Articles

Found 9 Documents
Search

KONSUMSI TANIN DAN FITAT SEBAGAI DETERMINAN PENYEBAB ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 10 MAKASSAR Marina, Marina; Indriasari, Rahayu; Jafar, Nurhaedar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2015): MKMI MARET 2015
Publisher : Media Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.021 KB)

Abstract

Anemia yang sangat umum dijumpai di Indonesia adalah anemia gizi.Perilaku konsumsi remaja terhadap  makanan yang serba instan dan kurang bergizi akan menyebabkan terjadinya masalah gizi.Penelitian bertujuan mengetahui hubungan asupan zat gizi mikro, pelancar dan penghambat absorbsi zat besi dengan status Hb pada remaja putri di SMAN 10 Makassar.Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross sectional study.Populasi adalah seluruh siswi di SMAN 10 Makassar berjumlah 380 orang.Sampel penelitian ini adalah remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi.Penarikan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel 148 siswi. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square dan uji independent sample t test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan status Hb adalah asupan tanin/konsumsi teh (p=0,013) dan fitat ( p=0,048) sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan status Hb adalah asupan Fe (p=0,776), vitamin B 6 (p=0,915), vitamin B (p=0,094), vitamin C (p=0,683), vitamin A (p=0,340) protein (p=0,399) dan kalsium (p=0,673). Tidak ada perbedaan bermakna antara asupan asam folat remaja putri anemia dengan tidak anemia (p=0,680). Kesimpulan dari penelitian bahwa ada hubungan asupan penghambat zat besi (tanin/konsumsi teh dan fitat) dengan status Hb remaja putri di SMAN 10 Makassar tahun 2014.Kata kunci : Konsumsi tanin, fitat, hemoglobin, anemia 12
POLA MAKAN DENGAN KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE 2 Idris, Andi Mardhiyah; Jafar, Nurhaedar; Indriasari, Rahayu
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 4 (2014): MKMI DESEMBER 2014
Publisher : Media Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.228 KB)

Abstract

Pola makan yang salah dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan studi cross-sectional, dilaksanakan pada bulan April-Mei 2014 di wilayah kerja Puskesmas Batua Raya dan Bara-barayya. Populasi penelitian, yaitu rata-rata jumlah pasien yang berkunjung perbulan di Puskesmas Batua Raya dan Bara-barayya, yaitu 67 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 46 orang. Instrumen penelitian adalah kuesioner identitas diri, food recall 24 jam, food picture, alat pemeriksaan gula darah, nutrisurvey, dan SPSS. Hasil yang diperoleh, pada asupan energi, karbohidrat, dan lemak bermakna dengan nilai p<0,05, yaitu secara berturut-turut 0,012, 0,001, 0,028. Variabel asupan protein nilai p>0,05 yaitu 0,162. Variabel Jenis, gula dan hasil olahannya (p>0,05) yaitu 0,133. Sedangkan variabel sayur dan buah bermakna dengan nilai p 0,000. Variabel jadwal makan nilai p=0,460. Beban glikemik sendiri memiliki hubungan dengan kadar gula darah dibuktikan nilai p<0,05 yaitu, 0,004. Kesimpulan dari penelitian bahwa ada hubungan pola makan dengan kadar gula darah pasien DM tipe 2 wilayah kerja puskesmas Kota Makassar Tahun 2014.Kata kunci : Pola makan, diabetes, gula darah
LITERATURE REVIEW: PERUBAHAN GAYA HIDUP SEBAGAI UPAYA MANAJEMEN SINDROMA METABOLIK PADA REMAJA Indriasari, Rahayu; Kurniati, Yessi
GIZI INDONESIA Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent Metabolic syndrome began an alarming rate in accordance to the increased incidence of overweight in this population group. Given the continued impact of increased risks of degenerative diseases in adulthood, the treatment of metabolic syndrome during adolescence becomes very important to be considered. However, research related to adolescent metabolic syndrome is still very limited and there is no recommendation for its management. This unsystematic narrative review design aimed to find out the magnitude of the problem of adolescent metabolic syndrome and explored the potential of lifestyle changes as an intervention to address the problem. Narrative overview was conducted among research articles and literature review articles published within last ten years. This review found that interventions targeting lifestyle changes, such as dietary changes and changes in physical activity patterns, provide considerable opportunities to overcome metabolic syndrome in adolescents. The intervention components such as cognitive aspects, action planning, and duration were identified as keys to the success of the intervention. This review provides updated information with regards to appropriate lifestyle interventions for management of metabolic syndrome in adolescents.ABSTRAK Masalah sindroma metabolik di kalangan remaja mulai menunjukkan angka yang mengkhawatirkan seiring dengan peningkatan kejadian obesitas pada kelompok populasi ini. Mengingat dampak lanjut dari sindroma metabolik terhadap peningkatan risiko penyakit degeneratif di usia dewasa, maka penanganan sindroma metabolik di usia remaja sangat perlu dipertimbangkan. Namun, penelitian terkait sindroma metabolik pada remaja masih sangat terbatas, terlebih lagi belum ada rekomendasi khusus untuk manajemen sindroma metabolik pada remaja. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui besar masalah sindroma metabolik pada remaja dan menelaah potensi perubahan gaya hidup sebagai upaya intervensi yang tepat dalam menangani masalah sindroma metabolik pada remaja. Kajian secara naratif dilakukan terhadap sejumlah artikel penelitian maupun artikel kajian pustaka yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi yang mentargetkan perubahan gaya hidup seperti perubahan pola makan dan perubahan pola aktifitas fisik, memberikan peluang cukup besar dalam mengatasi sindroma metabolik pada remaja. Komponen-komponen intervensi seperti aspek kognitif, perencanaan tindakan, dan durasi menjadi kunci keberhasilan intervensi. Diharapkan hasil dari kajian pustaka ini dapat memberikan informasi terkini tentang model intervensi perubahan gaya hidup sebagai upaya manajemen sindrom metabolik pada remaja. Keywords: sindroma metabolik, remaja, gaya hidup, pola makan, aktifitas fisik
KONSUMSI TANIN DAN FITAT SEBAGAI DETERMINAN PENYEBAB ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 10 MAKASSAR Marina, Marina; Indriasari, Rahayu; Jafar, Nurhaedar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1: MARET 2015
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.021 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i1.516

Abstract

Anemia yang sangat umum dijumpai di Indonesia adalah anemia gizi. Perilaku konsumsi remaja terhadap makanan yang serba instan dan kurang bergizi akan menyebabkan terjadinya masalah gizi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan asupan zat gizi mikro, pelancar dan penghambat absorbsi zat besi dengan status Hb pada remaja putri di SMAN 10 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah seluruh siswi di SMAN 10 Makassar berjumlah 380 orang. Sampel penelitian ini adalah remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi. Penarikan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel 148 siswi. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square dan uji independent sample t test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan status Hb adalah asupan tanin/konsumsi teh (p=0,013) dan fitat ( p=0,048) sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan status Hb adalah asupan Fe (p=0,776), vitamin B6 (p=0,915), vitamin B12 (p=0,094), vitamin C (p=0,683), vitamin A (p=0,340) protein (p=0,399) dan kalsium (p=0,673). Tidak ada perbedaan bermakna antara asupan asam folat remaja putri anemia dengan tidak anemia (p=0,680). Kesimpulan dari penelitian bahwa ada hubungan asupan penghambat zat besi (tanin/konsumsi teh dan fitat) dengan status Hb remaja putri di SMAN 10 Makassar tahun 2014.
POLA MAKAN DENGAN KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE 2 Idris, Andi Mardhiyah; Jafar, Nurhaedar; Indriasari, Rahayu
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 4: DESEMBER 2014
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.228 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v10i4.502

Abstract

Pola makan yang salah dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan studi cross-sectional, dilaksanakan pada bulan April-Mei 2014 di wilayah kerja Puskesmas Batua Raya dan Bara-barayya. Populasi penelitian, yaitu rata-rata jumlah pasien yang berkunjung perbulan di Puskesmas Batua Raya dan Bara-barayya, yaitu 67 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 46 orang. Instrumen penelitian adalah kuesioner identitas diri, food recall 24 jam, food picture, alat pemeriksaan gula darah, nutrisurvey, dan SPSS. Hasil yang diperoleh, pada asupan energi, karbohidrat, dan lemak bermakna dengan nilai p<0,05, yaitu secara berturut-turut 0,012, 0,001, 0,028. Variabel asupan protein nilai p>0,05 yaitu 0,162. Variabel Jenis, gula dan hasil olahannya (p>0,05) yaitu 0,133. Sedangkan variabel sayur dan buah bermakna dengan nilai p 0,000. Variabel jadwal makan nilai p=0,460. Beban glikemik sendiri memiliki hubungan dengan kadar gula darah dibuktikan nilai p<0,05 yaitu, 0,004. Kesimpulan dari penelitian bahwa ada hubungan pola makan dengan kadar gula darah pasien DM tipe 2 wilayah kerja puskesmas Kota Makassar Tahun 2014.
Pengaruh Pelatihan Edukator Sebaya terhadap Pengetahuan tentang Gizi Seimbang pada Siswa di SMUN 16 Makassar Jafar, Nurhaedar; Indriasari, Rahayu; Syam, Aminuddin; Kurniati, Yessy
Media Gizi Pangan Vol 25, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.356 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v25i1.40

Abstract

RINGKASANRemaja rentan mengalami masalah gizi karena berbagai hal. Salah satu cara untuk mengatasi masalah gizi tersebut adalah dengan menerapkan pola hidup gizi seimbang. Teman sebaya menjadi salah satu mediator yang prospektif untuk mengupayakan perubahan nilai dan perilaku kesehatan pada remaja. Namun sebelum edukator sebaya melakukan edukasi pada temannya, mereka perlu memperbaiki pengetahuannya tentang gizi seimbang. Penelitian ini ingin melihat efektifitas pelatihan educator sebaya terhadap pengetahuan siswa tentang gizi seimbang. Penelitian ini dilaksanakan di SMUN 16 Makassar. Penelitian ini merupakan studi intervensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan jumlah sampel yang terpilih adalah 40 siswa. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 16 menggunakan uji T berpasangan untuk menilai perbedaan pengetahuan responden sebelum dan setelah intervensi.  Hasilnya menunjukkan bahwa bahwa setelah pelatihan edukator sebaya, terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang gizi seimbang pada kategori baik, yaitu dari 17,5% sebelum pelatihan menjadi 70% setelah pelatihan, meningkat sebesar 52,5%. pengetahuan responden yang pada kategori cukup mengalami penurunan, yaitu dari 45% sebelum pelatihan menjadi 25% setelah pelatihan, menurun sebesar 20%. Pengetahuan responden pada kategori kurang mengalami penurunan juga, yaitu dari 37,5% sebelum pelatihan menjadi 5% setelah pelatihan dilakukan, menurun sebesar 32,5%. Dari penelitian ini disimpulkan, bahwa pelatihan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan responden. Edukator gizi yang telah dilatih diharapkan dapat menularkan pengetahuan yang dimilikinya kepada teman-teman sebayanya. Selain itu, program-program promosi kesehatan, terutama gizi seimbang harusnya gencar dilakukan di sekolah, mengingat sekolah merupakan tempat membentuk perilaku sehat yang diharapkan akan terus bertahan hingga remaja memasuki fase dewasa.Key Word: remaja, gizi, pelatihan, sebaya, pola makan
Persepsi Nasabah tentang Tabungan Wadiah Indriasari, Rahayu; Muliati, Muliati; Santoso, Arief Budi
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aims to explore a customer perception of wadiah savings on BNI Syariah Branch Palu. This research method uses a qualitative method with Islamic phenomenological approach.  The results of this research found customer funds can be used by bank in wadiah contract. Profit sharing is not given in wadiah savings because the position of contract as the deposit. Customers tend to be more interest in using wadiah savings because the facilities obtained are the same as the savings customers in general. In addition, wadiah savings felt more reassuring because customers don’t have to worry their funds will be reduced.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi nasabah tabungan wadiah di BNI Syariah Cabang Palu. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana nasabah wadiah dapat dimanfaatkan oleh bank. Tidak ada bagi hasil yang diberikan dalam tabungan wadiah karena kedudukan akadnya sebagai titipan. Nasabah cenderung lebih tertarik menggunakan tabungan wadiah karena fasilitas yang diterima sama dengan nasabah penabung pada umumnya. Selain itu, tabungan wadiah dirasa lebih menenteramkan karena nasabah tidak perlu khawatir dananya berkurang.
Strengthening Government Apparatus for the Success of Technology-Based Local Finance Information Systems (SIKD) Indriasari, Rahayu; Sudarma, Made; Rosidi, Rosidi; Mardiati, Endang; Khairin, Fibriyani Nur
Journal of Economics, Business & Accountancy Ventura Vol 20, No 2 (2017): August - November 2017
Publisher : STIE Perbanas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.638 KB) | DOI: 10.14414/jebav.v20i2.1129

Abstract

Local financial management improvements needs to be realized for good governance. Regulation No. 17 of 2003 requires regional governments to better manage their finances through technology based Local Finance Information Systems (SIKD). In practice, it often causes behavioral problems because it leads to changes in the system in a short time by claiming to gain a better system that complies with the financial administration system in Indonesia. Thus, the government has to pay attention to their apparatus. This study tries to find out factors for strengthening the finance staff for implementing technology-based SIKD. It used a phenomenological approach and the data were collected through observation, in-depth interview, and document analysis. Informants in this study are those who directly involved in technology-based SIKD, finance staff, and policy makers. It shows that there are three important factors for the success of technology-based SIKD. Firstly, the staff’s commitment to self- integrity. Secondly, ethics and morality for staff’s building character, and thirdly, improve the government apparatus’ capacity. In conclusion, the government should be proactive in improving the human resources quality for implementing technology-based SIKD, through socialization or training. Results of this study suggest that regional government regulates human resource development for the successful implementation of technology-based SIKD.
LITERATURE REVIEW: PERUBAHAN GAYA HIDUP SEBAGAI UPAYA MANAJEMEN SINDROMA METABOLIK PADA REMAJA Indriasari, Rahayu; Kurniati, Yessi
GIZI INDONESIA Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.321 KB)

Abstract

Adolescent Metabolic syndrome began an alarming rate in accordance to the increased incidence of overweight in this population group. Given the continued impact of increased risks of degenerative diseases in adulthood, the treatment of metabolic syndrome during adolescence becomes very important to be considered. However, research related to adolescent metabolic syndrome is still very limited and there is no recommendation for its management. This unsystematic narrative review design aimed to find out the magnitude of the problem of adolescent metabolic syndrome and explored the potential of lifestyle changes as an intervention to address the problem. Narrative overview was conducted among research articles and literature review articles published within last ten years. This review found that interventions targeting lifestyle changes, such as dietary changes and changes in physical activity patterns, provide considerable opportunities to overcome metabolic syndrome in adolescents. The intervention components such as cognitive aspects, action planning, and duration were identified as keys to the success of the intervention. This review provides updated information with regards to appropriate lifestyle interventions for management of metabolic syndrome in adolescents.ABSTRAK Masalah sindroma metabolik di kalangan remaja mulai menunjukkan angka yang mengkhawatirkan seiring dengan peningkatan kejadian obesitas pada kelompok populasi ini. Mengingat dampak lanjut dari sindroma metabolik terhadap peningkatan risiko penyakit degeneratif di usia dewasa, maka penanganan sindroma metabolik di usia remaja sangat perlu dipertimbangkan. Namun, penelitian terkait sindroma metabolik pada remaja masih sangat terbatas, terlebih lagi belum ada rekomendasi khusus untuk manajemen sindroma metabolik pada remaja. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui besar masalah sindroma metabolik pada remaja dan menelaah potensi perubahan gaya hidup sebagai upaya intervensi yang tepat dalam menangani masalah sindroma metabolik pada remaja. Kajian secara naratif dilakukan terhadap sejumlah artikel penelitian maupun artikel kajian pustaka yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi yang mentargetkan perubahan gaya hidup seperti perubahan pola makan dan perubahan pola aktifitas fisik, memberikan peluang cukup besar dalam mengatasi sindroma metabolik pada remaja. Komponen-komponen intervensi seperti aspek kognitif, perencanaan tindakan, dan durasi menjadi kunci keberhasilan intervensi. Diharapkan hasil dari kajian pustaka ini dapat memberikan informasi terkini tentang model intervensi perubahan gaya hidup sebagai upaya manajemen sindrom metabolik pada remaja. Keywords: sindroma metabolik, remaja, gaya hidup, pola makan, aktifitas fisik