Wildian -
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

Aplikasi Mikrokontroler AT89S52 Sebagai Pengontrol Sistem Pengusir Burung Pemakan Padi Dengan Bunyi Sirine

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.805 KB)

Abstract

Telah dilakukan perancangan dan pengaplikasian mikrokontroler AT89S52 sebagai pengontrol sistem pengusir burung pemakan padi dengan bunyi sirine. Peralatan  ini menggunakan cahaya laser dan LDR (light dependent resistor) sebagai sistem sensor untuk mendeteksi kehadiran burung dan bunyi sirine untuk mengusir burung. Pemrograman menggunakan bahasa C sebagai  perangkat lunak untuk sistem mikrokontroler AT89S52. Mikrokontroler AT89S52 digunakan untuk mengontrol sistem secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burung dapat diusir dengan bunyi sirine yang diatur selama 30 detik dan jarak maksimum cahaya laser yang mampu ditangkap oleh sensor LDR adalah 110 meter .

Rancang Bangun Alat Ukur Kelajuan Dan Arah Angin Berbasis Mikrokontroler Atmega8535 Menggunakan Sistem Sensor Cahaya

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.785 KB)

Abstract

Telah dirancang sebuah alat ukur kelajuan dan arah angin. Rangkaian elektronik alat ukur terdiri dari rangkaian catu daya, rangkaian mikrokontroler dan LCD, rangkaian schmitt trigger dan rangkaian fotodioda. Baling-baling pada alat berupa sistem tiga mangkuk. Bagian mekanik alat terbuat dari material ringan, sehingga dapat mengoptimalkan gerakan rotasi mangkuk. Mangkuk terbuat dari bahan plastik yang berdiameter 7,7 cm, sedangkan piringan sensor merupakan cakram CD yang bermassa 20,64 g. Bagian mekanik alat memiliki karakteristik 1 kali pulsa (1 kali putaran) dalam 1 detik (frekuensi = 1 Hz) mewakili kecepatan angin sebesar 0,61m/s. Standardisasi alat dilakukan dengan pengujian terhadap anemometer Lutron AM-4206, ketepatan pengujian sebesar 99,10%, sebagai pembanding, dilakukan juga pengujian antara anemometer mangkuk permanen di BMKG dengan anemometer Lutron AM-4206, ketepatan pengujian sebesar 90,47%. Penentuan arah angin menggunakan sebuah bilah yang akan berputar untuk menentukan 8 arah angin dengan resolusi sebesar 450.

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI LVDT SEBAGAI SENSOR JARAK

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 3: Juli 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.388 KB)

Abstract

Telah dilakukan pembuatan dan karakterisasi LVDT (linear variable differential transformer) sebagai sensor jarak. Sensor dibuat sebanyak tiga buah dengan memvariasikan diameter kumparan, panjang inti besi, dan jumlah lilitan. Karakterisasi meliputi hysteresis, repeatability, sensitivitas, dan rentang pengukuran yang dapat dilakukan sensor. Caranya adalah dengan melihat perubahan tegangan keluaran yang dihasilkan pada kumparan sekunder akibat perubahan jarak inti besi terhadap titik acuan. LVDT ini dapat digunakan untuk mengidera perubahan jarak suatu obyek dalam arah linier (searah sumbu kumparan). Derajat korelasi linier (R2) yang bervariasi dari 0,983 hingga 0,9961 pada diameter kumparan yang sama, LVDT dengan inti besi yang lebih panjang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dan lebar rentang pengukuran yang lebih panjang dibandingkan dengan LVDT dengan inti besi yang lebih pendek. LVDT dengan diameter kumparan yang lebih besar akan lebih sensitif jika menggunakan inti besi yang lebih pendek; sedangkan  LVDT dengan diameter kumparan yang lebih kecil akan lebih sensitif jika menggunakan inti besi yang lebih panjang. Sensitivitas terbesar yang diperoleh pada penelitian ini adalah 0,01609 V/mm untuk LVDT yang jumlah lilitan primernya 224 lilitan, jumlah masing-masing lilitan sekundernya 380 lilitan, diameter kumparannya 1,7 cm, dan panjang inti besinya 30 cm, dengan rentang pengukuran 0 - 90 mm. Hysteresis dan repeatability sensor LVDT yang menggunakan inti besi dengan panjang 30 cm lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan inti besi 6,7 cm.

Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Gula Darah Non-Invasive Berbasis Mikrokontroler AT89S51 dengan Mengukur Tingkat Kekeruhan Spesimen Urine Menggunakan Sensor Fotodioda

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2988.2 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan alat ukur gula darah non-invasive, yaitu alat yang dapat mengukur kadar gula darah tanpa harus menguji dan memeriksa darah secara langsung tetapi menggunakan urine sebagai spesimen berbasis mikrokontroler AT89S51 menggunakan sistem sensor yang terdiri dari LED infrared dan fotodioda. Kemudian hasil pengukurannya ditampilkan pada LCD karakter 2x16. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Elektronika dan Instrumentasi Jurusan Fisika Universitas Andalas. Pengambilan sampel urine dilakukan di Rumah Sakit M. Djamil Padang. Aalt ini bekerja dengan mengindera tingkat kekeruhan dari spesimen urine yang telah direaksikan dengan larutan benedict. Kekeruhan spesimen urine akan meyebabkan intensitas cahaya inframerah yang diterima oleh sensor fotodioda berkurang. Penurunan intensitas cahaya yang diterima oleh sistem sensor ini menyebabkan kenaikan tegangan keluaran sistem. Hasil pengukuran kadar gula darah dengan alat yang dibuat kemudian dibandingkan dengan kadar gula darah hasil analisis laboratorium Rumah Sakit. Aalat yang dibuat mempunyai kesalahan relatif maksimum sebesar 9,8%.

Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Air Agregat Halus dalam Pengujian Material Dasar Beton Berbasis Mikrokontroler ATmega8535 dengan Metode Resistif

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.874 KB)

Abstract

Telah dilakukan rancang-bangun sistem alat ukur kadar air agregat halus berbasis mikrokontroler ATmega8535 dalam pengujian material dasar beton menggunakan metode resistif.  Selama ini, penentuan kadar air tersebut dilakukan secara manual yaitu dengan cara menimbang berat awal dan berat akhir agregat.  Selisih kedua berat tersebut dibagi dengan berat akhir, hasilnya dikali 100% untuk mendapatkan kadar air agregat.  Berat awal agregat adalah berat sebelum agregat dikeringkan, dan berat akhir adalah berat pada saat agregat tidak mengandung air.  Agregat kering (kondisi akhir agregat) didapatkan dengan cara memanaskan agregat di dalam oven dengan temperatur 100oC±5oC. Agregat halus ditempatkan di dalam sebuah kotak dengan ukuran 10  x 10  x 5 cm3, dimana kedua sisi bagian dalam kotak adalah material konduktor yang terbuat dari logam (plat PCB). Berdasarkan pengujian awal, resistansi agregat bervariasi terhadap kadar airnya. Berdasarkan hasil ini, perubahan resistansi dikonversi menjadi perubahan tegangan menggunakan rangkaian pembagi tegangan.  Keluaran rangkaian ini kemudian dikondisikan agar bisa diproses oleh mikrokontroler ATmega8535. Berat sampel yang digunakan adalah 500 g, dan variasi waktu pemanasan sampel adalah 15 jam, 18 jam, 21 jam, 24 jam dan 27 jam.  Pengujian akhir menunjukkan bahwa alat yang dirancang ini dapat digunakan untuk mengukur kadar air agregat halus. Alat ini mempunyai sensitivitas 4,6 V/% kadar air, akurasi sebesar 93%, dan kesalahan sebesar 5,1%.

Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Alkohol Pada Cairan Menggunakan Sensor MQ-3 Berbasis

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.471 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan perancangan alat ukur kadar alkohol dengan menggunakan sensor MQ-3 berbasis mikrokontroler AT89S51 menggunakan bahasa pemograman Bahasa C. Sensor alkohol mendeteksi keberadaan gas alkohol. Kadar alkohol pada cairan diukur dengan sensor gas alkohol MQ-3. Tegangan keluaran dari sensor dikonversi oleh ADC 0804 kemudian diolah mikrokontroler untuk diproses. Kadar alakohol didapatkan hanya dalam bentuk data digital dari ADC 0804 dan belum dalam bentuk tampilan LCD. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kesalahan perakitan komponen LCD. Dari hasil rancang bangun alat ukur kadar alkohol dalam cairan ini didapatkan hasil pengujian yang menunjukkan adanya kenaikan nilai tegangan keluaran sensor saat sensor mendeteksi adanya alkohol. Nilai kesalahan pengukuran yang terjadi pada alat ini adalah sebesar 3,25%.

Sistem Otomatisasi Perekaman Video dengan Kamera CMOS 12 LED Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Sensor PIR (Passive Infrared)

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.321 KB)

Abstract

Telah dilakukan rancang-bangun sistem otomatisasi pencuplikan video (video capture) berbasis mikrokontroler AT89S51 untuk obyek bergerak (manusia) dengan menggunakan kamera CCTV tipe 12 LED dan sensor PIR (passive infrared) tipe KC7783R. Kamera CCTV dihubungkanke PC (personal computer) untuk mendapatkan gambar ruangan yang dipantau pada layar monitor. Ketika obyek memasuki ruangan, radiasi inframerah dari obyek akan terdeteksi oleh sensor PIR dan sinyal keluaran sensor ini digunakan untuk meng-klik mouse melalui rangkaian relay. Gambar obyek di layar monitor akan terekam dan tersimpan di memori computer selama 5 menit setelah mendeteksi obyek. Jarak maksimum deteksi sensor adalah 4 meter pada sudut 0o dan 2 meter pada sudut 30o. Waktu pemanasan sensor untuk dapat mulai mendeteksi secara sempurna rata-rata adalah 26,72 detik dan lama waktu deteksi sensor ketika obyek tidak bergerak rata-rata adalah 2,34 detik. Sistem otomatisasi ini juga dilengkapi system pensaklaran (switching system) yang akan mengaktifkan penggunaan catudaya alternatif (akumulator 18 V) ketikacatudari PLN terputus.

Sistem Kontrol Penyalaan Lampu Ruang Berdasarkan Pendeteksian Ada Tidaknya Orang di Dalam Ruangan

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.974 KB)

Abstract

Telah dilakukan rancang-bangun sistem otomatisasi kontrol lampu berdasarkan keberadaan orang didalam ruangan.  Sistem kontrol lampu akan menyala selama ada orang didalam ruangan, dan lampu akan mati ketika orang meninggalkan ruangan.  Keberadaan orang akan di deteksi oleh sensor passive infrared (PIR). Jarak waktu respon dari sensor PIR KC7783R telah dicobakan, dimana sensor hanya dapat mendetekasi objek selama 5,37 detik, namun dapat diatasi dengan menggunakan program yang ditanamkan ke dalam mikrokontroler AT89S51. Jarak maksimum yang dapat di deteksi sensor PIR adalah 4,3 meter pada sudut 0o (lurus dari depan sensor), dan 2 meter pada sudut 30o (kekiri dan kekanan). Sensor membutuhkan waktu pemanasan selama 25,52 detik. Relay digunakankan untuk menghubungkan antara arus dc dan arus ac.

Rancang Bangun Modul Alat Ukur Kelembaban dan Temperatur Berbasis Mikrokontroler AT89S52 dengan Sensor HSM-20G

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.994 KB)

Abstract

Telah dilakukan perancangan dan pembuatan prototype alat ukur kelembaban dan temperatur berbasis mikrokontroler AT89S52 dengan modul sensor HSM-20G. Di dalam modul sensor HSM-20G sudah tersedia dua buah sensor, yaitu sensor kelembaban udara dan sensor temperatur. Tegangan keluaran dari masing-masing sensor ini masih berupa sinyal-sinyal tegangan analog yang kemudian dikonversi menjadi sinyal-sinyal tegangan digital oleh ADC 0804. Sinyal keluaran dari ADC ini kemudian diolah oleh mikrokontroler AT89S52 dan hasilnya akan ditampilkan melalui dua buah LCD 2x16 yang berbeda. Pengujian alat hasil rancang bangun ini dilakukan di dalam ruangan tertutup (30 cm x 45 cm x 45 cm) dengan menggunakan dua alat ukur pembanding yaitu termometer digital dan humidity meter. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa sensitivitas sensor HSM-20G untuk kelembaban adalah 0,011 V/% dan untuk temperatur adalah 0,098 V/oC. Error alat yang dibuat ini adalah rata-rata 0,322% untuk kelembaban relatif udara dan untuk temperatur adalah 0,329%.

Otomatisasi Keran Dispenser Berbasis Mikrokontroler AT89S52 Menggunakan Sensor Fotodioda dan Sensor Ultrasonik Ping

Jurnal Fisika Unand Vol 1, No 1: Oktober 2012
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.281 KB)

Abstract

Telah dirancang  suatu sistem keran dispenser otomatis berbasis mikrokontroler AT89S52. Pada sistem ini, keran akan terbuka ketika cahaya dari LED ke fotodioda (yang terpisah sejauh 16 cm) terhalang oleh cangkir atau tangan. Air akan mengalir ke dalam cangkir  melalui keran dan berhenti secara otomatis ketika jarak antara sensor ultrasonik dan permukaan air mencapai 5 cm. Sinyal keluaran mikrokontroler akan naik turun sebelum mencapai jarak tersebut. Hal  ini terjadi karena pengaruh dari  permukaan bidang pantul yang beriak pada saat air bergerak ke atas.