Harmadi -
Program Sarjana FMIPA Universitas Andalas Departemen Fisika, FMIPA Universitas Andalas, Padang 25163

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Karakterisasi Sistem Sensor Serat Optik Berdasarkan Efek Gelombang Evanescent

Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.605 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengkarakterisasian sistem sensor serat optik berdasarkan efek gelombang evanescent. Karakterisasi dilakukan untuk melihat pengaruh panjang pengelupasan cladding terhadap rugi-rugi pada serat optik dan pengaruh pembengkokan serat optik yang telah dikupas cladding-nya terhadap rugi-rugi pada serat optik. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jenis cladding pengganti yaitu cladding udara dan air, memvariasikan panjang pengupasan cladding dengan panjang 3 cm sampai 10 cm, serta memvariasikan pembengkokan serat optik tersebut. Alat dan bahan yang digunakan adalah serat optik moda jamak FD-620-10, LED superbright warna merah ukuran 5 mm, detektor cahaya OPT 101 dan multimeter digital. Serat optik dipotong sepanjang 17 cm dan dikupas cladding-nya dengan menggunakan larutan aseton. Hasil eksperimen memperlihatkan bahwa semakin panjang pengupasan cladding, semakin besar rugi-rugi serat optik yang dihasilkan. Rugi-rugi serat optik juga akan semakin besar seiring bertambah besarnya pembengkokan serat optik. Pada kasus efek gelombang evanescent, nilai indeks bias cladding berpengaruh terhadap intensitas cahaya yang ditransmisikan dalam serat optik. Penurunan nilai indeks bias cladding akan membuat intensitas cahaya yang ditransmisikan juga akan menurun sehingga rugi-rugi serat optik menjadi besar.

APLIKASI SERAT OPTIK SEBAGAI SENSOR KEKENTALAN OLI MESRAN SAE 20W-50 BERBASIS PERUBAHAN TEMPERATUR

Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 3: Juli 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.639 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah diaplikasikan serat optik sebagai sensor kekentalan oli Mesran SAE 20W-50 berbasis perubahan temperatur. Rancangan sistem sensor terdiri dari laser dioda (λ = 650 nm), serat optik FD-620-10, fotodetektor OPT 101 dengan menggunakan metoda back scattering. Sampel yang digunakan adalah oli Mesran SAE 20W-50. Pengujian sistem sensor serat optik dilakukan pada dua kondisi, yaitu saat oli dipanaskan pada temperatur 30 oC hingga 100 oC dan saat oli didinginkan pada temperatur 100 oC hingga 30 oC dengan interval yang diberikan adalah 5 oC. Nilai sensitivitas sensor sebesar 0,0007 V/oC saat oli dipanskan dan 0,0012 V/oC saat oli didinginkan. Semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi tegangan keluaran yang dihasilkan dan semakin rendah nilai kekentalan oli.Kata kunci: serat optik, temperatur, sensor, kekentalanAbstractThe optical fiber as Mesran oil SAE 20W-50 viscosity sensor based of the temperature changes has been applied. The design ofthissystem consisting of a laser diode (λ = 650 nm), the optical fiber FD-620-10, OPT photodetector 101. The sample is Mesran oil SAE 20W-50. Testing of fiber optic sensor system was performed on two conditions, namely when the oil is heated at a temperature of 30 oC to 100 oC and when the oil is cooled to a temperature of 100 oC to 30 oC with a back given interval is 5 oC. The highest output voltage value obtained at a temperature of 100 °C, which is 0.168 V (when heated) and 0.171 V (when cooled). Lowest output voltage value obtained at a temperature of 30 °C, 0.105 V (when heated) and 0,101 V (when cooled). Value regression of the output voltage obtained when the oil is heated 0.915 and when cooled 0.8586. If the temperature higher then output voltage produced and the lower the viscosity of the oil.Keywords : optical fiber , temperature , sensors , viscosity

ANALISIS KONTRAS SPEKEL PADA OLI TERHADAP PERUBAHAN KEKENTALAN DENGAN VARIASI TEMPERATUR MENGGUNAKAN LSI (LASER SPECKLE IMAGING)

Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.17 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui perubahan kekentalan oli mesin kendaraan bermotor terhadap variasi temperatur dengan menggunakan LSI (Laser Speckle Imaging). Komponen dan bahan terdiri dari laser He-Ne sebagai sumber cahaya, detektor CCD kamera (Charge Couple Device), termometer, pemanas, PC (Personal Computer) dan oli. Oli yang digunakan adalah oli Mesran SAE 20W-50. Oli dipanaskan pada temperatur 30ºC, 40ºC, 50ºC, 60ºC, 70ºC, 80ºC, 90ºC, 100ºC. Berkas laser He-Ne diarahkan pada sampel hingga terjadi back-scattering dan dideteksi menggunakan CCD kamera. Informasi dari CCD direkam menggunakan  software Ulead Video Studio-10 berukuran 320x240 piksel dan ditampilkan dalam bentuk pola spekel. Pola spekel terbentuk dikonversi menjadi gray scale, kemudian dianalisis secara histogram menggunakan software ImageJ untuk mendapatkan nilai kontras spekel. Nilai kontras tertinggi didapatkan pada  temperatur 30ºC sebesar 0,3183 a.u. Nilai kontras terendah didapatkan pada temperatur 100ºC sebesar  0,1756 a.u. Penurunan nilai kontras spekel pada oli saat temperatur meningkat memperlihatkan perubahan kekentalan oli. Nilai regresi data kontras yang didapatkan saat oli dipanaskan 0,933. Semakin rendah kekentalan oli maka nilai kontras spekel dihasilkan semakin kecil yang mengikuti fungsi eksponensialKata kunci : LSI, temperatur, kekentalan, kontras, CCDAbstractResearch had been conducted to determine the changes of  lubricant oil viscosityin the motor vehicle engine against temperature by using LSI (Laser Speckle Imaging). Component and material consisted of a He-Ne laser as light source, camera CCD (Charge Couple Device) detector, thermometer, heater, PC (Personal Computer) and oil. Mesran SAE 20W-50 oil was used in research. Oil was heated at temperature 30ºC,40ºC, 50ºC, 60°C, 70ºC, 80ºC, 90ºC,  and 100ºC. He-Ne laser beam was directed at the sample to occur back-scattering and detected by using a CCD camera. Information from the CCD was recorded by using Ulead Video Studio-10 software size 320x240 pixels and displayed in the form speckle pattern. The speckle pattern was converted to gray scale and analyzed by using the histogram method in ImageJ software to obtain speckle contrast value. The highest contrast value were obtained at temperatures 30°C at 0.3183 a.u. The lowest contrast value were obtained at temperatures 100ºC at 0.1756 a.u. The Decreasing of speckle contrast value changes when the temperature increased, it showed oil viscosity change. Contrast regression value obtained were 0.933. The more decreased the viscosity of oil, the values of speckle contrast would be smaller that followed an exponential function.Keywords :LSI, temperature, viscosity, contrast, CCD

RANCANG BANGUN SISTEM PENGONTROL FREKUENSI GETARAN MENGGUNAKAN SERAT OPTIK

Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.468 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dirancang sistem pengontrolan frekuensi getaran menggunakan serat optik dengan metode ekstrinsik. Sensor serat optik digunakan untuk mengukur frekuensi getaran dengan memanfaatkan perubahan tegangan keluaran yang dihasilkan oleh fotodetektor.Tegangan keluaran terjadi akibat perubahan jarak serat optik dengan membran speaker magnet sebagai sumber getarnya. Rancangan sistem kontrol terdiri dari sumber cahaya dari laser dioda, serat optik FD 620-10, fotodetektor OPT 101, mikrokontroler Arduino UNO untuk memproses sinyal, relay dan menggunakan program Delphi sebagai penampil di PC (personal computer). Hasil pengujian sistem kontrol dapat mengontrol getaran pada frekuensi 10 Hz dari rentang pengukuran 1 sampai 30 Hz.Kata kunci: Sistem kontrol, Frekuensi getaran, Serat optik.AbstractA vibration frequency control system using optical fiber has been designed. Optical fiber sensor system is used to measure vibration frequency by utilizing the output voltage change in the resulting by photodetector. The output voltage occurs due to change distance of optical fiber with membrane magnet speaker as a source of vibration. The design of the control system consists of a source of light from the laser, optical fiber FD 620-10, photodetector OPT 101, UNO Arduino microcontroller to process the signal, relay and use Delphi as a viewer program on a PC (personal computer). Results of testing the control system can control the vibration at a frequency of 10 Hz of the measuring range 1 to 30 Hz.Keywords: System control, vibration frequency, fiber optics.

ANALISIS PERGESERAN MIKRO MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK FD 620-10

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.356 KB)

Abstract

Telah diperoleh sensitivitas sensor serat optik untuk pengukuran pergeseran mikro. Pergeseran mikro diukur dengan menggunakan metode sensor serat optik ekstrinsik. Susunan sistem sensor serat optik terdiri dari serat optik produksi autonics tipe FD 620-10, laser dioda dengan ???? = 650 ????????, dan fotodetektor OPT101. Sensitivitas tertinggi berada pada jarak 1 mm sampai 2 mm yakni sebesar 2,506. Maksimum pengukuran pergeseran mikro yang dapat dipakai adalah 3 mm.

PERANCANGAN ALAT UKUR TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) AIR MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK SECARA REAL TIME

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.767 KB)

Abstract

Telah dirancang pengembangan sistem pengukuran TSS (Total Suspended Solid) dalam air menggunakan sensor serat optik secara real time. Sistem sensor serat optik mengukur nilai TSS dalam air memanfaatkan perubahan tegangan keluaran yang dihasilkan oleh fotodetektor akibat perubahan nilai TSS air. Rancangan sistem terdiri dari sumber cahaya berupa LED merah, serat optik FD-620-10, fotodioda OPT101, penguat istrumentasi IC INA114, mikrokontroler Arduino UNO dan program LabView sebagai penampil. Serat optik sepanjang 18,5 cm dikupas claddingnya sepanjang 5 cm, dan dibersihkan menggunakan larutan aseton, selanjutnya digunakan sebagai probe sensor. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan sistem yang dirancang dengan standar pengukuran menggunakan metode gravimetri. Data yang diperoleh melalui pengukuran dianalisis menggunakan teori kesalahan dan metode grafik. Rata-rata dari 10 data dalam 120 detik dengan metode gravimetri menghasilkan perbedaan maksimum 4 V/(mg/L). Tegangan keluaran sensor berbanding terbalik dengan nilai TSS dalam air. Kesalahan relatif rata-rata didapatkan 4,04%.

DETEKSI FORMALIN PADA TOMAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSI (LASER SPECKEL IMAGING)

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.556 KB)

Abstract

Pendeteksian untuk mengetahui kandungan formalin pada buah tomat dapat dilakukan secara noninvasive dan non-destructive dengan metode LSI (Laser Speckle Imaging). Perubahan nilai kontras pola spekel dari buah tomat dapat digunakan untuk membedakan buah tomat yang berformalin dengan yang tidak berformalin. Pecintraan pola spekel dengan metode LSI mendeteksi perubahan intensitas laser spekel yang dihamburkan oleh sampel, dan dianalisis sebagai kontras spekel. Pola spekel dianalisis menggunakan software imageJ dan diperoleh karakterisasi histogram distribusi intensitas gray level. Penyinaran dilakukan terhadap buah tomat sebelum dan sesudah direndam larutan formalin dengan variasi konsentrasi 0,001%, 0,005%, 0,01%, 0,05%, 0,1%, 0,5%, 1%, 3%, 4%, 5%, 6%, 8%, 10%, dan variasi waktu perendaman yaitu selama 15 menit dan 30 menit. Secara umum korelasi kontras spekel dengan formalin pada tomat, menunjukkan bahwa formalin terdeteksi dengan perubahan kontras spekel pada buah tomat. Semakin tinggi konsentrasi formalin dan waktu perendaman nilai kontras spekel semakin kecil.

SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS TIO2 YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN METODE SOL GEL SPIN COATING

Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.446 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis lapisan tipis TiO2 dengan menggunakan metode Sol Gel Spin Coating dari prekursor Titanium butoxide. Larutan TiO2 dideposisikan diatas substrat kaca dengan kecepatan 2500 rpm selama 30 detik. Lapisan TiO2 yang terbentuk dipanaskan pada suhu 500 °C dengan waktu tahan selama 1 jam. Karakterisasi optik lapisan TiO2 yang dihasilkan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 300- 800 nm. Hasil karakterisasi menunjukkan energi gap TiO2 yang dipanaskan pada suhu 500 ° C dengan variasi waktu aging 0, 24, 48, dan 72 jam berturut- turut adalah 3,74 eV, 3,79 eV, 3,81 eV, dan 3,78 eV. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian waktu aging berdampak terhadap besarnya energi gap TiO2 yang dihasilkan.

KARAKTERISASI ZnO DIDOPING TIO2 UNTUK DETEKTOR LPG

Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.295 KB)

Abstract

Detektor LPG dibuat berbentuk pelet dari bahan ZnO yang didoping dengan TiO2. Pembuatan pelet dimulai dengan kalsinasi, penggerusan, kompaksi dan sintering. Pemberian doping mempengaruhi nilai I-V, sensitivitas, dan terbentuknya bahan baru. Perubahan nilai I-V yang besar pada pelet ZnO yang didoping 3% TiO2 membuat nilai sensitivitasnya meningkat. Nilai sensitivitas tertinggi dari lingkungan udara ke lingkungan LPG yang di dapat sebesar 3,0769. Pada data XRD dengan penambahan doping 9% sudah terbentuk senyawa baru Zn2TiO4.