Articles

Found 16 Documents
Search

Preparasi Kromosom Fase Mitosis Markisa Ungu (Passiflora edulis) Varietas Edulis Sulawesi Selatan Muhlisyah, Nurul; Muthiadin, Cut; Farhatul Wahidah, Baiq; Rasdianah Aziz, Isna
Biogenesis Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Biologi UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Passion fruit (Passifloraceae) was derived from tropical South America. Kind of passion fruit that widely cultivated in South Sulawesi is purple passion fruit (Passiflora edulis). This study aimed to observe the activity of Passiflora edulis chromosome at different stages of cell division and observed active mitosis time. The study was conducted by using exploratory descriptive study and obtained results a mitotic on Passiflora edulis occurs at 09.00 until 15.00 pm. Prophase seen in 5 minute after observation, prometaphase in 80 minute after the first observation, metaphase in 154 minutes after the first observation, anaphase in 227 minutes after the first observation, and telophase in 317 minutes after the first observation.Keywords: Chromosome, Mitosis, Passiflora edulis, Purple Passion Fruit
Potensi Bakteri Endofit Dari Zea mays L. Sebagai Penghasil Fitase Hafsan, Hafsan; Nurhikmah, Nurhikmah; Harviyanti, Yuniar; Sukmawaty, Eka; Aziz, Isna Rasdianah; Muthiadin, Cut; Agustina, Laily; Natsir, Asmuddin; Ahmad, Ahyar
Prosiding Seminar Biologi 2017: Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam fitat (C6H18O24P6) merupakan senyawa kimia yang terdiri atas inositol dan asam fosfat, asam fitat merupakan senyawa yang selalu terdapat pada bahan pakan yang berasal dari tanaman serealia dan merupakan senyawa yang tidak dapat didigesti oleh ternak monogastrik, sehingga dibutuhkannya enzim fitase yang dapat menghidrolisis asam fitat. Fitase (myo-inositol heksakisfosfat fosfohidrolase) adalah enzim yang dapat menghidrolisis ikatan fosfoester pada asam fitat, menghasilkan fosfat anorganik dan ester fosfat. Enzim fitase dapat dihasilkan oleh mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri endofit. Bakteri endofit adalah mikroorganisme yang menguntungkan yang berinteraksi dengan tanaman inang tanpa menyebabkan gangguan atau kerusakan pada tanaman tersebut, pada penelitian ini bakteri endofit telah diisolasi dari tanaman jagung (Zea mays) yang digunakan sebagai sampel penelitian. Isolasi dilakukan dari masing-masing organ tanaman jagung (Zea mays) dan diseleksi menggunakan media selektif PSM (Phytase Screening Media). Empat isolat yang terpilih dari masing-masing organ berdasarkan IF (Indeks Fitatik) tertinggi kemudian diidentifikasi molekuler dan memperoleh hasilisolat akar 10-7 HF.7 (IF=1,365 cm) merupakan bakteri Burkholderia lata, batang 10-7 HF.2 (IF=1,095 cm) merupakan bakteri Pantoea stewarti subsp. indologens, daun 10-6 HF.3 (IF=1,36 cm) merupakan bakteri Enterobacter ludwigi dan biji 10-8 HF.1 (IF=0,98 cm) merupakan bakteri Enterobacter cloaceae.
Studi Kandungan Logam Berat Timbal pada Langkitang (Faunus ater) di Perairan Desa Maroneng Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan Saenab, Sitti; ., Nurhaedah; Muthiadin, Cut
bionature Vol 15, No 1 (2014): April
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.042 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) pada langkitang (Faunus ater) di perairan Desa Maroneng Kec. Duampanua Kab. Pinrang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun 2013, pengambilan sampel dilakukan di dua titik stasiun yaitu stasiun 1 (area mangrove) dan stasiun 2 (area pantai). Sampel didestruksi basah dan dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) AA-7000 shimadzu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi logam berat timbal (Pb) pada langkitang dari kedua stasiun adalah 1, 82 mg/kg yang artinya telah melampaui ambang batas dari SNI yaitu 1,50 mg/kg.
Purifikasi Antigen Outer Membrane Protein (OMP) Dari Isolat Salmonella enterica serovar Typhi Muthiadin, Cut
Prosiding Seminar Biologi 2015: Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan protein murni dari antigen OMP isolat Salmonella enterica serovar typhi (S. typhi) dengan metode fraksinasi amonium sulfat dan dialisis. Fraksinasi dilakukan dengan  variasi  konsentrasi  ammonium  sulfat  10–20%;  20-40%;  40–60%,  60–80%,  dan  80–100%. Kemudian  filtrat  dari  setiap  konsentrasi  fraksinasi  tersebut  dilanjutkan  dengan  metode  dialisis menggunakan  membran  selofan,  kemudian  diukur  kadar  proteinnya  dengan  metode  Lowry.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar protein OMP tertinggi diperoleh sebesar 1, 641 mg/ml yaitu pada konsentrasi 20-40%.
Genetic Diversity of Local Maize Germplasm of Tana Toraja South Sulawesi Using SSR (Simple Sequence Repeat) Markers Ramlah, Ramlah; Aziz, Isna Rasdianah; Muthiadin, Cut; Masri, Mashuri; Mustami, Muhammad Khalifah; Pabendon, Marcia Bunga
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 3 (2017): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3682.914 KB) | DOI: 10.22146/ipas.33085

Abstract

Plant genetic diversity is an emerging variation in a crop group caused by its genetic factors. Local corn germplasm as a source of plant genes that are able to adapt to the local environment. The purpose of this research is to obtain information on genetic variation of Tana Toraja local maize germ plasm using SSR (Simple Sequence Repeat) marker. This research was conducted at Balitsereal Molecular Biology Laboratory, Agricultural Research Agency in Maros Regency, South Sulawesi. A total of 4 local maize populations were analyzed by laboratory experimental method with observation with NTSYS pc 2.1 program. The results showed that the average number of alleles was 3.72 alleles per locus and the polymorphism rate of 0.53 with the genetic similarity coefficient was in the range of 0.47 to 0.85. 2 main clusters formed in the genetic similarity coefficient 0.47. Klaster I is Local DallePondan and Local Purple. Klaster II is Local Bebo and Kandora. The genetic distance is in the range of 0.15 to 0.74 with an average genetic distance of 0.46. From the data obtained shows that the 4th germplasm of the population of Tana Toraja Local maize diteleti has a very informative level of genetic diversity. Genetic diversity of local maize germplasm of Tana Toraja, can be used as a source of genes in the assembly of improved varieties in the future.
Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Alternatif Bahan Bakar Terbarukan Hidayati, Nur Alfi; Aziz, Isna Rasdianah; Muthiadin, Cut
Prosiding Seminar Biologi 2017: Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah menjadi masalah global dalam kehidupan manusia. Pengolahan sampah khususnya sampah plastik agar lebih praktis dan efektif masih terus diupayakan, mengingat pencemaran yang diakibatkannya semakin meluas. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah plastik menjadi bahan bakar energi alternatif yang dapat diperbaharukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah plastik dapat menghasilkan bahan bakar minyak dengan perbandingan 0,2 kg limbah plastik menghasilkan 10 ml, dengan penambahan minyak jelantah dapat meningkatkan produksi bahan bakar sebanyak 1 ml dengan waktu yang relatif singkat.
Preparasi Kromosom Fase Mitosis Markisa Ungu (Passiflora edulis) Varietas Edulis Sulawesi Selatan Muhlisyah, Nurul; Muthiadin, Cut; Farhatul Wahidah, Baiq; Rasdianah Aziz, Isna
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Biologi UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v2i1.467

Abstract

Passion fruit (Passifloraceae) was derived from tropical South America. Kind of passion fruit that widely cultivated in South Sulawesi is purple passion fruit (Passiflora edulis). This study aimed to observe the activity of Passiflora edulis chromosome at different stages of cell division and observed active mitosis time. The study was conducted by using exploratory descriptive study and obtained results a mitotic on Passiflora edulis occurs at 09.00 until 15.00 pm. Prophase seen in 5 minute after observation, prometaphase in 80 minute after the first observation, metaphase in 154 minutes after the first observation, anaphase in 227 minutes after the first observation, and telophase in 317 minutes after the first observation.Keywords: Chromosome, Mitosis, Passiflora edulis, Purple Passion Fruit
GENETIC DIVERSITY OF LOCAL MAIZE GERMPLASM OF TANA TORAJA SOUTH SULAWESI USING SSR (SIMPLE SEQUENCE REPEAT) MARKERS Ramlah, Ramlah; Aziz, Isna Rasdianah; Muthiadin, Cut; Masri, Mashuri; Mustami, Muhammad Khalifah; Pabendon, Marcia Bunga
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 3 (2017): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.243 KB) | DOI: 10.22146/ipas.33085

Abstract

Plant genetic diversity is an emerging variation in a crop group caused by its genetic factors. Local corn germplasm as a source of plant genes that are able to adapt to the local environment. The purpose of this research is to obtain information on genetic variation of Tana Toraja local maize germ plasm using SSR (Simple Sequence Repeat) marker. This research was conducted at Balitsereal Molecular Biology Laboratory, Agricultural Research Agency in Maros Regency, South Sulawesi. A total of 4 local maize populations were analyzed by laboratory experimental method with observation with NTSYS pc 2.1 program. The results showed that the average number of alleles was 3.72 alleles per locus and the polymorphism rate of 0.53 with the genetic similarity coefficient was in the range of 0.47 to 0.85. 2 main clusters formed in the genetic similarity coefficient 0.47. Klaster I is Local DallePondan and Local Purple. Klaster II is Local Bebo and Kandora. The genetic distance is in the range of 0.15 to 0.74 with an average genetic distance of 0.46. From the data obtained shows that the 4th germplasm of the population of Tana Toraja Local maize diteleti has a very informative level of genetic diversity. Genetic diversity of local maize germplasm of Tana Toraja, can be used as a source of genes in the assembly of improved varieties in the future.
Awaous melanocephalus: Ikan Native Species Dari Sulawesi Barat (Sebuah Review) Muthiadin, Cut; Aziz, Isna Rasdianah; Andriyani, Adin Ayu
Prosiding Seminar Biologi 2017: Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Awaous melanocephalus termasuk ke dalam famili Gobiidae, merupakan jenis ikan dengan diversitas paling tinggi. Di Sulawesi, Awaous melanocephalus ini merupakan native species (spesies asli) di beberapa daerah, di Gorontalo dikenal dengan sebutan ikan nike, sedangkan di Mamuju disebut ikan penja. Awaous ditemukan hidup sebagai anadromous, dari laut dalam hingga ke sungai. Penelitian sebelumnya mengobservasi data morfologi dan identifikasi molekuler terhadap juvenil, diperoleh data bahwa terdapat dua jenis juvenil Gobiidae, satunya merupakan Awaous melanocephalus, dan satunya lagi disimpulkan memiliki kemiripan yang dekat dengan awaous namun bukan spesies yang sama. Awaous melanocephalus dengan sirip punggung ganda, sedangkan yang satu lagi dengan sirip punggung tunggal. Dari beberapa referensi terkait simbiosis ikan Gobi dengan jenis lain, sehingga dikaitkan bahwa jenis ikan Awaous melanocephalus ini bergerombol (schooling) dengan jenis ikan yang berbeda tadi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap jenis ikan tersebut.
DNA Mitokondria Untuk Identifikasi Ikan yang Kaya Spesies Muthiadin, Cut; Aziz, Isna Rasdianah; Darojat, Annisa Zakiyah
Prosiding Seminar Biologi 2018: Prosiding Seminar Nasional Megabiodiversitas Indonesia
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gobiidae merupakan salah satu famili ikan terbesar yang mendiami beragam perairan dunia, tidak terkecuali Indonesia. Di Sulawesi Barat ikan Gobiidae disebut sebagai ikan Penja, sedangkan di Gorontalo disebut sebagai ikan nike. Pada penelitian sebelumnya, identifikasi molekuler yang dilakukan terhadap dua jenis juvenil Gobiidae dengan teknik RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) ditemukan spesies Awaous melanocephalus dan spesies mirip awaous namun memiliki perbedaan morfologi pada siripnya. Beberapa referensi menyebutkan bahwa identifkasi spesies beserta analisis kekerabatannya dapat dilakukan dengan efektif melalui mtDNA spesies terkait. Olehnya, penggunaan mtDNA untuk identifikasi kedua jenis ikan yang telah diteliti sebelumnya diperkirakan dapat memperjelas identitas dan hubungan kekerabatannya.