Subaer Subaer
Jurusan Fisika-FMIPA Universitas Negeri Makassar

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI PREKURSOR TERHADAP SIFAT OPTOELEKTRONIK Mn3O4 Zainuddin, Amiruddin; Subaer, Subaer; Haris, Abdul
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.991 KB)

Abstract

This research examines the effect of concentration prekursor towardthe optoelectronic properties of Mn3O4 (Hausmannite). The purpose of this study was to determine the effect of precursor concentration on the optoelectronic properties of Mn3O4. Mn3O4 were synthesized by dissolving manganese nitrate in water with concentrations varied from 0.2 M, 0.5 M, and 1 M. The sample was then dried at a temperature of 160oC for 4 hours. XRD results showed concentrations of 0.2 M generating three phases Mn3O4 (Manganese Oxide), MnO2 (Ramsdelite), and Mn2O3 (Bixbyite) while a concentration of 0.5 M phases are formed there are two Mn3O4 (Hausmannite) and MnO2 (Pyrolusite ) and for precursors with a concentration of 1 M produces three phases which Mn3O4 (Hausmannite), Mn2O3 (Pyrolusite)  and C8 (Octacarbon). UV-Vis spectrophotometer test showed the value of the absorption and transmittance values, which is quite high in areas with short wavelength (Ultraviolet). The results obtained for the energy gap of three samples of 2.7 eV, 3.80 eV, and 3.88 eV. From the results obtained showed that they can be made for optoelectronic applications, were specially in light emitting devices.Penelitian ini mengkajipengaruh konsentrasi perekursor terhadap sifat optoelektronik dari Mn3O4 (Hausmannite). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari konsentrasi prekursor terhadap sifat optoelektronik Mn3O4. Mn3O4 disintesis dengan melarutkan Mangan nitrat  ke dalam air dengan konsentrasi yang divariasikan yaitu dari  0,2 M, 0,5 M, dan 1 M. Sampel kemudian dikeringkan pada suhu 160oC selama 4 jam. Hasil XRD  menunjukan untuk konsentrasi 0,2 M menghasilkan tiga fase yaitu Mn3O4(Manganese Oxide), MnO2(Ramsdelite), dan Mn2O3(Bixbyite) sementara untuk konsentrasi 0,5 M fase yang terbentuk ada dua yaitu Mn3O4 (Hausmannite) dan MnO2 (Pyrolusite) dan untuk prekursor dengan konsentrasi 1 M menghasilkan tiga fase yaitu fase Mn3O4 (Hausmannite), Mn2O3 (Pyrolusite) dan C8(Octacarbon). Uji UV-Vis spektrofotometer menunjukan nilai absorbsi dan nilai transmitansi, yang cukup tinggi pada daerah dengan panjang gelombang pendek (Ultraviolet).  Nilai celah energi yang diperoleh untuk tiga sampel yaitu 2,7 eV, 3,80 eV, dan 3,88 eV. Dari hasil yang diperoleh maka dapat dibuat untuk aplikasi optoelektronik terutama pada perangkat light emitting.Kata Kunci:  Mn3O4, optoelektronik, absorbsi, tranmitansi, UV-Vis spektrofotometer, XRD
The Development of Physics Teaching Aids to Demonstrate the Intensity of Blackbody Radiation As a Function of Temperature Bancong, Hartono; Sultan, Ana Dhiqfaini; Subaer, Subaer; Muris, Muris
Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.953 KB)

Abstract

The purpose of this study was to develop teaching aids of blackbody radiation experiment and practicum devices based on modified free inquiry which are valid and reliable. This teaching aids was designed to demonstrate the relationship between the intensity of radiation and the absolute temperature of a blackbody (the law of Stefan-Boltzmann). The principle of this experiments is the amount of current will flow from the voltage source and enter to the black box. The black box will absorb and emit radiation. There is a nichrome wire inside the black box that will be light up, heat and emit radiation when electrically flowed. The emitted heat will be measured by temperature sensors using thermocouple located outside the black box. Based on experts and practitioner evaluation, the developed teaching aids of blackbody radiation experiment and practicum devices based on modified free inquiry were found to be valid, and reliable. The results of the experiment showed that the intensity of blackbody radiation was directly proportional to its temperature. This result is consistent with the law of Stefan-Boltzmann. Furthermore, the average of students’ perception of the developed teaching aids and practicum devices of blackbody radiation are 74.92% (good) and 80.17% (very good) respectively. This indicates that the teaching aids and practicum devices that have been developed can be used to demonstrate and prove the modern physics concepts related to blackbody radiation.Keywords: Teaching Aids, Stefan-Boltzmann’s law, Blackbody RadiationPenelitian ini bertujuan untuk mengembangan alat peraga eksperimen radiasi benda hitam dan perangkat praktikum fisika berbasis modified free inquiry yang valid dan reliabel. Alat peraga tersebut dirancang untuk mendemonstrasikan hubungan antara intensitas radiasi benda hitam dengan suhu mutlak yang dipancarkannya (Hukum Stefan-Boltzmann). Prinsip kerja dari alat peraga tersebut adalah arus akan mengalir dari sumber tegangan dan masuk ke dalam kotak lubang hitam. Kotak ini berfungsi untuk menyerap dan memancarkan radiasi. Di dalam kotak terdapat kawat nicrom yang akan menyala  dan memancarkan radiasi ketika dialiri arus listrik. Panas yang dipancarkan akan diukur oleh termokopel radiasi yang berada di luar kotak. Berdasarkan penilaian validator, alat peraga eksperimen radiasi benda hitam dan perangkat praktikum fisika berbasis modified free inquiry yang telah dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji coba menunjukkan bahwa intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam berbanding lurus dengan temperaturnya yang sesuai dengan hukum Stefan-Boltzmann. Selanjutnya, rata-rata persepsi praktikan terhadap alat peraga eksperimen radiasi benda hitam dan perangkat praktikum yang telah dikembangkan secara berturut-turut adalah 74,92% (baik) dan 80,17% (sangat baik). Hal ini mengindikasikan bahwa alat peraga dan perangkat praktikum yang telah dikembangkan dapat digunakan untuk mendemonstrasikan dan membuktikan konsep-konsep fisika modern yang berhubungan dengan radiasi benda hitam.Kata kunci: Alat Peraga, Hukum Stefan-Boltzmann, Radiasi Benda Hitam
SINTESIS KOMPOSIT-PLASTIK ORGANIK BERBAHAN DASAR TEPUNG MAIZENA DENGAN AGREGAT SERAT DAUN NENAS Mutmainna, Inayatul; Muris, Muris; Subaer, Subaer
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.96 KB)

Abstract

This study investigated the effect of pineapple fiber aggregate and glycerin on the morphology and mechanical properties of composites - based Organic platik cornstarch. The purpose of this study to determine the microstructure of the composite made from cornstarch with pineapple leaf fiber aggregate and determine the mechanical properties of composites made from cornstarch with pineapple leaf fiber aggregate. Composites - organic plastic made from cornstarch synthesized by mixing cornstarch with glycerin and distilled water to form a homogeneous solution is then heated using termolyne at a temperature of 850C to form a gel. SEM characterization results showed that the addition of glycerin in the composite reduces cracks occur. Mechanical strength composites - plastic is known through testing tensile strength. The products produced in the form of organic plastic komposit- with glycerin volume varying ie 1 gram, 2 grams and 3 grams. Tensile strength test results obtained for each sample is 0.019 MPa, 1.51 MPa, and 1.09 MPa. These results indicate that the volume of glycerin affects tensile strength despite the addition of glycerin tensile strength decreased due to the void.Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh agregat serat nanas dan gliserin terhadap morfologi dan sifat mekanik komposit-platik organik berbahan dasar tepung maizena. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui struktur mikro komposit berbahan dasar tepung maizena dengan agregat serat daun nanas dan mengetahui sifat mekanik dari komposit berbahan dasar tepung maizena dengan agregat serat daun nanas. Komposit – Plastik organik berbahan dasar tepung maizena di sintesis dengan cara mencampurkan tepung maizena dengan gliserin dan aquades hingga membentuk larutan yang homogeny kemudian di panaskan dengan menggunakan termolyne pada suhu 850C hingga membentuk gel. Hasil karakterisasi SEM memperlihatkan bahwa penambahan gliserin pada komposit mengurangi retakan yang terjadi. Kekuatan mekanik komposit – plastik tersebut diketahui melalui pengujian kuat tarik. Produk yang dihasilkan berupa komposit- plastik organik dengan volume gliserin yang berbeda-beda yaitu 1 gram, 2 gram, dan 3 gram. Hasil pengujian kuat tarik yang diperoleh untuk tiap sampel adalah 0,019 MPa, 1,51 MPa, dan 1,09 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa volume gliserin mempengaruhi kuat tarik meskipun pada penambahan gliserin kuat tariknya menurun yang disebabkan adanya void.Kata Kunci:  komposit, serta nenas, tepung maizena, gliserin
STUDI ANALISIS KARAKTERISASI DAN MIKROSTRUKTUR MINERAL SEDIMEN SUMBER AIR PANAS SULILI DI KABUPATEN PINRANG Tutu, Rais; Subaer, Subaer; Usman, Usman
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.645 KB)

Abstract

It has as conducted research studies on characterization and microstructural analysis studies sedimentary mineral hot springs Sulili in Pinrang. The purpose of this study to determine how the state morphology, crystal structure and the percentage of the mineral content of sediments around the hot springs in Pinrang Sulili using X- ray characterization Difraction (XRD) and Scanning Electron Microscope- Energy Dispersive Spectroscopy (SEM- EDS). Sediment samples obtained from hot springs Sulili in Pinrang by digging to a depth of 1-1.5 m as many as eight points, eight samples were then dried using an oven at a temperature of 70° C for 2 hours. The method used in this research is the method of powder. Eighth samples were then crushed and sifted in the sieve of 200 mesh. Characterization of the eight samples is done with the technique of X-Ray Diffaction (XRD) and Scanning Electron Microscope- Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS). Based on test results obtained SEM-EDS that state morphology of the eight samples is generally shaped slab or blob defects and sizes. While test results showed XRD mineral content in the sediment samples are dominated by kaolinite and quartz mineral.Telah  dilakukan  penelitian  penelitian  tentang  studi  analisis  karakterisasi  dan  mikrostruktur  mineral sedimen sumber air panas Sulili di Kabupaten Pinrang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana keadaan morfologi, struktur Kristal dan persentase kandungan mineral sedimen di sekitar sumber air panas Sulili di Kabupaten Pinrang dengan menggunakan karakterisasi X-Ray Diffaction (XRD) dan Scanning Electron Microscope- Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS). Sampel sedimen di peroleh dari sumber air panas Sulili di Kabupaten Pinrang dengan cara menggali dengan kedalaman 1-1,5 m sebanyak delapan titik, kedelapan sampel kemudian di keringkan menggunakan oven pada suhu 70o C selama 2 jam. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode serbuk. Kedelapan sampel kemudian di gerus dan di ayak pada ayakan 200 mesh. Karakterisasi kedelapan sampel di lakukan dengan teknik X-Ray Diffaction (XRD) dan Scanning Electron Microscope- Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS). Berdasarkan hasil uji SEM-EDS di peroleh bahwa keadaan morfologi dari ke delapan sampel pada umumnya berbentuk lempengan maupun gumpalan yang cacat dan ukuran yang bervariasi. Sedangkan hasil uji XRD menunjukkan Kandungan mineral pada sampel sedimen di dominasi oleh mineral kaolinite dan Quartz..Kata Kunci:  mineral sedimen, SEM, sumber air panas, XRD
Studi Struktur Mikro dan Kuat Lentur Komposit Geopolimer Serat Bambu dengan Temperatur Curing Berbeda Zharvan, Vicran; Muris, Muris; Subaer, Subaer
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.748 KB)

Abstract

Telah dilakukan studi struktur mikro dan kuat lentur komposit geopolimer berbahan dasar metakaolin dan penguat (agregat) serat bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat lentur komposit geopolimer sebagai fungsi massa serat bambu (0,4 g,0,6 g, dan 0,8 g) serta suhu curing (150, 450 dan 750C). Komposit geopolimer serat bambu disentesis dengan metode alkali aktivasi metakaolin dengan model sandwich berbentuk persegi panjang dengan massa serat yang berbeda lalu di curing pada suhu 60C selama 1 jam. Sampel selanjutnyadi recurring masing-masing pada suhu 150, 450, dah 750C. Karakterisasi morfologi serta struktur kristal bahan dasar dan produk komposit geopolimer dilakukan dengan SEM dan XRD. Sifat termal serat bambu diukur menggunakan DSC. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan ikatan antara matriks dengan serat bamboo belum sempurna akibat kehadiran celah yang cukup besar.Hasil karakterisasi dengan XRD memperlihatkan bahwa matriks geopolimer bersifat amorf. Uji mekanik berupa three bending points flexural strength yang dilakukan terhadap 3 sampel untuk setiap komposisi dan suhu curing menunjukkan kuat lentur tertinggi diperoleh dengan penambahan serat bambu sebesar 0.6 g (1.5% dari volume sampel) untuk setiap variasi suhucuring dengan nilai berturut-turut sebesar 665,90 ± 98,40 KPa, 947,29 ± 287,13 KPa dan 1155,62 ± 98,30 KPa.
Pengaruh Penambahan -Al2O3 pada Homogenitas Matriks Geopolimer Ramadani, Andi Indra Wulan Sari; Haris, Abdul; Subaer, Subaer
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.01 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang struktur mikro geopolimer dengan bahan adisi -Al2O3. Bahan dasar yang digunakan adalah metakaolin yang diperoleh dari dehidroksilasi mineral kaolin pada suhu 750C selama 6 jam. Mineral -Al2O3 diperoleh dari metakaolin melalui prosedur ekstraksi yang dikembangkan dalam penelitian ini. Studi ini bertujuan untuk mempelajari morfologi dan homogenitas matriks geopolimer dengan atau tanpa bahan adisi -Al2O3. Sintesis geopolimer dilakukan melalui metode aktivasi larutan alkali metakaolin. Mineral -Al2O3 ditambahkan ke dalam pasta geopolimer, diaduk perlahan hingga campuran bersifat homogeny kemudian dicuring pada suhu 60C selama 1 jam. Karakterisasi dengan XRD dilakukan untuk mempelajari fase bahan dasar kaolin, metakaolin, mineral -Al2O3, serta produk geopolimer. Hasil karakterisasi dengan XRD memperlihatkan bahwa prosedur ekstraksi berhasil menghasilkan -Al2O3 dengan persentase antara 7 - 12 wt%. Sampel geopolimer yang diproduksi dan berusia 28 hari selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan SEMEDS. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan bahwa sampel geopolimer dengan bahan adisi -Al2O3 memilikistruktur mikro permukaan (matriks) yang lebih homogen dibandingkan geopolimer tanpa adisi -Al2O3. Hasil ini diharapkan berkorelasi positif dengan sifat fisis dan mekanik geopolimer.
STUDI TENTANG PENGARUH NANOPARTIKEL ZnO TERHADAP SOLIDIFIKASI DAN WAKTU SETTING GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR METAKAOLIN Subaer, Subaer; Nurhayati, Nurhayati; Irhamsyah, A.; Nurfadil, Nurfadil
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.049 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh nanopartikel ZnO terhadap solidifikasi dan waktu setting geopolimer berbahan dasar metakaolin. Nanopartikel ZnO disintesis melalui metode presipitasi hidrotermal kristal ZnSO4. Ukuran rata-rata partikel ZnO berdasarkan pengukuran dengan X-Ray Diffraction (XRD)  sebesar 28 nm. Geopolimer disintesis dengan metode aktivasi alkali metakaolin dan curing pada suhu 70oC dan  dengan penambahan nanopartikel ZnO hingga 3% relatif terhadap massa metakaolin. Waktu setting terbaik yang diperoleh adalah pada penambahan ZnO sebesar 1% yakni sebesar 38 menit. Karakterisasi dengan Scanning Electron Microscope (SEM) memperlihatkan matriks geopolimer yang semakin homogen dengan bertambahnya massa ZnO.