggal didapat parameter densitas film radiografi untuk film AGFA D7 pada Rigaku  adalah 2,05; 2,03; 2,09 dan pada Isovolt adalah 2,22; 2,25; 2,26, penumbra hasil radiografi didapat 0,044 mm, dan sensitivitas film radigrafi adalah 2,049%. Ditemukan cacat IP, LF, dan porositas yang signifikan. Status densitas film sudah sesuai dengan standar yang diacu dan dapat didigitalisasiRADIOGRAFI  SINAR-XINTERMITEN DAN KONSTAN PADALAS. Pengaplikasian radio-grafi  sinar-X sudah berkembang dan sudah banyak dimanfaatkan padabahan metal las. Radiografi ini menggunakan sumber radiasi dari mesin  sinar-X Intermiten dan Konstan. Penelitian ini bermaksudmengaplikasikan radiografi digital menggunakan sumber  sinar-X dan menggunakan media pemindai film positip  Epson V700 untuk pendigitalisasian hasil radiografi konvensional film pada sampel las. Telah dilakukan pengujian radiografi  menggunakan film AGFA D7 untuk mendapatkan kontras medium, kepekaan medium dan kualitas bayangan (image) yang  baik,menggunakan metode Ketebalan Tunggal Bayangan Tunggal, dan menggunakan media pemindai film positip dan sumber  sinar-X dengan parameter pengamatan densitas film radiografi dan bentuk cacat. Tujuan radiografi ini untuk   mengetahui hasil pencitraan yang baik untuk evaluasi cacat atau diskontinuitas sampel las seperti porositas, retak, slag inklusi  yang akan mengganggu kelayakan pakai. Waktu paparan  sinar-X adalah 50 detik untuk ketebalan sampel las 12,2 mm dan SFD 700 cm dengan menggunakan tegangan tinggi mesin  sinar-X Intermitendan Konstan sebesar 160 kV dan arus listrik 5 mA. Hasil pemindai film positip berupa radiografi digital yang memungkinkan untuk proses transfer data digital atau penyimpanan data digital secara komputerisasi.  Hasil pengujian radiografi pada sampel las  dengan metode Ketebalan Tunggal Bayangan Tunggal didapat parameter densitas film radiografi untuk film AGFA D7pada Rigaku  adalah 2,05; 2,03; 2,09 dan pada Isovolt adalah 2,22; 2,25; 2,26, penumbra hasil radiografi didapat 0,044 mm, dan sensitivitas film radigrafi adalah 2,049%. Ditemukan cacat IP, LF, dan porositas yang signifikan. Status densitas film sudah sesuai dengan standar yang diacu dan dapat didigitalisasi