Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMU FISIKA | UNIVERSITAS ANDALAS

Optimalisasi Persentase Serat Bambu Terhadap Sifat Fisis Papan Komposit Beton Ringan Mahyudin, Alimin; Yunita, Devi; Milvita, Dian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 1 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3199.465 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul optimalisasi serat bambu terhadap sifat fisis papan komposit beton ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serat bambu terhadap sifat fisis papan komposit yang diharapkan dapat menghasilkan papan komposit beton ringan lebih kuat, lentur, ringan  dengan persentase serat bambu yang optimum. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode two dimensional reinforcement (planar) dalam penyusunan serat bambu. Persentase serat yang digunakan pada masing-masing sampel, yaitu 0%; 0,6%; 1,2%;2,5% dan 5% serta foam agent 0,06%, dan tebal sampel papan 1 cm.  Berdasarkan hasil pengujian nilai densitas optimum diperoleh  sebesar 1,63 g/cm3 pada serat 0,6% dari volume sampel,  kuat lentur optimum terdapat pada serat 0,6% dari volume sampel bernilai 44,25 kg/cm2 sedangkan nilai kuat tekan optimum diperoleh sebesar 6,9 kg/cm2 pada serat 2,5% dari volume sampel. Nilai kuat lentur  telah memenuhi standar  SNI 03-2104Kata kunci: Papan komposit, serat bambu, foam agent.
Studi Awal Pengaruh Radiasi Terhadap Pekerja Radiasi Menggunakan Metode Comet Assay Oktavia S, Amel; Milvita, Dian; Darlina, Darlina
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11, No 1 (2019): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi awal pengaruh radiasi terhadap pekerja radiasi menggunakan metode comet assay. Pengambilan data dosis radiasi dilakukan pada hasil pembacaan laju dosis radiasi terhadap pekerja radiasi menggunakan film badge di Instalasi Radiologi RS Dr. Reksodiwiryo Padang, sedangkan pemeriksaan DNA sel limfosit dilakukan di Laboratorium Biomolekuler PTKMR BATAN. Pemeriksaan DNA sel limfosit dilakukan pada 50 sel sampel darah dari tiga orang pekerja radiasi dan tiga orang normal sebagai sampel kontrol, menggunakan mikroskop fluorescent dan CASP LAP comet assay software. Hasil pembacaan dosis radiasi menunjukkan bahwa laju dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi yaitu 1,2 mSv/tahun. Hasil ini masih berada di bawah NBD berdasarkan Perka BAPETEN No 4 Tahun 2013. Pemeriksaan DNA sel limfosit menunjukkan nilai rata-rata tail length (TL) sampel pekerja radiasi lebih tinggi dibandingkan dengan sampel kontrol. Berdasarkan nilai TL tersebut belum bisa diketahui tingkat keparahan suatu kerusakan DNA.Kata kunci : laju dosis radiasi, NBD, kerusakan DNA , comet assay, limfosit, tail length
ANALISIS DOSIS RADIASI YANG DITERIMA ANAK DALAM KEGIATAN RADIODIAGNOSTIK FOTO THORAK PADA BEBERAPA RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG Milvita, Dian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6093.938 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis dosis radiasi yang diterima anak melalui kegiatan radiodiagnostik foto thorak pada beberapa rumah sakit di kota Padang. Penelitian dilakukan pada anak berusia 0 tahun sampai 15 tahun sebanyak 60 orang menggunakan dosimeter termoluminesensi-100 (TLD-100). Dari hasil analisis hubungan antara massa/berat badan pasien (kg) dan dosis radiasi (mGy) untuk ketiga rumah sakit terlihat bahwa kegiatan radiodiagnostik foto thorak pada tiga rumah sakit kurang memperhatikan kondisi fisik (massa) pasien. Hubungan tegangan alat (KVp) dan dosis radiasi permukaan yang dihasilkan (mGy) belum memenuhi jaminan kualitas untuk ketiga rumah sakit. Secara umum, dosis permukaan yang diterima pasien untuk semua kelompok umur jauh di atas dosis standar yang ditetapkan UNSCEAR. Pada rumah sakit A kisaran dosis radiasi permukaannya adalah 0,8 kali sampai 24 kali standar dosis UNSCEAR. Pada rumah sakit B kisaran dosis radiasi permukaannya adalah 1,2 kali sampai 8,5 kali standar dosis UNSCEAR. Sedangkan pada rumah sakit C kisaran dosis radiasi permukaannya adalah 1,2 kali sampai 11,7 kali standar dosis UNSCEAR.
ANALISIS SISA RADIOFARMAKA TC99M MDP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Khairah, Hajjatun; Milvita, Dian; Fitriyani, Dian; Mulyadi, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.788 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis sisa radiofarmaka Tc99m MDP pada pasien kanker payudara di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dalam penelitian ini digunakan dua alat utama yaitu kamera gamma dan dose calibrator, dengan bahan utama Tc99m MDP yaitu unsur radioaktif yang telah dicampur dengan senyawa farmaka. Data diambil dari 32 pasien kanker payudara, 63% diantaranya sudah bermetastasis, kemudian data tersebut diolah menggunakan program statistik untuk melihat rerata dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata sisa radiofarmaka Tc99m MDP yang tertinggal di tubuh pasien (130 – 265) menit pasca injeksi dengan dosis injeksi yang tidak sama, masih cukup tinggi yaitu 7,48 mCi. Pada hasil penelitian, terlihat bahwa meningkatnya dosis injeksi tidak selalu diikuti oleh meningkatnya sisa radiofarmaka sehingga antara sisa radiofarmaka dengan dosis injeksi memiliki korelasi yang sangat lemah, sedangkan sisa radiofarmaka dengan lama pemeriksaan (rentang waktu pengukuran aktivitas Tc99m MDP) memiliki korelasi kuat.
Analisis Trend Paparan Radiasi pada Pemeriksaan Renografi Menggunakan TLD-100 di Instalasi Kedokteran Nuklir RSUP Dr. M. Djamil Padang Milvita, Dian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7202.192 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis trend paparan radiasi pada pemeriksaan renografi menggunakan TLD-100 di instalasi kedokteran nuklir RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data penelitian diperoleh dari hasil pemeriksaan fungsi ginjal (renografi) 10 pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dosis paparan radiasi yang diterima pasien yang menjalani pemeriksaan renografi, memprediksi paparan radiasi pada proyeksi organ jantung, ginjal dan kandung kemih selama pemeriksaan renografi, mengetahui rerata paparan radiasi pada proyeksi jantung, ginjal, dan kandung kemih, serta mengetahui dana menganalisa trend paparan radiasi pada masing-masing organ selama pemeriksaan berlangsung. Data diperoleh dari TLD-100 yang ditempel pada permukaan tubuh pasien selama 45 menit yang disuntik dengan Yc-99m DTPA (Teknesium-99m Diethylene Triamine Pentaacetic Acid) dan diperiksa dengan kamera gamma pada proyeksi jantung, ginjal, dan kandung kemih berturut-turut adalah Y=2,8084X + 3,2749, Y=-0,5296X + 4,3434, dan Y=-2,8413X + 5,1587. Rerata paparan radiasi yang diterima pada organ jantung adalah (0,089 ± 0,0252) mSv/pemeriksaan, ginjal (0,096 ± 0,0406) mSv/pemeriksaan, dan kandung kemih (0,098 ± 0,0303) mSv/pemeriksaan. Dari trend paparan radiasi yang diperoleh diketahui bahwa akumulasi radioaktivitas tertinggi nilainya hingga terkecil terdapat pada kandung kemih, ginjal, dan jantung.
Analisis Keluaran Berkas Radiasi Sinar-X Pesawat Terapi LINAC Berdasarkan TRS 398 IAEA Pada Fantom Air Di Instalasi Radioterapi RS Universitas Andalas Milvita, Dian; Mahyudin, Alimin; Vadila, Mona
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.267 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis keluaran berkas sinar-X pesawat terapi linear acceleration (LINAC) pada fantom air.  Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pesawat terapi LINAC selama digunakan dengan mengacu pada nilai 1 cGy sama dengan 1 MU.  Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis muatan yang ditangkap oleh detektor ionisasi chamber dengan faktor koreksi suhu, tekanan, efek polaritas dan rekombinasi ion.  Penelitian dilakukan dengan variasi energi 6 MV dan 10 MV dengan ukuran luas lapangan penyinaran (10 x 10) cm dan teknik penyinaran Source to Surface Distance (SSD) 100 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada berkas sinar-X energi 6 MV dan 10 MV didapatkan nilai keluaran per 1 MU sebesar 1,026 cGy dan 1,025 cGy dengan deviasi pengukuran 2,60 % dan 2,56 %, nilai ini masih berada dalam rentang toleransi pengukuran yaitu ± 3 %.  Dengan demikian, keluaran berkas radiasi sinar-X pesawat terapi LINAC di Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) telah sesuai standar TRS 398 IAEA.Kata kunci: berkas sinar-X, fantom air, LINAC, RS Unand