Suaidi Ahadi
Faculty of Earth Sciences and Technology, Bandung Institute of Technology, Jalan Ganesa No.10 Bandung 40123, Indonesia

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Anomalous ULF Emissions and Their Possible Association with the Strong Earthquakes in Sumatra, Indonesia, during 2007-2012

Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 47, No 1 (2015)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.5 KB)

Abstract

Eleven strong Sumatran earthquakes, with their epicenter less than 550 km away from the Kototabang (KTB) geomagnetic station (2007-2012), were studied to examine the occurrence of anomalous ultra-low frequency emissions (ULF-EM). Anomalous ULF signals, possibly associated with the earthquake’s precursors, were determined by the Welch ratio SZ/SH at 0.06 Hz at the KTB station. These ULF anomalies were then compared with geomagnetic data observed from two reference stations in Darwin and Davao, to prevent misinterpretation of global geomagnetic disturbances as precursors. This study aims to analyze the relationship between earthquake magnitude and hypocenter radius, and seismic index against lead time during ULF-EM anomalies. We used the polarization ratio Welch method in terms of power spectrum density to evaluate the geomagnetic data by overlapping windows and applying fast Fourier transform (FFT). The results showed anomalous variations in onset and lead time, determined using the standard deviation controlling the SZ/SH power pattern. Our positive correlation between lead time of ULF emission and earthquake magnitude as well as between lead time and seismic index. It shows a negative correlation between hypocenter distances to KTB station against lead time.

PENGAMATAN ANOMALI ULF FASE PRA-SEISMIK UNTUK PREKURSOR GEMPA BUMI DI LAUT MALUKU PERIODE NOVEMBER-DESEMBER 2014

Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi besar di Laut Maluku pada 15 November 2014 Mw 7,1 dan 21 Desember 2014 Mw 6,3 telah dilakukan pengamatan prekursor dengan anomali ULF. Data MAGDAS dari stasiun Manado (MND) , Pare-Pare (PRP) dan Sicincin (SCN) diolah sejak 31 Oktober hingga 31 Desember 2014. Untuk menginvestigasi anomali ULF sebelum gempa bumi digunakan metode analisis polarisasi rasio komponen Z dan H (SZ/SH) dan polarisasi rasio komponen horizontal stasiun utama dan referensi(SH1/SH2). Indeks DST perlu dibandingkan dengan hasil polarisasi untuk memastikan anomali saat hari tenang berasal dari aktivitas litosfer. Berdasarkan hasil kedua metode di atas diperoleh adanya anomali sebelum gempa bumi terjadi dengan lead time 14 hari untuk gempa Mw 7,1 dan lead time 4 hari sebelum gempa Mw 6,3. Kata kunci : ULF, anomali, prekursor gempa bumi, metode polarisasi rasio

PERUBAHAN SINYAL EMISI ULF (ULTRA LOW FREQUENCY) PRA KEJADIAN GEMPABUMI DI WILAYAH BENGKULU TAHUN 2015

Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 3 No 3 (2016): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena medan magnet bumi yang berkaitan dengan kejadian gempabumi menjadi pembahasan yang sedang gencar dilakukan sebagai prekursor jangka pendek. Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan zona tumbukan lempeng Eurasia dan Indo-Australia masih menjadi obyek penelitian prekursor yang menarik untuk dibahas sebagai salah satu langkah dalam usaha mitigasi bencana. Perkembangan kota-kota di pesisir barat Bengkulu dan Lampung menjadi salah satu faktor dalam pelaksanaan penelitian prekursor ini. Penerapan metode polarisasi sinyal emisi ULF pada dua kasus gempabumi di wilayah Bengkulu berikut cukup menarik untuk diteliti hubungannya. Kasus yang diambil adalah gempabumi tanggal 2 April 2015 Mw=5,7 dan 15 Mei 2015 Mw=6,0 dengan jarak masing-masing 168 km dan 343 km terhadap stasiun magnet bumi Liwa (LWA). Data yang digunakan adalah data jaringan MAGDAS dengan stasiun pencatat LWA dan stasiun referensi GSI dengan metode yang digunakan adalah polarisasi power rasio SZ/SH pada frekuensi 0,012 Hz dan 0,022 Hz. Untuk memonitor gangguan magnet bumi global digunakan data indeks Dst. Selanjutnya dilakukan metode Diff pada polarisasi power rasio komponen H antara stasiun LWA dengan stasiun referensi GSI. Hasilnya diperoleh adanya peningkatan sinyal emisi ULF yang berasosiasi dengan kedua gempabumi tersebut dengan lead time anomali masing-masing 24 hari dan 23 hari sebelum kejadian gempa. Kata kunci: prekursor, onset time, magnet bumi, emisi ULF