Ivan Arie Wahyudi
Departement of Dental Biomedical Sciences, Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 55281

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

RESENSI Biologi Molekular adalah Ilmu yang Menyenangkan dan Mudah Wahyudi, Ivan Arie
Jurnal Teknosains VOL. 4 NO.2 TAHUN 2015
Publisher : Sekolah Pascasarjana UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biologi molekuler merupakan ilmu pengetahuan merupakan multi disiplinilmu dari biokimia, biologisel, dan genetika yang mempelajari aktivitas biologi pada level molekular, termasuk interaksi antara perbedaan tipe DNA, RNA, protein, dan biosintesisnya. Aktivitas atau mekanisme apa yang terjadi pada level molecular sangat penting untuk dipelajari sehingga dapat   menunjukkan gen apa yang mempengaruhi suatu penyakit genetik, identifikasi gen,identifikasi DNA, identifikasi DNA forensik, terapi gen dalam mengobati, dan mencegah penyakit dan sebagainya.
Pengaruh Lama Perendaman dan Jenis Minuman Beralkohol Bir dan Tuak terhadap Kekerasan Email Gigi Manusia (In Vitro) Magista, Malida; Nuryanti, Archadian; Wahyudi, Ivan Arie
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erosi gigi merupakan hilangnya lapisan email gigi karena asam. Jenis asam, pH rendah, serta kandungan kalsium, fosfat, dan fluoride pada bir dan tuak diduga merupakan faktor kimiawi penyebab erosi gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan jenis minuman beralkohol bir dan tuak terhadap kekerasan email gigi manusia (in vitro). Penelitian ini menggunakan 14 sampel gigi premolar pertama atas. Setiap gigi dibagi menjadi 2 bagian, bukal dan palatal. kemudian dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan, yaitu kelompok (A1) perendaman dalam bir (ringan); (A2) kelompok perendaman dalam bir sedang; kelompok (A3) perendaman dalam bir berat, kelompok (B1): perendaman dalam tuak ringan, (B2): perendaman dalam tuak sedang, (B3): perendaman dalam tuak berat dan kelompok kontrol (C). Uji kekerasan email gigi dilakukan menggunakan Micro Vickers Hardness Tester. Pengujian kekerasan awal email gigi dilakukan sebelum perendaman gigi. Perendaman gigi premolar pertama atas pada bir dan tuak dilakukan selama 10 detik, 50 detik, dan 250 detik perhari dengan penyimpanan subjek penelitian pada saliva buatan. Uji kekerasan akhir email gigi dilakukan setelah perlakuan selama 30 hari. Nilai perubahan kekerasan email gigi merupakan selisih nilai kekerasan akhir dan nilai kekerasan awal email gigi. Sebagai tambahan data, pada bir dan tuak juga diukur kandungan pH, kalsium, dan fosfor. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA dua jalur dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil analisis ANAVA dua jalur menujukkan bahwa jenis minuman dan lama perendaman berpengaruh bermakna terhadap kekerasan email gigi (p<0,05). Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan rerata yang signifikan (p<0,05) antar kelompok uji bir dan tuak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh jenis minuman beralkohol bir dan tuak dan lama perendaman terhadap kekerasan email gigi manusia (in vitro). ABSTRACT: The Effect Of Contact Time And Alcohol Beverages Beer And Tuak On Human Dental Enamel Hardness (In Vitro). Dental erosion is the loss of dental hard tissue, associated with acid. Acid type, low pH, and concentration of calcium, phosphate, and fluoride are being estimated as chemical factors of dental erosion. The purpose of this study was to determine the effect of contact time and alcohol beverages beer and tuak on human dental enamel hardness (in vitro).This study was using 14 samples maxillary first premolar. Each tooth was divided into two parts, buccal and palatal. Then divided into 7 treatment groups, i.e. groups of light beer “drinkers” (A1), moderate beer “drinkers” group (A2), heavy beer “drinker” group (A3), light tuak “drinker” group (B1), moderate tuak “drinkers” group (B2), the group “drinkers” heavy tuak (B3) and control group (C). Enamel hardness values were monitored using Micro Vickers Hardness Tester. Initial enamel hardness value was tested before the treatment. Maxilla first premolar teeth were exposed to beer and tuak for 10 seconds, 50 seconds, and 250 seconds per day for 30 days in the presence of artificial saliva. Final enamel hardness value was monitored after 30 days of treatment. Enamel hardness difference values were calculated by subtracting initial and final enamel hardness value. As supporting data, It was measured pH and concentration of calcium and phosphor in beer and tuak. Data was being analyzed by two-way ANOVA and LSD test. Results showed that contact time and alcohol beverage beer and tuak had a significant influence to enamel hardness value (p<0.05). LSD test showed that some groups had significant average difference (p<0.05). It was concluded that contact time and type of alcohol beverages beer and tuak had effect on human dental enamel hardness (in vitro).
Pengaruh Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia Swingle) Konsentrasi 10% Terhadap Aktivitas Enzim Glukosiltransferase Streptococcus mutans U, Zenia Adindaputri; Purwanti, Nunuk; Wahyudi, Ivan Arie
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Streptococcus mutans merupakan bakteri yang berperan sebagai agen utama penyebab karies gigi, yang memiliki enzim glukosiltransferase (GTF). Enzim GTF akan mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukan. Salah satu herbal tradisional yang dapat berperan sebagai antibakteri adalah kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) yang mengandung polifenol terutama flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) konsentrasi 10% terhadap aktivitas enzim GTF Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan ekstrak kulit jeruk nipis konsentrasi 10% sebagai perlakuan, chlorhexidine gluconate 0,12% sebagai kontrol positif, serta akuades steril sebagai kontrol negatif. Metode penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu penyiapan ekstrak kulit jeruk nipis konsentrasi 10%, penyiapan enzim GTF dari supernatan Streptococcus mutans, dan pengujian aktivitas enzim GTF melalui analisis konsentrasi fruktosa dengan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Pembacaan luas area fruktosa dilakukan berdasarkan waktu retensi. Satu unit aktivitas enzim GTF di definisikan sebagai 1 µmol fruktosa/ml dari enzim/jam. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan one way ANOVA.Hasil perhitungan aktivitas enzim GTF dengan one way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol negatif (p<0,05), dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit jeruk nipis konsentrasi 10% dapat menghambat aktivitas enzim glukosiltransferase Streptococcus mutans. ABSTRACT, The Influence of 10% Concentrate of Citrus Aurantifolia Swingle on The Activities of Streptococcus Mutans Glucocyl Transferase Enzyme. Streptococcus mutans is a bacteria which has glucosyl transferase (GTF) enzyme and acts as the main agent that causes dental caries. GTF enzyme will convert sucrose into fructose and glucan. Lime peel (Citrus aurantifolia Swingle) is one of the traditional herbs which has flavonoid as an antibacterial agent. The purpose of this research is to investigate the effect of 10% concentration of lime peel extract (Citrus aurantifolia Swingle) to the activity of GTF enzyme Streptococcus mutans.This research used 10% concentration of  lime peel extract as the treatment, 0.12% chlorhexidine gluconate as a positive control, and distillate water as anegative control. The method of this research consists of three steps; preparing the lime peel extract concentration of 10%, preparing the GTF enzyme from the supernatant of Streptococcus mutans, and testing GTF enzyme activity by analyzing the fructose concentration using High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Perusal of the fructose area was based on the retention time of fructose. One unit of GTF enzyme activity is defined as the 1 μmol fructose / ml of enzyme / hour.  The obtained data then were analyzed by one way ANOVA. The result showed a significant difference between treatment group with the negative control (p <0.05), and there are no significant difference with the positive control. This research concludes that 10% lime peel extract can inhibit the GTF enzyme activity of Streptococcus mutans.
Efek Pemberian Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Barbadensis Miller) pada Soket Gigi terhadap Kepadatan Serabut Kolagen Pasca Ekstraksi Gigi Marmut (Cavia Porcellus) Yuza, Fatma; Wahyudi, Ivan Arie; Larnani, Sri
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan ekstraksi gigi menyebabkan terjadinya luka sehingga akan melibatkan proses penyembuhan luka padajaringan. Salah satu tahap penting dari proses penyembuhan luka pasca esktraksi gigi adalah terbentuknya serabutkolagen. Lidah buaya (Aloe barbadensis Miller) mengandung saponin, vitamin C dan acemannan yang diduga membantuproses pembentukan serabut kolagen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak lidah buayaterhadap kepadatan serabut kolagen pada proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi marmut (Cavia porcellus).Lidah buaya yang digunakan berasal dari Sleman, Yogyakarta. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasidan pelarut air. Selanjutnya, dua puluh tujuh ekor marmut dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok ekstrak lidah buaya 45% dan 90%. Ekstrak lidah buaya sebanyak 0,05mlditeteskan kedalam soket gigi marmut pasca ekstraksi gigi pada kelompok perlakuan. Soket gigi marmut kelompokkontrol tidak diberi aplikasi zat aktif apapun. Tiga ekor subjek dari masing-masing kelompok dikorbankan pada hari ke-3,7, dan 14 setelah ekstraksi gigi. Preparat histologis kepadatan kolagen soket gigi marmut diamati dengan menggunakanmikroskop cahaya perbesaran 400x. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkandengan uji Post Hoc menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan kepadatan kolagen antar kelompok pascaekstraksi gigi marmut. Hasil uji statistik antar kelompok menunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya 90% berpengaruh padapembentukan serabut kolagen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05) pada hari ke-7 pasca ekstraksigigi marmut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak lidah buaya 90% dapat membantu meningkatkan kepadatanserabut kolagen soket gigi hari ke-7 pasca ekstraksi gigi marmut. ABSTRACT: The Effect of Aloe Barbadensis Miller Extract to The Density of Collagen Fibers in The WoundHealing Process after Tooth Extraction of Guinea Pig (Cavia porcellus). Tooth extraction causes wound that wouldinvolve wound healing process on tissue. One of the important stages of wound healing process after dental extractionis the formation of collagen fibers. Aloe barbadensis Miller contains saponins, vitamin C and ace mannan that allegedlyassist the process of collagen fibers formation. The purpose of this study was to determine the effect of Aloe barbadensisMiller extract to the density of collagen fibers in the wound healing process after tooth extraction of guinea pig (Caviaporcellus). Aloe vera is used in this study came from Sleman, Yogyakarta. Extract is made with maceration method andwater as the solvent. Furthermore, twenty-seven guinea pigs were divided into a control group and treatment groups.The treatment groups consisted 45% Aloe barbadensis Miller extract group and 90% Aloe barbadensis Miller extractgroup. Aloe barbadensis Miller extract as much as 0.05 ml dropped into guinea pigs tooth sockets after tooth extractionin the treatment groups. Guinea pig’s tooth socket of the control group was not given any active substance. Three guineapigs of each group were sacrificed on day 3, 7, and 14 after tooth extraction. Histology preparations of guinea pig teethsockets density of collagen were observed using light microscope 400x magnification. Analyzing data is done by Kruskal-Wallis test followed by Post Hoc test using the Mann-Whitney test for comparing collagen density between groups.Statistically results between groups showed that the extract of 90% Aloe barbadensis Miller affected the formation ofcollagen fibers when compared to the control group (p <0.05) on day 7 after tooth extraction of guinea pig. The conclusionof this study was 90% Aloe barbadensis Miller extract increased the density of collagen fibers from the tooth socket sevendays after tooth extraction of guinea pig.
Isolation and Characterization of Mouse Specificity Protein 6 Promoter Wahyudi, Ivan Arie; Horiguchi, Taigo; Miyoshi, Keiko; Muto, Taro; Utami, Trianna Wahyu; Hagita, Hiroko; Noma, Takafumi
The Indonesian Journal of Dental Research Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Specificity protein 6 (SP6) is a member of the SP/Krüppel-like transcription factor family and plays key roles in tooth development. To study its biological roles, it is important to understand the spatiotemporal regulation of Sp6 gene expression. For this purpose, we first identified two separate 5 ends of the Sp6 cDNA by 5 RACE analysis using mouse mandibular RNA. Next, we isolated mouse genomic DNA fragments covering the Sp6 gene including two putative mouse Sp6 promoter regions and generated a series of luciferase reporter constructs. We confirmed the activity of both promoters by a luciferase assay and found strong second promoter activity in dental epithelial cells. Unexpectedly, we also detected potential third promoter activity in the intron 2 of the Sp6 gene. Last, we also found that bone morphogenetic protein and wingless signals could enhance Sp6 promoter activity in dental epithelial cells, suggesting the regulatory roles of two cytokines in Sp6 gene expression during tooth development. Our findings may shed new light on the regulatory mechanisms of Sp6 gene expression and provide a possible linkage between cytokine regulation of Sp6 expression and inductive epithelial and mesenchymal interactions.
Effect of Citrus aurantifolia swingle essential oils on methyl mercaptan production of Porphyromonas gingivalis Yusinta, Anindya Prima; Wahyudi, Ivan Arie; Dewi, Anne Handrini
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 46, No 1 (2013): (March 2013)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Halitosis is a term used to describe an unpleasant odors emanating timely from oral cavity. The unpleasant smell of breath most common caused from volatile sulphure compound (VSC). Methyl mercaptan is the major component of VSC. P. gingivalis produced large amount of methyl mercaptan. The essential oils of Citrus aurantifolia swingle contain antibacterial component. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of essential oil of Citrus aurantifolia swingle on the production of methyl mercaptan compounds in P. gingivalis. Methods: Bacterial suspension of P. gingivalis in TSB medium with 108 CFU/ml concentration cultured in a microplate and added by the essential oils of Citrus aurantifolia swingle with 1%, 2%, 3% and 4% concentration. Distilled water was used as negative control and 0.2% Chlorhexidine mouthwash was used as a positive control. Microplate was incubated anaerobically for 48 hours. After the periode of incubation, 0.6% methionine as the exogenous substrate and 0.06% DTNB as a reagen for determining methyl mercaptan concentration were added to each wells. The microplate was futher incubated for 12 hours. Concentration of methyl mercaptan produced by the P. gingivalis was measured spectrophotometrically using microplate reader at 415 nm. Results: One-way ANOVA showed that the essential oil of Citrus aurantifolia swingle take effect on the concentration of methyl mercaptan produced by P. gingivalis. LSD test results indicated that there was a significant difference of methyl mercaptan concentration between treatment groups of the essential oils of Citrus aurantifolia swingle and distilled water that used as negative control. Conclusion: The essential oil of Citrus aurantifolia swingle has decreased the production of methyl mercaptan produced by P. gingivalis.Latar belakang: Halitosis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bau tidak sedap yang berasal dari rongga mulut. Penyebab utama halitosis adalah senyawa volatile sulphur compound (VSC) dan metil merkaptan merupakan komponen VSC yang paling dominan menyebabkan halitosis. P. gingivalis dapat memproduksi metil merkaptan dalam jumlah banyak. Minyak atsiri kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia swingle) memiliki kandungan antibakteri di dalamnya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri kulit jeruk nipis terhadap produksi senyawa metil merkaptan pada bakteri P. gingivalis. Metode: Suspensi bakteri P. gingivalis dalam media TSB dengan konsentrasi 108 CFU/ml dibiakkan dalam microplate. Selanjutnya dilakukan penambahan minyak atsiri kulit jeruk nipis konsentrasi 1%, 2%, 3%, dan 4%. Obat kumur chlorhexidine 0,2% digunakan sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Microplate diinkubasi selama 48 jam untuk selanjutnya dilakukan penambahan metionin 0,6% dan DTNB 0,06% dan diinkubasi kembali selama 12 jam. Konsentrasi senyawa metil merkaptan yang diproduksi oleh bakteri P. gingivalis dihitung dengan menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 415 nm. Hasil: ANOVA satu jalur menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit jeruk nipis berpengaruh terhadap konsentrasi metil merkaptan yang diproduksi oleh bakteri P. gingivalis. Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan minyak atsiri kulit jeruk nipis dengan akuades sebagai kontrol negatif. Kesimpulan: Minyak atsiri kulit jeruk nipis dapat menurunkan produksi senyawa metil merkaptan yang dihasilkan oleh bakteri penyebab halitosis P. gingivalis.
RESENSI Biologi Molekular adalah Ilmu yang Menyenangkan dan Mudah Wahyudi, Ivan Arie
Jurnal Teknosains Vol 4, No 2 (2015): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biologi molekuler merupakan ilmu pengetahuan merupakan multi disiplinilmu dari biokimia, biologisel, dan genetika yang mempelajari aktivitas biologi pada level molekular, termasuk interaksi antara perbedaan tipe DNA, RNA, protein, dan biosintesisnya. Aktivitas atau mekanisme apa yang terjadi pada level molecular sangat penting untuk dipelajari sehingga dapat   menunjukkan gen apa yang mempengaruhi suatu penyakit genetik, identifikasi gen,identifikasi DNA, identifikasi DNA forensik, terapi gen dalam mengobati, dan mencegah penyakit dan sebagainya.
Inhibition effect of cashew stem bark extract (Anacardium Occidentale L.) on biofilm formation of Streptococcus sanguinis Amaliah, Rizni; larnani, Sri; Wahyudi, Ivan Arie
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 45, No 4 (2012): (December 2012)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Biofilm is communities of microorganisms attached to solid surface and enclosed in extracellular matrix that protected microorganisms from antibacterial agents and host defense. One of bacteria might have a role in initial colonization of biofilm formation is Streptococcus sanguinis (S. sanguinis). Previous studies showed that cashew stem bark extract (Anacardium occidentale L.) can inhibit the growth of Streptococcus strains. Purpose: The purpose of this study was to determine the inhibition effect of cashew (Anacardium occidentale L.) stem bark ethanol extract on biofilm formation of S. sanguinis. Methods: Streptococcus sanguinis grown in Brain Heart Infusion (BHI) + 2% sucrose medium by using microplate polystyrene 96 wells. The samples were divided into 3 groups, 5% polyethyleneglycol (PEG) as negative control, cashew stem bark extract (concentration 3.125 mg/ml, 6.25 mg/ml, 9.375 mg/ml, and 12.5 mg/ml), and 0.12% chlorhexidine (as positive control). Biofilm was stained by 1% crystal violet. Afterwards, optical density (OD) of samples were measured by microplate reader λ 595 nm. The data of biofilm formation inhibition percentage were analyzed by one way ANOVA and then continued by Least Significant Difference (LSD) test. Results: The result of one way ANOVA showed that there were significant differences in inhibition of S. sanguinis biofilm formation (p<0.05). LSD test showed that concentration extract 3.125 mg/ml had significant difference with concentration 9.375 mg/ml and 12.5 mg/ml. Reciprocally, concentration 6.25 mg/ml had significant difference with concentration 9.375 mg/ml and 12.5 mg/ml. Conclusion: Cashew stem bark extract was able to inhibit biofilm formation of S. sanguinis.Latar belakang: Biofilm merupakan sekumpulan mikroorganisme yang melekat pada permukaan solid dan diselubungi oleh matriks ekstraseluler yang melindungi mikroorganisme dari bahan-bahan antibakteri dan sel-sel pertahanan tubuh. Salah satu bakteri yang berperan pada awal pembentukan biofilm adalah Streptococcus sanguinis (S. sanguinis). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri strain Streptococcus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale L.) terhadap pembentukan biofilm S. sanguinis. Metode: Media pertumbuhan S. sanguinis menggunakan Brain Heart Infusion (BHI) + 2% sukrosa yang ditumbuhkan pada microplate polystyrene 96 wells. Kelompok perlakuan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu PEG 5% (kontrol negatif), ekstrak kulit batang jambu mete (konsentrasi 3,125 mg/ml, 6,25 mg/ml, 9,375 mg/ml, dan 12,5 mg/ml), dan klorheksidin 0,12% (kontrol positif). Biofilm yang terbentuk diwarnai dengan crystal violet 1%. Kemudian optical density (OD) sampel diukur menggunakan microplate reader λ 595 nm. Data berupa persentase penghambatan pembentukan biofilm dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil: Uji one way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan daya hambat pembentukan biofilm S. sanguinis yang signifikan (p<0,05). Hasil uji LSD menunjukkan konsentrasi 3,125 mg/ml memiliki perbedaan yang signifikan dengan konsentrasi 9,375 mg/ml dan konsentrasi 12,5 mg/ml. Begitu juga dengan konsentrasi 6,25 mg/ml memiliki perbedaan yang signifikan dengan konsentrasi 9,375 mg/ml dan konsentrasi 12,5 mg/ml. Kesimpulan: Ekstrak kulit batang jambu mete dapat menghambat pembentukan biofilm S. sanguinis.
Effect of gestational diabetes mellitus on the expression of amelogenin in rat offspring tooth germ Dewi, Nurdiana; Syaify, Ahmad; Wahyudi, Ivan Arie
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 46, No 3 (2013): (September 2013)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Amelogenin is a major protein constituent of the developing enamel matrix that is critical for enamel formation. Mutations of amelogenin cause hypoplastic enamel phenotypes. Previous research found that infant of diabetic mother has higher risk for having enamel hypoplasia. Purpose: The aim of this study was to determine the effect of gestational diabetes mellitus on the expression of amelogenin in Wistar rats offspring tooth germ. Methods: Sixteen female Wistar rats, aged 2.5-3 months, body weight 150-200 g were used in this study, Wistar rats were mated and divided into two groups and treated on day 0 of pregnancy. Group A was DM group, consisting of 8 rats, induced by streptozotocin (STZ) injection 40 mg/kg BW. Group B was control group, consisting of 8 rats received citrate buffer injection. Thirty-two rat pups were decapitated on day 5. Immunohistochemical procedures were performed on molar tooth germ of the mandibular rat pups using antibody anti-AMELX to determine the expression of amelogenin. Examination carried out on the images using ImageJ software. All data were then statistically analyzed by Mann Whitney test. Results: There was no significant difference in the expression of amelogenin in the DM group and control group (p>0.05). Conclusion: Gestational diabetes mellitus did not affect the expression of amelogenin in rat offspring tooth germ. Further study is needed to examine the pattern of amelogenin expression with measurement of glucose levels of rat pups.Latar belakang: Amelogenin merupakan protein terbanyak pada matriks email yang berperan penting dalam pembentukan email. Mutasi pada amelogenin dapat menyebabkan email menjadi hipoplastik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak yang dilahirkan oleh ibu pengidap diabetes memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami hipoplasia email. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh diabetes mellitus gestasional terhadap ekspresi amelogenin pada benih gigi anak tikus Wistar. Metode: Enam belas ekor tikus Wistar betina, umur 2,5-3 bulan, berat badan 150-200 g digunakan dalam penelitian ini, dikawinkan kemudian dibagi menjadi dua kelompok dan diberi perlakuan pada kehamilan hari ke-0. Kelompok A merupakan kelompok diabetes mellitus, terdiri atas 8 ekor tikus diberi perlakuan diabetes mellitus dengan injeksi streptozotocin (STZ) 40 mg/kg BB. Kelompok B merupakan kelompok kontrol, terdiri atas 8 ekor tikus diberi injeksi buffer sitrat. Tiga puluh dua anak tikus yang lahir didekapitasi pada hari ke- 5. Dilakukan prosedur imunohistokimia pada benih gigi molar rahang bawah anak tikus menggunakan antibodi anti-AMELX untuk mengetahui ekspresi amelogenin. Pemeriksaan dilakukan pada hasil foto menggunakan software ImageJ. Hasil kemudian dianalisa menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang bemakna pada ekspresi amelogenin kelompok kontrol dan kelompok diabetes mellitus (p>0,05). Simpulan: Diabetes mellitus gestasional tidak mempengaruhi ekspresi amelogenin pada benih gigi anak tikus. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pola ekspresi amelogenin dengan pengukuran kadar glukosa darah anak tikus.
Efek Pemberian Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Barbadensis Miller) pada Soket Gigi terhadap Kepadatan Serabut Kolagen Pasca Ekstraksi Gigi Marmut (Cavia Porcellus) Yuza, Fatma; Wahyudi, Ivan Arie; Larnani, Sri
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 2 (2014): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan ekstraksi gigi menyebabkan terjadinya luka sehingga akan melibatkan proses penyembuhan luka pada jaringan. Salah satu tahap penting dari proses penyembuhan luka pasca esktraksi gigi adalah terbentuknya serabut kolagen. Lidah buaya (Aloe barbadensis Miller) mengandung saponin, vitamin C dan acemannan yang diduga membantuproses pembentukan serabut kolagen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak lidah buaya terhadap kepadatan serabut kolagen pada proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi marmut (Cavia porcellus). Lidah buaya yang digunakan berasal dari Sleman, Yogyakarta. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi dan pelarut air. Selanjutnya, dua puluh tujuh ekor marmut dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok ekstrak lidah buaya 45% dan 90%. Ekstrak lidah buaya sebanyak 0,05ml diteteskan kedalam soket gigi marmut pasca ekstraksi gigi pada kelompok perlakuan. Soket gigi marmut kelompok kontrol tidak diberi aplikasi zat aktif apapun. Tiga ekor subjek dari masing-masing kelompok dikorbankan pada hari ke-3, 7, dan 14 setelah ekstraksi gigi. Preparat histologis kepadatan kolagen soket gigi marmut diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400x. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkandengan uji Post Hoc menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan kepadatan kolagen antar kelompok pasca ekstraksi gigi marmut. Hasil uji statistik antar kelompok menunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya 90% berpengaruh pada pembentukan serabut kolagen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05) pada hari ke-7 pasca ekstraksi gigi marmut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak lidah buaya 90% dapat membantu meningkatkan kepadatan serabut kolagen soket gigi hari ke-7 pasca ekstraksi gigi marmut. The Effect of Aloe Barbadensis Miller Extract to The Density of Collagen Fibers in The Wound Healing Process after Tooth Extraction of Guinea Pig (Cavia porcellus). Tooth extraction causes wound that would involve wound healing process on tissue. One of the important stages of wound healing process after dental extraction is the formation of collagen fibers. Aloe barbadensis Miller contains saponins, vitamin C and ace mannan that allegedly assist the process of collagen fibers formation. The purpose of this study was to determine the effect of Aloe barbadensis Miller extract to the density of collagen fibers in the wound healing process after tooth extraction of guinea pig (Caviaporcellus). Aloe vera is used in this study came from Sleman, Yogyakarta. Extract is made with maceration method and water as the solvent. Furthermore, twenty-seven guinea pigs were divided into a control group and treatment groups. The treatment groups consisted 45% Aloe barbadensis Miller extract group and 90% Aloe barbadensis Miller extractgroup. Aloe barbadensis Miller extract as much as 0.05 ml dropped into guinea pigs tooth sockets after tooth extraction in the treatment groups. Guinea pig’s tooth socket of the control group was not given any active substance. Three guinea pigs of each group were sacrificed on day 3, 7, and 14 after tooth extraction. Histology preparations of guinea pig teethsockets density of collagen were observed using light microscope 400x magnification. Analyzing data is done by Kruskal-Wallis test followed by Post Hoc test using the Mann-Whitney test for comparing collagen density between groups. Statistically results between groups showed that the extract of 90% Aloe barbadensis Miller affected the formation of collagen fibers when compared to the control group (p <0.05) on day 7 after tooth extraction of guinea pig. The conclusion of this study was 90% Aloe barbadensis Miller extract increased the density of collagen fibers from the tooth socket seven days after tooth extraction of guinea pig.