I Made Ardaka
UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya”Bali-LIPI, Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali 82191

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDY AUTEKOLOGI PRANAJIWA (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn.) DI BUKIT PENGELENGAN, DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG, BALI

Buletin Kebun Raya Vol 14, No 1 (2011): Buletin Kebun Raya Vol. 14 (1) Januari 2011
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pranajiwa (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn) is a medicinal plant, which is growing wild and it is regarded as a rare plant. Currently, its existence in the wild increasingly threatened. Pengelengan Hill is one of the natural habitats of E. horsfieldii in Bali. Study of autecology aims to describe the ecology of E. horsfieldii in their natural habitat. E. horsfieldii was found abundant in plots II with 16.02% relative density, 9.68% of relative frequency and 25.69 of Important Value, grow clumped together with other plants (Idk 2.72).

PENGARUH JENIS MEDIA DAN ZAT PENGATUR TUMBUH ATONIK TERHADAP PERKECAMBAHAN SPORA DAN PEMBENTUKAN SPOROFIT Lygodium circinnatum (Burm.f.) Sw. (SCHIZAEACEAE)

Buletin Kebun Raya Vol 17, No 1 (2014): Buletin Kebun Raya Vol. 17 (1) Januari 2014
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lygodium circinnatum (Burm.f.) Sw. adalah sejenis paku merambat (Schizaeaceae) yang batangnya banyak digunakan sebagai bahan untuk industri kerajinan tangan. Belakangan ini pasokan bahan bakunya mengalami penurunan akibat menurunnya populasi di alam. Tumbuhan ini belum dibudidayakan, sehingga perlu dilakukan tindakan konservasi termasuk upaya perbanyakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media dan Atonik terhadap perkecambahan spora dan pembentukan sporofit L. circinnatum. Dua jenis media yang diuji adalah: a) lumpur sawah dan b) campuran akar kadaka dan bubuk batu bata. Penelitian dilakukan di dalam rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media lumpur sawah secara signifikan berpengaruh terhadap perkecambahan dan pembentukan sporofit, tetapi harus diikuti dengan upaya penjarangan pada sporofit. Tingginya kepadatan sporofit dapat menghambat pertumbuhan gametofit menjadi sporofit. Penggunaan media lumpur sawah yang diberi Atonik pada konsentrasi 1,5 ml l-1 dapat disarankan untuk perkecambahan dan pembentukan sporofit L. circinnatum.

PENGARUH JENIS MEDIA DAN ZAT PENGATUR TUMBUH ATONIK TERHADAP PERKECAMBAHAN SPORA DAN PEMBENTUKAN SPOROFIT Lygodium circinnatum (Burm.f.) Sw. (SCHIZAEACEAE)

Buletin Kebun Raya Vol 17, No 1 (2014): Buletin Kebun Raya Vol. 17 (1) January 2014
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lygodium circinnatum (Burm.f.) Sw. adalah sejenis paku merambat (Schizaeaceae) yang batangnya banyak digunakan sebagai bahan untuk industri kerajinan tangan. Belakangan ini pasokan bahan bakunya mengalami penurunan akibat menurunnya populasi di alam. Tumbuhan ini belum dibudidayakan, sehingga perlu dilakukan tindakan konservasi termasuk upaya perbanyakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media dan Atonik terhadap perkecambahan spora dan pembentukan sporofit L. circinnatum. Dua jenis media yang diuji adalah: a) lumpur sawah dan b) campuran akar kadaka dan bubuk batu bata. Penelitian dilakukan di dalam rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media lumpur sawah secara signifikan berpengaruh terhadap perkecambahan dan pembentukan sporofit, tetapi harus diikuti dengan upaya penjarangan pada sporofit. Tingginya kepadatan sporofit dapat menghambat pertumbuhan gametofit menjadi sporofit. Penggunaan media lumpur sawah yang diberi Atonik pada konsentrasi 1,5 ml l-1 dapat disarankan untuk perkecambahan dan pembentukan sporofit L. circinnatum.

STUDY AUTEKOLOGI PRANAJIWA (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn.) DI BUKIT PENGELENGAN, DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG, BALI

Buletin Kebun Raya Vol 14, No 1 (2011): Buletin Kebun Raya Vol. 14 (1) January 2011
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pranajiwa (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn) is a medicinal plant, which is growing wild and it is regarded as a rare plant. Currently, its existence in the wild increasingly threatened. Pengelengan Hill is one of the natural habitats of E. horsfieldii in Bali. Study of autecology aims to describe the ecology of E. horsfieldii in their natural habitat. E. horsfieldii was found abundant in plots II with 16.02% relative density, 9.68% of relative frequency and 25.69 of Important Value, grow clumped together with other plants (Idk 2.72).

Karakterisasi Morfologi Daun Begonia Alam (Begoniaceae): Prospek Pengembangan Koleksi Tanaman Hias Daun di Kebun Raya Indonesia

JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1483.031 KB)

Abstract

ABSTRACTFoliage ornamental plant is one of popular outdoor and indoor plant, of which is Begonia (Begoniaceae). The aim of this study is to seek the potentions of Indonesia Botanic Garden’s Begonia collections. The study was done by visual observations method by characterizing the morphological leaves of 73 species of native species in the Bogor and Bali Botanic Greenhouses. The qualitative data was obtained by observing the leaf type, shape, margin, apex, base colour, texture, and hairiness, while the quantitative data was collected by measuring the thickness and size of the leaf and petiole lengths. The scoring was assumed by comparing to the popular species, and the score that given is range from 1-3. The result of this study is some of the collection, such as  B. brevirimosa Irmsch. susp. brevirimosa, B. brevirimosa subsp. exotica Tebbitt,  B. goegoensis N.E. Br, B. bipinnatifida J.J.Sm., B. dropiae Ardi, B. holosericeoides Ardi & D.C. Thomas, B. siccacaudata J. Door, B. robusta Blume, B. olivaceae Ardi, B. puspitae Ardi, B. sudjanae Janson dan  B. serratipetala Irmsch have the highest score on the leaves morphological characteristic (shape and colouration), which mean all of these species can be planted as exotic ornamental plants without any hybridization process. It is expected that the listed species as the result of this study can be used as a reference for developing a new cultivars from Indonesian native species. Keywords: Begonia, ornamental  plant, Botanic Gardens of Indonesia