Irika Widiasanti
Civil Engineering Doctoral Program Faculty of Civil & Environmental Engineering, Institut Teknologi Bandung

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Improving Indonesian Construction Consulting Services* Tamin, Rizal Z.; Tamin, Puti Farida; Shahab, Faisol; Widiasanti, Irika; Oktavianus, Adrianto
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol 47, No 2 (2015)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2015.47.2.8

Abstract

Indonesian construction consulting services are facing a complex problem in fulfilling the nation’s expectations regarding high quality infrastructure development and the construction industry’s competitiveness. A study of this problem and a formulation of solutions to improve the situation are presented in this paper. A survey was carried out in Jakarta, West Java, East Java, and North Sumatra provinces to collect data related to this problem. A focus group discussion and a workshop with all stakeholders were conducted to formulate improvement actions that need to be taken. It was revealed that the problems faced include, among others, the limited number of professional engineers compared to the number of national consultancy companies, the uneven distribution of engineers in Indonesian regions, an imperfect procurement system, and low-quality work output in general. Recommended actions include improvement of the government’s role in consulting services nurturing and facilitation, development of partnerships, and amelioration of the professional engineer and consultant certification system.
FAKTOR DOMINAN PENGHAMBAT SERTIFIKASI KOPETENSI DALAM PERSEPSI TENAGA TERAMPIL DI SEKTOR KONSTRUKSI Widiasanti, Irika; Fridestu, Agung; Anisah, Anisah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan sertifikasi kompetensi adalah memberikan pengakuan atas kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kerja. Namun, pada sektor konstruksi, tenaga kerja konstruksi yang telah memiliki sertifikat kompetensi kerja masih sedikit dibandingkan dengan jumlah total tenaga kerja konstruksi yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor utama yang menghambat dalam perolehan sertifikasi kompetensi dalam sudut pandang tenaga kerja konstruksi khususnya tenaga terampil. Penelitian ini menggunakan model kuantitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan di tiga proyek bangunan tingkat tinggi, dengan jumlah responden 129 orang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam bentuk survey dengan metode pengumpulan data melalui kuisioner, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor dominan yang menghambat tenaga terampil pemperoleh sertifikasi kompetensi adalah biaya dalam memperoleh sertifikasi kompetensi kerja.
A Review on Certification Procedure for Professionals Engineer based on Engineering Act in Indonesia Widiasanti, Irika; Z Tamin, Rizal
International Conference on Coastal and Delta Areas Vol 1, No 1 (2015): Management and Engineering in the Sustainable Development on Delta Areas
Publisher : International Conference on Coastal and Delta Areas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The coastal area has a very strategic value because the city nearby this area can bedeveloped as a port city, recreation and conservation. Development of coastal areas requires professional human resources. Professional credentials for individuals can be attained through professional certification. This paper presents the procedure of professional certification base on Decree no. 11,2014 on Engineering. This study is a descriptive and qualitative research, carried out through the stages of literature study and data collection include professional competence assurance system, profession licence, qualification assurance systems engineering profession. Data were analyzed reference to best practices certification procedure in Malaysia, Singapore and the Philippines. The study show there are two stages of examinations and three standards in the certification procedure. The examinations are professional examinations and competence examinations. Professional examinations held in the Professional Engineers Program while competence examinations organize byProfessional Certification Body. The standard that used are the Engineers Service Standard, Engineers Competency Standard, and Engineers Professional Program Standard. All of these standards underlying the certification engineering procedure. Institutions directly involved in the certification process are the Board of Engineers Indonesia, Higher Education that organizer Profession Engineers Program, Professional Certification Body, and The Institution of Engineers Indonesia
Kajian Pengelolaan Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Perguruan Tinggi: Studi Kasus Universitas Negeri Jakarta Widiasanti, Irika; Nugraha, R. Eka Murti
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 1, No 1: December 2016
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v1.i1.2016.41-46

Abstract

Pemeliharaan dan perawatan bertujuan agar bangunan dapat beroperasi dengan baik sehingga pengguna merasa nyaman, yang selanjutnya akan membantu dalam meningkatkan pendapatan pengelola bangunan. Dalam melaksanakan pemeliharaan dan perawatan gedung, banyak hal yang harus dilakukan agar gedung tersebut tetap mempunyai nilai investasi yang tinggi. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai perawatan gedung yang telah dilakukan di lingkungan UNJ. Sementara itu, secara khusus penelitian bertujuan untuk dapat melihat sejauh mana pelaksanaan dan pengelolaan perawatan dan pemeliharaan gedung. Metode yang digunakan adalah survey. Teknik ini digunakan untuk mengukur pengelolaan perawatan gedung yang dilakukan di lingkungan FT UNJ. Populasi penelitian adalah para pengambil keputusan di lingkungan FT UNJ dengan sampel para ketua Jurusan dan ketua Program Studi sebagai pihak yang paling mengetahui kondisi bangunan dan dana yang tersedia untuk pemeliharaan dan perawatan gedung. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif membandingkan sederhana dan uji Analisis Varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan dan perawatan gedung di FT UNJ, telah dilakukan dengan baik. Hal ini terlihat juga dari sebagian besar responden yang berpendapat bahwa pelaksanaan tersebut telah dilakukan dengan baik.
ANALISA KOMPARATIF TERHADAP SERTIFIKASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI MENURUT PP 28 TAHUN 2000 DENGAN PP 04 TAHUN 2010 Widiasanti, Irika
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem sertifikasi tenaga ahli konstruksi sesuai UU 18/1999 mulai diimplementasikan pada tahun 2000 berdasarkan peraturan yang mengatur, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 tentang Bisnis dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi. Dalam perjalanan, sistem sertifikasi tenaga ahli konstruksi telah direstrukturisasi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 04 tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000. Mengingat pentingnya sertifikasi para ahli tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap sertifikasi tenaga ahli konstruksi yang telah berjalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian sertifikasi tenaga ahli konstruksi di Indonesia, dengan best practices of certification. Penelitian dilakukan dengan mengacu pada metodologi yang meliputi kegiatan utama, yaitu studi pustaka, pengumpulan data primer dan sekunder, analisis data, perumusan kesimpulan dan rekomendasi. Analisis didasarkan pada informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, baik akademisi maupun praktisi. Pengolahan data lebih lanjut dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-komparatif yang memberikan penyajian data secara sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca dengan menggambarkan atau memberikan informasi tentang suatu data atau keadaan atau fenomena.Hasil penelitian menunjukkan, ada 28 faktor dari sertifikasi 2000 yang tidak sesuai dengan best practices sertifikasi yang terdiri dari 36 faktor. Evaluasi sertifikasi 2010 menunjukkan bahwa ada 18 faktor yang tidak sesuai dengan best practices sertifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa sertifikasi 2010 memiliki tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan praktik terbaik sertifikasi dibandingkan dengan sertifikasi 2000.