Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : Jurnal Fisika Unand

PENGARUH DIAMETER PHANTOM DAN TEBAL SLICE TERHADAP NILAI CTDI PADA PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN CT-SCAN Aprilyanti, Dinda Dyesti; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.922 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh diameter phantom dan tebal slice terhadap nilai CTDI pada pemeriksaan menggunakan CT-Scan. CTDI merupakan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah dosis radiasi yang diterima oleh pasien akibat pemeriksaan menggunakan CT-Scan. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data CTDI pada phantom menggunakan detektor Unfors Xi Set dan pengambilan data CTDI pada pasien yang terdiri dari 15 orang pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) semakin besar diameter phantom dan tebal slice yang digunakan maka semakin kecil nilai CTDI yang dihasilkan, begitu juga sebaliknya. (2) Nilai CTDI yang diterima phantom pada posisi detektor arah jam 12, 9 dan 3 lebih besar dari nilai CTDI pada posisi detektor arah jam 6 dan posisi pusat. (3) Nilai CTDI pada phantom lebih kecil dari nilai CTDI berdasarkan SK-BAPETEN No. 01-P/Ka-BAPETEN/I-03. (4) Nilai CTDI pada phantom lebih besar dari nilai CTDI pada pasien, tetapi keduanya masih berada di bawah nilai batas dosis yang direkomendasikan oleh BAPETEN.
ESTIMASI NILAI CTDI DAN DOSIS EFEKTIF PASIEN BAGIAN HEAD, THORAX DAN ABDOMEN HASIL PEMERIKSAAN CT-SCAN MEREK PHILIPS BRILIANCE 6 Silvia, Helga; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.483 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi CTDI dan dosis efektif pasien bagian head, thorax dan abdomen pada hasil pemeriksaan CT-Scan. Penelitian dimulai dengan mengukur diameter efektif pasien dari citra CT-Scan. Kemudian diameter efektif (D) disubtitusi pada persamaan CTDIw untuk estimasi nilai CTDI pada pasien. Sedangkan dosis efektif dihitung dengan software ImPACT CT Patient Dosimetry Calculator dengan data 10 orang pasien masing-masing bagian pemeriksaan menggunakan CT-Scan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: CTDI pasien pada pemeriksaan bagian head berkisar antara  21,09 mGy hingga 26,98 mGy, CTDI 11,26 mGy hingga 32,55 mGy bagian thorax, dan antara 7,72 mGy hingga 19,38 mGy bagian abdomen. Dosis efektif pasien berkisar antara 1 mSv hingga 2,8 mSv pada bagian head, 8,14 mSv hingga 15 mSv pada bagian thorax dan 9,14 mSv hingga 14 mSv pada bagian abdomen. Sedangkan organ yang paling besar mendapatkan dosis efektif pada bagian head adalah otak dan kelenjar saliva, pada bagian thorax  adalah paru-paru dan pada bagian abdomen adalah lambung. Semua fungsi yang dihasilkan pada penelitian ini digunakan untuk mengestimasi lebih lanjut nilai CTDI dan dosis efektif yang diameter efektif dan scan length-nya tidak sama dengan nilai yang digunakan pada penelitian ini. Potensi risiko kanker pada pasien pemeriksaan menggunakan CT-Scan relatif kecil yaitu 0,01% pada bagian head, 0,07% pada bagian thorax dan 0,08% pada bagian abdomen.
Penentuan Biodistribusi Tc99m Perteknetat Menggunakan Teknik ROI pada Pasien Hipertiroid (Struma Difusa) Martha, Rahmi Desi; Milvita, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.072 KB)

Abstract

Penelitian tentang biodistribusi Tc99m perteknetat pada pasien hipertiroid (struma difusa) yang melakukan pemeriksaan sidik tiroid telah dilakukan di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Data penelitian diperoleh dari hasil pemeriksaan sidik tiroid terhadap 12 pasien hipertiroid yang terdiri dari 5 pria dan 7 wanita. Tujuan dari penelitian adalah menentukan biodistribusi pada pencitraan I (±5 menit), II (±10 menit), dan III (±15 menit) setelah injeksi Tc99m perteknetat pada pasien hipertiroid. Penelitian ini menggunakan peralatan kamera gamma dual head Skylight ADAC merek Phillips dan dose calibrator. Bahan yang digunakan, yaitu radiofarmaka Tc99m perteknetat. Nilai biodistribusi diperoleh berdasarkan nilai cacahan dengan teknik ROI pada masing-masing pencitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keseluruhan waktu pencitraan, rerata biodistribusi radiofarmaka pada lobus kanan lebih besar daripada lobus kiri. Hal ini disebabkan karena terjadi pembesaran asimetris pada lobus kanan yang mengakibatkan tingginya aktivitas sel sehingga radiofarmaka lebih banyak terdistribusi pada lobus kanan.
Analisis Uptake Tiroid Menggunakan Teknik ROI (Region Of Interest) pada Pasien Hipertiroid Vandra, Arizola Septi; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.939 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis uptake tiroid dari 12 orang pasien hipertiroid (struma difusa toksik dan non toksik). Diagnosis pasien dilakukan dengan thyroid scan  menggunakan kamera gamma dual head Skylight ADAC merek Philips. Masing-masing pasien disuntikkan radiofarmaka Tc99m pertechnetate sebanyak (3-5) mCi secara intravena ke lengan pasien. Thyroid scan dilakukan pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit pasca injeksi Tc99m pertechnetate. Hasil analisis menunjukkan bahwa uptake tiroid pasien struma difusa toksik berada di atas batas normal uptake tiroid. Rerata uptake tiroid pasien struma difusa toksik pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit secara berturut-turut  adalah 17.5%, 18.17% dan 18.33%. Tingginya nilai uptake menunjukkan bahwa pasien memiliki tiroid yang bersifat hiperaktif dan membutuhkan penanganan lebih lanjut terhadap kelainan fungsi tiroidnya. Uptake tiroid pasien struma difusa non toksik masih berada dalam batas normal, rerata uptake pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit adalah 2.9%, 3.35% dan 3.38%. Tinggi rendahnya uptake tiroid bergantung pada kinerja kelenjar tiroid.
PERBANDINGAN DOSIS RADIASI DI UDARA TERHADAP DOSIS RADIASI DI PERMUKAAN PHANTOM PADA PESAWAT CT-SCAN -, Suwarni; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.051 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perbandingan dosis radiasi di udara terhadap dosis radiasi di permukaan phantom pada pesawat CT-Scan.  Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi CTDI dari pengukuran dosis radiasi yang dipancarkan oleh pesawat CT-Scan di udara dan di permukaan phantom. Penelitian ini menggunakan detektor pencil ion chamber untuk pengukuran dosis radiasi di udara dan TLD-100 untuk pengukuran dosis radiasi di permukaan phantom. Dari hasil pengukuran diperoleh dosis radiasi di udara lebih besar dibandingkan dengan dosis radiasi di permukaan phantom. Dari perbandingan dosis radiasi di udara terhadap dosis radiasi di permukaan phantom hasil yang diperoleh masih berada dalam nilai batas dosis yang dikeluarkan oleh BAPETEN (SK.BAPETEN No. 08-P/ka-BAPETEN/1-2011).
Penentuan Prosentase Washout Tc99m Perteknetat Menggunakan Teknik ROI (Region Of Interest) pada Pasien Nodul Tiroid Hidayat, Muthiah; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.542 KB)

Abstract

Penelitian penentuan prosentase washout Tc99m perteknetat pada pasien nodul tiroid dengan teknik ROI (Region of Interest) telah dilakukan di salah satu Rumah Sakit di Jakarta dengan jumlah pasien 10 orang yang terdiri dari 2 laki-laki dan 8 perempuan.  Radiofarmaka yang digunakan adalah Tc99m perteknetat. Pencitraan menggunakan kamera gamma dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pencitraan 1 dengan rentang  (0-5) menit, pencitraan 2 dengan rentang (5-10) menit dan pencitraan 3 dengan rentang (10-15) menit setelah injeksi radiofarmaka. Hasil penelitian menunjukkan  prosentase washout tertinggi pada total tiroid, lobus kanan dan lobus kiri secara berturut-turut adalah 6.14%, 6.30% dan 5.98%, sedangkan prosentase washout terendah secara berturut-turut adalah 1.02%, 1.19% dan 3.51%.  Prosentase washout yang diperoleh berada dalam rentang (0 – 25) %. Hal ini terjadi karena waktu pencitraan yang tidak dapat berlangsung lama sehingga penurunan aktivitas radiofarmaka pada  kelenjar tiroid pasien masih sedikit.
UJI KESESUAIAN PESAWAT CT-SCAN MEREK PHILIPS BRILIANCE 6 DENGAN PERATURAN KEPALA BAPETEN NOMOR 9 TAHUN 2011 Chirsnia, Ivone; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.747 KB)

Abstract

Telah dilakukan uji kesesuaian pada pesawat CT-Scan merek Philips Briliance 6 yitu uji kesesuaian akurasi tegangan, akurasi keluaran radiasi, linearitas keluaran radiasi, kualitas berkas sinar-X, posisi meja pemeriksaan, laser penanda dan kesesuaian dosis radiasi pasien.  Pengujian dosis radiasi pasien digunakan fantom sebagai pengganti pasien. Hasil uji dibandingkan dengan nilai lolos uji Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011. Hasil yang diperoleh yaitu pesawat CT-Scan merek Philips Briliance 6 dalam kondisi andal dengan perbaikan.
ANALISIS UPTAKE TIROID MENGGUNAKAN TEKNIK ROI (REGION OF INTEREST) PADA PASIEN NODUL TIROID Bahirah, Azyyati; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.18 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan analisis uptake tiroid menggunakan teknik ROI (Region Of Interest) dari 10 orang pasien nodul tiroid. Pasien dibagi menjadi 2 kategori, yaitu hot nodule sebanyak  3 orang dan cold nodule sebanyak 7 orang. Radiofarmaka yang digunakan adalah Tc-99m perteknetat. Radiofarmaka diinjeksikan secara intravena ke lengan pasien. Pencitraan dilakukan menggunakan kamera gamma dual head ADAC Skylight pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit pasca injeksi. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai uptake pada pasien hot nodule meningkat pada selang waktu 5 sampai 15 menit, sedangkan pada pasien cold nodule peningkatan nilai uptaketerjadi pada selang waktu 5 sampai 10 menit.Kata Kunci : Cold nodule, hot nodule, kamera gamma, radiofarmaka, Tc-99m perteknetat, uptakeAbstractThe thyroid uptake analysis using ROI (Region of Interest) technique of10 thyroid nodules patients had been performed. Patients were divided into two categories, i.e. hot nodule and cold nodule, as many as 3 people and7 people, respectively. Radiopharmaceutical used is Tc-99m pertechnetate. Radiopharmaceutical was intravenouslyinjectedintothe patients arm. Imaging was performed using a ADAC Skylight dual head gamma camerain intervals 5, 10 and 15 minutes post-injection. The results showedthe meanuptake value at patients with hot nodulesincreased at intervals of 5 to 15 minutes, while at patients with cold nodules increased at intervals of 5 to 10 minutes.Keyword : Cold nodules, hot nodules, gamma camera,  radiopharmaceutical, Tc-99m pertechnetate, uptake
PERBANDINGAN ANTARA GLOMERULUS FILTRATION RATE (GFR) SECARA MANUAL DENGAN HASIL PEMERIKSAAN KAMERA GAMMA MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI TC99M DTPA PADA PASIEN RENOGRAFI -, Monaliza; Milvita, Dian; Nazir, Fadhil; Varuna, Chavied
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.701 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan perbandingan antara Glomerulus Filtration Rate (GFR) secara manual dengan hasil pemeriksaan kamera gamma menggunakan sumber radiasi Tc99m DTPA. Pemeriksaan dilakukan pada 23 orang pasien renografi di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Persentase uptake dan GFR secara manual didapatkan dari perhitungan menggunakan metode Gates yang telah dimodifikasi, sedangkan persentase uptake dan GFR hasil pemeriksaan didapatkan setelah dilakukan scan ginjal menggunakan kamera gamma dan diolah menggunakan Region of Interest (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai GFR dan persentase uptake hasil perhitungan secara manual jauh lebih  besar dibandingkan hasil pemeriksaan komputer kamera gamma, yaitu pada persentase uptake maksimum secara manual mencapai 300,42% sedangkan hasil pemeriksaan kamera gamma sebesar 100%. Pada GFR total secara manual didapatkan rata-rata sebesar 561,43 ml/menit sedangkan hasil pemeriksaan kamera gamma dengan rata-rata sebesar 54,22 ml/menit. Secara umum GFR komputer kamera gamma lebih tepat dibandingkan hasil perhitungan manual. Kata kunci :  Glomerulus Filtration Rate (GFR), persentase uptake, kamera gamma, Tc99m DTPA,RenografiAbstractThe comparison between the manual calculation of Glomerulus Filtration Rate (GFR) and direct examination of gamma camera by using Tc99m DTPA radiation source has been carried out. It takes on 23 renography patients in Pertamina Central Hospital, Jakarta. The uptake percentage and manual GFR calculation are obtained using modified Gates method, while the percentage of uptake and GFR test results are obtained after scanning of renal using a gamma camera, then they are processed by Region of Interest (ROI). The results show that the value of GFR and uptake percentage with manual calculation are bigger than the examination result of the gamma camera on computer, i.e the percentage of the maximum uptake manually reached 300.42% while the results of camera gamma examination is 100%. The total GFR manually obtained is 561.43 ml/min on average, while the gamma camera examination is 54.22 ml/min. In general, the calculation of computer GFR of gamma camera is more precise than the  manual one.Keywords : Glomerulus Filtration Rate(GFR), uptake percentage, gamma camera, Tc99m DTPA,  Renography
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN SINGLE PHOTON EMISSION COMPUTED TOMOGRAPHY (SPECT) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI HIGH ENERGY I131 Asril, Yosi Sudarsi; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 3: Juli 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.136 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian mengenai studi awal pengujian perangkat kamera gamma dual head model pencitraan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) menggunakan sumber radiasi high energy I131 di bidang Teknik Nuklir Kedokteran (TNK) Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jakarta Selatan.  Pada penelitian ini dilakukan pengujian dengan mencacah I131 dan melihat pengaruh yang dihasilkan dari perubahan sudut terhadap laju cacahan menggunakan kolimator High Energy General Purpose (HEGP), tanpa kolimator, phantom linier, dan phantom jaszczak. Selain itu dilakukan analisa akumulasi sumber radiasi menggunakan teknik Region of Interest (ROI). Dari hasil pengujian didapatkan nilai laju cacahan pada saat tanpa kolimator lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan kolimator HEGP, serta didapatkan bahwa detektor kamera gamma menangkap paparan sumber radiasi dengan baik dan tidak terjadi kerusakan pada detektorKata kunci: kamera gamma dual head, SPECT, kolimator HEGP, phantom linier, phantom jaszczak.AbstractPreliminary study on the performance of a dual head Single Photon Emission Computed Tomographic (SPECT) gamma camera at PTKMR-BATAN has been examined by using high energy radiation from I131. The performance was investigated from the influence of angle change on count rate for the system with High Energy General Purpose (HEGP) collimator, without any collimator, and with linier and jaszczak phantoms. Moreover, the accumulation of radiation was analyzed by using the Region of Interest (ROI) technique. It was found that the count rate for the measurement without any collimator was larger than the measurement with HEGP collimator. In addition, the result showed that the gamma camera detector captures the radiation exposure well, indicating that no damage occurs in the detector.Keywords: dual head gamma camera, HEGP collimator, I131, jaszczak phantom, linier phantom, SPECT.