Lientje Setyawati Maurits
Lab. Ilmu Kesehatan Kerja Fakutas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Jumlah Sel Piramidal CA3 Hipokampus Tikus Putih Jantan pada Berbagai Model Stres Kerja Kronik Arjadi, Fitrianto; Soejono, Sri Kadarsih; Maurits, Lientje Setyawati; Pangestu, Mulyoto
Majalah Kedokteran Bandung Vol 46, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.626 KB)

Abstract

Paparan stres kronik dan berkepanjangan mengakibatkan hilangnya neuron di regio  CA3 (cornu ammonis) hipokampus dan  penurunan kognitif. Tujuan penelitian  mengetahui perbedaan jumlah sel piramidal CA3 hipokampus tikus putih jantan pada model stres kerja meliputi   paradoxical sleep deprivation (PSD), imobilisasi, dan footshock kronik. Metode penelitian adalah  post-test only with control group design experimental dengan rancangan acak lengkap  menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur Wistar usia 3–4 bulan yang dibagi 4 kelompok:  KI kontrol tanpa perlakuan,  KII (stres PSD), KIII (stres imobilisasi), dan KIV (stres footshock) dan sel piramidal CA3 hipokampus  diwarnai dengan toluidine-blue. Jumlah sel dihitung menggunakan  perangkat lunak Image raster v2.1, perbesaran 400x tiap 10 lapangan pandang. Penelitian dilakukan  6 bulan (April–September 2012) di Laboratorium Hewan Coba, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan Post-Hoc least significant difference (LSD) menunjukkan  perbedaan jumlah sel piramidal CA3 hipokampus signifikan (p=0,037) pada minimal dua kelompok perlakuan. Uji statistik dengan Post-Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan jumlah sel piramidal CA3 hipokampus antara  kelompok kontrol (12,9±2,47) dan kelompok imobilisasi (9,00±1,53) (p<0,05). Simpulan, kelompok imobilisasi kronik memiliki jumlah sel piramidal CA3 hipokampus terendah dibandingkan dengan ketiga kelompok lainnya.Kata kunci:  Model stres kerja kronik, sel piramidal CA3 hipokampus, tikus putih jantanNumber of CA3 Pyramidal Cell in Male Albino Rat   Hippocampus Exposed to Various Chronic Work Stress Models AbstractProlonged and chronic exposure to stress leads to the loss of neurons at the CA3 (cornu ammonis) hippocampus region and spatial memory deficits. The aim of this study was to study the number of CA3 pyramidal cells in albino rats that were exposed to chronic stress of works model consisting of paradoxical sleep deprivation (PSD), immobilization, and foot shock stresses. The method applied was the post-test only method with control group experimental design using completed randomized design (CRD on 24 3–4 month old male Wistar rats . The rats were divided into 4 groups: group I (control), group II (PSD stress), group III (immobilization stress), and group IV (footshock stress). The CA3 pyramidal cell hippocampus was stained with toluidine-blue. The number of CA3 pyramidal cell of hippocampus was counted using Image raster v2.1 software at 400x magnification in 10 duplicates for each sample. The study was conducted in six months (April–September 2012) at the Animal Laboratory, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University. Analysis for the differences in the number of CA3 pyramidal cells was conducted using analysis of variance (ANOVA) with Post-Hoc LSD. The results of the ANOVA  showed a p value=0.037, meaning that there was significant difference in at least two groupsof treatment. Further statistical test using Post-Hoc LSD showed a significant difference  between the control group (12.9 ± 2.47) and the chronic immobillization group (9,00 ± 1,53) (p<0.05). In conclusion, the chronic immobillization stress group has the lowest average number of hippocampus CA3 pyramidal cells compared to other groups Key words: CA3 pyramidal cell in hippocampus, chronic works stress model, male albino rats DOI: 10.15395/mkb.v46n4.337
Obstructive Sleep Apnea, Reaction Time and Fatique Among Overweight and Obese Taxi Drivers Susanto, Agus Dwi; Hisyam, Barmawi; Maurits, Lientje Setyawati; Yunus, Faisal
JOURNAL OF THE INDONESIAN MEDICAL ASSOCIATION Majalah Kedokteran Indonesia Vol 64, No 3 (2014): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3881.427 KB)

Abstract

Background: Obstructive Sleep apnea is correlated to length of reaction time and fatigue. The aims of this study were to know time reaction and fatigue condition and their correlation with OSA among overweight and obese taxi drivers.
Pengaruh Penggunaan Kursi Kerja Ergonomis Terhadap Penurunan Keluhan Nyeri dan Stress Kerja pada Pekerja Perusahaan Lampu X di Yogyakarta Maurits, Lientje Setyawati; Bungakaraeng, Bungakaraeng
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.333 KB)

Abstract

Ergonomi perlu diterapkan diberbagai tempat termasuk di sekolah, ditempat kerja maupun ditempat lain agar dapat diperoleh kenyamanan dan peningkata produktivitas. Melakukan pekerjaan dengan menggunakan alat kerja dan stasiun kerja yang tidak ergonomis dapat menimbulkan gangguan musculoskeletal dengan adanya rasa nyeri dan pegal serta adanya ketegangan, mudah gelisah, bosan, dan lain-lain keluhan stress kerja yang berdampak terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan keluhan nyeri dan stress kerja yang dialami pekerja di perusahaan lampu X di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pre test, post test one group design, yang dilakukan pada 21 pekerja sebagai subyek penelitian yang berlangsung pada bulan Juli 2004 di perusahaan lampu X di Yogyakarta. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas yaitu kursi kerja ergonomis sedang variabel terikat adalah keluhan nyeri dan angka stress kerja. Analisis data menggunakan uji-t amatan ulangan dengan program computer SPS 2000. Hasil uji statistic menunjukkan penurunan keluhan nyeri yang sangat significan antara kelompok pre test (mean = 43.14) dan post test (mean = 28.14) dengan t = 11.771 (p = 0.000). Hasil uji-t amatan ulangan selanjutnya menunjukkan penurunan stress kerja yang sangat significant antara kelompok pre test (mean = 52.238) dan post test (mean = 43.762) dengan nilai t = 7.385 (p = 0.000).
Jumlah Sel Piramidal CA3 Hipokampus Tikus Putih Jantan pada Berbagai Model Stres Kerja Kronik Arjadi, Fitrianto; Soejono, Sri Kadarsih; Maurits, Lientje Setyawati; Pangestu, Mulyoto
Majalah Kedokteran Bandung Vol 46, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.626 KB)

Abstract

Paparan stres kronik dan berkepanjangan mengakibatkan hilangnya neuron di regio  CA3 (cornu ammonis) hipokampus dan  penurunan kognitif. Tujuan penelitian  mengetahui perbedaan jumlah sel piramidal CA3 hipokampus tikus putih jantan pada model stres kerja meliputi   paradoxical sleep deprivation (PSD), imobilisasi, dan footshock kronik. Metode penelitian adalah  post-test only with control group design experimental dengan rancangan acak lengkap  menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur Wistar usia 3–4 bulan yang dibagi 4 kelompok:  KI kontrol tanpa perlakuan,  KII (stres PSD), KIII (stres imobilisasi), dan KIV (stres footshock) dan sel piramidal CA3 hipokampus  diwarnai dengan toluidine-blue. Jumlah sel dihitung menggunakan  perangkat lunak Image raster v2.1, perbesaran 400x tiap 10 lapangan pandang. Penelitian dilakukan  6 bulan (April–September 2012) di Laboratorium Hewan Coba, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan Post-Hoc least significant difference (LSD) menunjukkan  perbedaan jumlah sel piramidal CA3 hipokampus signifikan (p=0,037) pada minimal dua kelompok perlakuan. Uji statistik dengan Post-Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan jumlah sel piramidal CA3 hipokampus antara  kelompok kontrol (12,9±2,47) dan kelompok imobilisasi (9,00±1,53) (p<0,05). Simpulan, kelompok imobilisasi kronik memiliki jumlah sel piramidal CA3 hipokampus terendah dibandingkan dengan ketiga kelompok lainnya.Kata kunci:  Model stres kerja kronik, sel piramidal CA3 hipokampus, tikus putih jantanNumber of CA3 Pyramidal Cell in Male Albino Rat   Hippocampus Exposed to Various Chronic Work Stress Models AbstractProlonged and chronic exposure to stress leads to the loss of neurons at the CA3 (cornu ammonis) hippocampus region and spatial memory deficits. The aim of this study was to study the number of CA3 pyramidal cells in albino rats that were exposed to chronic stress of works model consisting of paradoxical sleep deprivation (PSD), immobilization, and foot shock stresses. The method applied was the post-test only method with control group experimental design using completed randomized design (CRD on 24 3–4 month old male Wistar rats . The rats were divided into 4 groups: group I (control), group II (PSD stress), group III (immobilization stress), and group IV (footshock stress). The CA3 pyramidal cell hippocampus was stained with toluidine-blue. The number of CA3 pyramidal cell of hippocampus was counted using Image raster v2.1 software at 400x magnification in 10 duplicates for each sample. The study was conducted in six months (April–September 2012) at the Animal Laboratory, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University. Analysis for the differences in the number of CA3 pyramidal cells was conducted using analysis of variance (ANOVA) with Post-Hoc LSD. The results of the ANOVA  showed a p value=0.037, meaning that there was significant difference in at least two groupsof treatment. Further statistical test using Post-Hoc LSD showed a significant difference  between the control group (12.9 ± 2.47) and the chronic immobillization group (9,00 ± 1,53) (p<0.05). In conclusion, the chronic immobillization stress group has the lowest average number of hippocampus CA3 pyramidal cells compared to other groups Key words: CA3 pyramidal cell in hippocampus, chronic works stress model, male albino rats DOI: 10.15395/mkb.v46n4.337
Hubungan antara Lama Tidur dengan Akumulasi Kelelahan Kerja pada Dosen Yogisutanti, Gurdani; Kusnanto, Hari; Maurits, Lientje Setyawati
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.928 KB)

Abstract

Fatigue merupakan fenomena normal bagi setiap orang sehat, yang dapat dikurangi dengan istirahat maupun tidur. Kurang tidur (sleepiness) telah menjadi fokus masalah dalam isu kesehatan kerja. Penelitian kelelahan kerja pada dosen masih sangat terbatas dan belum menjadi perhatian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama waktu tidur dengan akumulasi kelelahan kerja pada dosen. Desain potong lintang digunakan dalam penelitian terhadap 236 partisipan berasal dari delapan sekolah tinggi ilmu kesehatan swasta di Jawa Barat. Lama waktu tidur per hari diukur menggunakan kuesioner dan akumulasi kelelahan kerja diukur menggunakan instrumen self-diagnosis check list for assessment of worker’s accumulated fatigue. Rerata waktu tidur adalah 6,23±1,1 jam per hari. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi product moment didapatkan lama waktu tidur berkorelasi negatif dengan gejala kelelahan subjektif (r=-0.132; p<0.05), kondisi kerja (r=-0.169; p<0.05), dan akumulasi kerja (r=-0.173; p<0.05). Semakin tinggi lama tidur, maka semakin rendah kelelahan kerja yang terjadi. Kurangnya waktu tidur dalam jangka waktu yang lama dapat berakibat pada kualitas hidup dosen dan dapat menyebabkan sakit. Perlunya mengurangi akumulasi kelelahan kerja agar cukup waktu tidur dan beristirahat bagi dosen. Kata kunci:Dosen, fatigue, kelelahan kerja, makan pagi, waktu tidur AbstractFatigue is a normal phenomenon for everybody, it can be reduced by rest and sleep. Sleepiness is a health issue in the occupational health and safety. However, a study related to job burnout in the lecturer community is limited. The aims of this study was to uncover the relationship between lecturers’ sleep duration and their job burnout. The cross sectional design was applied to 236 participants who came from eight different private Health Sciences School in West Java. Sleep durations were measured by a questionnaire and Self-diagnosis Check List for Assessment of Worker’s accumulated fatigue was used to measure lecturers’ job burnout. Results have shown that rates of the sleep duration in a day were around 6,23±1,1 hours. Product moment test has shown that the sleep duration had negative correlation with subjective fatigue (r=-0.132; p<0.05), working conditions (r=-0.169; p<0.05), and working accumulation (r=-0.173; p<0.05). The more sleep duration the lower job burnout. Long term sleepiness can be affected to lecturers’ quality of live. Enough rest and sleep are the best way to deal with job burnout problems.Key words:Breakfast, fatigue, job burnout, lecturer, sleep duration