Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH VARIASI BAHAN PENDINGIN JENIS LOGAM CAIR TERHADAP KINERJA TERMOHIDROLIK PADA REAKTOR CEPAT Haryani, Nevi; Fitriyani, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 3: Juli 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.563 KB)

Abstract

Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk analisis pengaruh berbagai bahan pendingin jenis logam cair terhadap kinerja termalhidrolik pada reaktor cepat dengan bahan bakar UN-PuN.  Perhitungan dilakukan terhadap desain reaktor dengan geometri teras berbentuk kubus 3D dengan ukuran 80 x 80 x 80 cm. Optimasi desain reaktor dilakukan untuk variasi empat jenis bahan pendingin logam cair yaitu, Na, NaK, Pb dan PbBi. Tinjauan dilakukan terhadap parameter-parameter termalhidrolik yang meliputi distribusi temperatur teras dan penurunan tekanan sistem. Simulasi diawali dengan perhitungan difusi multigrup yang menghasilkan distribusi fluks neutron, faktor multiplikasi neutron dan distribusi densitas daya. Perhitungan termalhidrolik dilakukan terhadap  masing-masing bahan pendingin pada laju alir awal 3000 kg/s.  Kemudian dilakukan pengaturan hingga diperoleh kondisi laju alir yang sesuai untuk masing-masing performa pendingin. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pendingin Pb dan PbBi memberikan kinerja termalhidrolik yang baik pada laju alir 3000 kg/s, sedangkan pendingin Na dan NaK menunjukkan kinerja termalhidrolik baik pada rentang laju alir massa pendingin dari 500 sampai 1500 kg/s.
Pengaruh Bahan Bakar Un-PuN, Uc-PuC dan MOX terhadap Nilai Breeding Ratio pada Reaktor Pembiak Cepat Lestari, Meiby Astri; Fitriyani, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.111 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh beberapa jenis campuran bahan bakar terhadap nilai breeding ratio pada reaktor pembiak cepat.  Perhitungan dilakukan melalui simulasi komputasi untuk desain reaktor 3D dengan geometri teras berbentuk kubus berukuran x= y = z = 80 cm, berpendingin PbBi dengan memvariasikan tiga jenis campuran bahan bakar yang digunakan yaitu  UN-PuN, UC-PuC dan MOX. Pemantauan terhadap hasil simulasi dilakukan selama 5 tahun waktu operasi.  Melalui perhitungan difusi multigrup dan perhitungan burnup, dilakukan analisis tentang nilai faktor multiplikasi (keff) dan nilai breeding ratio. Pada awal operasi, fraksi pengayaan bahan bakar diatur agar nilai keff awal berada dalam kondisi kritis dengan  nilai reaktifitas swing 0,002. Pada awal operasi nilai breeding ratio terbesar dicapai oleh bahan bakar UC-PuC sedangkan nilai terkecil pada penggunaan MOX masing-masing 1,31 dan 0,76.  Pada penggunaan bahan bakar UN-PuN menunjukkan nilai breeding ratio yang stabil setiap tahunnya yaitu ~1,2.
Analisis Neutronik Pada Reaktor Cepat dengan Variasi Bahan Bakar (UN-PuN, UC-PuC dan MOX) N, Dina Cinantya; Fitriyani, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.564 KB)

Abstract

Analisis neutronik pada reaktor cepat dengan variasi bahan bakar telah dilakukan pada penelitian ini.  Penelitian dilakukan secara simulasi komputasi terhadap reaktor cepat berpendingin logam cair Pb-Bi dengan variasi tiga jenis bahan bakar campuran yaitu UN-PuN, UC-PuC, dan MOX.  Perhitungan difusi neutron multigrup dilakukan untuk geometri teras reaktor 3D berukuran medium. Parameter-parameter neutronik yang diamati meliputi faktor multiplikasi neutron (keff), distribusi fluks neutron, dan distribusi daya. Pada awal operasi, reaktor diatur dalam kondisi kritis yang ditunjukkan dengan nilai keff dalam rentang 0,998 sampai 1,002 dengan cara mengatur fraksi fisil (pengayaan) bahan bakar pada setiap bagian teras. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ketiga jenis bahan bakar yang digunakan akan memberikan pengaruh yang berbeda pada karakteristik neutroniknya. Untuk mencapai kondisi kritis, MOX memerlukan fraksi pengayaan yang paling besar (25,8% hingga 30%) dibandingkan UN-PuN (12,83% hingga 14%) dan UC-PuC (12,8% hingga 14,9%). UN-PuN menghasilkan distribusi fluks neutron dan distribusi daya tertinggi yaitu 1,1446 x 105 n/cm2.s dan 471,676 MW/cm3 dibandingkan UC-PuC (1,0708 x 105 n/cm2.s dan 459,195 MW/cm3) dan MOX (0,6926 x 105 n/cm2.s dan 449,556 MW/cm3). Hal ini disebabkan oleh tingginya rapat UN-PuN sehingga menyebabkan probabilitas reaksi fisi tinggi dan secara tidak langsung akan menyebabkan jumlah neutron di teras bertambah.
SINTESIS BAHAN YSZ (YTTRIA STABILIZED ZIRCONIA, Y2O3-ZrO2) DENGAN METODE REAKSI PADATAN DAN KARAKTERISASINYA Munggaran, Galih Putra Drantou; Fitriyani, Dian; Rivai, Abu Khalid
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.366 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis bahan YSZ (Yttria Stabilized Zirkonia, ZrO2-Y2O3) dengan metode reaksi padatan (solid state reaction) yaitu melalui proses penggerusan. Proses pemaduan bahan YSZ dilakukan dengan mencampurkan serbuk yttria dan zirkonia yang digerus bersama-sama selama       5 jam dengan komposisi Y2O3  dan ZrO2 (4,5:95,5 dan 8,0:92,0) %mol. Setelah itu serbuk paduan dikalsinasi pada temperatur 500°C selama 3 jam,  kemudian dikompaksi pada tekanan 4000 psi dan sintering pada temperatur 1300°C selama 3 jam. Selanjutnya, sampel digerus dan dikalsinasi kembali pada temperatur 500°C selama 3 jam, dikompaksi pada tekanan ~14.600 psi dan sintering pada temperatur 1400°C selama 3 jam. Identifikasi fasa dari senyawa yang terbentuk, pengamatan morfologi dan konduktivitas ionik pada sampel hasil sintesis tersebut dilakukan berturut-turut dengan menggunakan XRD  spektroskop, SEM-EDS dan LCR meter. Hasil analisis menunjukkan bahwa telah berhasil terbentuk YSZ pada bahan hasil sintesis untuk kedua komposisi YSZ. Hal ini ditunjukkan dengan teridentifikasinya fasa kubik yang mendominasi pada bahan YSZ yang dihasilkan walaupun masih teridentifikasi sebagian kecil fasa monoklinik zirkonia. Lebih lanjut lagi, nilai konduktivitas ionik yang diperoleh cukup baik yang  menunjukkan bahan YSZ yang terbentuk. Nilai ini meningkat dengan bertambahnya temperatur dan komposisi yttria sesuai dengan karakteristik ionik pada padatan.Kata kunci: YSZ, yttria, zirkonia, sensor oksigen, solid oxide fuel cell, penggerusanAbstractThe synthesis of YSZ materials (Yttria Stabilized Zirconia, ZrO2-Y2O3) have been done with solid state reaction method through the mixing process with grinding technique. The process of grinding was done by mixing yttria and zirconia powders and grinded for 5 hours with composition Y2O3 and ZrO2 (4.5:9.5 and 8.0:92.0) mol%. Afterward, the mixed powder was calcinated at temperature of 500°C for 3 hours, compaction at pressure of 4,000 psi and then sintered at temperature of 1,300°C  for 3 hours.Furthermore, samples were grinded again, calcinated at temperature of 500 °C for 3 hours, compaction at  pressure of ~14,600 psi and sintering at temperatures of 1400 ° C for 3 hours. Identification of the phase transformation and crystals, microstructure, morphology and ionic conductivity were tested using XRDSpectroscope, SEM-EDS and LCR meter, respectively. The results show that YSZ was successfully formed for both samples. It was revealed by the identification of dominated cubic phase for both samples even view peaks of monoclic phase of zirconia was still found. Furthermore, the ion conductivity values was relatively good which show the formation of YSZ. The ionic conductivity values increas with increasing of temperature and composition of yttriain accordance with the characteristics of ionic in solids .Keywords: YSZ,  yttria, oxygen sensor, solid oxide fuel cell, grinding
Analisis Neutronik Super Critical Water Reactor (SCWR) dengan Variasi Bahan Bakar (UN-PuN, UC-PuC dan MOX) Sari, Nella Permata; Fitriyani, Dian; Irka, Feriska Handayani
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.094 KB)

Abstract

Analisis neutronik Super Critical Water Reactor (SCWR) menggunakan simulasi komputasi program SRAC telah dilakukan. Reaktor ini menggunakan air ringan (H2O) sebagai pendingin. Analisis neutronik SCWR dilakukan dengan memvariasikan jenis bahan bakar, yaitu: uranium-plutonium nitrit (UN-PuN), uranium-plutonium karbit (UC-PuC) dan mixed oxide (MOX). Diameter teras dibagi menjadi 10 region dalam arah radial. Reaktor ini menggunakan strategi shuffling, agar reaktor dapat beroperasi menggunakan uranium alam. Masing-masing region diisi dengan bahan bakar yang sudah dibakar dan ditempatkan di dalam teras reaktor dengan konfigurasi tertentu dan uranium alam dibakar dalam jangka waktu 100 tahun. Setelah 10 tahun waktu operasi, bahan bakar di region 1 di pindahkan ke region 2, region 2 di pindahkan ke region 3 begitu seterusnya sampai bahan bakar di region 10 dikeluarkan dari teras reaktor dan region 1 diisi bahan bakar baru. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa pada desain teras dengan bahan bakar UN-PuN dan MOX menghasilkan nilai faktor multiplikasi (keff) dan level burn up yang paling optimal.Kata kunci: analisisneutronik, strategi shuffling, UC-PuC, UN-PuN, MOX
Optimasi Ukuran Teras Reaktor Cepat Berpendingin Gas dengan Uranium Alam sebagai Bahan Bakar Andris, Dora; Fitriyani, Dian; Irka, Feriska Handayani
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.377 KB)

Abstract

Optimasi ukuran teras reaktor cepat berpendingin gas dengan uranium alam sebagai bahan bakar telah dilakukan. Optimasi ukuran teras dilakukan untuk model teras silinder dua dimensi R-Z pada volume 8 m3, 14 m3 dan 20 m3. Setiap volume dibuat lima model ukuran teras dengan menvariasikan tinggi dan diameter teras. Diameter teras untuk setiap model ukuran teras dibagi menjadi 10 region. Perhitungan dilakukan dengan simulasi komputasi dengan program SRAC. Reaktor ini menggunakan strategi shuffling arah radial agar reaktor dapat beroperasi dengan bahan bakar uranium alam. Setelah 10 tahun periode burn up, bahan bakar di-shuffling secara radial dari region 1 ke region 2, region 2 ke region 3, begitu seterusnya sampai bahan bakar di region 9 di-shuffling ke region 10 sehingga bahan bakar region 10 dikeluarkan dari teras reaktor dan bahan bakar baru ditempatkan di region 1. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk teras dengan volume 8 m3 dan 14 m3 diperoleh nilai keff  antara 0,95 sampai 1,05 (reaktor berada dalam keadaan kritis) dan untuk volume 20 m3 keff ˃ 1,05 (keadaan superkritis) dengan ayunan reaktivitas ±0,05. Teras dengan model paling pipih pada volume 8 m3 merupakan model yang direkomendasikan untuk desain reaktor karena menghasilkan kinerja neutronik reaktor yang optimal dibandingkan model lain.Kata kunci: ukuran teras reaktor, uranium alam, SRAC, strategi shuffling
Analisis Neutronik pada Gas Cooled Fast Reactor (GCFR) dengan Variasi Bahan Pendingin (He, CO2, N2) Riska, Riska; Fitriyani, Dian; Irka, Feriska Handayani
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.966 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis perhitungan neutronik pada gas cooled fast reactor (GCFR) menggunakan program SRAC yang dikembangkan oleh JAERI. Parameter neutronik pada GCFR yang diamati adalah nilai faktor multiplikasi (keff) dan burn up level pada teras reaktor. Analisis neutronik dilakukan untuk tiga variasi bahan pendingin, yaitu: helium, karbon dioksida dan nitrogen. Pada reaktor diterapkan strategi shuffling, yang bertujuan agar reaktor dapat beroperasi menggunakan uranium alam. Langkah pertama yang dilakukan adalah menetapkan spesifikasi umum reaktor, menentukan nilai densitas dan variasi fraksi volume yang akan digunakan pada program. Selanjutnya, dilakukan perhitungan power level pada bagian sel. Hasil perhitungan akan dihomogenisasi dan dicolapsing berdasarkan grup yang telah ditentukan. Kemudian hasil ini digunakan pada perhitungan teras untuk mendapatkan faktor multiplikasi dan power density. Proses ini terus berulang sampai didapatkan power level yang homogen dengan error ≤ 10-6.  Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa pendingin karbon dioksida dengan fraksi coolant 25% mempunyai nilai faktor multiplikasi (keff) dan burn up level yang paling optimal.Kata kunci: analisis neutronik, bahan pendingin, GCFR, karbon dioksida.
Kajian Kualitatif Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pernikahan Remaja Perempuan Fitriyani, Dian; Irawan, Gaga; Susanah, Susi; Husin, Farid; Mose, Johanes Cornellius; Sukandar, Hadyana
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 3 (2015): September
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.013 KB)

Abstract

WHO bekerjasama dengan UNICEF untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di 25negara penyumbang angka kematian ibu tertinggi, salah satunya Indonesia. Kehamilan remaja akanmeningkatkan risiko kesehatan bagi ibu maupun bayinya. Kematian ibu mencapai 70.000 kematiansetiap tahun, dan kematian ibu tersebut berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran oleh remaja usia15−19 tahun diseluruh dunia. Tujuan Penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhipernikahan remaja perempuan di Wilayah Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif dengan paradigma fenomenologi. Pengambilan subyek diambil dengan teknik purposivesampling. Populasi penelitian adalah remaja perempuan yang telah menikah berusia <20 tahun,suaminya, dan keluarganya sebanyak 21 informan. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktoreksternal yang memengaruhi pernikahan remaja perempuan di Wilayah Kabupaten Indramayu yaitusosial budaya, stigma di masyarakat tentang perawan tua, menutupi aib kehamilan diluar nikah,kontrol sosial yang masih tabu mengenai pergaulan antara laki-laki dan perempuan, aprioripendidikan, prostitusi, dan pergeseran budaya. Keterbatasan penelitian yaitu terdapat subyek yangsetelah menikah tinggal diluar kota karena mengikuti suami ataupun bekerja, sehingga kemungkinanmasih banyak faktor yang belum terungkap. Simpulan dalam penelitian ini adalah faktor yangmemengaruhi pernikahan remaja perempuan di Wilayah Kabupaten Indramayu, yaitu faktor sosialbudaya yang meliputi, stigma, menutupi aib, kontrol keluarga, apriori pendidikan, prostitusi, danpergeseran budaya.
PERANCANGAN KODE KOMPUTASI UNTUK ANALISIS BURNUP 3 DIMENSI SATU SIKLUS PADA REAKTOR PEMBIAK CEPAT Fitriyani, Dian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.712 KB)

Abstract

Telah dilakukan disain kode komputasi untuk Analisis Burnup pada Reaktor Pembiak Cepat menggunakan bahasa pemograman Delphi 7.0. Disain dirancang untuk geometri teras reaktor 3 dimensi XYZ yang berbentuk kubus (seimbang/balance, x = y = z) dengan menggunakan bahan bakar UN-PuN (Nitrida). Simulasi disain diawali dengan perhitungan densitas awal, dilanjutkan dengan penyelesaian persamaan difusi multigrup untuk mendapatkan faktor multiplikasi, distribusi fluks neutron, dan distribusi daya. Nilai fluks neutron digunakan untuk menghitung perubahan densitas nuklida dalam analisis burnup (susutan bahan bakar). Hasil perubahan densitas nuklida digunakan untuk menghitung nilai Breeding Ratio (BR) dan Burnup (B). Contoh dari hasil simulasi melalui kode komputasi yang didisain memperlihatkan perubahan densitas setiap interval waktu tertentu, selain itu nilai Breeding Ratio (BR) untuk 1 siklus (4 tahun) menurun, tetapi masih dalam rentang nilai BR > 1. Nilai Burnup untuk 1 siklus (4 tahun) meningkat seiring dengan banyaknya nuklida dalam bahan bakar yang berfisi (terjadi penambahan densitas nuklida dalam bahan bakar seperti 234U, 236U, 237Np, 238Np, 239Pu, 240Pu, 241Am, 243Am).
ANALISIS SISA RADIOFARMAKA TC99M MDP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Khairah, Hajjatun; Milvita, Dian; Fitriyani, Dian; Mulyadi, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.788 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis sisa radiofarmaka Tc99m MDP pada pasien kanker payudara di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dalam penelitian ini digunakan dua alat utama yaitu kamera gamma dan dose calibrator, dengan bahan utama Tc99m MDP yaitu unsur radioaktif yang telah dicampur dengan senyawa farmaka. Data diambil dari 32 pasien kanker payudara, 63% diantaranya sudah bermetastasis, kemudian data tersebut diolah menggunakan program statistik untuk melihat rerata dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata sisa radiofarmaka Tc99m MDP yang tertinggal di tubuh pasien (130 – 265) menit pasca injeksi dengan dosis injeksi yang tidak sama, masih cukup tinggi yaitu 7,48 mCi. Pada hasil penelitian, terlihat bahwa meningkatnya dosis injeksi tidak selalu diikuti oleh meningkatnya sisa radiofarmaka sehingga antara sisa radiofarmaka dengan dosis injeksi memiliki korelasi yang sangat lemah, sedangkan sisa radiofarmaka dengan lama pemeriksaan (rentang waktu pengukuran aktivitas Tc99m MDP) memiliki korelasi kuat.