Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PEG-2000 TERHADAP UKURAN PARTIKEL Fe3O4 YANG DISINTESIS DENGAN METODE KOPRESIPITASI

Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1375.981 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh PEG-2000 terhadap ukuran partikel Fe3O4 yang disintesis dengan metode kopresipitasi.  Pasir besi magnetik didapat dari pengolahan batuan besi. Pasir besi selanjutnya direaksikan dengan HCl dan NH4OH dengan menggunakan metode kopresipitasi. Perbandingan komposisi pasir besi dan PEG-2000 yang digunakan adalah 1:0, 1:1, 1:2 dan 1:4. Dari karakterisasi dengan XRD diketahui ukuran kristal Fe3O4 berturut-turut yaitu 217,00 nm, 108,75 nm, 81,57 nm dan 130,02 nm.  Berdasarkan hasil SEM terlihat bahwa partikel Fe3O4 berbentuk bulat dengan ukuran partikel menurun dari 80,00-220,00 nm menjadi 60,00-127,00 nm dengan meningkatnya konsentrasi PEG-2000.Kata kunci: Fe3O4, pasir besi, nanopartikel, PEG-2000AbstractHave conducted studies looking at the effect of PEG -2000 to measure Fe3O4 particles were synthesized by coprecipitation method.  Magnetic iron sand obtained from the processing of iron rock.  Iron sand is then treated with HCl and NH4OH using coprecipitation method.  Variation used was iron sand with no PEG -2000, iron sand PEG -2000 (1:1), iron sand with PEG -2000 (1:2) and iron sand with PEG -2000 (1:4). XRD characterization produce Fe3O4 crystal size in a row that is 217,00 nm, 108,75 nm, 81,57 nm and 130,02 nm . Based on the results of SEM shows that the cyrcle Fe3O4 particles with particle size decreased from 80,00 to 220.00 nm to 60.00 to 127,50 nm with increasing concentrations of PEG -2000.Keywords: Fe3O4, nanoparticles, PEG-2000

DISTRIBUSI LOGAM BERAT Hg DAN Pb PADA SUNGAI BATANGHARI ALIRAN BATU BAKAUIK DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT

Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.807 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian kandungan logam berat hydrogyrum (Hg) dan plumbum (Pb)  telah dilakukan di sungai Batanghari aliran Batu Bakauik Dharmasraya, Sumatera barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Hg dan Pb yang terkandung pada sungai tersebut sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan informasi kepada masyarakat sekitar tentang kelayakan untuk kebutuhan sehari-hari. Parameter lainnya yang diuji adalah pengukuran pH, total disolved solid  (TDS) dan konduktivitas listrik. Metode yang digunakan untuk pengujian TDS adalah metode gravimetri dan untuk mengetahui kadar  kandungan logam berat Hg dan Pb digunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai pH berkisar antara 7,04-7,84. Pengujian TDS menghasilkan nilai tertinggi sebesar 3090 mg/L dan nilai konduktivitas tertinggi 96,5 µS. Dari pengujian AAS diperoleh nilai kandungan logam berat Pb maksimum 1,259 mg/L, dan nilai logam berat Hg maksimum 5,198 mg/L. Nilai logam berat Hg dan Pb melebihi batas ambang baku mutu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 82 tahun 2001 dimana kandungan logam berat Hg yang diperbolehkan yaitu 0,001 mg/L dan logam berat Pb 0,03 mg/L.Kata kunci: pH, total disolved solid, konduktivitas listrik, Hg, Pb. Dengan demikian air Sungai Batanghari aliran Batu Bakauik ini tidak layak untuk dikonsumsi.ABSTRACTResearch of hydrogyrum ( Hg ) and plumbum ( Pb ) content has been carried out in the Batanghari river flow at Batu Bakauik Dharmasraya, Western Sumatra. This study aims determine the heavy metal content of Hg and Pb contained in the river about feasibility use for the daily needs provide information to the public. The other parameters tested were the measurement of pH, total disolved solids (TDS) and electrical conductivity. The TDS is using the gravimetric method and to  determine   of  Hg and Pb  content are measurement  Atomic Absorption  Spectrometry ( AAS ). The results showed that the value of pH in the  ranged of 7.04 to 7.84 . The TDS examination result is the highest value of 3090 mg/L and the highest electric conductivity value of 96.5 μS. The AAS measurement is obtained the maximum value  of heavy metals Pb is 1.259 mg/L and  Hg is 5.198 mg/L. This results exceeded the threshold quality standards the Minister of Environment Regulation No. 82 of 2001 whereby heavy metals Hg exposure is 0.001 mg/L and the heavy metals Pb 0.03 mg/L.The other word, water in the Batanghari riveris not recommended to use in the daily needs.Keywords : pH , total disolved solid , electrical conductivity , Hg , Pb .

Karakterisasi Suseptibilitas Magnet Barium Ferit yang Disintesis dari Pasir Besi dan Barium Karbonat Menggunakan Metode Metalurgi Serbuk

Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.349 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi suseptibiltas magnet barium ferit yang disintesis dari pasir besi dan barium karbonat menggunakan metode metalurgi serbuk. Pasir besi diperoleh dari Sungai Sukam, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Magnet barium ferit dibuat dengan mencampurkan Fe2O3 hasil oksidasi magnetit pasir besi dan BaCO3. Kemudian campuran tersebut dikalsinasi pada suhu 1000 oC, lalu dikompaksi dan kemudian disintering pada temperatur 1000 oC. Karakterisasi magnet barium ferit dilakukan dengan mengukur suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2 Magnetic susceptibility meter. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai suseptibilitas yang diperoleh dari enam variasi persentase massa yaitu 5, 10, 15, 20, 25 dan 30% berturut-turut adalah 262,6×10-8, 438,0×10-8, 516,1×10-8, 549,9×10-8, 422,8×10-8dan 429,9×10-8 m3/kg. Dengan nilai suseptibilitas tertinggi pada persentase massa 20% sebesar 549,9×10-8 m3/kg. Tingginya nilai suseptibilitas dikarenakan ion Fe3+ yang seimbang pada komposisi barium ferit. Nilai suseptibilitas magnetik barium ferit naik dengan kenaikan persentase massa BaCO3 5 hingga 20%, dan menurun untuk persentase massa BaCO3 besar dari 20%.Kata kunci: barium ferit, barium karbonat, pasir besi, suseptibilitas

PENGARUH PEG-2000 TERHADAP POLA DIFRAKSI SINAR-X PARTIKEL Fe3O4 YANG DISINTESIS DENGAN METODE KOPRESIPITASI

SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Fisika
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.297 KB)

Abstract

Sintesis partikel Fe3O4 dilakukan menggunakan metode kopresipitasi. Bahan dasar pasir besi diperoleh dengan mengolah batuan besi dengan cara destruksi dan ekstraksi. Batuan besi yang digunakan berasal dari daerah Surian, Kabupaten Solok provinsi Sumatera Barat. Pasir besi yang sudah diekstraksi direaksikan dengan HCl dan NH4OH. Selanjutnya dilakukan penambahan PEG-2000 untuk melihat pengaruhnya terhadap ukuran partikel Fe3O4 yang dihasilkan. Variasi perbandingan komposisi pasir besi dan PEG-2000 yang digunakan adalah 1:0, 1:1, 1:2 dan 1:4. Karakterisasi mikrostruktur bahan dilakukan dengan menggunakan teknik difraksi sinar-X (XRD). Hasil karakterisasi XRD memperlihatkan bahwa struktur Fe3O4 merupakan kubus spinel dengan nilai parameter kekisi bekisar dari 8,344 – 8,364 Å. Kata kunci: Fe3O4, pasir besi, PEG-2000

Identifikasi Kandungan Timbal (Pb), Tembaga (Cu) dan Kadmium (Cd) pada Air Sungai Malakutan Kota Sawahlunto

Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.863 KB)

Abstract

Penelitian identifikasi logam timbal, tembaga dan kadmium pada air Sungai Malakutan Kota Sawahlunto telah dilakukan. Pengambilan sampel dilakukan pada lima lokasi pada hilir sungai dengan jarak antara lokasi adalah 500 m. Pada setiap lokasi diambil sampel pada tiga titik, yaitu dua di pinggir sungai dan satu di tengah sungai. Identifikasi dilakukan berdasarkan parameter nilai pH, konduktivitas listrik, Total Disolved Solid (TDS), dan kandungan logam berat Pb, Cu dan Cd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH rata-rata sebesar 8,2. Hal ini mengindikasikan bahwa air Sungai Malakutan sudah mulai mengalami pencemaran. Nilai rata-rata konduktivitas listrik sampel adalah 153,4 μS/cm. Nilai rata-rata TDS sampel adalah 109, ppm. Konsentrasi tertinggi kandungan logam berat Pb, Cu dan Cd berturut-turut adalah 0,458 mg/L, 0,062 mg/L dan 0,012 mg/L. Berdasarkan parameter tersebut dapat dikatakan bahwa air Sungai Malakutan Kota Sawahlunto tercemar karena nilai-nilai parameter tersebut berada di atas nilai standar baku mutu air sungai kelas II menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.Kata kunci: kandungan logam berat, konduktivitas listrik, pH, TDS

Karakterisasi Struktur Kristal dan Sifat Magnetik Magnet Stronsium Ferit Pasir Besi Batang Sukam Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2016
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4310.763 KB)

Abstract

Abstract: The synthesis and characterization of the crystal structure and magnetic properties of strontium ferrite magnets (SrO.6Fe2O3) has been done. Hematite (Fe2O3) is synthesized from iron sand of Batang Sukam Sijunjung Sumatera Barat through the oxidation process by temperature 700ºC for 3.0 hours. Strontium carbonate (SrCO3) was obtained from Merck product with a purity of more than 99%. Synthesis of strontium ferrite magnets are made through a process of solid-solid mixing and sintering at a temperature of 1000ºC for 3.0 hours. The results of characterization of X-ray diffraction indicates that it has formed a single phase strontium ferrite magnets with a hexagonal crystal structure. The result of measurement of the magnetic properties shows that an average magnetic susceptibility of strontium ferrite magnet is 266.7 × 10-8 m3 /kg. Keywords: strontium ferrite magnet, iron sand, crystal structure and magnetic susceptibility. Abstrak: Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi struktur kristal dan sifat magnetik magnet stronsium ferit (SrO.6Fe2O3). Hematit (Fe2O3) disintesis daripasir besi Batang Sukam Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat melalui proses oksidasi dengan temperatur 700ºC selama 3,0 jam. Stronsium karbonat (SrCO3) diperoleh dari produk Merck dengan kemurnian lebih dari 99 %. Sintesis magnet stronsium ferit dibuat melalui proses solid-solid mixing dan disintering pada suhu 1000ºC selama 3,0 jam. Hasil karakterisasi difraksi sinar-X menunjukkan bahwa telah terbentuk single phase magnet stronsium ferit dengan struktur kristal heksagonal. Hasil pengukuran sifat magnet menunjukkan bahwa magnet stronsium ferit memiliki suseptibilitas magnetik rata-rata 266,7 × 10-8 m3/kg. Kata Kunci: magnet stronsium ferit, pasir besi, struktur kristal dan suseptibilitas magnetik.

KAJIAN KUALITAS AIR PERMUKAAN DI SEKITAR KAWASAN MUARO KOTA PADANG MENGGUNAKAN PARAMETER KONDUKTIVITAS DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT

Jurnal Ilmu Fisika Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.104 KB)

Abstract

Sampel air permukaan pada penelitian ini diambil pada saat musim hujan di sekitar kawasan Muaro Kota Padang. Pengukuran konduktivitas sampel dilakukan dengan menggunakan conductivitymeter (Lutron CD-4303). Analisis unsur-unsur logam berat yang terkandung dalam air permukaan dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorbtion Spektrofotometry, AAS (Analytica Jena Specord 200) atau disebut juga dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil pengukuran konduktivitas menunjukkan bahwa nilai rata-rata konduktivitas sampel memiliki kisaran 156,52 μS hingga 175,48 μS. Nilai konsentrasi logam berat tembaga pada air permukaan di perairan Muaro Kota Padang memiliki kisaran nilai sebesar -0,0120 – 0,0008 mg/L, logam berat timbal memiliki kisaran nilai sebesar -0,0100 – 0,0005 mg/L, dan logam berat merkuri memiliki kisaran nilai sebesar 0,1400 – 0,2000 mg/L. Konsentrasi tembaga dan timbal pada perairan Muaro Kota Padang masih berada di bawah level baku mutu yang dikeluarkan oleh baku mutu air golongan A. Sedangkan untuk logam berat merkuri telah melebihi baku mutu yang diizinkan.

Perancangan Sistem Monitoring Tingkat Kekeruhan Air Secara Realtime Menggunakan Sensor TSD-10

Jurnal Ilmu Fisika Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.285 KB)

Abstract

Sebuah sistem monitoring tingkat kekeruhan air secara realtime dengan menggunakan sensor TSD-10 telah dirancang. Tingkat kekeruhan air diukur dengan memanfaatkan perubahan tegangan sensor akibat perubahan kekeruhan. Perancangan sistem monitoring ini terdiri dari perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri dari sistem sensor, driver motor dc menggunakan IC L293D, sistem minimum mikrokontroler ATmega8, dan modul USBtoSerial. Perancangan perangkat lunak menggunakan program BASCOM 2.0.75 untuk mikrokontroler dan Borland Delphi 7 untuk sistem GUI. Perangkat yang dirancang mampu melakukan pengukuran secara realtime dan menampilkan dalam bentuk angka serta menyimpan dalam bentuk database. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan sistem yang dirancang dengan alat ukur kekeruhan standar HACH 2100N. Data yang diperoleh melalui pengukuran dianalisis menggunakan teori kesalahan dan interpolasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan tegangan keluaran sensor berkurang dengan kenaikan kekeruhan air dengan sensitivitas 2 mV/NTU. Derajat korelasi linier sensor didapatkan sebesar R2 = 0,99 dan persentase ketepatan rata-rata pengukuran 93,49%.

Pengaruh Temperatur Terhadap Ukuran Partikel Fe3O4 Dengan Template PEG-2000 Menggunakan Metode Kopresipitasi

Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.452 KB)

Abstract

Sintesis nanopartikel Fe3O4 dengan bahan baku batuan besi dan PEG-2000 telah dilakukan menggunakan metode kopresipitasi. Variasi temperatur dilakukan untuk melihat pengaruh temperatur terhadap ukuran partikel yang dihasilkan. Template PEG-2000 digunakan untuk menyeragamkan dan menghambat pertumbuhan partikel. Variasi temperatur yang digunakan yaitu 500 ˚C, 600 ˚C dan 700 ˚C. X-Ray Difractometer (XRD) digunakan untuk melihat fasa yang terkandung dalam sampel dan ukuran kristal. Hasil perhitungaan dari difraktogram XRD didapatkan ukuran kristal berturut-turut yaitu 46,60 nm, 54,39 nm, dan 65,25 nm.

Pengaruh Penambahan Polyethylene Glycol (PEG) Terhadap Sifat Magnetik (γ-Fe2O3) Yang Disintesis Dari Magnetit Batuan Besi (Fe3O4)

Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.346 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis magnetit dari biji besi Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok Sumatera Barat dengan metode kopresipitasi. Selanjutnya dari magnetit tersebut disintesis maghemit tanpa dan dengan penambahan PEG melalui oksidasi pada temperatur 400 oC selama 3 jam. Variasi PEG yang digunakan yaitu sampel tanpa penambahan PEG, sampel dengan penambahan PEG-2000, PEG-4000, dan PEG-6000. Maghemit yang dihasilkan dikarakterisasi sifat magnetik menggunakan Vibrating Sample magnetometer (VSM). Karakterisasi sifat magnetik menggunakan VSM menghasilkan nilai koersivitas  berturut-turut yaitu 250 Oe, 193 Oe, 203 Oe, 178 Oe. Terlihat bahwa penambahan PEG mengurangi nilai  koersivitas maghemit. Kata kunci: magnetit, maghemit, PEG, VSM, koersivitas