Articles

Found 16 Documents
Search

Pemanfaatan Batu Apung Sebagai Sumber Silika Dalam Pembuatan Zeolit Sintetis Mahaddilla, Febri Melta; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.541 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis hidrotermal zeolit dari batu apung dengan metoda pencampuran natrium silikat dan natrium aluminat. Natrium silikat dan natrium aluiminat dicampurkan dengan variasi rasio Si/Al (10:15 ml, 15:15 ml, 20:15 ml, 25:15 ml dan  30:15 ml). Natrium silikat diperoleh dengan pencampuran 10 g batu apung dan 40 g NaOH (natrium hidroksida) disertai pemanasan  pada suhu 350°C. Natrium aluminat diperoleh dengan pencampuran NaOH dan Al(OH)3. Hasil difraktometer sinar-X (XRD) pada zeolit dengan rasio 15:15 menunjukkan zeolit yang diperoleh adalah jenis zeolit A. Uji konduktivitas dengan menggunakan LCR-meter menghasilkan nilai konduktivitas yang tinggi untuk masing-masing sampel dengan rentang nilai  0,375 mS/m hingga 0,404 mS/m. Nilai konduktivitas yang besar ini dapat dimanfaatkan sebagai penukar ion dan penyaring molekul.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT Wibowo, Aditiya Yolanda; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 3: Juli 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.9 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengujian konduktivitas dan kandungan logam air limbah dengan  media serap batu apung. Ukuran partikel batu apung divariasikan yaitu 2 mesh, 4 mesh, 10 mesh dan 20 mesh. Penyaringan sampel air limbah dilakukan dengan 2 metode penyaringan yaitu penyaringan berdasarkan tinggi media serap batu apung 15 cm dan penyaringan berdasarkan massa media serap air limbah yaitu 250 g. Berdasarkan pengujian konduktivitas menggunakan konduktivitimeter dihasilkan konduktivitas terendah dari media serap batu apung dengan tinggi 15 cm sebesar 86,23 µS pada variasi ukuran partikel batu apung 2 mesh, sedangkan konduktivitas terendah dari media serap batu apung dengan massa 250 g sebesar 78,86 µS pada variasi ukuran partikel batu apung 2 mesh dan konduktivitas sampel air limbah murni 41,8 µS. Hasil pengujian kandungan logam menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) dengan larutan standar Fe, Pb, Cu, Cr, dan Al  menunjukkan logam Fe merupakan logam dengan konsentrasi tertinggi yaitu 14,455 mg/L pada sampel air limbah murni dan logam Fe mengalami penurunan terbesar menjadi 3,727 mg/L dengan variasi ukuran partikel batu apung 20 mesh.
ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM, KONDUKTIVITAS, TDS DAN TSS Putra, Daud Satria; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.426 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi limbah effluent dan limbah olahan terhadap air hulu sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas air berdasarkan pengujian TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), konduktivitas, dan kandungan logam.  Variasi volume limbah effluent dan limbah olahan yaitu 20 mL. 40 mL, 60 mL, 80 mL, dan 100 mL terhadap 1000 mL air hulu sungai. Pada pengujian terhadap pencampuran volume limbah effluent 2 % terhadap volume air hulu menghasilkan nilai TSS dan TDS berturut-turut 5473 mg/L dan 16651 mg/L, konduktivitas 163,43 µS dan konsentrasi logam Al, Cu dan Fe berturut-turut 0,714 mg/L, 0,382 mg/L dan 0,682 mg/L, nilai dari semua parameter ini masih menjauhi baku mutu sehingga diperlukan pengolahan limbah effluent sebelum jadi air buangan. Berdasarkan nilai TSS dan TDS dari hasil pencampuran limbah olahan terhadap air hulu dan nilai air hilir, batas buangan limbah yang dihasilkan antara 4 % - 6 % limbah olahan terhadap air hulu sedangkan dari pengujian konduktivitas, batas buangan limbah yang dihasilkan lebih besar dari 10 % limbah olahan terhadap air hulu. Pada pengujian kandungan logam dibuktikan bahwa limbah cair kelapa sawit kandungan logam Al, Cu dan Fe. Konsentrasi logam Al limbah effluent sebesar 6,786 mg/L, konsentrasi logam Cu limbah effluent sebesar 4,823 mg/L, dan konsentrasi logam Fe limbah effluent sebesar 4,864 mg/L.Kata Kunci : kandungan logam, konduktivitas, limbah cair kelapa sawit, TDS, TSS AbstractThis study is concerning inthe enviromental effect of variation of pure waste and processed sewage to upstream water. The purpose of this study was to determine the water quality based on TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), conductivity, and metal contents. Variations in the volume of waste pure and processed waste is 20 mL, 40 mL, 60 mL, 80 mL, and 100mL to 1000 mL of upstream water. Testing of mixing pure waste volume 2% of upstream water volume obtain result of TSS and TDS respectively 5473 mg/L, and 16651 mg/L, 163,43 µS conductivity, metal concentration of Al, Cu, and Fe respectively 0,714 mg/L, 0,382 mg/L and 0,682 mg/L, the value of all these parameters is still away from the quality standard so needs a treatment before it becomes waste water. Based on TSS and TDS values result by mixing of processed waste upstream water and downstream water, the result of waste disposal limits between 4% - 6% toward upper course,meanwhile at the conductivity test, the result of waste disposal limits was 10 % higher toward upper course. The concentration of Al pure waste 6,786 mg/L, the concentration of Cu pure waste of 4.823 mg/L, and the concentration of Fe pure waste of4.864mg/L.Keyword : conductivity, metal contents, palm oil liquid waste, TDS, TSS 
PENGARUH KONSENTRASI ARANG AMPAS TEBU TERHADAP DAYA SERAPNYA PADA LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT -, Sarwadi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 3: Juli 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.081 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi arang ampas tebu terhadap daya serapnyapada limbah cair kelapa sawit.Penelitian bertujuan untuk menentukan nilai optimum kosentrasi arang ampas tebu dalam menyerap kandungan limbah cair pabrik kelapa sawit yang ditinjau dari paremeter TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), dan absorbansi.Pengukuran TSS, TDS menggunakan metode gravimetri dan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometri.  Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah penyerapan optimum zat padat tersuspensi terlihat pada  konsentrasi arang ampas tebu 1,0 × 10-2 dan zat padat terlarut adalah 0,5 × 10-2g/mL, sementara untuk nilai absorbansi terlihat pada saat konsentrasi arang ampas tebu 0,5 ×10-2 g/mL.Kata Kunci: Absorbansi, arang ampas tebu, TDS, TSSAbstractThe research on the effect of bagasse charcoal consentration to its absorption power on palm oil waste has been carried out.  This project aims is to determine the optimum consentration of bagasse charcoal to absorb the palm oil waste, which is tested by TSS (Total suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid) and absorbance.  The TSS and TDS test uses gravimetric method and absorbance test uses spectrophotometric device.  The TSS test shows that the optimum consentration is resulted from the sample which has the 1.0 × 10-2 g/mL of consentration while the TDS and absorbance is obtained from the sample which has 0.5 × 10-2g/mL of consentration.Keyword: Absorption, bagasse charcoal, TDS, TSS
ESTIMASI TEMPERATUR RESERVOIR PANAS BUMI BERDASARKAN RESISTIVITAS LISTRIK TERAS SILIKA DI SEKITAR MATA AIR PANAS KECAMATAN ALAM PAUH DUO, KABUPATEN SOLOK SELATAN Nugroho, Eko Budi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.642 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang perkiraan temperatur reservoir panas bumi di daerah Alam Pauh Duo, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan berdasarkan resistivitas listrik silika jenuh air dan resistivitas air. Sampel teras silika dan air diambil pada 6 titik radial menjauh dari sumber mata air panas.Pada pengujian resistivitas silika jenuh air, nilai yang didapatkan yaitu berkisar antara 7,06 sampai dengan9,74 Ωm dan resistivitas air didapatkan nilai berkisar antara 57,06 dan 58,52 Ωm. Perkiraan temperatur reservoir yang dihasilkan memiliki rentang temperatur rata-rata antara 253 sampai dengan 340˚C yang dihitung menggunakan persamaan Dakhnov.Nilai ini mengindikasikan bahwa daerah di Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan  berpotensi sebagai sumber pembangkit listrik tenaga panas bumi. Kata Kunci :estimasi temperatur reservoir, teras silika, resistivitas, mata air panas, Solok SelatanAbstractThe study in estimating temperature of geothermal reservoir at Alam Pauh Duo, Solok Selatan was conducted based on the electrical resistivity ofsaturated silica and resistivity of water. Silica sinter terraces and water samples were taken at six point radially away from the hot spring. Electrical resistivity of saturated silica range from 7.06 to 9.74 Ωm, while the resistivity of water range from 57.06 to 58.52 Ωm. Temperature estimation of geothermal reservoir have an average of temperature value from 253 to 340˚C, calculated using Dakhnov equation. This value indicates that the area at Alam Pauh Duo, Solok Selatan has potential as a source of geothermal power plant.Keyword :temperature estimation of reservoir, silica sinter terraces, resistivity, hot spring,  Solok Selatan
PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG UNTUK MENANGGULANGI TUMPAHAN OLI DI AIR LAUT Febri, Merlinda; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 3: Juli 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.968 KB)

Abstract

ABSTRAK     Pengujian konduktivitas air laut yang dicampurkan oli menggunakan tongkol jagung sebagai media serap telah dilakukan dengan variasi waktu perendaman 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Panjang tongkol jagung divariasikan sepanjang 1, 1,5, 2, 2,5 dan 3 cm. 10 ml oli dicampurkan dalam 150 ml air laut. Pengujian hingga waktu perendaman tongkol jagung dengan panjang 3 cm (terpanjang) selama 150 menit (terlama) menghasilkan konduktivitas 180,52 µS belum mampu menghasilkan penyerapan yang lebih baik, hingga mendekati konduktivitas air laut murni 176,42 µS.Kata kunci : tongkol jagung, konduktivitasAbstractThe conductivity of sea water which is mixed with oil using corn cobs as absorptive media has been done by time variation 30 , 60 , 90 , 120 and 150 minutes has been carried out. The length of corn cobs varies to 1 , 1.5 , 2 , 2.5 and 3 cm . 10 ml of oil is mixed to 150 ml of seawater. The electrical conductivity of sea water mixed oil for 3 cm of corn cobs length is 180,52 µS, for soaking time of 150 minutes. For all tests, corn cobs are still unable as oil absorbtion.Keywords : corn cobs, conductivity
ESTIMASI PENCEMARAN AIR SUMUR YANG DISEBABKAN OLEH INTRUSI AIR LAUT DI DAERAH PANTAI TIRAM, KECAMATAN ULAKAN TAPAKIS, KABUPATEN PADANG PARIAMAN Amri, Hafizul; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.161 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pencemaran air laut yang diakibatkan oleh intrusi air laut di Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman dengan menggunakan konduktivitas dan TDS (total dissolved solid).  Nilai konduktivitas yang didapatkan dari 25 sumur berkisar antara 48,46 sampai 181,86 μmhos/cm dan berdasarkan keputusan Panitia Add Hoc Intrusi Air Asin (PAHIAA) pada tahun 1986, nilai konduktivitas ini termasuk ke dalam kategori air tawar.  Daerah penelitian dibagi menjadi 3 wilayah berdasarkan jaraknya dari tepi pantai.  Dengan menggunakan surfer 9, dapat dilihat bahwa nilai konduktivitas dari sumur semakin kecil jika jarak dari pantai semakin jauh.  Hasil dari pengujian TDS, terdapat 3 nilai yang melebihi standar air tawar menurut PAHIAA, yaitu sample 1 (6766 mg/L), sample 2 (4200 mg/L) dan sample 5 (2500 mg/L).  Rata-rata TDS di zona 1 termasuk ke dalam kategori agak payau, sedangkan rata-rata nilai TDS dari zona 2 dan 3 termasuk dalam kategori air tawar.  Perbedaan nilai TDS di daerah yang dekat dengan pantai dengan yang jauh dari pantai disebabkan oleh material penyusun tanah di daerah penelitian yang terdiri dari lanau, pasir dan kerikil.  Lanau akan mengisi pori-pori pada pasir dan kerikil sehingga nilai permeabilitasnya menjadi kecil, dan mengurangi intrusi air laut pada daerah yang semakin jauh dari pantai.Kata kunci : pencemaran, salinitas, konduktivitas, TDS (Total Dissolved Solid)AbstractThe level of sea water contamination on groundwater in Tiram Beach has been determined through the conductivity and TDS (Total Dissolved Solid) observation.  The conductivity obtained on 25 wells ranges between 48.46 and 181.86 μmhos/cm and according to the decision of the Ad Hoc Committee of the Salt Water Intrusion in 1986, such values are belong to the category of fresh water.  The research area is devined into three zones, according to its distance from shore.  By appling the surfer 9 software, the distribution of conductivity tend to decrease on sites that is located further to the land.  The result of TDS test shows that 3 samples have TDS exceeding quality standar issued by Ad Hoc Committee of the Salt Water Intrusion, that are sample 1 (6766 mg/L), sample 2 ( 4200 mg/L) and sample 5 (2500 mg/L).  Average TDS on zone 1 is classified as slightly saline, while zone 2 and zone 3 are classified as fresh water. This difference is caused by the materials are formed by sand, gravel and silt.  Silt will fill out the pore out the pore of gravel and sand, so that it reduced its permeability, and sea intrusion to the wells away from shore will be blocked gradually.Keywords : contamination, salinity, conductivity, TDS (Total Dissolved Solid)
PERKIRAAN SUHU RESERVOIR PANAS BUMI DARI SUMBER MATA AIR PANAS DI NAGARI PANTI, KABUPATEN PASAMAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN GEOTERMOMETER SEBAGAI DASAR PENENTUAN POTENSI PANAS BUMI Arrahman, Rahmat; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.482 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang perkiraan suhu reservoir panas bumi dari indikasi yang terdapat di permukaan yang berupa 5 (lima) mata air panas di Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Perhitungan suhu dilakukan dengan menggunakan persamaan geotermometer dengan melibatkan konsentrasi Na, K, Ca dan SiO2 pada sampel air panas yang telah dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) dan spektrofotometer. Dari pengujian menggunakan geotermometer Na, K, Ca dan SiO2, geotermometer yang cocok untuk daerah Panti adalah geotermometer Na-K-Ca dengan hasil perhitungan suhu perkiraan reservoir rata-rata 548,9 °C yang menunjukkan bahwa di Nagari Panti terdapat suatu reservoir panas bumi yang bersuhu tinggi dengan potensi energi lebih dari 100 MW.Kata Kunci: mata air panas, geotermometer, reservoir panas bumi.AbstractThe research to estimate the temperature of geothermal reservoir on 5 (five) hot springs in Panti, Pasaman Regency using geothermometer equations has been carried out. Temperature calculation is done by using the geothermometer equation involving concentrations of Na, K, Ca and SiO2 contained in the hot water samples which were analyzed with AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) and spectrophotometer. Based on the calculation, the temperature estimation is 548.9 °C which is obtained by Na-K-Ca geothermometer. It is predicted that Panti has high geothermal reservoir temperature, and energy which is more than 100 MW.Keyword: hot springs, geothermoeter, geothermal reservoir
Analisis Konduktivitas Termal dan Porositas Sinter Silika Sumber Mata Air Panas di Sapan Maluluang, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan Endovani, Ridhovi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.635 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengujian terhadap sinter silika yang berasal dari daerah sumber mata air panas di Sapan Maluluang, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi reservoir panas bumi yang akan dimanfaatkan sebagai energi geotermal. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kandungan, uji konduktivitas termal dan uji porositas pada 6 sampel sinter silika di sekitar sumber mata air panas. Pengujian kandungan pada dua sampel di titik 2 dan titik 4 yang dilakukan dengan meggunakan X-Ray Fluoresence (XRF) dengan hasil kandungan SiO2 sebesar 87,42% dan 89,33 %. Hal ini mengindikasikan bahwa daerah sumber mata air panas Sapan Maluluang didominasi oleh silika dan memiliki suhu reservoir panas bumi sekitar 175ºC. Konduktivitas termal sinter silika diuji dengan mengalirkan panas pada sinter silika yang diapit oleh dua plat besi, kemudian dicatat perubahan suhunya tiap menit selama 30 menit. Hasil pengujian menunjukkan nilai sinter silika yang tinggi dengan rata-rata konduktivitas termalnya 1170,37 W/mºC. Berdasarkan uji porositas dihasilkan bahwa sinter silika memiliki porositas rata-rata 11,68 %. Berdasarkan Badan Standarisasi Nasional kondisi ini memenuhi syarat porositas batuan reservoir yang dapat digunakan sebagai sumber energi geotermal.Kata kunci: sinter silika, energi geotermal, konduktivitas termal, porositas
ART CENTER YOGYAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN NEO-VERNACULAR Putra, Ardian; Murtini, Titien Woro; Pribadi, Septana Bagus
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogyakarta, bila mendengar kata kota tersebut dalam pikiran pastilah kota tujuan wisata keseniandan kebudayaan. Kesenian di Daerah Istimewa Yogyakarta sangatlah kental dikarnakan masyarat yang masihmenjungjung tinggi nilai seni dan budaya. Yogyakarta memiliki banyak macam kesenian yang antara lain hampir punah dikarnakan tidak adnyaregenerasi yang melanjutkan kebudayaan dan kesenian tersebut dalam Website Provensi DIY terdapat kesenian yang 30% diantaranya hanya di ketahui orang – orang tua. Yogyakarta juga terkenal akan seniman –seniman besar yang memiliki karya –karya yang tidak hanya dikenal oleh orang dalam negri melainkan jugadikenal di dunia internasional.