Bagiya Bagiya
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

TEKS ‘KOTA “SYURGA” DI IRAN’: SUATU KAJIAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 01 (2014): Jurnal Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks ‘Kota “Syurga” di Iran’ ditinjau dari Linguistik Sistemik Fungsional termasuk ke dalam klausa Indikatif-Deklaratif. Klausa-klausa tersebut berfungsi sebagai Promosi-Memberi. Secara interpersonal, pada teks tersebut penulis memposisikan diri sebagai penyedia informasi kota Syiraz yang identik dengan syurga di Iran. Oleh penulis, pembaca diidentifikasi sebagai pelancong atau wisatawan. Secara ideasional, dapat diketahui bahwa teks ‘Kota “Syurga” di Iran’ merupakan teks yang mengungkap gambaran kota Syiraz yang indah bagaikan syurga karena banyak objek wisata dengan nuansa Islam yang kental.   Kata kunci: teks, kota “syurga” di  iran, kajian linguistik sistemik fungsional
Infleksi dan Derivasi dalam Bahasa Indonesia Bagiya, Bagiya
Journal of Language Learning and Research (JOLLAR) Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesian Language Education, Graduate School, University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan masalah inflkesi dan derivasi dalam bahasa Indonesia.  Untuk mengetahui kaidah-kaidah infleksi dan derivasi dalam bahasa Indonesia itu,  perlu adanya seperangkat data yang mencukupi untuk pembuktiannya berdasarkan teori yang ada.  Dalam makalah ini akan dikaji verba  dalam bahasa Indonesia diharapkan dapat diketahui sejauh mana konsep infleksi dan derivasi itu dapat diterapkan, sehingga dapat ditemukan kaidah-kaidahya. Secara teoretis membuktikan bahwa bahasa Indonesia memang berbeda keserumpunannya dengan bahasa-bahasa Endo Eropa yang telah dijadikan dasar analisis para ahli bahasa. Maka dari itu, perlu diperhatikan data-data bahasa Indonesia yang menyangkut masalah infleksi  dan derivasi tersebut.
NILAI MORAL PADA NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Akhadi, Akhadi; Bagiya, Bagiya; Setyorini, Nurul
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.252 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Hujan karya Tere Liye; (2) nilai moral novel Hujan karya Tere Liye; (3) skenario pembelajaran novel Hujan karya Tere Liye di Kelas XI SMA.  Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai moral pada novel Hujan karya Tere Liye dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini novel Hujan karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Hujan terdiri dari (a) tema: Cinta kasih antara laki-laki dan perempuan yang terpisah jarak dan waktu; (b) tokoh: Lail, Ibu Lail, Ayah Lail, Elijah, Esok, Ibu Esok, Marinir, Maryam, Istri Walikota, Walikota, Claudia; (c) alur: alur campuran; latar tempat: peron kereta api, lubang tangga darurat, taman kota, kolam air mancur, toko kue milik Ibu Esok, pengungsian 2 (stadion), panti Sosial, markas Organisasi Relawan, asrama Sekolah Keperawatan; (d) latar waktu: pagi, siang, sore dan malam hari; latar sosial: cara berfikir dan bersikap seorang anak yang harus menjadi yatim piatu akibat bencana dahsyat di lingkungan pengungsian; (e) amanat: selalu mensyukuri seperti apapun anugerah Tuhan. Sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya, tetapi menerima. Barang siapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tetapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan. Apapun yang terjadi, peluklah erat-erat, karena itulah hidupnya; (2) nilai-nilai moral: (a) hubungan manusia dengan Tuhan terdiri dari: tawakkal dan bersyukur; (b) hubungan manusia dengan manusia: tolong-menolong, persahabatan, penyayang, pemberi motivasi, berbudi pekerti baik, pemberi nasihat, dan perhatian; (c) hubungan manusia dengan dirinya sendiri: pantang menyerah, berpendirian teguh, dan berhati tulus (d) hubungan manusia dengan alam sekitar: tumbuh rasa ingin menjaga keseimbangan alam dan memuji keindahan alam; (3) skenario pembelajaran novel Hujan di kelas XI SMA; kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur intrinsik novel Indonesia; metode yang digunakan adalah metode kuantum: tanamkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan; langkah-langkah: pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup; evaluasi pembelajaran adalah teknik tes tertulis, dengan bentuk instrumen soal uraian dan tugas proyek. Kata kunci: nilai moral, novel hujan, skenario pembelajaran sma.  
REALISASI FONEM VOKAL BAHASA INDONESIA Fakhrudin, Mohammad; Bagiya, Bagiya
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Budaya Vol 4, No 8 (2017): Jurnal Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims at describing the realization of all vowel phonemes in Indonesia language. It is expected that this research will be advantageous to all of the Indonesia language speakers, particularly to the teachers and students. Moreover, the findings of this research are also expected to be inspiring to the linguists in Indonesia to do research more comprehensively. The research approach used in this research is qualitative-descriptive. The data were collected using recording, listening, and noting technique. The data that are suitable with this research are noted in data-noting form. The instrument used in this research is the researcher himself, equipped with recorder and data-noting form. The data-noting form is the saved in the hard disc. Then, the data are analysed using distributional method with minimal pair technique and replacement technique. The results of analysis are presented using informal technique. According to this research, it can be concluded that (1) the realization of vowel in Indonesia language consists of two types, i.e. (a) following the rules, and (b) violating the rules; and (2) the violation of vowel realization is found in vowels /i/, /u/, and /o/ in closed position and also in derivative words. The violation is also found in acronym. The violation of vowel realization /u/ is found in the acronym of Indonesia original words. Meanwhile, the violation of vowel realization /e/ and /ә/ not only causes meaning differences, but also does not cause meaning differences. Vowel / ә /, realized with [ε], can cause meaning differences. There are also vowels in open syllable that are followed by different vowels can produce gliding sound and also can produce [?]. In conversation, poem or song lyrics, and also in certain words, vowel /ә/ can disappear.Keyword: realization of vowel phonemes, the languageAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan realisasi fonem vokal bahasa Indonesia.Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh temuan yang berguna bagi penutur bahasa Indonesia, terutama pendidik dan peserta didik. Di samping itu, temuan ini pun diharapkan menginspirasi para pakar linguistik untuk meneliti lebih komprehensif. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik rekam, simak, dan catat. Data yang sesuai dengan masalah penelitian ini dicatat dalam form pencatat data. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah peneliti sendiri dilengkapi dengan perekam dan form pencatat data. Form pencatat data itu disimpan dalam hard disc. Selanjutnya, data tersebut dianalisis dengan metode distribusional dengan teknik pasangan minimal. Hasil analisis disajikan dengan teknik informal. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa (1) realisasi vokal bahasa Indonesia terdiri atas dua macam, yakni (a) sesuai dengan kaidah dan (b) menyimpang kaidah; dan (2) penyimpangan realisasi vokal terdapat pada vokal  /i/, /u/, dan /o/ pada posisi tutup dan pada kata turunan. Penyimpangan pun terjadi pada akronim. Penyimpangan realisasi vokal /u/ terjadi pula pada singkatan kata asli Indonesia. Penyimpangan realisasi vokal /e/ dan /ә/ ada yang menimbulkan perbedaan makna, tetapi ada pula yang tidak menimbulkan perbedaan makna. Vokal /ә/ jika direalisasikan dengan [ε] dapat menimbulkan perbedaan makna. Ada vokal pada suku buka yang diikuti vokal yang berbeda dapat menimbulkan bunyi peluncur dan ada pula yang menimbulkan [?]. Dalam percakapan, teks puisi, atau lagu, pada kata-kata tertentu, vokal /ә/ dapat hilang.Kata kunci: realisasi fonem vokal, bahasa Indonesia
KAJIAN FONOLOGI KEMASAN MAKANAN DAN MINUMAN PADA PRODUK INDOFOOD DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS VIIISMP Prianto, Angga; Bagiya, Bagiya; Faizah, Umi
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan tataran fonologi dalam kemasan makanan dan minuman produk Indofood, dan(2) rencana pelaksanaan pembelajaran menulis teks iklan di SMP.Sumber data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frasa, maupun kalimat dalam kemasan makanan dan minuman yang tersebar pada produk Indofood. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rekam.Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode agih, dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal.Dari hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) tataran fonologi kemasan makanan dan minuman pada produk Indofood masih terdapat penyimpangan, yakni a) penghilangan fonem pada kata tekita b) perubahan fonem pada kata kare, c) penambahan fonem terdapat pada kata saluut, dan mancaap. Pemberian nama produk yang menyimpang dalam tataran fonologi pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood bertujuan untuk menambah kesan unik dan menarik bagi konsumen. Penyimpangan tataran fonologi pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood merupakan penyimpangan bahasa yang ditemukan pada penelitian ini. Hal tersebut ka­rena bahwa penulis produk ingin menonjolkan keistimewaan pada produk makanan dan minuman yang ditawarkan dengan menggunakan unsur-unsur berlebihan pada tataran fonologi tersebut dan ingin mendefinisikan suatu produk tersebut ke dalam suatu kalimat yang menarik melalui perbandingan langsung yang singkat. Penelitian mengenai penyimpangan bahasa pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood perlu dilakukan untuk mengetahui fakta-fakta kebahasaan yang beredar pada produk-produk komersial. (2) rencana pelaksanaan pembelajaran KD 3.3 maka kemasan makanan dan minuman produkIndofood dapat dijadikan media pembelajaran dalam rangka mengidentifikasi informasi teks iklan, slogan, dan poster (yang membuat bangga dan memotivasi) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar. kata kunci: kajian fonologi, produk Indofood, dan rpp menulis SMP  
NILAI MORAL DALAM NOVEL CINTA 2 KODI KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Purwanti, Ayuk Dian; Bagiya, Bagiya; Santoso, Suryo Daru
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral novel Cinta 2 Kodi (C2K) Karya Asma Nadia, dan (3) skenario pembelajaran sastra dalam novel C2K di kelas XII SMA. Sumber data diperoleh dari novel C2K. Fokus penelitian ini berupa nilai moral yang terdapat pada novel C2K. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel C2K terdiri atas (a) tema: kesabaran dalam menerima segala macam cobaan hidup; (b) tokoh dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama: Kartika berwatak tidak mudah menyerah dan sabar, tokoh tambahan: Aryani, Bagja, Farid, Anton, Deni, Mak Ijah, dan Ibu Farid; (c) alur maju; (d) latar terdiri atas latar tempat: sekolah, rumah kos Kartika, kantin kamus, bioskop, toko buku, rumah Aryani, rumah sakit, kantor, klinik aborsi, pasar tanah abang, toko emas, warung makan, rumah ipar Aryani, masjid, latar waktu: pagi hari, pukul empat dini hari, siang hari, pukul dua, sore hari, pukul tiga sore, dan malam hari, sedangkan latar sosial: seorang guru, seorang dokter, dan seorang paraji; (e) sudut pandang persona ketiga “Dia” serbatahu; (2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi: mandiri, hemat, sabar, kasih sayang, jujur, dan pantang menyerah (b) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi: berbakti kepada orang tua, keakraban, sikap tolong-menolong, memuji, memberi semangat, dan menasihati; (c) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: beribadah, berdoa, bersyukur, dan memohon ampun; dan (3) Skenario pembelajaran novel dengan materi nilai moral pada novel C2K berfokus pada aspek membaca. Skenario pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat berdasarkan silabus kompetensi dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel. Pembelajaran sastra novel C2K dilaksanakan satu minggu ada dua kali pertemuan dengan sekali pertemuan waktunya dua jam (2 x 45 menit) sesuai dengan silabus. Model  pembelajaran yang digunakan adalah kooperatif tipe group investigation berbasis saintifik. Aktivitas pada pertemuan pertama meliputi kegiatan mengamati, menanya, dan mengumpulkan informasi. Adapun aktivitas pada pertemuan kedua meliputi kegiatan mengasosiasikan dan mengomunikasikan.   Kata kunci: nilai moral, novel, skenario pembelajaran
NILAI MORAL NOVEL SANG PENAKLUK KUTUKAN KARYA ARUL CHANDRANA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMK Damayanti, Desi; Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana, dan (3) skenario pembelajaran sastra dalam novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana di kelas XII SMK. Sumber data diperoleh dari novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana. Fokus penelitian ini berupa nilai moral yang terdapat pada novel Sang Penakluk Kutukan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana terdiri atas (a) tema: kepercayaan di masyarakat; (b) tokoh dan penokohan, tokoh utama: Ranti berwatak berbakti pada orang tua, dan baik hati, tokoh tambahan: Hekma: peduli, Rama Laklang: sabar, Bu Leli: lembut; (c) alur campuran; (d) latar tempat: Desa Kumalasa, Pantai Labbhuan, dan Pulau Karabillo, latar waktu: pagi, siang, dan malam, latar sosial: kepercayaan masyarakat terhadap keyakinan yang diwariskan leluhur mereka; (e) sudut pandang persona ketiga; (2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi: pemberani, jujur, pemaaf, dan sabar (b) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi: memberi nasihat, kasih sayang dalam keluarga, tolong menolong, dan persahabatan (c) hubungan manusia dengan Tuhan, meliputi: mengucapkan salam, istighfar, tawakal, menjauhi larangan Allah, berdoa, bersyukur, dan menjenguk orang sakit, dan (d) hubungan manusia dengan alam sekitar meliputi: memuji keindahan alam dan memanfaatkan alam; dan (3) skenario pembelajaran pada novel diterapkan dalam pembelajaran di kelas XII SMK yang terdapat Kompetensi Dasar: (3.1) memahami struktur dan kaidah dan teks cerita fiksi dalam novel (3.3) menganalisis teks cerita fiksi dalam novel. Pembelajaran ini menggunakan model jigsaw. Langkah-langkah pembelajaran meliputi: pendidik membuka pembelajaran dan berdoa, pendidik menyampaikan materi pembelajaran tentang struktur intrinsik novel dan nilai moral yang terdapat dalam novel, peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis struktur intrinsik dan nilai moral novel Sang Penakluk Kutukan Karya Arul Chandrana, peserta didik mendiskusikan dan melaporkan hasil diskusi, pendidik mengevaluasi hasil kelompok peserta didik.   Kata kunci: nilai moral, novel, skenario pembelajaran SMK
TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN LOKUSI TOKOH UTAMA DALAM FILM SURGA YANG TAK DIRINDUKAN SUTRADARA KUNTZ AGUS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Azizah, Fitri; Bagiya, Bagiya; Santoso, Suryo Daru
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) macam-macam kategori tindak tutur ilokusi dan lokusi, (2) wujud tindak tutur ilokusi dan lokusi, dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur ilokusi dan lokusi tokoh utama dengan menggunakan media film Surga Yang Tak Dirindukan di kelas XI SMA. Peneliti-an ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film Surga Yang Tak Dirindukan. Objek penelitian ini berupa tindak tutur ilokusi dan lokusi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu dengan pencatat data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) tindak tutur lokusi yang digunakan tokoh utama dalam Film Surga Yang Tak Dirindukan terdiri atas asertif (7 tuturan), direktif (7 tuturan), komisif (1 tuturan), ekspresif (2 tuturan), dan deklaratif (2 tuturan), dan tindak tutur lokusi yang digunakan tokoh utama dalam film Surga Yang Tak Dirindukan terdiri dari memberikan informasi (1 tuturan), (2) wujud tindak tutur ilokusi dan lokusi yang digunakan tokoh utama dalam film Surga Yang Tak Dirindukan adalah tuturan langsung dan tidak langsung, dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur ilokusi dan lokusi yang dikaitkan dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara dengan media film Surga Yang Tak Dirindukan kelas XI SMA dengan menggunakan metode discovery learning. Langkah-langkah pembelajarannya: (a) pendidik menyampaikan materi, (b) pendidik menyediakan film Surga Yang Tak Dirindu-kan sutradara Kuntz Agus untuk disaksikan oleh peserta didik, (c) peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis tindak tutur ilokusi dan lokusi, (d) pendidik memintra peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain diminta untuk menanggapi, (e) pendidik memberikan penguatan, kesimpulan bersama, dan evaluasi.   Kata kunci: tindak tutur ilokusi, lokusi, film, skenario pembelajaran.
PENGGUNAAN MAJAS DALAM NOVEL CINTA DI UJUNG SAJADAH KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Fitriyani, Fitriyani; Bagiya, Bagiya; Santoso, Suryo Daru
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik; (2) penggunaan majas, dan (3) skenario pembelajaran novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia di Kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah penggunaan majas yang terdapat dalam novel Cinta di Ujung.Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri dengan bantuan kartu pencatat data.Sumber data penelitian terdiri atas: sumber data primer novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, sumber data sekunder penelitian ini meliputi kutipan majas dalam novel Cinta di Ujung Sajadahdan buku-buku referensi.Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode observasi dan teknik catat.Dalam analisis data digunakan content analysis. Hasil analisis disajikan dengan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel yang terdiri atas: (a) tokoh utama: Cinta (baik, tidak mudah menyerah, dan sabar), (b) tokoh tambahan: Mbok Nah (penuh kasih sayang dan perhatian), Anggun (kasar, ketus, dan iri hati), Cantik(suka mempercantik diri dan pemarah), Makky(perhatian), Aisyah(suka makan dan perhatian),Neta(baik dan perhatian), Adji (suka menolong dan perhatian),dan Sahabat Ayuningsih (tenang), (c) alur: alur maju, (d) latar waktu: pagi, siang, dan malam, latar tempat: stasiun, bus, dan rumah sederhana, latar suasana: menegangkan dan menyedihkan, (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (2) majas dalam novel terdiri atas; (a) majas perbandingan: hiperbola, metonomia, personifikasi, perumpamaan atau simile, metafora, alusio, dan eufimisme, (b) majas perulangan: anataklasis, aliterasi, dan retoris, (c) majas sindiran: satire, sarkasme, dan sinisme, (d) majas pertentangan: paradoks, antitesis, dan aksimoron; (3) skenario pembelajaran novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel. Model pembelajaran yang digunakan adalah model discovery learning. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, dan penugasan. Langkah-langkah pembelajaran; (a) stimulation (pemberi rangsangan), (b) problem statement (identifikasi masalah), (c) data collection (pengumpulan data), (d) data processing (pengolahan data), (e) verivication (pembuktian).   Kata kunci: majas, novel, dan skenario pembelajaran.
KRITIK SOSIAL NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA N.A, Rizki Laela; Kadaryati, Kadaryati; Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan 1) struktur novel, 2) kritik sosial novel, dan 3) skenario pembelajarannya di kelas XII SMA. Sumber data dari novel Kerumunan Terakhir. Penelitian difokuskan pada struktur novel, kritik sosial novel, dan skenario pembelajarannya. Instrumen adalah penulis sendiri dan kartu pencatat data. Dalam pengumpulan data digunakan teknik studi pustaka. Dalam analisis data digunakan metode analisis isi. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan teknik informal. Berdasarkan data dan pembahasannya, disimpulkan 1) struktur novel Kerumunan Terakhir meliputi: a) tema: ketidakharmonisan dalam sebuah keluarga yang berdampak pada kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anak, b) fakta cerita meliputi: (1) tokoh yakni Jay sebagai tokoh utama yang bersifat pemalas, penakut, berpikiran kritis, perhatian dan perduli, pendendam dan pemarah, suka membual sedangkan Maera, Bapak Profesor Sukendar, dan Ibu Sundari sebagai tokoh tambahan, (2) alur maju (Progresif), (3) latar terbagi menjadi latar tempat di Puncak Suroloyo dan rumah simbah, latar waktu pada pagi hari dan siang hari, latar suasana dalam novel yakni sedih, bimbang, dan tegang, latar sosial di kos-kosan, c) sarana cerita meliputi: sudut pandang orang pertama, dan gaya bahasa atau majas yang ditemukan yakni majas metafora dan majas hiperbola; 2) Kritik sosial novel Kerumunan Terakhir meliputi: a) kritik sosial terhadap kemerosotan moral, b) kritik sosial terhadap pola pikir mahasiswa yang tidak benar, c) kritik sosial terhadap penyalahgunaan kekuasaan, d) kritik sosial terhadap kehidupan sosiobudaya masyarakat modern yang terbagi menjadi (1) kritik sosial terhadap pergaulan bebas remaja, dan (2) kritik sosial terhadap pola pikir masyarakat modern, e) kritik sosial terhadap kehidupan sosiobudaya masyarakat tradisional, f) kritik sosial terhadap kepercayaan akan hal ghaib; 3) skenario pembelajarannya di kelas XII SMA difokuskan pada kajian kritik sosial menggunakan KD 3.9 dan 4.9, menggunakan model pembelajaran metode kontekstual (CTL). Kata kunci : kritik sosial, novel, dan skenario pembelajarannya