Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Fakultas Pertanian

APLIKASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TEMULAWAK ., Fazlini; Lestari, Sri Umi; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pemberian dosis biochar sekam padi dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman temulawak. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gading Kulon Kecamatan Dau, Malang Jawa Timur, dan berlangsung mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dimana faktor pertama adalah Biochar Sekam Padi: B0, B1, B2, B3 dan faktor kedua Pupuk Kandang Ayam: P0, P1, P2, P3. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa biochar sekam padi tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan tanpa pupuk kandang ayam (P0) merupakan perlakuan yang memperoleh hasil terbaik dibandingkan perlakuan P1, P2, P3. Interaksi perlakuan tidak menunjukkan hasil yang nyata terhadap semua parameter pengamatan.
SELEKSI KLON-KLON UBIJALAR DENGAN KANDUNGAN BETAKAROTEN DAN KANDUNGAN PATI TINGGI Nasdeko, Gandha; Lestari, Sri Umi; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to evaluate the beta-carotene content, starch content and % of dried tuber ingredients in several new sweet potato clones. The clones consisted of five new clones and compared to three control cultivars. A randomized block design with three replications was used in this study, carried out in an experimental unit measuring 3 m x 0.6 m in single row. Each experimental unit was planted with 25 cm long cassava cuttings, spacing in 25 cm in a row. Phonska fertilizer with a dose of 300 kg/ha is given twice, first at 7 days after planting (dap) as many as 1/3 parts and the rest given at plant age 45 days. Plants were harvested at 4 months of growh duration and were observed based on component parameters of yield, Harvest Index, total carotene and starch content. The results showed that the performance of total carotene in the five clones evaluated ranged from 0.50 - 75.26 µg/g, the starch content ranged from 9.66 - 18.52% based on fresh weight, and the dry matter content of the storage root ranged from 23.17% - 34.06%. Two new sweet potato clones (Beta 2-♀-12 and Beta 2-♂-22) had total carotene levels exceeding their control cultivars, respectively 52.83 and 75.26 µg/g; the starch content is 18.30% and 10.57% based on the wet weight of the tuber. The starch content was positively correlated (r = 0.875) with the dry matter of tuber (% dry matter); on the contrary the level of total carotene to starch content and % dry matter in all the clones had a negative correlation of -0.614 and -0565 respectively. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kandungan betakaroten, kadar pati dan % bahan kering umbi pada beberapa klon ubijalar baru. Klon yang dievaluasi terdiri lima klon baru dan dibandingkan dengan tiga kultivar kontrol. Rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan digunakan dalam penelitian ini, dikerjakan pada unit percobaan berukuran 3 m x 0.6 m secara single row. Setiap unit percobaan ditanami stek ubijalar berukuran panjang + 25 cm, jarak tanam dalam baris 25 cm. Pupuk dasar Phonska dengan dosis pupuk 300 kg/ha diberikan dua kali, pertama pada umur 7 hari setelah tanam (hst) sebanyak 1/3 bagian dan sisanya diberikan pada umur tanaman 45 hst. Tanaman dipanen pada umur 4 bulan dan diamati berdasarkan parameter komponen hasil, Indeks Panen, kadar total karoten dan kadar pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan kadar total karoten pada lima klon yang dievaluasi berkisar antara 0.50 – 75.26 µg/g, kadar patinya berkisar antara 9.66 – 18.52 % berdasar bobot basah umbi, dan kadar bahan kering umbinya berkisar antara 23.17 % – 34.06 %. Dua klon ubijalar baru (Beta 2-♀-12 dan Beta 2-♂-22) memiliki kadar total karoten melebihi kultivar kontrolnya, masing-masing sebesar 52.83 dan 75.26 µg/g; kadar patinya sebesar 18.30 % dan 10.57 % berdasar bobot basah umbinya. Kadar pati berkorelasi positif dengan kadar bahan kering umbi (% BK umbi) dengan nilai korelasi r = 0.875; sebaliknya kadar kadar total karoten terhadap kadar pati dan % BK umbi pada semua klon yang dievaluasi memiliki korelasi negatif masing-masing sebesar ─ 0.614 dan ─ 0565.
APLIKASI BIOCHAR DAN PEMUPUKAN KALIUM TERHADAP HASIL TANAMAN UBIJALAR VARIETAS ANTIN 2 PADA LAHAN TERDEGRADASI Legi, Vinsensius; Lestari, Sri Umi; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of biochar and potassium fertilizer on the increase in sweet potato yield of Antin 2 variety which was carried out in the Research Station of Brawijaya University, Jatikerto Village, Kromengan District, Malang Regency in March – July 2017.This study used a Randomized Block Design (RBD), which consists of two factors. The first factor is the application of biochar doses, namely: B0 (without biochar), B1 (with biochar at a dose of 2.5 tons / ha), B2 (with biochar at a dose of 5 tons / ha), and B3 (with biochar at a dose of 7.5 tons/ ha); The second factor is the dose of KCl, namely K0 (without KCl fertilization), K1 (KCl fertilization with a dose of 50 kg KCl / ha), K2 (KCl fertilization with a dose of 100 kg KCl / ha), and K3 (KCl fertilization with a dose of 150 kg KCl / ha).The variables observed included: the storage root numbers, fresh weight of storage root, fresh vines weight, % storage root dry matters, % dry matters of vines, storage root dry weight, vines dry weight, biomass dry weight, harves index (%), estimation of storage root yield (t/ha), and estimation of vines yield (t/ha). The results showed that giving a dose of biochar affect the storage root numbers, % storage root dry matters, storage root dry weight, and harves index (%), but did not affect the fresh weight of storage root, fres vines weight, estimation of storage root yield, and estimation of vines yield. Potassium gave effect to the storage root numbers, fresh weight of storage root, % storage root dry matters, storage root dry weight, and estimation of storage root yield, but did not affect the fresh vines weight, % dry matters of vines, harves index (%), and estimation of vines yield. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian biochar dan pupuk kalium terhadap peningkatan hasil ubijalar Varietas Antin 2yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Agroteknopark Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada Bulan Maret – Juli 2017.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian dosis biochar, yaitu: B0 (tanpa pemberian biochar), B1 (pemberian biochar dengan dosis 2,5 ton/ha), B2 (pemberian biochar dengan dosis 5 ton/ha), dan B3 (pemberian biochar dengan dosis 7,5 ton/ha); Faktor kedua adalah pemberian dosis KCl, yaitu K0 (tanpa pemupukan KCl), K1 (pemupukan KCl dengan dosis 50 kg KCl/ha), K2 (pemupukan KCl dengan dosis 100 kg KCl/ha), dan K3 (pemupukan KCl dengan dosis 150 kg KCl/ha).Variabel yang diamati meliputi : jumlah umbi/gulud, bobot segar umbi (kg/gulud), bobot segar brangkasan (kg/plot), % bobot kering umbi, % bobot kering brangkasan, bobot kering umbi (kg/gulud), bobot kering brangkasan (kg/gulud), bobot kering biomassa (kg/gulud), Indeks Panen (%), estimasi hasil umbi (t/ha), dan estimasi hasil brangkasan (t/ha).Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian dosis biochar berpengaruh terhadap jumlah umbi, % bobot kering umbi, bobot kering umbi, dan indeks panen (%), namun tidak berpengaruh terhadap bobot segar umbi, bobot segar brangkasan, estimasi hasil umbi, dan estimasi hasil brangkasan. Pemberian kalium berpengaruh terhadap jumlah umbi, bobot segar umbi, % bobot kering umbi, bobot kering umbi, dan estimasi hasil umbi, namun tidak berpengaruh terhadap bobot segar brangkasan, % bobot kering brangkasan, indeks panen (%), dan estimasi hasil brangkasan.