Articles

Found 5 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan melalui Metode Bermain pada Siswa Kelas I SDN Nambo Kec. Bungku Timur Hasma, Hasma; Barasandji, Saharuddin; Muhsin, Muhsin
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Terdiri dari beberapa aspek perlakuan dan pengamatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan melalui metode bermain pada siswa kelas 1 SDN  Nambo Kecamatan Bungku Timur. Penelitian dilaksanakan  di SDN Nambo, melibatkan 17 orang siswa terdiri atas 12 orang laki-laki dan 5 orang perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh daya serap individual 57,72 % dana ketuntasan belajar klasikal 23,52%. Dan terjadi peningkatan pada siklus II dengan perolehan daya serap klasikal 78,31 % sedangkan ketuntasan belajar klasikal 88,2%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode bermain dapat meningkatkan kemampuan siswa membaca permulaan di kelas I SDN Nambo Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Kata Kunci: Membaca Permulaan dan Metode Bermain
DETERMINAN INTENSI AUDITOR MELAKUKAN TINDAKAN WHISTLE-BLOWING DENGAN PERLINDUNGAN HUKUM SEBAGAI VARIABEL MODERASI Abdullah, M. Wahyuddin; Hasma, Hasma
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2017.v1.i3.2096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor komitmen organisasi, personal cost of reporting, tingkat keseriusan kecurangan, dan sikap profesionalisme terhadap intensi auditor melakukan tindakan whistle-blowing dengan perlindungan hukum sebagai variabel moderasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja di lingkungan Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data primer yang dikumpulkan melalui survei kuesioner secara langsung. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dan analisis regresi linear berganda dengan uji nilai selisih mutlak untuk hipotesis komitmen organisasi, personal cost of reporting, tingkat keseriusan kecurangan, dan sikap profesionalisme yang dimoderasi oleh perlindungan hukum. Hasil penelitian dengan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa tingkat keseriusan kecurangan dan sikap profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan sedangkan komitmen organisasi dan personal cost of reporting berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap intensi auditor melakukan tindakan whistle-blowing. Analisis variabel moderating dengan pendekatan nilai selisih mutlak menunjukkan bahwa per- lindungan hukum hanya mampu memoderasi tingkat keseriusan kecurangan dan tidak mampu memoderasi komitmen organisasi, personal cost of reporting dan sikap profesionalisme terhadap intensi auditor melakukan tindakan whistle-blowing.
Keterampilan Dasar Guru untuk Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan Hasma, Hasma
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan dasar guru dalam mengajar di kelas merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh para guru, dengan tujuan agar pembelajaran di kelas dapat terwujud pembelajaran yang baik dan menyenangkan. Keterampilan mengajar atau membelajarkan merupakan kompetensi pedagogik yang cukup kompleks karena merupakan integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Penelitian yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Baito Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan delapan keterampilan dasar mengajar guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di Kelas V SD Negeri 1 Baito Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Penentuan subjek penelitian ini informan yang akan dijadikan sebagai sumber untuk mendapatkan informasi dalam penelitian ini adalah guru. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa pelaksanaan delapan keterampilan dasar mengajar guru seperti; 1) keterampilan bertanya; 2) memberi penguatan; 3) mengadakan variasi; 4) menjelaskan; 5) membuka dan menutup pelajaran; 6) membimbing diskusi kelompok kecil; 7) mengelola kelas; serta 8) mengajar kelompok kecil dan perorangan, dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan telah dilakukan sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik dan menyenangkan.
Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan melalui Metode Bermain pada Siswa Kelas I SDN Nambo Kec. Bungku Timur Hasma, Hasma; Barasandji, Saharuddin; Muhsin, Muhsin
Jurnal Kreatif Online Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Terdiri dari beberapa aspek perlakuan dan pengamatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan melalui metode bermain pada siswa kelas 1 SDN  Nambo Kecamatan Bungku Timur. Penelitian dilaksanakan  di SDN Nambo, melibatkan 17 orang siswa terdiri atas 12 orang laki-laki dan 5 orang perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh daya serap individual 57,72 % dana ketuntasan belajar klasikal 23,52%. Dan terjadi peningkatan pada siklus II dengan perolehan daya serap klasikal 78,31 % sedangkan ketuntasan belajar klasikal 88,2%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode bermain dapat meningkatkan kemampuan siswa membaca permulaan di kelas I SDN Nambo Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Kata Kunci: Membaca Permulaan dan Metode Bermain
KUALITAS GELATIN KULIT KAKI AYAM RAS PEDAGING DENGAN LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI NaOH YANG BERBEDA (Quality of skin food Gelatin Broiler with different Curing and NaOH Consentration) Hasma, Hasma
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to obtain the quality of broiler skin food gelatin that gets the old treatment of immersion and concentration different NaOH. This research was compiled by Randomized Complete Random Factor (RAL) 3 x 3 factorial design. Factor 1 was curing period (8, 16 and 24 h, respectively) and factor 2 was NaOH concentration level (1, 2 and 3%, respectively). Each unit of the experiment uses 200 grams of broiler skin foot (shank). The instruments used were analytical scales, beaker, tracing paper, scissors, cutter, plastic container for soaking, water bath, Erlenmeyer, stirrer, thermometer, sieve, oven, crusher, mold, pH meter, and texture analyzer. The variables observed in the experiment were the yield, acidity (pH) and gel strength. The results showed the highest average of gelatin content at 2% NaOH concentration of 15.71%. The degree of acidity (pH) shows that the longer the immersion time (24 hours) and the higher the NaOH concentration (3%) the higher the resulting pH. The strength of the gel (gram bloom) showed that the 1% NaOH concentration that formed the gel at 24 hours of immersion was 178.15 grams bloom.