Articles

Found 3 Documents
Search

PEMIKIRAN DAKWAH NURCHOLISH MADJID Pirol, Abdul
Tabligh Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.943 KB)

Abstract

Abstract; Tantangan yang dihadapi dakwah tidak hanya berupa pluralitas masyarakat Indonesia. Selain itu, juga tidak dapat menafikan tantangan lainnya yang berasal dari situasi dan keadaan lokal. Kedatangan Islam di Nusantara, tidak hanya memperlihatkan bagaimana Islam disebarkan, tetapi juga, bagaimana ia diterima, diadaptasi, dan berpengaruh pada pola-pola interaksi dalam masyarakat. Pemikiran dakwah Madjid pada aspek normatif atau tataran konseptual, mengacu pada istilah yang disebutnya sebagai “trilogi” dakwah, yaitu: al-da’wah ilâ al-khayr, amar ma’rûf dan nahy munkar. Selain itu, tampak pula dalam pandangan Madjid, berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar tidak hanya dimaknai sebagai suatu aktivitas verbal-konvensional melalui ceramah, tetapi juga menjangkau pemaknaan politis, sebagaimana ide-idenya mengenai oposisi loyal dan checks and balances. Selain kepada para cendekiawan, Madjid juga menekankan peran penting institusi keagamaan dan kemasyarakatan, termasuk organisasi kepemudaan dalam mengemban tugas dakwah dalam arti yang luas. Unsur lain yang selalu ada dalam proses dakwah adalah mâddah atau materi dakwah. Mâddah dakwah adalah isi pesan atau materi yang disampaikan da’i pada mad’û.  Materi dakwah pada dasarnya adalah seluruh ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul yang meliputi: aqidah, syari`ah dan akhlak. Dari perspektif pemikiran dakwah, Madjid memiliki konsepsi dan gagasan serta aktivitas di bidang dakwah. Dari segi materi dakwah atau pesan agama yang disampaikannya, Madjid meramu pesan keagamaannya dari tiga sendi utama pemikirannya, yaitu: keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan. Tipologi ini, juga dapat disebut sebagai dakwah “Madaniah” atau dakwah “Civil society”. Kata Kunci: Dakwah, Pluralitas The plurality of Indonesia citizens is one of big challenges for doing the Dakwah. The two of them are also a situation and local state. The arrival of Islam in archipelago shows on how Islam is not only diffused, but also accepted, adapted, dan gives a big influence over interaction patterns in citizens. The thought of Madjid Dakwah in normative aspect or conceptual refers from what is called as Dakwah “trilogi” which is al-da’wah ilâ al-khayr, amar ma’rûf, and nahy munkar. Further more, to do Dakwah and amar ma’ruf nahi mungkar in Madjid’s thought is not only seen as a verbal-communication activity through lecture, but also to reach the political meanings that can be seen from its thought of loyal opposition and checks and balances. Instead of all cendikiawan, Madjid higlights into the important role of religious institutions and citizens including of youth organization in doing their Dakwah in general. The other elements in Dakwah process is mâddah or Dakwah materials. Mâddah dakwah is a message or materials that is diffused by da’i in mad’û. The Dakwah materials are about all Islam’s lectures that are based on Al-Quran and Sunnah Rasul encompassing of Aqidah, Syari’ah, and Akhlak. From Madjid’s thought can be seen that he has a concept and notion of Dakwah. Madjid can summary three things from all his Dakwah materials or religious message that are Islamisme, Modernisme, and Indonesiaisme. This tipology can be also known as Dakwah “Madaniah” or Dakwah “Civil Society”. Keywords: Da’wa, Plurality
SEMIOTIKA BENCANA DAN PETUNJUK KESELAMATAN MASYARAKAT (Studi Semiotika Komunikasi terhadap Makna Tanda-tanda Alam dalam Pengetahuan Lokal Masyarakat Luwu) Pirol, Abdul; Aswan, Aswan
SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal Vol. 5 No. 2 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.26 KB) | DOI: 10.15408/sd.v5i2.9891

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana pengetahuan lokal dalam sebuah masyarakat tradisional ternyata mampu menjadi benteng pertahanan dari ancaman bencana alam. Pengetahuan lokal ini mencakup mitos, hikayat, hingga arsitektur bangunan. Modal kebudayaan ini diyakini juga ada dalam masyarakat tradisional Luwu. Dengan menggunakan metode semiotika komunikasi, penelitian ini akan mencari dua hal mendasar berikut ini. Pertama, mengidentifikasi pengetahuan lokal yang ada pada sejumlah wilayah rawan bencana di Tana Luwu. Kedua, menemukan relevansi antara pengetahuan lokal dalam menafsir tanda-tanda alam (natural signs) yang berfungsi sebagai peringatan dini terhadap kemungkinan datangnya bencana alam (natural desasster). Hasilnya, penelitian ini menemukan pengetahuan lokal yang begitu kaya dalam masyarakat Luwu, baik dalam bentuk mitos, perilaku hewan, jenis tumbuh-tumbuhan tertentu, pembacaan iklim, hingga arsitektur bangunan. Namun sayangnya, pengetahuan lokal ini tidak lagi lestari dalam kehidupan masyarakat, hanya segelintir orang tua kampung yang mampu membaca dan meyakini hal tersebut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya upaya serius dari para pihak pemangku kepentingan untuk merancang sebuah sistem komunikasi anti bencana berbasis pengetahuan lokal.Keyword: Semiotika Bencana, Pengetahuan Lokal, Masyarakat Luwu
INSTITUSI MEDIA MASSA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT Pirol, Abdul
AL TAJDID Vol 1, No 1 (2009): Al-Tajdid
Publisher : AL TAJDID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.509 KB)

Abstract

The concept of institution in media studies sometimes overlapp with ”industry’s” concept. The concept of institution is related to the ideas taken from sociology, psychology, and politics. Therefore, the aspects of media activity organization is more difficult to understand, because it is related to the procsess and the hidden relationship, rather than, the balance paper of company or work contracts.  This paper purposes to show that institution aspect and industry of a media need to be analyzed and understood well. Before conducting the media analysis in more detail from all of its sides. The literature study of institution and industry theories are expected to fulfill such on expectation. Media institution is related to organization aspect from one media. In this aspect it explains the things which are related to organization structure, corporation, motivation and professionalism. While, media industry is related to bussiness function, which its reference more at is profit and loss that can be gained in delivering information. Absolutely, further analysis on media closely related to ethics.