Hengky Novarianto
Balai Penelitian Tanaman Palma

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

STUDI PERAKITAN KELAPA HIBRIDA GSK x DMT BERDASARKAN PENANDA RAPD (RANDOMLY AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA) Runtunuwu, Semuel D.; Novarianto, Hengky; Tampake, Heldering; Lengkong, Edy F.
EUGENIA Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : EUGENIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Runtunuwu, S.D. et al. 2008. Assembling Hybrid Coconut of GSK x DMT Based on RAPD (RANDOMLY AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA) Marker. Eugenia 14 (1) : 134-152.   The aimed of this research was : 1. assembling hybrid coconut GSK x DMT (Genjah Salak x Dalam Mapanget) that seeds growth was relatifly homogeneous based on RAPD (Randomly Amplified Polymorphic DNA) marker and 2. to found the assembling method of hybrid coconut that will produce massive seeds relatifely short time will homogeneous plant. It was 65 individu trees observe for the average of famale flower per bunch. The result was 25 individu of coconut GSK has the average flower production > 40 per bunch was analyze the homogeneous genetic with the RAPD marker. Based on the analyze RAPD that were 25 individu of GSK coconut trees have the same genetic average 88 % and 14 individu among that was 100 % have same genetic. Further more that 14 individu of GSK was crossing with the 3 individu of DMT that have high yield per year its was DMT 1188, 1172 and 781. Based on the evaluation for the color of buds, high of buds, the steam circle, the petiole color and the germination time of hybrid coconut seeds from the crossing of GSK x DMT 1188 produce more than    70 % seeds that have same genetic, also for crossing of GSK x DMT 1172 have 9 combination and have more than 70 % that same genetic, 10 combination from crossing GSK x DMT 781 have more than 80 % same seeds growth. Therefore, using the RAPD marker were successfully produced 28 crossing of the hybrid coconut GSK x DMT that have relatifly homogeneous seeds growth.   Keywords : assembling, hybrid coconut GSK x DMT, RAPD.
KERAGAMAN FENOTIPE DAN GENETIK TIGA VARIETAS KELAPA GENJAH KOPYOR ASAL PATI JAWA TENGAH MASKROMO, ISMAIL; TENDA, ELSJE T.; TULALO, MEITY A.; NOVARIANTO, HENGKY; SUKMA, DEWI; SUKENDAH, SUKENDAH; SUDARSONO, SUDARSONO
853-8212
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKelapa Genjah kopyor asal Pati, Jawa Tengah merupakankekayaaan hayati asli Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi. Informasikeragaman genetik kelapa kopyor masih terbatas. Data keragamanmorfologi dan genetik diperlukan dalam program pemuliaan kelapakopyor. Penelitian ini mempelajari keragaman tiga varietas kelapa genjahkopyor asal Pati yang telah dilepas berdasarkan karakter morfologi,kuantitas endosperma, dan keragaman alel marka SSR. Penelitiandilakukan di Pati dan di Laboratorium Plant Molecular Biology,Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Evaluasi dilakukan terhadaptiga populasi kelapa Genjah kopyor (hijau, coklat, dan kuning) dengan 30tanaman sampel untuk setiap populasi. Rataan data morfologi digunakanuntuk menyusun dendogram. Kuantitas endosperma diamati pada satubuah kelapa kopyor per tanaman yang dievaluasi. Karakteristikendosperma dikelompokkan sesuai kategori yang telah ditetapkan. Untuksetiap populasi, analisis marka dengan lima pasang primer SSR dilakukanpada 10 tanaman sampel. Data yang didapat digunakan untuk menentukankeragaman genetik kelapa Genjah kopyor asal Pati. Hasil pengamatanmenunjukkan keragaman morfologis dan alel SSR antar tanaman dalamvarietasnya (keragaman intra-varietas) rendah. Sebaliknya, keragamanmorfologis dan alel SSR antar varietasnya tinggi. Kuantitas endospermakelapa Genjah kopyor asal Pati bervariasi antara skor 1–6. Keragamangenetik yang rendah dalam varietas dan tinggi antar ketiga varietas (coklat,hijau, dan kuning) memperkuat pelepasan ketiganya sebagai varietas lokal.Selain itu, keragaman genetik antar tanaman dalam varietas yang rendahmendukung penggunaan ketiga varietas lokal sebagai tetua dalam programperakitan varietas kelapa kopyor unggul baru. Tetua yang dipilih dapatdiseleksi intra-varietas berdasarkan persentase buah kopyor per tandandan skor kuantitas endosperma yang tinggi.Kata kunci: Keragaman morfologis, keragaman intra dan antar varietas,kuantitas endospermaABSTRACTKopyor dwarf coconuts are mutants from Pati, Central Java havinghigh economic values. However, morphological and genetic diversities ofthis coconut were still limited. Morphological and genetic diversity dataare needed for breeding program. The research objectives were to evaluateintra and inter-specific diversity based on morphology, endospermquantity, and SSR alleles. Field evaluations were conducted in Pati whilelaboratory activities were at Plant Molecular Biology Laboratory,Department of Agronomy and Horticulture, IPB. Three populations ofkopyor dwarf varieties (brown, green, and yellow) were evaluated. Thirtytrees were sampled for each population. The average of morphologicaldata were used to construct cluster analysis. Endosperm quantity wasscored (0 – 9) based on a single nut sample. Ten palms were analyzedusing five SSR loci for each population and used to determine geneticdiversity of populations. Results of observations indicated intra-varietymorphological and SSR allele variations among kopyor dwarf was low.However, inter-variety variations were high. The endosperm quantityscores among kopyor dwarf coconut ranged from 1–6. The low intra-variety and high inter-variety variations among the three kopyor dwarfcoconut supported their release as different local varieties. Moreover, thelow intra-variety phenotypic and genotypic diversities among kopyorbrown, green, and yellow dwarf coconut support their use as parents fornew and superior kopyor coconut variety development in the future. Forsuch purpose, however, it is necessary to conduct intra-variety selection toidentify desirable parents based on high kopyor fruit percentage per bunchand for high kopyor endosperm quantity.Key words: Morphological diversity, intra and inter variety diversities,quantity, endosperm
Identifikasi Jenis-Jenis Rotan Di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Gorontalo, Sulawesi Utara Novarianto, Hengky; Tenda, Elsje T.; Mangindaan, H. F.; Miftahurrachman, ,
Zuriat Vol 11, No 2 (2000)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis-jenis rotan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Gorontalo, Sulawesi Utara. Observasi dilakukan di Kecamatan Suwawa yang merupakan kawasan cagar alam. Jenis-jenis rotan yang dijumpai dicatat dan diidentifikasi berdasarkan karakteristik batang dan daun. Frekuensi setiap jenis rotan ditentukan berdasarkan kepadatan populasi setiap jenis pada beberapa tinggi tempat. Informasi ini akan menggambarkan keadaan jenis dan po pulasi rotan di Kawasan Taman Nasional, dan menduga tingkat erosi genetis rotan. Penelitian dilakukan pada bulan September 2000. Hasil eksplorasi dan identifikasi jenis-jenis rotan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dijumpai sebanyak 17 jenis rotan berdasarkan nama lokal. Beberapa diantaranya teridentifikasi dengan nama Latin. Dari 17 jenis rotan ini diperoleh delapan jenis rotan tumbuh berumpun, dan tujuh jenis tumbuh tunggal. Jenis rotan yang paling dominan penyebarannya adalah rotan Batang (Calamus zollingeri) dan rotan Susu (Daemonorops sp.). Keragaman karakter antar jenis rotan diperlihatkan oleh karakteristik batang yaitu panjang ruas buku dan diameter batang. Diameter batang terbesar ditemukan pada jenis rotan Batang (4.7 cm) dan Tikus (0.8 cm). Keragaman daun diperlihatkan oleh karakter panjang rachis dan petiole, jumlah pinak daun, dan panjang serta lebar pinak daun. Hasil penelitian jumlah dan jenis rotan pada beberapa tinggi tempat diperoleh bahwa pada 100 m dpl hanya ditemukan dua jenis rotan, yaitu rotan Batang dan Susu, kemudian pada 200 m dpl dijumpai empat jenis rotan, yakni rotan Batang, Susu, Tohiti, dan Topalo, dan di atas 300 m dpl. dijumpai lima jenis rotan, yaitu rotan Batang, Susu, Tohiti, Maneaku, dan Siombu. Keadaan ini memperlihatkan telah terjadi erosi genetis rotan di Kawasan Taman Nasional ini, dan perlu perencanaan serta tindakan pengembangan rotan kembali untuk konservasi in situ.
Keragaman Genetik Tiga Varietas Kelapa Genjah Kopyor asal Pati Jawa Tengah Maskromo, Ismail; Novarianto, Hengky; Sudarsono, ,
Zuriat Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa Genjah Kopyor asal Pati merupakan salah satu potensi kekayaaan hayati asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun demikian, informasi keragaman genetiknya masih sangat terbatas. Data keragaman genetik diperlukan untuk program perakitan kelapa kopyor unggul. Penelitian ini bertujuan mempelajari keragaman tiga varietas kelapa Genjah Kopyor asal Pati, Jawa Tengah berdasarkan karakter morfologi, kualitas endosperm dan marker SSR. Penelitian lapang dilakukan di Pati sedangkan penelitian laboratorium dilakukan  di Lab. PMB-IPB, Bogor. Populasi kelapa Kopyor (Genjah Hijau, Coklat dan Kuning Kopyor) yang ada di Kecamatan Tayu, Margoyoso dan Dukuh Seti dievaluasi dalam penelitian. Untuk setiap varietas, pengamatan morfologis dilakukan terhadap 30 pohon contoh. Data morfologi didapat dihitung nilai tengah dan digunakan untuk menyusun dendogram keragaman fenotipik. Pengamatan kualitas endosperm dilakukan pada satu contoh buah kopyor per pohon contoh. Karakteristik endosperm diidentifikasi dan dikelompokkan sesuai kategori yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk setiap varietas, analisis marker SSR dilakukan pada 10 pohon contoh dengan menggunakan lima pasang primer SSR kelapa. Data yang didapat digunakan untuk menentukan keragaman genetik populasi. Hasil pengamatan diperoleh bahwa keragaman antar tanaman dalam varietas (intra- variety) Genjah Kopyor Pati secara morfologis rendah (< 20 %). Keragaman antar varietas (inter-variety) Genjah Kopyor Pati secara morfologis tinggi (mencapai     95 %). Kulitas endosperm buah kopyor kelapa Genjah Kopyor Pati bervariasi (skor 1 – 6). Kemiripan genetik intra-variety berdasarkan marker SSR 78–100% dan inter-variety sebesar 68%.
Potensi Hasil Plasma Nutfah Kelapa Kopyor Asal Kalianda, Pati, Sumenep dan Jember Maskromo, Ismail; Novarianto, Hengky; Sukma, Dewi; Sudarsono, ,
Zuriat Vol 23, No 2 (2012)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kelapa kopyor diketahui ada di berbagai sentra tanaman kelapa di Pulau Jawa dan Sumatera. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi keberadaan kelapa kopyor, memetakan provenan dan mengevaluasi produksi buah kelapa kopyor di Kalianda, Pati, Sumenep dan Jember melalui kegiatan survei di lapangan. Survei dilakukan pada bulan Juni sampai  Oktober 2011. Lokasi pengamatan ditentukan berdasarkan jumlah tegakan kelapa kopyor  di lokasi, yaitu minimal 10 pohon kopyor per lokasi. Posisi pohon kopyor di lapangandipetakan menggunakan GPS. Potensi produksi ditentukan dengan menghitung jumlah tandan, jumlah buah total dan jumlah buah kopyor per tandan. Kualitas endosperm dievaluasi dengan mengamati satu contoh buah kopyor per pohon. Hasil pengamatan menunjukkan kelapa kopyor di Kalianda dan Sumenep merupakan tipe kelapa Dalam Kopyor, sedangkan yang di Pati dan Jember dijumpai tipe kelapa Dalam, Genjah dan Hibrida Kopyor. Pertanaman kelapa kopyor di Kalianda, Jember dan Sumenep ada dalam bentuk kebun dengan luas 0.5 - 3 ha dan tersebar diantara tegakan kelapa normal. Sebaliknya, pertanaman kelapa di Pati umumnya ditanam di pekarangan. Produksi buah kopyor per tandan yang lebih tinggi diamati pada tegakan yang sama-sama kelapa kopyor. Sebaliknya, tegakan kelapa kopyor yang dikelilingi kelapa normal, produksi buah kopyornya lebih rendah. Untuk kelapa Dalam Kopyor, produksi buah kelapa kopyornya bervariasi antara 1–4 buah per tandan. Sabaliknya, untuk kelapa Genjah Kopyor antara 2–10 butir per tandan.  Kualitas endosperma kelapa kopyor di masing-masing lokasi bervariasi dari skor 1 sampai skor 9.
Keragaman Genetik Tiga Varietas Kelapa Genjah Kopyor asal Pati Jawa Tengah Maskromo, Ismail; Novarianto, Hengky; Sudarsono, ,
Zuriat Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i1.6864

Abstract

Kelapa Genjah Kopyor asal Pati merupakan salah satu potensi kekayaaan hayati asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun demikian, informasi keragaman genetiknya masih sangat terbatas. Data keragaman genetik diperlukan untuk program perakitan kelapa kopyor unggul. Penelitian ini bertujuan mempelajari keragaman tiga varietas kelapa Genjah Kopyor asal Pati, Jawa Tengah berdasarkan karakter morfologi, kualitas endosperm dan marker SSR. Penelitian lapang dilakukan di Pati sedangkan penelitian laboratorium dilakukan  di Lab. PMB-IPB, Bogor. Populasi kelapa Kopyor (Genjah Hijau, Coklat dan Kuning Kopyor) yang ada di Kecamatan Tayu, Margoyoso dan Dukuh Seti dievaluasi dalam penelitian. Untuk setiap varietas, pengamatan morfologis dilakukan terhadap 30 pohon contoh. Data morfologi didapat dihitung nilai tengah dan digunakan untuk menyusun dendogram keragaman fenotipik. Pengamatan kualitas endosperm dilakukan pada satu contoh buah kopyor per pohon contoh. Karakteristik endosperm diidentifikasi dan dikelompokkan sesuai kategori yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk setiap varietas, analisis marker SSR dilakukan pada 10 pohon contoh dengan menggunakan lima pasang primer SSR kelapa. Data yang didapat digunakan untuk menentukan keragaman genetik populasi. Hasil pengamatan diperoleh bahwa keragaman antar tanaman dalam varietas (intra- variety) Genjah Kopyor Pati secara morfologis rendah (< 20 %). Keragaman antar varietas (inter-variety) Genjah Kopyor Pati secara morfologis tinggi (mencapai     95 %). Kulitas endosperm buah kopyor kelapa Genjah Kopyor Pati bervariasi (skor 1 ? 6). Kemiripan genetik intra-variety berdasarkan marker SSR 78?100% dan inter-variety sebesar 68%.
Potensi Hasil Plasma Nutfah Kelapa Kopyor Asal Kalianda, Pati, Sumenep dan Jember Maskromo, Ismail; Novarianto, Hengky; Sukma, Dewi; Sudarsono, ,
Zuriat Vol 23, No 2 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i2.6878

Abstract

 Kelapa kopyor diketahui ada di berbagai sentra tanaman kelapa di Pulau Jawa dan Sumatera. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi keberadaan kelapa kopyor, memetakan provenan dan mengevaluasi produksi buah kelapa kopyor di Kalianda, Pati, Sumenep dan Jember melalui kegiatan survei di lapangan. Survei dilakukan pada bulan Juni sampai  Oktober 2011. Lokasi pengamatan ditentukan berdasarkan jumlah tegakan kelapa kopyor  di lokasi, yaitu minimal 10 pohon kopyor per lokasi. Posisi pohon kopyor di lapangandipetakan menggunakan GPS. Potensi produksi ditentukan dengan menghitung jumlah tandan, jumlah buah total dan jumlah buah kopyor per tandan. Kualitas endosperm dievaluasi dengan mengamati satu contoh buah kopyor per pohon. Hasil pengamatan menunjukkan kelapa kopyor di Kalianda dan Sumenep merupakan tipe kelapa Dalam Kopyor, sedangkan yang di Pati dan Jember dijumpai tipe kelapa Dalam, Genjah dan Hibrida Kopyor. Pertanaman kelapa kopyor di Kalianda, Jember dan Sumenep ada dalam bentuk kebun dengan luas 0.5 - 3 ha dan tersebar diantara tegakan kelapa normal. Sebaliknya, pertanaman kelapa di Pati umumnya ditanam di pekarangan. Produksi buah kopyor per tandan yang lebih tinggi diamati pada tegakan yang sama-sama kelapa kopyor. Sebaliknya, tegakan kelapa kopyor yang dikelilingi kelapa normal, produksi buah kopyornya lebih rendah. Untuk kelapa Dalam Kopyor, produksi buah kelapa kopyornya bervariasi antara 1?4 buah per tandan. Sabaliknya, untuk kelapa Genjah Kopyor antara 2?10 butir per tandan.  Kualitas endosperma kelapa kopyor di masing-masing lokasi bervariasi dari skor 1 sampai skor 9.
Identifikasi Jenis-Jenis Rotan Di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Gorontalo, Sulawesi Utara Novarianto, Hengky; Tenda, Elsje T.; Mangindaan, H. F.; Miftahurrachman, ,
Zuriat Vol 11, No 2 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i2.6672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis-jenis rotan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Gorontalo, Sulawesi Utara. Observasi dilakukan di Kecamatan Suwawa yang merupakan kawasan cagar alam. Jenis-jenis rotan yang dijumpai dicatat dan diidentifikasi berdasarkan karakteristik batang dan daun. Frekuensi setiap jenis rotan ditentukan berdasarkan kepadatan populasi setiap jenis pada beberapa tinggi tempat. Informasi ini akan menggambarkan keadaan jenis dan po pulasi rotan di Kawasan Taman Nasional, dan menduga tingkat erosi genetis rotan. Penelitian dilakukan pada bulan September 2000. Hasil eksplorasi dan identifikasi jenis-jenis rotan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dijumpai sebanyak 17 jenis rotan berdasarkan nama lokal. Beberapa diantaranya teridentifikasi dengan nama Latin. Dari 17 jenis rotan ini diperoleh delapan jenis rotan tumbuh berumpun, dan tujuh jenis tumbuh tunggal. Jenis rotan yang paling dominan penyebarannya adalah rotan Batang (Calamus zollingeri) dan rotan Susu (Daemonorops sp.). Keragaman karakter antar jenis rotan diperlihatkan oleh karakteristik batang yaitu panjang ruas buku dan diameter batang. Diameter batang terbesar ditemukan pada jenis rotan Batang (4.7 cm) dan Tikus (0.8 cm). Keragaman daun diperlihatkan oleh karakter panjang rachis dan petiole, jumlah pinak daun, dan panjang serta lebar pinak daun. Hasil penelitian jumlah dan jenis rotan pada beberapa tinggi tempat diperoleh bahwa pada 100 m dpl hanya ditemukan dua jenis rotan, yaitu rotan Batang dan Susu, kemudian pada 200 m dpl dijumpai empat jenis rotan, yakni rotan Batang, Susu, Tohiti, dan Topalo, dan di atas 300 m dpl. dijumpai lima jenis rotan, yaitu rotan Batang, Susu, Tohiti, Maneaku, dan Siombu. Keadaan ini memperlihatkan telah terjadi erosi genetis rotan di Kawasan Taman Nasional ini, dan perlu perencanaan serta tindakan pengembangan rotan kembali untuk konservasi in situ.
Karakteristik dan Potensi Pengembangan Kelapa Dalam Bido [Characteristict and Potential for The Development of Bido Tall Coconut ] Tulalo, Meity Aneke; Mawardi, Sukmawati; Santosa, Budi; Maskromo, Ismail; Hosang, Meldy; Novarianto, Hengky
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.11-18

Abstract

Coconut is a commodity that has an important role in the economy and culture. The various types of coconuts is significant capital in order to support coconut breeding program to obtain coconut varieties according to the needs of farmers and the market in general. North Maluku is one of the coconut center provinces in Indonesia. The research conducted from 2015 to 2017 in Bido Village, North Morotai District, Morotai Island Regency, North Maluku Province. The purpose of this study was to determine the origin of Bido coconut, as well as characterize and evaluate the morphological character, production, fruit components and fatty acid content and the potential development of Bido coconut. Bido coconut research method is done through direct observation. Data collected included the origin of varieties, morphological characters, production, fruit components and fatty acid content. The results showed that coconut Bido has copra yield potential about 4,36 tons/ha/year with main features including fast fruiting, high fruit production, large fruit size and slow growing height with a distance between leaves is + 3 cm. Fatty acid content is 64,50%, with the highest fatty acid content was 48,39% lauric acid. As a source of seeds, 113 PIT of Bido coconut have been selected, with potential to produce 120 nut/tree/year, or around 10.848 seeds that can be used for the development or rejuvenation of coconut plants covering an area of 54,24 ha/year. Rejuvenation and development of Bido tall coconut main plantations have been carried out to increase the potential of seed production and future use in industry. Fast fruit bearing, high production and slow growing stems possessed by Bido coconut have the potential to be a source of pollen in assembling fast-bearing coconut, high production and slow to high.ABSTRAKKelapa merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian maupun budaya.  Tersedianya beragam jenis kelapa merupakan modal yang sangat  berarti dalam mendukung program pemuliaan kelapa untuk mendapatkan varietas  kelapa sesuai kebutuhan petani maupun pasar pada umumnya.  Maluku Utara merupakan salah satu Provinsi sentra kelapa di Indonesia.  Penelitian dilakukan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asal usul kelapa Bido, mengkarakterisasi dan mengevaluasi karakter morfologi, produksi, komponen buah dan kandungan asam lemak serta potensi pengembangan kelapa Bido. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung. Data yang dikumpulkan meliputi asal usul varietas, karakter morfologi, produksi, komponen buah dan kandungan asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelapa Bido memiliki potensi hasil kopra 4,36 ton/ha/tahun dengan ciri karakter utama cepat berbuah, produksi buah tinggi, ukuran buah besar dan lambat bertambah tinggi dengan jarak antar bekas daun + 3 cm. Kadar asam lemak rantai medium 64,50% dengan kadar asam lemak tertinggi adalah  asam laurat  48,39%.  Sebagai sumber benih, telah diseleksi sebanyak 113 PIT kelapa Bido  yang memiliki potensi produksi buah sebanyak 120 butir/pohon/tahun, atau sekitar 10.848 butir benih yang dapat digunakan untuk pengembangan atau peremajaan tanaman kelapa seluas 54,24 ha/tahun. Perbanyakan dan pembangunan kebun induk kelapa Dalam Bido telah dilakukan untuk meningkatkan potensi produksi benih maupun pemanfaatannya di bidang industri ke depan. Karakter cepat berbuah dan produksi tinggi serta karakter spesifik batang pendek/lambat tumbuh tinggi yang dimiliki kelapa Bido sangat potensial untuk dijadikan sumber polen dalam merakit kelapa cepat berbuah, produksi tinggi dan lambat menjadi tinggi.
Penampilan Bibit Kelapa Dalam Bido dan Hibrida Kelapa Genjah x Dalam Bido [Appearance Seed Bido Tall coconut and Hybrids Dwarf x Bido Tall Coconut] Santosa, Budi; Mawardi, Sukmawati; Tulalo, Meity Aneke; Novarianto, Hengky
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.19-26

Abstract

Coconut seedlings are growing well with an important role in supporting the success of planting coconut in the field. The higher seed viability are growing well, the more the seed that grew into a coconut seedlings. This study aims to determine seed viability, growth and development of the Bido Tall coconut (DBO) seeds, Hybrid Dwarf x DBO and Khina-1. Coconut variety Bido Tall  is a coconut variety that was just released in 2017 originating from Bido village. This coconut has the advantage of large fruit, fast flowering, short stems,  and stalks slowly getting higher. The research was conducted at the Mapanget Experimental Garden, Indonesion  Palm Crops Research Institute from 2016 - 2018 using a single block method. The material used in this study is derived seed from coconut DBO, Hybrid Genjah x DBO, and Khina-1 coconut. The results showed that the viability seeds of Bido Tall coconut ranged from 73,15% - 88,10%, while the Hybrid Dwarf  x Bido Tall coconut 46,18% - 85,19%. Coconut seedlings do not all grow normally, there are some seeds were stunted (dwarf or a rosette), and the seeds are dead. Besides that, there are seeds that grow with two shoots (polyembriony) and dwarf. Characteristics of plant height, stem girth and leaves number of DB0 coconut are generally higher than Hybrid coconuts Dwarf x DBO and Khina-1. Hybrid Coconut GMW x DBO and GSK x DBO are the two best Hybrid coconut  that has characteristics of plant height, stem girth and leaves number close to or equal to the DBO coconut elders, which is more vigorous than other Hybrid coconuts included with the comparison Khina-1. Red Waingapu and Salak Dwarf coconuts are thought to be the best combining ability with DBO coconut.ABSTRAKBibit kelapa yang tumbuh baik mempunyai peranan penting dalam menunjang keberhasilan penanaman kelapa di lapangan. Semakin tinggi viabilitas benih yang tumbuh baik, semakin banyak benih yang tumbuh menjadi bibit kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas benih, pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa Dalam Bido (DBO), Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Varietas kelapa DBO adalah varietas kelapa yang baru dirilis tahun 2017 yang berasal dari Desa Bido. Kelapa ini memiliki keunggulan yaitu buahnya besar, cepat berbunga, batang pendek, batangnya lambat bertambah tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Mapanget, Balai Penelitian Tanaman Palma dari tahun 2016 ? 2018 dengan menggunakan metode blok tunggal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih yang berasal dari kelapa DBO, Hibrida Genjah x DBO, dan Khina-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas benih kelapa DBO berkisar 73,15% ? 88,10%, sedangkan kelapa Hibrida Genjah x DBO 46,18% ? 85,19%. Bibit kelapa tidak semuanya  tumbuh normal, terdapat beberapa bibit yang terhambat pertumbuhannya (kerdil atau roset), dan  bibit yang mati. Selain hal tersebut,  terdapat  benih yang tumbuh  dengan dua tunas (poliembrioni) dan kerdil. Karakter tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun kelapa DBO pada umunya lebih tinggi dibandingkan kelapa Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Kelapa Hibrida Genjah merah Waingapu (GMW)  x DBO dan Genjah Salak (GSK) x DBO merupakan dua kelapa Hibrida terbaik yang memiliki karakater tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun mendekati atau sama dengan tetua kelapa DBO, dan lebih vigor dibandingkan kelapa Hibrida lainnya termasuk dengan pembanding Khina-1. Kelapa Genjah Merah Waingapu dan Genjah Salak diduga paling baik daya gabungnya dengan  kelapa DBO.