Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Sifat Fisis dan Mekanik Papan Komposit Gipsum Serat Ijuk dengan Penambahan Boraks (Dinatrium Tetraborat Decahydrate) Trisna, Hilda; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 1, No 1: Oktober 2012
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.871 KB)

Abstract

Penelitian mengenai sifat fisis dan mekanik papan gipsum dengan penambahan serat ijuk (arrenge pinnata) dan boraks (dinatrium tetraborat decahydrate) telah dilakukan.  Metode penyusunan serat yang digunakan yaitu 1 lapis secara teratur yang diletakkan di antara matriks, dengan variasi persentase serat 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, dan 2,5% terhadap massa tepung gipsum, sedangkan kadar boraks yang digunakan yaitu 0,5% terhadap massa total adonan.  Dari hasil pengujian diperoleh, nilai optimum daya serap air diperoleh pada papan dengan persentase serat 2,5% yaitu sebesar 24,32%, sedangkan nilai densitas optimum diperoleh pada papan dengan persentase serat 1,0% yaitu sebesar 1,4 g/cm3.  Kuat tekan optimum diperoleh pada papan dengan persentase serat 1,0%, yakni sebesar 133,95 kg/cm2, sedangkan nilai kuat lentur optimum terdapat pada papan dengan persentase serat 2,0% yaitu 45,38 kg/cm2.  Nilai daya serap air dan kuat tekan telah memenuhi standar mutu papan, sedangkan densitas dan kuat lentur belum memenuhi standar.
Studi Awal Proses Pemolingan dan Karakterisasi Sifat Listrik Bahan Piezoelektrik Ramah Lingkungan (0,95-x) Bi0,5Na0,5TiO3 - 0,05Ba0,5TiO3 - xBi0,5K0,5TiO3 (BNT-BT-BKT) Iby, Arsal Chayri; Mahyudin, Alimin; Ahda, Syahfandi
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.273 KB)

Abstract

Telah dilakukan studi awal proses pemolingan dan karakterisasi sifat listrik terhadap bahan piezoelektrik ramah lingkungan BNT-BT-BKT. Dalam penelitian ini, sintesis bahan dilakukan dengan metode solid state reaction. Hasil analisis menunjukan bahwa Bahan BNT-BT-BKT memiliki struktur kristal perovskite rhombohedral yang bersifat hard ceramic. Bahan piezoelektrik 0,90BNT-0,05BT-0,05BKT memiliki konstanta dielektrik 1,29 x 102 dan temperatur Curie 428o C. Bahan piezoelektrik 0,93BNT-0,05BT-0,02BKT memilki konstanta dielektrik 1,87 x 102 dan temperatur Curie 428o C. Dari hasil poling 0,90BNT-0,05BT-0,05BKT didapatkan nilai frekuensi diri dan terlihat tegangan yang dihasilkan ketika dilakukan uji tekan terhadap bahan.
Pengaruh Penambahan Serat Ijuk Terhadap Sifat Fisis dan Mekanik Papan Semen-Gipsum Darmawi, Meri; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.609 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat ijuk terhadap sifat fisis dan mekanik papan komposit semen-gipsum. Penambahan serat ijuk yang digunakan untuk masing-masing sampel dengan perbandingan terhadap matriks semen dengan gipsum yaitu 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%.  Pada penelitian digunakan jenis komposit laminat, yaitu komposit yang terdiri dari dua lapis atau lebih yang digabungkan menjadi satu dengan setiap lapisnya memiliki karakteristik tersendiri.  Dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa sifat fisis bahan yaitu densitas mengalami kenaikan sejalan dengan penambahan serat ijuk. Daya serap air mengalami penurunan sejalan dengan penambahan serat ijuk. Dari pengujian sifat mekanik untuk kuat tekan dan kuat lentur, persentase optimum penambahan serat ijuk adalah sebanyak 4% yang nilainya masing-masing adalah 123,87 kg/cm2 dan 40,83 kg/cm2. Dari keseluruhan pengujian, persentase penambahan serat ijuk terbaik terdapat pada komposisi serat ijuk 4%.
Pengaruh Penambahan SrTiO3 pada Struktur dan Sifat Listrik Bahan Piezoelektrik BNT-BT Delfia, Uchi; Mahyudin, Alimin; Ahda, Syahfandi
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.81 KB)

Abstract

Sintesis bahan piezoelektrik BNT-BT dengan menambah SrTiO3 telah dilakukan dengan menggunakan metode solid state reaction. Parameter yang digunakan pada metode ini diantaranya penggerusan selama 4 jam, kompaksi dengan tekanan 5000 psi, kalsinasi selama 1 jam pada suhu 300oC dan sintering pada suhu 1000oC selama 4 jam. Pada penelitian ini dilakukan variasi terhadap persentase SrTiO3 sebesar 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. Sampel dikarakterisasi menggunakan LCR meter dan STA. Hasil karakterisasi LCR menunjukkan pada penambahan 7,5% ST terdapat lonjakan tajam pada nilai konstanta dielektrik yaitu sebesar 3625, begitupun untuk nilai temperatur curienya sebesar 400oC. Hasil karakterisasi STA menunjukkan nilai onset tertinggi yang diindikasi sebagai daerah perubahan fasa dari feroelektrik ke paraelektrik berada pada penambahan 7,5% mol ST. Ini memperkuat kemungkinan bahwa daerah MPB (Morphotropic Phase Boundary) berada pada penambahan 7,5% mol ST untuk bahan BNT-BT-ST.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT PINANG (Areca catechu L. Fiber) TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN SIFAT FISIS BAHAN CAMPURAN SEMEN GIPSUM Olanda, Suci; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.09 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sifat mekanik dan sifat fisis papan semen gipsum dengan penambahan serat pinang.  Metode penyusunan serat pinang yang digunakan yaitu 1 lapis secara teratur yang diletakkan diantara matriks, dengan variasi persentase serat yang digunakan adalah 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%,08% dan 1,2% terhadap massa adonan serat, semen, gipsum dan air.  Dari hasil pengujian didapatkan nilai optimum kuat tekan diperoleh pada papan dengan persentase serat 0,6% yaitu sebesar 108,08 kg/cm2, sedangkan nilai kuat lentur optimum diperoleh pada papan dengan persentase serat 0,6% yaitu sebesar 30,33 kg/cm2.  Daya serap air optimum diperoleh persentase serat 1,2% yakni sebesar 16,52%, sedangkan densitas optimum diperoleh pada persentase serat 0,8% yaitu sebesar 1,139 g/cm3.  Nilai kuat tekan dan densitas memenuhi standar JIS A 5908-2003 dan SNI 03-6384-2000, sedangkan nilai kuat lentur telah memenuhi standar bison gypsum fiber board  dan daya serap air memenuhi standar FAO.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN DOPAN TA2O5 PADA BAHAN PIEZOELEKTRIK RAMAH LINGKUNGAN (K0,5NA0,5)0,96LI0,04NO3 DENGAN MENGGUNAKAN SINTESIS METODE MOLTEN SALT -, Awaluddin; Mahyudin, Alimin; Ahda, Syahfandi
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.244 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan bahan dopan Ta2O5 pada bahan piezoelektrik ramah lingkungan (K0,5Na0,5)0,96Li0,04NbO3(KNLN)dengan metode sintesis  molten salt.  Dalam penelitian ini  dilakukan variasi persentase mol bahan dopan Ta2O5  sebesar 3%, 7%, 10% dan 12%. Sintesis dilakukan dengan parameter penggerusan selama 4 jam, kalsinasi pada suhu 2500C selama 1 jam, dan sintering pada suhu 9200C selama 4 jam. Berdasarkan analisis XRD dapat diidentifikasi bahwa struktur bahan piezoelektrik KNLNT (KNLN + dopan) pada penambahan 3% dan 7% cenderung ortorhombik, sedangkan pada penambahan 10% dan 12% cenderung tetragonal. Pada penambahan 7% mol Ta2O5 terjadinya penurunan nilai c/a yang tajam. Hal ini menunjukkan bahwa pada rentang komposisi inilah daerah motphotropic phase boundary berada.  Hasil SEM menunjukkan pada penambahan dopan 3% ukuran partikel adalah 0,0884-0,7869 μm dan penambahan dopan 12% terjadi lonjakan tajam ukuran partikel yaitu sebesar 0,1563-1,5793 μm.AbstractResearch on the effect of the addition of dopant materials Ta2O5 on environmentally friendly piezoelectric materials (K0,5Na0,5)0,96Li0,04NbO3(KNLN) with molten salt synthesis method has been conducted. In this study, the mole percentage dopant materials varied by 3%, 7%, 10% and 12%. Synthesis was conducted with parameters: grinding for 4 hours, temperature calcination at 2500Cfor 1 hour, and sintering at a temperature of 9200C for 4 hours. Based on XRD analysis, it can be identified that the structure of the piezoelectric material KNLNT (KNLN + dopant) on the addition of 3% and 7% tend orthorhombic, while the addition of 10% and 12% tend to tetragonal. In addition of 7 % mol of Ta2O5, the c/a value decrese sharply. This value indicates that motphotropic phase boundary is located in this composition range. The SEM results show that at addition of 3% dopants the particle size is from 0.0884 to 0.7869 μm and at addition of 12% dopant the particle size increase sharply that  to 0.15623 until 1.5793 μm. 
PENGARUH PENAMBAHAN PVDF (POLYVINYLIDINE FLOURIDE) PADA HASIL PEMOLINGAN BAHAN PIEZOELEKTRIK PbZr(0,52)Ti(0,48)O3 (PZT) YANG DILENGKAPI ALAT PEMUTUS POLING Haprido, Kgs; Mahyudin, Alimin; -, Mardiyanto
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.086 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan PVDF (Polyvinylidene Flouride) pada hasil pemolingan bahan piezoelektrik PbZr(0,52)Ti(0,48)O3 (PZT) yang dilengkapi alat pemutus poling. Sintesis bahan piezoelektrik PZT  dengan metode reaksi padatan (solid state reaction) pada suhu sintering 900 0C. Bahan piezoelektrik dicampur dengan  PVDF dengan variasi massa 0,05 gr, 0,07gr, 0,09 gr, 0,11 gr, dan 0,13 gr sebagai perekat agar PZT tidak mudah hancur saat digunakan. Campuran PZT dan PVDF diberi lapisan logam di kedua sisinya dengan metode thermal spraying menggunakan alat sputtering cutter. Sampel kemudian dipoling dengan tegangan 2 kV/mm dengan mesin televisi sebagai sumber tegangan tinggi yang dilengkapi dengan regulator sebagai pengatur tegangan keluaran dan alat pemutus poling untuk menghindari terjadinya arus pendek.  Alat pemutus poling bekerja dengan tegangan referensi sebesar 10 V.  Sebelum dan sesudah pemolingan dilakukan pengukuran koefisien piezoelektrik menggunakan alat d33 meter. Koefisien piezoelektrik terbesar yaitu sebesar 45x10-12 C/N diperoleh pada penambahan PVDF 0,05 gr.Kata kunci : Piezoelektrik, PZT, PVDF, tegangan, poling, pemutus polingAbstractThe research is about effect of addition of PVDF on piezoelectric coefficient of PZT using poling breaker. PbZr(0.52)Ti(0.48)O3(PZT) was synthesized using solid state reaction method with sintering temperature of 900 0C. The piezoelectric material was mixed with PVDF (polyvinylidene fluoride) as a glue of 0.05 gr, 0.07 gr, 0.09 gr, 0.11 gr, and 0.13 gr so that PZT is not easily broken during using it. The mixtures of PZT and PVDF are then coated with metal layer on their both sides by thermal spraying method using a sputtering coating tool. Samples were then polled at 2 kV / mm by using television machine as the source of high voltage that equipped with regulator to regulate output voltage and polling breaker to avoid a short circuit. Polling breaker worked at refences voltage 10 V. Before and after polling, piezoelectric coefficient was measured using d33 meter. The highest value of d33 is reached at addition of 0.05 gr PVDF 45x10-12 C / N.Keyword : Piezoelectric, PZT, PVDF,  voltage,  polling, polling breaker
Pengaruh Penambahan Aluminium Pasta dengan Sikacim Concrete Additive atau Katalis Mekpo Terhadap Sifat Fisis Papan Beton Ringan Berserat Sabut Kelapa Wahyuni, Deri; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan aluminium pasta dengan sikacim concrete additive dan katalis MEKPO terhadap sifat fisis papan beton ringan berserat sabut kelapa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persentase optimum penambahan aluminium pasta terhadap sifat fisik dan sifat mekanik pada papan beton ringan berserat sabut kelapa. Persentase aluminium pasta yang digunakan adalah 0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,3%, dan 0,4%. Pengujian yang dilakukan pada sampel yaitu uji sifat fisik (densitas dan porositas) dan uji sifat mekanik (kuat tekan dan kuat lentur). Penambahan aluminium pasta dengan sikacim concrete additive dan katalis MEKPO menurunkan densitas karena bertambahnya porositas. Densitas minimum sebesar1,71 g/cm3 didapatkan pada penambahan aluminium pasta 0,4% dengan sikacim concrete additive. Porositas maksimum sebesar 39,1% didapat pada penambahan aluminium pasta 0,4% dengan sikacim concrete additive. Nilai kuat tekan maksimum sebesar 78 kg/cm2 pada penambahan aluminium pasta 0,05% dengan sikacim concrete additive dan kuat tekan semakin berkurang ketika penambahan aluminium pasta semakin meningkat. Kuat lentur maksimum yang dihasilkan sebesar 72 kg/cm2 pada penambahan aluminium pasta 0,1% dengan sikacim concrete additive. Semakin besar penambahan aluminium pasta, semakin menurun kuat lentur. Sifat fisik dan sifat mekanik papan beton ringan dengan sikacim concrete additive lebih baik dari papan beton ringan dengan katalis MEKPO. Densitas, porositas dan kuat tekan papan beton ringan berserat sabut kelapa telah memenuhi standar SNI- 03-3449-2002 dan SNI-03-2105-2006 namun kuat lentur belum memenuhi standar.Kata kunci: aluminium pasta, sikacim concrete additive,katalis MEKPO, serat sabut kelapa, papan beton ringan
Pengaruh Persentase Massa Gipsum Dan Serat Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Papan Semen – Gipsum Berserat EcengGondok Mahyudin, Alimin; Qorina, Ummi; Handani, Sri
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2016
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4269.738 KB)

Abstract

Abstract The research about the influence of mass percentage of gypsum and  fibers to compressive and flexural strength of gypsum-cement board with water hyacinth fiber has been conducted.The compressive and flexural strength were measured using universal testing machine (UTM). The result shows that the board with constant mass percentage of water hyacinth fiber of 2.5% have maximum value of compressive strength (14.52 kg/cm2) and of  flexural strength (1.265 kg/cm2)both at 30 % of gypsum mass percentage. The board with constant mass percentage of gypsum mass of 30% have maximum value of compressive strength (24.99kg/cm2 ) at 30% of water hyacinth fiber percentage 7.5% and of flexural strength (1.575kg/cm2) at water hyacinth fiber percentage of 5%. Keywords: gypsum-cement board, hyacinth fiber, compressive strength, flexural strength. Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh persentase massa gypsum dan serat terhadap kuat tekan dan kuat lentur papan semen-gipsum berserat eceng gondok. Alat uji Kuat tekan dan kuat lentur  menggunakan universal testing machine (UTM). Dari hasil pengujian terhadap papan semen-gipsum dengan persentase massa serat tetap 2,5% diperoleh nilai kuat tekan paling tinggi yaitu sebesar 14,52 kg/cm2 pada persentase massa gipsum 30%. Sedangkan pada papan semen-gipsum dengan persentase massa gipsum tetap 30% diperoleh nilai kuat tekan tertinggi sebesar 24,99 kg/cm2pada persentase massaserat 7,5%. Hasil pengujian terhadap papan semen-gipsum dengan persentase massa serat tetap 2,5% diperoleh nilai kuat lentur paling tinggi yaitu sebesar 1,265 kg/cm2 pada persentase massa gipsum 30%. Sedangkan pada papan semen-gipsum dengan persentase massa gipsum tetap 30% diperoleh nilai kuat lentur tertinggisebesar 1,575 kg/cm2 pada persentase massaserat 5%. Kata kunci: papan semen-gipsum, serat eceng gondok, kuat tekan dan kuat lentur.
APLIKASI METODE MOLTEN SALT UNTUK SINTESIS BAHAN PIEZOELEKTRIK Bi0,5(Na0,5K0,5)0,5TiO33 Ahda, Syahfandi; Mardiyanto, Mardiyanto; Mahyudin, Alimin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 4: JULI 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.77 KB)

Abstract

APLIKASI METODE MOLTEN SALT UNTUK SINTESIS BAHAN PIEZOELEKTRIK Bi0,5(Na0,5K0,5)0,5TiO3. Telah dikembangkan sintesis bahan piezo elektrik ramah lingkungan (bebas Pb) dengan menggunakan metode molten salt untuk bahan piezoelektrik Bi0,5(Na0,5K0,5)0,5TiO3 (BNKT). Sintesis BNKT dilakukan dalam lingkungan lelehan garam NaCl dan KCl pada suhu sintering 950 oC. Bahan-bahan dasar Bi2O3, Na2CO3, K2CO3 memiliki suhu leleh dibawah suhu lelehan garam, sedangkan TiO32 berada diatas suhu sintering. BNKT diperoleh dalam dua tahap yakni terlebih dahulu mensintesis Bi2Ti4O12 (BIT) kemudian dilanjutkan dengan sintesis BNKT. Pada proses sintesis dengan metode molten salt ini terjadi reaksi difusi bahan-bahan dasar (lelehan) ke partikel bahan dasar TiO32 membentuk produk baru BIT maupun BNKT. Pada penelitian ini juga dilakukan sintesis BNKT dari BIT menggunakan metode solid state reacTiO3n sebagai pembanding. Dari hasil karakterisasi fasa dan strukturmikro bahan BNKT masing-masing dengan metode difraksi sinar-X dan Scanning Electron Microscope (SEM), diperoleh bahwa dengan metode molten salt transformasi bahan dasar menjadi produk baru BNKT lebih baik dibandingkan dengan metode solid state reaction.