Idola Perdini Putri
Prodi Ilmu Komunikasi, sekolah Komunikasi dan Multimedia. Institut Manajemen Telkom Bandung Institut Teknologi Bandung

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PERILAKU REMAJA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA BARU: PEMETAAN HABIT MEDIA BARU REMAJA DAERAH SUB URBAN KOTA BANDUNG (KABUPATEN BANDUNG) Nureni, Reni; Pramiyanti, Alila; Putri, Idola Perdini
Jurnal Sosioteknologi Vol 12, No 30 (2013)
Publisher : Kelompok Keahlian Ilmu Kemanusiaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.53 KB) | DOI: 10.5614/sostek.itbj.12.30.1

Abstract

Dunia masa depan adalah dunia para digital natives. Budaya dan gaya hidup masa depan anak-anak Indonesia adalah budaya dan gaya hidup digital natives. Walaupun demikian, sampai saat ini tak ada satupun data komprehensif, dan masif, menyangkut kebiasaan bermedia anak-anak Indonesia. Data TNS yang disebut―Digital Life‖ sendiri, yang selama ini kerap dirujuk oleh para peneliti untuk melakukan kajian terkait dengan komunikasi massa maupun marketing communication di era digital, hanya memperlihatkan data pengakses Internet di berbagai negara secara general. Ketiadaan baseline data secara nasional menyangkut kebiasaan bermedia remaja Indonesia ini menyebabkan sulitnya pemerintah, maupun kelompok kepentingan lainnya dari dalam maupun luar negeri, guna merancang kebijakan, merumuskan regulasi, atau melaksanakan program yang tepat sasaran terkait dengan masa depan remaja Indonesia. Dengan adanya penegasan menyangkut jenis media, aktivitas bermedia, dan sasaran yang hendak dieksplorasi, penelitian ini mencoba memaparkan bagaimana akses media baru yang dilakukan oleh remaja Indonesia, bagaimana penggunaan media baru yang dilakukan oleh remaja Indonesia, dan bagaimana praktik media baru dalam kehidupan remaja sehari-hari di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden di sekolah di Kabupaten Bandung yang dijadikan lokasi penelitian. Jumlah sampel mewakili populasi penduduk kabupaten Bandung untuk kategori usia remaja, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang jumlahnya ditentukan melalui rumus Yamane. Kata Kunci: digital natives, digital life, remaja, internet, media. The world in the future is the world of the digital natives. Culture and lifestyle of future Indonesian children are the culture and lifestyle of digital natives. However, to date, there is no single comprehensive and massive data concerning the habits of the children in Indonesia related to media. The TNS data called Digital Life itself, which has been frequently referred to by researchers in conducting studies related to mass communication and marketing communication in the digital age show only data on those accessing the Internet in various countries in general. The absence of a national baseline data concerning the habits of using media among Indonesian teenagers makes it difficult for the government, as well as other interest groups from within and outside the country, to design policies, formulate regulations, or implement targeted programs related to the future of Indonesian teenagers. With assertions regarding the type of media, the activity of media, and the targets to be explored, this study tries to explain new media accesses conducted by Indonesian teenagers, how new media used by Indonesian teenagers, and the new practices of using new media in the everyday life of the teens in Indonesia. This research was conducted using a survey method through the use of questionnaires distributed to respondents in schools in Kabupaten Bandung regency as the study sites. The number of samples is the representative of the population of Kabupaten Bandung Regency for teenage category, with a simple random sampling technique whose number is determined through the Yamane formula. Key Words: digital natives, digital life, teenagers, the internet, media
Motif Remaja dalam Menggunakan Media Baru (Studi Pada Remaja di Daerah Sub-Urban Kota Bandung) Pramiyanti, Alila; Putri, Idola Perdini; Nureni, Reni
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume VI, No. 2, September 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.77 KB) | DOI: 10.23917/komuniti.v6i2.2783

Abstract

Teknologi internet telah memunculkan media baru dengan interaktivitas dan koneksivitasyang sangat tinggi. Remaja usia 15-18 merupakan golongan digital native yang gemar menggunakanmedia baru. Penelitian yang mengunakan metode survei dengan analisis deskriptif kuantitatif ini,membahas perilaku dan motif penggunaan media baru oleh remaja sub-urban di Kota bandung.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan perilaku dan motif penggunaan mediabaru. Teknik sampling yag digunakan adalah teknik aksidental. Sementara itu jumlah sampelpada penelitian ini adalah 300 siswa SMA yang berasal dari empat SMA di Kabupaten Bandungyang merupakan daerah sub-urban Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwapenggunaan remaja sub-urban media baru berada dalam kategori heavy user. Sedangkan motif yangpaling menonjol adalah motif kognitif, dimana para remaja menjadikan media baru sebagai beragamsumber informasi.
STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM INTERNET SEHAT DAN AMAN KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA (STUDI KASUS EVALUASI PROGRAM INCAKAP TAHUN 2015 Astuti, Sucianty Dyah; Putri, Idola Perdini; Ali, Dini Salmiyah Fithrah
Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSeiring dengan perkembangan teknologi internet dan penggunaannya dalam kehidupan dan pergaulan, internet telah menjadi sebuah gaya hidup (life style) di masyarakat. Tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia memunculkan berbagai dampak di masyarakat baik positif maupun negatif. Untuk membuat pemahaman di masyarakat terhadap penggunaan internet pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia membuat suatu program, yaitu Internet Sehat dan Aman dengan tujuan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman melalui pembelajaran etika berinternet sehat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penelitian ini mengambil fokus pada evaluasi program internet sehat dan aman yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tahun 2015. Tujuan dari penelitian adalah melihat strategi komunikasi dan pencapaian tujuan dari program internet sehat dan aman  yang dilakukan KemKominfo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan riset studi kasus deskriptif. Data diperloeh melalui wawancara dan studi pustaka, sedangkan informan pada penelitian ini adalah staff KemKominfo pada bagaian Direktorat Jenderal Aplikasi Infomatika sub direktotar pemberdayaan informatika sebanyak tiga orang. Dari seluruh rangkaian proses penelitian diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa: (1) Pencapaian Program Internet Sehat dan Aman  hingga tahun 2015 telah mencapai target namum belum 100%. (2) Dalam pelaksanaan program INSAN terdapat beberapa hambatan yang dihadapi KemKominfo, yaitu: (i) Keterbatasan Anggaran Pemberian dan Belanja Negara (APBN), (ii) keterbatasan daya jangkau akibat letak geografis indonesia yang merupakan negara kepulauan.(3) perlu dilakukan evaluasi menganai penggunaan media online dalam startegi komunikasi program internet sehat dan aman (4) Terjadi beberapa perubahan sejak awal dilaksanakannya program INSAN pada tahun 2008 hingga tahun 2015 sebagai hasil dari evaluasi program yang dilakukan KemKominfo, yaitu : (i) perubahan INSAN nama sejak tahun 2003 menjadi INCAKAP, (ii) Perubahan Logo INSAN, (iii) perubahan maskot INSAN.AbstractInternet has become a lifestyle in community along with the development of internet technology in the life and social relationship. The high number of internet users in Indonesia gave rise to a variety of impacts on society, both positive and negative. Relates with these impacts, to create an understanding in the community against the use of the internet the Government through the Ministry of communications and Informatics of the Republic of Indonesia create  program, that is Internet healthy and safe in order to socialize the use of the internet for healthy and safe through the ethics of the Internet learning healthy by involving all components of society.The research focused on the evaluation of healthy and safe internet programme conducted by the Ministry of communications and Informatics of the Republic of Indonesia in 2015. The objective of the research is to perceive the communication strategy and the achievement of the objectives of the healthy and safe internet program by KemKominfo. This research used the qualitative method with descriptive case study research. The data obtained through interviews and literature studies, while informants in this study was KemKominfo staff on to the various Directorate General Application Infomatika sub direktotar empowerment of informatics as many as three people. Through the whole concatenation of process research obtained results that indicate that: (1) the achievement of healthy and safe Internet Programme until 2015 has achieved the target but not 100%. (2) in the implementation of the program there are some obstacles faced by KemKominfo, specifically: (i) the limitation of APBN, (ii) affordability limitations due to the geographical of indonesia as an archipelago state. (3) the evaluation needs to be done about the use of online media in the communication strategy of healthy and secure internet program. There were some changes since the beginning of the implementation of the Insan program in the year 2008 to 2015 as a result of the evaluation of the program conducted by KemKominfo, namely: (i) the change in INSAN name since 2003 into INCAKAP, (ii) the change of INSAN logo , (iii)  the change of INSAN mascot.
ANALISIS NARASI TZVETAN TODOROV PADA FILM SOKOLA RIMBA Azizaty, Siti Shadrina; Putri, Idola Perdini
ProTVF Vol 2, No 1 (2018): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.452 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i1.12873

Abstract

Film merupakan media penyampaian informasi yang mudah dan cepat untuk diterima oleh masyarakat. Di Indonesia, banyak film yang mengangkat permasalahan kehidupan sosial yang ada pada masyarakat Indonesia ke layar lebar untuk memberikan informasi, hiburan, dan edukasi. Film tidak hanya berasal dari hasil karya penulis skenario atau sutradara, namun juga dapat berasal dari buku ataupun kisah nyata yang pernah terjadi sehingga dapat divisualisasikan ke dalam film yang berisikan skenario adaptasi. Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata dan diadaptasi untuk diceritakan kembali memiliki penyesuaian yang akan mempengaruhi unsur naratif sebagai unsur pembentuk film yang berkaitan dengan aspek cerita, tokoh, masalah, waktu, lokasi dan lainnya. Salah satunya film Sokola Rimba yang berdasarkan kisah nyata Butet Manurung yang memberikan pendidikan untuk orang rimba di hutan Bukit Dua Belas, Jambi yang sebelumnya telah ditulis dalam buku. Penelitian ini membahas struktur narasi pada film untuk mengetahui bagaimana struktur naratif dari tahap awal hingga akhir film meliputi equilibrium, disruption, recognition disruption, attempt to repair the disruption, dan reinstatement of the equilibrium dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis naratif Tzvetan Todorov dengan pendekatan Nick Lacey dan Gillespie. Hasil penelitian yang diperoleh, film Sokola Rimba ini menggunakan alur yang lebih modern dan tidak terpaku dengan alur tradisional yang dijabarkan oleh Tzvetan Todorov karena terdapat pengulangan disruption, recognition disruption, dan attempt to repair the disruption. Selain itu, unsur mise en scene mendukung naratif dalam membangun suasana pada film.
INDUSTRI FILM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI INDUSTRI KREATIF INDONESIA Putri, Idola Perdini
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i1.805

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang industri film Indonesia pasca reformasi sebagai salah satu sub-sektor industri kreatif. Industri kreatif dianggap banyak memberikan sumbangsih positif terhadap pembangunan sebuah kota bahkan negara dalam hal peningkatan pasar dan ekonomi global. Industri kreatif memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Industri film dunia sendiri mampu memperoleh pendapatan hingga $10,162,657,657 (sekitar 980 triliun rupiah), dengan penjualan tiket mencapai 1.276.715.780 buah, dan jumlah penonton bioskop yang mencapai lebih dari 700 juta orang. Sementara di Indonesia menurut penelitian Oxford Economics, dengan mempertimbangkan transaksi langsung dan tidak langsung yang ditimbulkan, total kontribusi ekonomi Industri film dan televisi terhadap PDB pada 2010 mencapai USD 2,98 miliar atau 0,43 persen dari seluruh PDB nasional. Deskripsi industri film Indonesia menganalisis tiga subsektor industri film yaitu produksi, distribusi dan eksebisi dan menggambarkan bagaimana kondisi pada industri film nasional pada era pasca reformasi sejak industri film didapuk sebagai salah satu sub-sektor industri kreatif.
K-Drama dan Penyebaran Korean Wave di Indonesia Putri, Idola Perdini; Liany, Farah Dhiba Putri; Nuraeni, Reni
ProTVF Vol 3, No 1 (2019): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.217 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v3i1.20940

Abstract

Korean wave adalah istilah yang diberikan untuk penyebaran budaya populer Korea melalui produk-produk hiburan seperti drama, musik, style. Keberadaan Korean wave di Indonesia menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini membahas tentang peranan kebudayaan populer Korea, Korean Drama (K-Drama) dalam fenomena Korean wave yang terjadi di Indonesia. Drama Korea atau K-Drama menjadi awal kemunculan dari Korean wave di Indonesia. Penggunaan metode kualitatif dengan pendekatan historis pada penelitian ini, bertujuan untuk dapat merekonstruksi K-Drama yang muncul di Indonesia, khususnya di Stasiun TV Indosiar dari tahun 2002 hingga tahun 2013. Melalui analisis data-data serial TV Korea yang tayang di Indonesia, penelitian ini menjelaskan tentang perkembangan K-Drama sebagai pemicu dari munculnya Korean wave, perkembangan K-Drama di Indonesia, hingga dampak yang ditimbulkan dari K-Drama seperti kemunculan eksistensi produk budaya pop Korea lainnya, yaitu K-Pop dan K-Style di Indonesia. K-Drama memiliki peranan yang cukup penting atas Korean wave di Indonesia. Di mana hal-hal tersebut dapat terlihat pada dampak K-Drama di Indonesia, seperti kemunculan komunitas-komunitas pecinta K-Drama, hadirnya situs dari Indonesia yang menyajikan informasi seputar Korea, bahkan hingga maraknya acara-acara yang mengundang aktor, penyanyi, idola-idola Korea ke Indonesia. Korean Wave sendiri menjadi soft power Korea Selatan melalui budaya populernya yang diekspor ke berbagai negara dalam bentuk K-Drama, K-Pop, K-Style, kuliner dan teknologi. Melalui nilai-nilai yang terdapat dalam pembuatan budaya populer, terutama drama, Korea memadukan unsur modern dalam hal ini teknologi dengan tradisi dan nilai-nilai kekeluargaan. Korean wave di Indonesia sendiri ditandai dengan maraknya kemunculan kuliner khas Korea, sinetron adaptasi cerita K-Drama, fashion khas Korea, hingga tujuan wisata tempat pembuatan K-Drama.