Articles

Found 17 Documents
Search

Pengetahuan mengenai air susu ibu (asi) pada ibu yang memiliki bayi berumur 0-6 bulan Suhardi, Rurie Awalia; Fadillah, Mariatul; Suciati, Tri
Jurnal Kedokteran Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.142 KB)

Abstract

Pengetahuan Ibu mengenai ASI adalah pengetahuan Ibu mengenai ASI dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik dan dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama enam bulan pertama dan dilanjutkan sampai dengan 2 tahun dengan makanan pendamping ASI.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan mengenai ASIpada ibu yang memiliki bayi berumur 0-6 bulan di Puskesmas Pembina Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif. Diambil sampel 65 orang ibu yang memiliki bayi berumur 0-6 bulan dengan metode consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung pada responden menggunakan kuesioner. Data diolah dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil didapatkan terdapat 36 orang (55.4%) yang memiliki pengetahuan yang baik sedangkan 29 orang (44.6%) lainnya memiliki pengetahuan yang kurang.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Mikroemulsi Untuk Penghantaran Transdermal Ketoprofen dengan Fasa Minyak Labrafil M1944CS Priani, Sani Ega; Darijanto, Sasanti Tarini; Suciati, Tri; Iwo, Maria Immaculata
Jurnal Matematika dan Sains Vol 19 No 3 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketoprofen termasuk obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs) untuk pengobatan simptomatik nyeri dan inflamasi. Pemakaian ketoprofen secara transdermal diketahui mampu menghantarkan zat aktif untuk mencapai konsentrasi efektif pada jaringan target, dengan konsentrasi plasma yang lebih rendah dibanding penggunaan per oral, sehingga  mengurangi resiko efek samping sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikroemulsi ketoprofen yang stabil secara fisik untuk penghantaran transdermal. Optimasi formula mikroemulsi dibuat menggunakan fasa minyak labrafil M 1944 CS, surfaktan Cremophor EL, serta kosurfaktan etanol, propilenglikol, dan gliserin. Evaluasi sediaan meliputi pengamatan organoleptik, pH, viskositas, dan  ukuran globul, serta pengujian stabilitas fisik menggunakan metode sentrifugasi dan freeze thaw. Selanjutnya dilakukan uji difusi in vitro dan uji iritasi kulit dan mata pada kelinci. Formula mikroemulsi optimum mengandung labrafil 15%, cremophor EL 30%, dan propilenglikol 10%. Sediaan mikroemulsi memenuhi kriteria stabilitas fisik berdasarkan uji sentrifugasi dan freeze thaw. Nilai pH dan viskositas sediaan relatif stabil selama 120 hari penyimpanan pada suhu kamar. Mikroemulsi ketoprofen memiliki ukuran globul rata-rata 29,3 nm. Jumlah ketoprofen terdifusi selama 180 menit pengujian adalah 386,6 ± 61,2 µg/cm2. Sediaan mikroemulsi mengiritasi ringan pada kulit tetapi tidak mengiritasi mata. Kata kunci: Ketoprofen, Mikroemulsi, Transdermal, Difusi.   Formulation and Evaluation of Microemulsion for Ketoprofen Transdermal Delivery Using Labrafil M1944CS as an Oil Phase Abstract Ketoprofen belongs to NSAIDs and is commonly applied  for symptomatic treatment of pain and inflamation. Transdermal route of ketoprofen application enables the delivery of this active substance to reach its effective concentration in target organ but with lower plasma concentration compared to that of per oral application and hence can reduce systemic side effects. The objectives of this study are to obtain microemulsion formulation of ketoprofen for transdermal delivery. Microemulsion was formulated using Labrafil M 1944 CS as an oil phase, cremophor EL as surfactant and etanol, propylene glycol, glycerin as cosurfactans. Evaluation of ketoprofen microemulsion included organoleptic evaluation, pH, viscocity, globul diameter, and physical stability test using centrifugation and freeze thaw methods. Skin permeation was evaluated in vitro using spangler membrane and irritation effect test on rabbits. The optimum formulation of microemulsion was labrafil 15%, cremophor EL 30%,and  propylene glycol 10%. Microemulsion of ketoprofen did not show any changes during freeze thaw and centrifugation tests which indicated its stability. The viscosity and pH of preparations were relatively stable for 120 days storage at room temperature. Average globule  diameter of microemulsion was 29.3 nm. The total ketoprofen diffused was 386.6 ± 61.2 µg/cm2 for 180 minutes of testing time. The microemulsion showed slight irritation effect on the skin but no irritation effect on the eyes. Keywords : Ketoprofen, Microemulsion, Transdermal, Diffusion.
ENKAPSULASI DAN STABILITAS PIGMEN KAROTENOID DARI Neurospora intermedia N-1 Gusdinar, T.; Singgih, Marlia; Priatni, Sri; Sukmawati, AE.; Suciati, Tri
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 3 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neurospora sp merupakan spesies fungi yang dilaporkan menghasilkan pigmen karotenoid, yaitu metabolit sekunder yang termasuk kelompok pigmen yang berwarna kuning, jingga atau merah jingga. Pada penelitian ini telah dilakukan enkapsulasi pigmen karotenoid Neurospora intermedia N-1 menggunakan kopolimer gelatin-maltodekstrin. Suspensi dari campuran ekstrak karotenoid dengan kopolimer gelatin-maltodekstrin, dikeringkan dengan alat spray drier sehingga diperoleh serbuk karotenoid GME (gelatin-maltodekstrin-ekstrak) dan diuji stabilitasnya terhadap pengaruh penyimpanan RH 20-30%, selama 5 minggu. Hasil enkapsulasi ekstrak karotenoid diperoleh serbuk GME dengan nilai EY (encapsulation yields) ± 48%. Mikroenkapsulasi ekstrak karotenoid tersebut dapat meningkatkan kelarutannya dalam air dan stabil pada kondisi RH 20-30%, stabilitas menurun mulai pada minggu ke 3. Analisis KCKT terhadap serbuk GME menunjukkan penurunan kandungan β-karoten sekitar 30%, setelah penyimpanan 5 minggu. Analisis SEM terhadap serbuk GME menunjukkan partikel yang berbentuk bulat dan berlekuk di permukaan dengan ukuran ±1 µm.
Angka Kejadian Karsinoma Urothelial di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang Periode Tahun 2009-2013 Syafa’ah, Aini Nur; Maulani, Henny; Suciati, Tri
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker kandung kemih merupakan kanker yang paling umum ke-4 terjadi pada pria dan ke-12 pada wanita. Karsinoma urothelial merupakan salah satu jenis kanker kandung kemih yang sering ditemukan di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian karsinoma urothelial di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang periode tahun 2009-2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan serial kasus. Data diambil dari rekam medik Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Terdapat 66 kasus karsinoma urothelial dari 29.175 kasus yang diperiksa secara histopatologi di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Angka kejadian karsinoma urothelial di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang adalah 0,23%. Pria lebih banyak daripada wanita yaitu sebanyak 80,3% dengan rasio pria:wanita sebesar 4:1. Karsinoma urothelial paling banyak terdiagnosis pada usia 61-70 tahun. Diagnosis mikroskopik terbanyak adalah invasive high grade urothelial carcinoma yaitu sebesar 66,7%. Angka kejadian karsinoma urothelial di Bagian Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013 adalah 0,23% dan diagnosis mikroskopik terbanyak adalah invasive high grade urothelial carcinoma.
FORMULASI MIKROPARTIKEL BERPORI DALAM POLI (D,L-Laktida) SEBAGAI SCAFFOLDDENGAN TEKNIK EMULSIFIKASI PENGUAPAN PELARUT Fitriani, Lili; Suciati, Tri
Jurnal Riset Kimia Vol 4, No 2 (2011): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.078 KB)

Abstract

 ABSTRACT Poly (D,L-lactide acid) has been used as scaffold for tissue engineering. In this study, PDLLA microparticles were made into porous microparticles. Porous microparticles were proposed to reduce burst release of protein and to prevent diffusion of released protein into non-target tissue. Formulation of porous microparticles was made by water-oil-water (W1/O/W2) emulsification-solvent evaporation using gas foamed as porogen. Variations of the amount of sodium bicarbonate, volume of citric acid solution and time for homogenization were optimized to produce optimum formulation. Evaluation for this microparticles included morphology of particles, particle size distribution and porosity. Porous microparticle produced by ratio volume of acid : dichloromethane : poly(vynil alcohol) (PVA) = 1:3:3 and the ratio of  sodium bicarbonate : PDLLA = 2:3 was the optimum formulation.  Keywords :Porous Microparticles, PDLLA,Gas Foamed, Scaffold, Solvent Evaporation 
Formulasi Mikroenkapsulasi Protein dalam Poli(D,L-Laktida) dengan Teknik Penguapan Pelarut Fitriani, Lili; Rachmawati, Heni; Suciati, Tri
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 15 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.534 KB)

Abstract

Poly (D,L-lactide acid) has been used as scaffold and controlled release device for protein such as growth factor in tissue engineering. In this study, PDLLA microparticles were made and papain was used as model protein. Protein was encapsulated in microparticles using water-oil-water (W1/O/W2) and solid-oil-water (S/O/W) emulsification-solvent evaporation. Types of encapsulation methods and ratios of papain-PEG 20000 were observed in this study to provide the highest encapsulation efficiency. The entrapment efficiency made by W1/O/W2 method was 6,38%±0,025,  whilst S/O/W using ratios of papain-PEG 20000 1:1 ; 1:4 ; and 1:5 were 6,24%±0,91 ; 30,15%±1,66 and 60,67%±4,93, respectively. To conclude, S/O/W is the best method to encapsulate protein with highest entrapment efficiency.
Hubungan antara penggunaan tas sekolah dan keluhan muskuloskeletal pada siswa sekolah dasar Legiran, Legiran; Suciati, Tri; Pratiwi, Meirisa Rahma
Jurnal Kedokteran Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.758 KB)

Abstract

Penggunaan tas sekolah sering kali menjadi topik permasalahan terkait dengan keluhan muskuloskeletal, diperkirakan sekitar 33% anak mengalami cedera yang berhubungan dengan penggunaan tas sekolah yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan tas sekolah dan keluhan muskuloskeletal pada siswa sekolah dasar di kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI sekolah dasar di wilayah Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang. Sampel dalam penelitian ini di ambil secara purposive sampling, dengan menggunakan kriteria inklusi dan kemudian di dapat 4 sekolah dasar dengan jumlah murid keseluruhan sebanyak 100 siswa. Mayoritas responden berusia 11 tahun, siswa laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, mayoritas siswa masuk kategori indeks massa tubuh “normal”, dan melakukan aktivitas olahraga, jenis “tas punggung” lebih banyak digunakan oleh siswa dengan memakainya di kedua bahu, beban tas yang paling banyak dibawa masuk kategori sedang atau 10-15% berat badan,dengan durasi siswa memakai tas terbanyak selama 15-30 menit dalam sehari. Keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa terletak pada bagian leher 29,9%, bahu 32,5%, punggung 22,7%, dan pinggang 14,9%. Variabel “beban tas” dan “durasi” terbukti berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa (p value 0,000).Terdapathubungan yang signifikan antara berat tas dan durasi dengan keluhan muskuloskeletal pada siswa sekolah dasar.
Body Mass Index as a Parameter of Running Speed septadina, indri seta; Suciati, Tri; Se, Ha Sakinah
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol 3 No 2 (2019): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Speed is determined by several factors such as anatomical and physiological factors. Body Mass Index (BMI) is one of an indicator from anthropometric measurement that is relevant to distinguish the capacity and performance of athletes. The aim of this study is to investigate the correlation between BMI and running speed.  It was an observational research with cross-sectional design of 35 students of Athlete High School in Palembang.  students. The primary data was taken from anthropometric measurements (stature meters, weight scales, meters) and assessment of 50 meters running speed tests. Data analysis was executed by using Pearson or Spearman correlation test in SPSS. The BMI of subjects varied from 17.05 to 27.12 with mean 21.48. The running speed of subjects varied from 5.67 to 8.17 m/s, with an average of 6.78 m/s. The bivariate analysis showed that there was a weak negative correlation between BMI and running speed (r = -0160). There was a weak negative correlation between BMI and running speed  (r = -0160). A negative correlation means that the greater BMI then the less time it takes to run at a distance of 50 meters, in other words, the better performance of athletes.
Evaluation of Running Speed and Distance Throwing After Doing Needle Intervention (Dry Needling) at Sriwijaya Sports Students Palembang Septadina, Indri Seta; Suciati, Tri; Adnindya, Msy Rulan

Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The factor supporting the achievement sports is physical skill consisting of speed, the power, agility, coordination and time reaction. Performance of speed determined by motion of the body as the arm and limbs that consisting of components such as muscle, bone, joints, vascularisation and innervation..Stimulation on nerve can improve the ability muscle then it can increasing the physical skill. The method often used is electric stimulator and dry needling. The purpose of this research is to assess running speed and throwing distance through intervention a dry needling to 35 students of Sriwijaya Sport High School Class XII with one group pretest and posttest design.The result showed average of running speed before dry needling is 7,48  Â± 0,94 and after dry neddling is  7,44 ± 0,70. However statistical tests using the test paired t get p value = 0,679 (α =0,05 (p>α).The measurement result  of throwing distance before dry neddling is 15,61 ± 8,54 and after dry needling is 16,35 ± 8,90. Wilcoxon test shows that p value = 0,077 (α =0,05 (p>α). The result showed that there is no difference between speed run and distance throwing before and after conducted a needle intervention dry ( dry needling ).
Korelasi Tinggi Badan dengan Ukuran Panjang dan Lebar Telapak Tangan pada Subras Deutromelayu Rahmatullah, Nurul Ilmi; Suciati, Tri; Septadina, Indri Seta

Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinggi badan merupakan parameter penting baik dalam medikolegal untuk identifikasi individu maupun untuk perawatan pasien dalam penilaian status nutrisi. Pertumbuhan tinggi badan individu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah ras. Perbedaan ras dapat menyebabkan perbedaan tinggi badan individu. Mayoritas penduduk Indonesia adalah subras Deutromelayu. Pada individu dengan kondisi khusus seperti pasien patah tulang esktremitas bawah, pengukuran tinggi badan tidak dapat dilakukan seperti biasa. Kondisi seperti itu mencetuskan berkembangnya ide perkiraan tinggi badan menggunakan segmen tubuh lain, selanjutnya diubah menjadi suatu rumus model prediksi tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tinggi badan dengan ukuran panjang dan lebar telapak tangan pada subras Deutromelayu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan 112 mahasiswa PSPD Universitas Sriwijaya subras Deutromelayu (36 laki-laki dan 76 perempuan). Pengukuran panjang telapak tangan  dan lebar telapak tangan dilakukan menggunakan vernier caliper. Tinggi badan diukur menggunakan microtoise. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji korelasi Pearson dan uji regresi linear sederhana. Panjang telapak tangan memiliki korelasi positif yang signifikan terhadap tinggi badan dengan koefisien korelasi berkisar antara 0,703 hingga 0,831 (p<0,05). Lebar telapak tangan berkorelasi positif yang signifikan dengan tinggi badan, koefisien korelasi berkisar antara 0,410 hingga 0,440 (p<0,05). Dalam penelitian ini diperoleh sejumlah persamaan regresi linear, dengan Standard Error of Estimate (SEE) berkisar antara 2,779  hingga 5,120 (p<0,05). Tinggi badan berkorelasi positif kuat dengan panjang telapak tangan dan berkorelasi positif sedang dengan lebar telapak tangan pada subras Deutromelayu.