Nor Basid Adiwibawa Prasetya
Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Identifikasi Asam Lemak Penyusun Minyak Biji Karet (Hevea Brasiliensis) Menggunakan GC-MS

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 6, No 2 (2003): Volume 6 Issue 2 Year 2003
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolation of rubber seed (Hevea brasiliensis) oil have carried out by using soxhlet extraction with n-hexane as solvent. This research have been determined of fatty acid composition of rubber seed oil. Separation of free fatty acid from triglyceride done by ethanol 96 %. The oil phase was analysed by gas chromatography - mass spectrophotometer. It was resulted five chromatogram peaks of fatty acid methyl ester, there are methylester from palmitic acid (9.12%), linoleic acid (44.69 %), elaidic acid (44.69 %), stearic acid (8.89 %>) and 11,14-eicosadienoic acid (5.30 %) respectively.

Adsorpsi Fenol dengan TiO2/zeolit artificial Berbahan Dasar Sekam Padi dan Limbah Kertas

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri menghasilkan limbah cair fenol yang mencemari lingkungan. Fenol merupakan senyawa organik berbahaya yang memiliki sifat toksisitas tinggi sehingga mengganggu ekosistem akuatik dan kesehatan manusia. Untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan dilakukan metode adsorpsi dengan memanfaatkan TiO2/zeolit artificialsebagai adsorben. Penelitian bertujuan untuk sintesis TiO2/zeolit artificial dan uji adsorpsi fenol dengan memvariasikan waktu adsorpsi fenol selama 1, 3, 6, 12, dan 24 jam serta konsentrasi fenol 10, 30, 50, 70, dan 90 ppm terhadap TiO2/zeolit artificial. Fenol sisa direaksikan dengan pereaksi 4-aminoantipirin kemudian dianalisis menggunakan Spektrofotometer UV-Vis 1601. TiO2/zeolit artificial dapat disintesis dari sekam padi dan limbah kertas. Adsorpsi fenol dengan TiO2/zeolit artificial terjadi pengurangan konsentrasi fenol dari 50 ppm menjadi 49,3 ppm selam 6 jam. Kapasitas maksimum adsorpsi fenol dengan menggunakan persamaan isoterm Langmuir diperoleh TiO2/zeolit artificial dengan penyinaran lampu UV sebesar 2,445 mg/g dan TiO2/zeolit artificial tanpa penyinaran lampu UV sebesar 1,256 mg/g.

Pemanfaatan Kitosan Termodifikasi Asam Askorbat sebagai Adsorben Ion Logam Besi(III) dan Kromium(III)

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pemanfaatan kitosan termodifikasi asam askorbat sebagai adsorben ion logam berat, yaitu besi (III) dan kromium (III) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh kitosan termodifikasi asam askorbat, menentukan pH optimum adsorpsi ion Fe(III) dan Cr(III) oleh kitosan termodifikasi asam askorbat dengan variasi pH adsorpsi, serta menentukan kapasitas adsorpsi maksimum kitosan termodifikasi asam askorbat terhadap ion logam Fe(III) dan Cr(III). Derajat deasetilasi kitosan diperoleh menggunakan FTIR. Berat molekul kitosan dihitung menggunakan persamaan Mark-Houwink. Uji kelarutan kitosan dilakukan menggunakan CH3COOH, HNO3 dan HCl. Morfologi permukaan kitosan dikarakterisasi dengan SEM. Adsorpsi ion logam Fe (III) dan Cr (III) dilakukan dalam larutan pH 2-6 dengan melakukan variasi konsentrasi ion logam adalah 50; 100; 150; 200 dan 250 ppm. Ion logam Fe(III) dan Cr (III) yang tidak terserap dianalisis dengan SSA. Penentuan kapasitas adsorpsi maksimum dilakukan dengan menggunakan persamaan isotherm Langmuir. Dari data penelitian diperoleh derajat deasetilasi kitosan adalah 64,74% dan berat molekul sebesar 39966,85 g/mol. Hasil uji kelarutan terhadap kitosan termodifikasi asam askorbat menggunakan asam-asam encer seperti CH3COOH, HNO3 dan HCl menunjukkan kitosan termodifikasi asam askorbat relatif tidak larut terhadap asam-asam encer dibandingkan dengan kitosan beads. Morfologi permukaan kitosan termodifikasi asam askorbat menunjukkan adanya pori yang menyebar dan tidak beraturan. pH optimum adsorpsi untuk ion logam Fe(III) pada pH 4 dan ion logam Cr(III) pada pH 3. Kapasitas adsorpsi maksimum Fe(III) sebesar 12,658 mg/g dan 13,157 mg/g untuk logam Cr(III)

LAPAS ROKOK (LAMPU PENGHILANG ASAP ROKOK) BERBASIS FOTOKATALITIK NANOPARTIKEL ZnO

Program Kreativitas Mahasiswa - Penelitian PKM-P 2013
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.227 KB)

Abstract

ZnO is a photocatalyst essence that has economical value which can be able to degrade any dangerous organic compound by photocatalytic reaction. The purpose of this research is to fix any problems which are caused by smoke in Indonesia by innovation of smoke-disappeared light based on photocatalyst of  ZnO nanoparticles. The zinc oxide (ZnO) has disadventage which can be initiated only by the UV light, so adding Co(Cobalt) is needed to decrease the gap-energy in order for it can work at visible light. The experiment method was carried out in three steps: (1) synthesis of  ZnO nanoparticles by sol gel method, (2) the veneering was used the spray coating. The result showed that bandgap of  ZnO which doped by Co is 2,28 eV, the size of nanoparticles which layered at the light-glass is about 40 nm, and can reduce CO until 3.69 ppm or 793,35 x 1019 particles for 10 minutes Keywords: LAPAS ROKOK, ZnO, nanoparticles, photocatalyst

Identifikasi Senyawa Penyusun Minyak Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum cassia) Menggunakan GC-MS

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.922 KB)

Abstract

The steam-distilled volatile oil of the cinnamon bark (Cinnamomum cassia) has been analysed by gas chromatography – mass spectrophotometer (GC-MS). It was resulted three chromatogram peaks, there were identified as cinnamaldehyde (91.18 %), eugenol (7.64 %) and cinnamyl acetate (1.18 %) respectively.Keywords: Cinnamomum cassia, GC-MS, Cinnamadehyde, eugenol, cinnamyl acetate

Peningkatan Derajat Deasetilasi Kitosan dari Cangkang Rajungan dengan Variasi Konsentrasi NaOH dan Lama Perendaman

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang derajat deasetilasi kitosan dari cangkang rajungan. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh konsentrasi NaOH dan lama perendaman terhadap derajat deasetilasi kitosan. Penelitian dimulai dengan mengisolasi kitin melalui tahap deproteinasi, demineralisasi, dan depigmentasi menggunakan NaOH 1M, HCl 1M dan H2O2 3% secara berurutan. Selanjutnya kitin yang diperoleh dianalisis dengan FTIR. Produksi kitosan dilakukan dengan cara deasetilasi kitin dengan melakukan dua variasi yaitu waktu perendaman selama 2, 4, 6, dan 8 jam dan variasi konsentrasi NaOH dengan konsentrasi 40, 50, 60, dan 70%. Selanjutnya kitosan yang diperoleh dianalisis dengan metode FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi terbesar pada kondisi perendaman selama 8 jam dengan DD sebesar 77,99% dan konsentrasi NaOH 70% dengan DD sebesar 77%. Kenaikan derajat deasetilasi dipengaruhi oleh kenaikan waktu perendaman dan konsentrasi NaOH.

Sintesis Komposit TiO2-Karbon Aktif untuk Fotokatalisis Larutan Zat Warna Direct Blue 19 dan Ion Logam Pb2+ dan Cd2+ secara Simultan

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 3 (2013): Volume 16 Issue 3 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis komposit TiO2-karbon aktif untuk fotokatalisis larutan zat warna Direct Blue 19 dan ion logam Pb2+ dan Cd2+ secara simultan. Penelitian dilakukan dengan sintesis TiO2 dari TiCl4, kemudian dibuat menjadi komposit TiO2-karbon aktif yang diuji kemampuan fotokatalitiknya dengan variabel pH, waktu kontak, dan konsentrasi ion logam yang ditambahkan pada larutan zat warna Direct Blue 19. Karakterisasi TiO2 serbuk dan TiO2-karbon aktif dilakukan dengan menggunakan XRD, DR-UV, SEM dan SAA. Sedangkan pengukuran konsentrasi zat warna dan ion logam sebelum dan sesudah diuji fotokatalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan AAS. Hasil penelitian diperoleh serbuk TiO2 sintesis berfasa anatase dengan ukuran kristal sebesar 16,52 nm Energi Band Gap sebesar 3,71 eV. Komposit TiO2-karbon aktif yang dihasilkan berbentuk tablet dengan diameter 0,8 cm, tinggi 0,45 cm dan berwarna abu-abu. Komposit TiO2-KA yang dihasilkan memilki morfologi yang berongga dengan luas permukaan luas area permukaan sebesar 31,366 m2/g, volume pori sebesar 0,102 cc/g sedangkan radius pori sebesar 3,8643 nm. pH optimum untuk proses fotodegradasi ini adalah pada rentang pH 3-4. Penambahan ion logam Cd2+ dan Pb2+ dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi Direct Blue 19 dan secara simultan dapat mereduksi ion logam Cd2+ dan Pb2+.

Kajian Metode Elektrofotokatalisis, Elektrolisis dan Fotokatalisis pada Dekolorisasi Larutan Zat Warna Remazol Black B yang Mengandung Ion Logam Cu2+

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian metode elektrofotokatalisis, elektrolisis dan fotokatalisis pada dekolorisasi larutan zat warna Remazol Black B yang mengandung ion logam Cu2+. Metode elektrofotokatalisis, elektrolisis dan fotokatalisis merupakan metode yang dapat digunakan dalam penanganan limbah tekstil. Pada penelitian ini akan dibandingkan ketiga metode tersebut untuk dekolorisasi larutan zat warna Remazol Black B yang mengandung ion logam Cu2+ serta mengetahui pengaruh keberadaan ion logam Cu2+ dan penyinaran lampu UV-C terhadap dekolorisasi zat warna Remazol Black B. Larutan hasil elektrofotokatalisis, elektrolisis, dan fotokatalisis dianalisis dengan Spektrofotometri UV-Vis dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektrofotokatalisis merupakan metode yang paling efektif karena mampu mendekolorisasi Remazol Black B. hingga 99,66% dan menurunkan konsentrasi ion logam Cu2+ hingga 96,60%. Keberadaan ion logam Cu2+ dan penyinaran lampu UV-C meningkatkan dekolorisasi zat warna Remazol Black B.

Kajian Metode Elektrofotokatalisis, Elektrolisis dan Fotokatalisis pada Dekolorisasi Larutan Zat Warna Remazol Red RB yang Mengandung Ion Logam Cd2+

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri tekstil mengandung zat warna dan logam berat. Remazol Red RB dan logam kadmium merupakan zat warna dan logam berat yang banyak terdapat pada limbah tekstil. Pembuangan limbah cair tekstil tanpa pengolahan limbah terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran lingkungan perairan. Metode elektrolisis, fotokatalisis dan elektrofotokatalisis merupakan metode yang dapat digunakan dalam penanganan limbah tekstil. Pada penelitian ini akan dibandingkan ketiga metode tersebut untuk dekolorisasi larutan zat warna remazol red RB yang mengandung ion logam Cd2+ serta mengetahui pengaruh keberadaan ion logam Cd2+ dan penyinaran lampu UV-C terhadap dekolorisasi zat warna remazol red RB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektrofotokatalisis merupakan metode yang paling efektif karena mampu mendekolorisasi remazol red RB hingga 97,85% dan menurunkan konsentrasi ion logam Cd2+ hingga 96,50%. Keberadaan ion logam Cd2+ dan penyinaran lampu UV-C meningkatkan dekolorisasi zat warna remazol red RB.

Synthesis of Nano Chitosan as Carrier Material of Cinnamon’s Active Component

Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development and innovation to improve the efficacy of active ingredients of a plant can be done by using nanoparticle encapsulation of chitosan, which has dual function of protecting natural extracts degradation and delivering natural extracts to the target site. Chitosan is a natural polymer that is nontoxic, mucoadhesive, biodegradable, and biocompatible. This polymer also has a low level of immunogenicity and can be prepared into nanoparticles in mild conditions that make it suitable for natural extracts delivery systems. This paper reported synthesis of chitosan nanoparticles for cinnamon’s natural extract delivery. Chitosan synthesis was carried out by chitin deacetylation isolated from shrimp shells. Chitosan characterization was done by measuring deacetylation degree by FTIR. Chitosan nanoparticles were prepared by ionic gelation method using tripolyphosphate as crosslinker. Morphology and particle size of nano chitosan were characterized using a scanning electron microscope (SEM) and a transmission electron microscope (TEM). The result found that the yield of deproteinated chitin was 62.60%. Further process of demineralization resulted a yield of 52.60%, then depigmentation with a yield of 75.56%, and deacetylation with a yield of 79.02%. FTIR analysis showed that deacetylation degree of chitin into chitosan was found of 87.78%. Characterization by SEM found that nano chitosan has a particle size of 87 nm. While TEM images showed that the nano chitosan has a uniform shape and a lower physical aggregation.