Paul Benyamin Timotiwu
Lampung University

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Sistem Inventarisasi Data Global dan Sentra Inovasi Teknologi Pada UPT LT-SIT Universitas Lampung Berbasis Web julia, alika nera giriyana julia; Timotiwu, Paul Benyamin
Jurnal Komputasi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.437 KB) | DOI: 10.23960/komputasi.v5i2.1521

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuat suatu sistem inventarisasi UPT yang mampu membantu pihak UPT LT-SIT mempermudah pendataan dan pengecekan barang di dalam laboratorium. Data penelitian ini terdiri dari data menu users,  bahan kimia, alat laboratorium, jasa analisis, dokumen mutu, data customer dan data pengunjung. Data user digunakan untuk menguji sistem siapakah yang dapat melakukan login pada sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengujian fungsional dengan menggunakan metode Black Box Equivalence Partitioning (EP) mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan pada skenario uji di setiap kelas uji. (2) Hasil dari pengujian sistem dengan menggunakan metode ini dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan sistem ini sudah berjalan dengan baik dan berhasil secara keseluruhan. (3) Dalam pengujian ini ditujukan untuk mengetahui fungsional sistem apakah sudah berjalan sesuai fungsi atau belum. Sistem ini digunakan untuk membantu kinerja user pada UPT LT-SIT yang mengolah data, khususnya ketersediaan barang. (4) Dengan aplikasi sistem informasi inventaris pengadaan barang yang telah dikembangkan setiap user yang bertanggung jawab dapat mengetahui aset apa saja yang dimiliki oleh UPT LT-SIT Universitas Lampung, sehingga akan muncul rasa tanggung jawab untuk merawat data dan barang.  Kata Kunci : Inventarisasi, pengujian, sistem , UPT,  barang.
CONTRIBUTIONS OF SEED PHYSICAL AND CHEMICAL CHARACTERS OF VARIOUS SORGHUM GENOTYPES (SORGHUM BICOLOR [L.] MOENCH.) TO DAMAGED SEED INDUCED BY WEEVIL (SITOPHILUS SP.) DURING STORAGE Pramono, Eko; Kamal, Muhammad; Susilo, Franciscus Xaverius; Timotiwu, Paul Benyamin
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol 18, No 1 (2018): MARCH, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.691 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.11839-50

Abstract

Contributions of Seed Physical and Chemical Characters of Various Sorghum Genotypes (Sorghum bicolor [L.] Moench.) to Damaged Seed Induced by Weevil (Sitophilus sp.) During Storage. The percentage of damaged seeds due to feeding by Sitophilus sp. during storage varied among sorghum genotypes (Sorghum bicolor [L.] Moench.). Some researchers reported that the difference was influenced by the physical and chemical characters of the seed grains. This study aimed to determine the contribution of seed physical and chemical characters and their effect model on the percentage of damaged seeds due to weevil attack during storage. Measurement of damaged seeds was carried out on 34 sorghum genotypes after they were stored for four months under storage temperatures of 26 ºC and 18 ºC. Physical characters included seed hardness, weights of a thousand grains, pericarp thickness, and seed volume. Chemical characters of seeds included lipid, protein, carbohydrate, and tannin contents. Results of the study indicate that contribution of physical and chemical characters of sorghum seeds and their effect model on the percentage of damaged seeds due to weevil attack was different among storage under temperature of 26 ºC and under temperatures of  18 ºC.
EVALUASI SEGREGASI FENOTIPE QUANTITATIVE TRAIT LOCI (QTL) PADA TANAMAN PADI VARIETAS LOKAL DAN NASIONAL DI LINGKUNGAN SAWAH BARU Amelia, Rizki; Hikam, Saiful; Timotiwu, Paul Benyamin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.341 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1877

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pangan yang diusahakan di Indonesia. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi padi dengan metode quantitative trait loci (QTL). Tujuan penelitian adalah (1) mendapatkan kultivar QTL yang mengalami segregasi fenotipe pada tanaman padi yang ditanam pada lingkungan sawah baru; (2) mendapatkan kultivar QTL yang memiliki ragam genetik dan heritabilitas broad- sense dari tanaman padi yang diteliti di lingkungan sawah baru dan mendapatkan peubah yang dapat dijadikan parameter untuk seleksi langsung dan tidak langsung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2012 di Politeknik Negeri Lampung dan Laboratorium Benih Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Rancangan perlakuan disusun dalam kuasi Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) dengan 3 ulangan untuk setiap sampel. Data terlebih dahulu dicari rata-ratanya. Selanjutnya, data pengamatan diuji dengan uji Bartlett dan Levene untuk kehomogenan data. Bila homogen analisis data dilanjutkan dengan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) segregasi fenotipe muncul di lingkungan sawah baru pada tanaman padi varietas IR64 yang merupakan varietas nasional. Segregasi fenotipe terlihat dari parameter tinggi tanaman dan jumlah anakan yang tidak sama pada tanaman padi yang ditanam di lingkungan sawah baru; (2) Keragaman genetik dan heritabilitas yang tinggi terlihat pada semua varietas baik varietas lokal maupun varietas nasional yang ditanam di lingkungan sawah baru dan seleksi langsung ditunjukkan oleh parameter produksi, sedangkan seleksi tidak langsung ditujukkan oleh parameter bobot gabah isi, bobot gabah total, dan jumlah bulir isi pada varietas padi lokal dan nasional di lingkungan sawah baru.
EVALUASI DAYA HASIL MENTIMUN HIBRIDA PERSILANGAN DUA VARIETAS MENTIMUN Ardian, Ardian; Suprayogi, B.; Timotiwu, Paul Benyamin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.693 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i3.1850

Abstract

Evaluasi daya hasil tanaman yang akan dikembangkan menjadi varietas hibrida merupakan tahapan yang penting untuk melihat keunggulan tanaman tersebut sebelum dilepas menjadi varietas hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk melakukanevaluasi daya hasil pada kualitas kerenyahan dan tingkat kemanisan buah serta produksi buah (hasil buah/ha) dari mentimun persilangan dua varietas yaitu antara Mercy dan Toska secara resiprokal dibandingkan dengan tetuanya serta varietas sejenis lainnya sebagai pembanding. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Terpadu Unila dengan ketinggian tempat ± 144 m dpl dan Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Unila pada bulan Februari hingga April tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak kelompok dengan tiga kali ulangan. Perlakuan penelitian ini yaitu mentimun tetua Mercy, tetua Toska, hibrida UL 14-256, hibrida UL 14-265, varietas pembanding Harmony dan Roman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hibrida UL 14- 265 memiliki kerenyahan buah dan tingkat kemanisan buah yang unggul dari tetua Mercy dan kedua varietas pembanding. Sementara hibrida UL 14-256 memiliki kerenyahan buah yang unggul dari tetua Mercy dan kedua varietas pembanding. Produksi buah (hasil buah/ha) hibrida UL 14-256 unggul dari tetua Toska.
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BENIH LIMA VARIETAS KEDELAI Saputra, Dolly Saputra; Timotiwu, Paul Benyamin; Ermawati, Ermawati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.517 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pertumbuhan dan produksi yang dihasilkan berbagai varietas kedelai ditentukan oleh kondisi cekaman air tertentu.  Penelitian dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari Agustus 2010 sampai Maret 2011.  Perlakuan disusun faktorial (3x5) dalam rancangan petak terbagi (split plot) dengan tiga kelompok.  Petak utama adalah cekaman kekeringan yaitu 1/3 KL,  2/3KL, dan tanpa cekaman kekeringan.  Anak petak adalah varietas Burangrang, Kaba, Agromulyo, Grobogan, dan Tanggamus.  Homogenitas ragam data diuji dengan uji Bartlett, aditivitas data diuji dengan uji Tukey.  Pengujian hipotesis diuji dengan uji perbandingan kelas pada taraf 1% dan 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Varietas Tanggamus memiliki toleransi terhadap cekaman kekeringan yang ditunjukkan dengan menghasilkan bobot polong isi yang tinggi pada kondisi cekaman 2/3 KL daripada varietas lainnya; Varietas Agromulyo, dan Grobogan masih toleran terhadap cekaman kekeringan  1/3 KL dan  2/3 KL yang ditunjukkan oleh bobot polong isi dan tinggi tanaman lebih tinggi daripada varietas Kaba;  Varietas Agromulyo masih toleran tehadap cekaman 2/3 KL yang ditunjukkan oleh bobot polong isi dan jumlah benih lebih tinggi daripada varietas Grobogan.
EVALUASI VIABILITAS BENIH, KETAHANAN DAN PEMULIHAN TANAMAN EMPAT PEDIGRI INBRED JAGUNG YANG DISIMPAN LEBIH DARI DUA BELAS BULAN Ningrum, Gusti Ayu; Hikam, Saiful; Timotiwu, Paul Benyamin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.102 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i1.1880

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan produktivitas jagung adalah mengembangkan varietas unggul yang berdaya hasil tinggi dan adaptif pada kondisi lingkungan tertentu. Perakitan varietas unggul dimulai dengan membentuk galur atau lini inbred sebagai calon tetua. Inbred adalah individu dengan derajat kehomozigotan yang tinggi yang dicapai melalui self (menyerbuk sendiri) secara berulang. Benih self yang telah disimpan 12-24 bulan mengalami penurunan viabilitas. Penurunan viabilitas dapat dicegah dengan teknik penyimpanan benih yang baik. Untuk memperoleh benih dengan mutu awal yang tinggi, lingkungan pertanaman termasuk kesuburan tanah diusahakan pada kondisi optimal. Salah satu caranya yaitu dengan pemupukan. Kelangkaan pupuk yang terjadi menyebabkan penundaan pupuk pada awal pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, inbred perlu diseleksi agar dapat bertahan terhadap ketiadaan pupuk dasar pada fase bibit selama 25-30 hari setelah tanam (hst). Vigor bibit yang kuat akan mampu bertahan walaupun dalam keadaan tercekam. Pemulihan diperlukan untuk melihat vigor bibit dapat meningkat dan menghasilkan tanaman yang normal. Pemberian pupuk NPK diharapkan dapat merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman sehingga membantu pemulihan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi viabilitas benih jagung yang telah disimpan lebih dari 12 bulan, (2) mengetahui ketahanan hidup tanaman tanpa tambahan pupuk sampai umur 28 hst, dan (3) mengevaluasi pemulihan tanaman setelah penambahan pupuk. Perlakuan disusun dalam Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) dengan tiga ulangan. Bahan tanaman yang digunakan adalah empat benih inbred yaitu UL4.01 (Srikandi), UL3.03 (BiSi 3), UL2.03 (Cargill 3), dan UL1.04 (Pioneer 4). Kehomogenan data dianalisis menggunakan uji Bartlett dan Levene. Jika hasil analisis ragam yang diperoleh nyata, maka dilakukan pemeringkatan nilai tengah dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada á 5%. Tingkat Pertumbuhan dianalisis dengan trend line melalui Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Empat pedigri inbred jagung memiliki persentase viabilitas benih >86% yaitu UL4.01 95%, UL3.03 100%, UL2.03 94%, dan UL1.04 100%; (2) Keempat pedigri inbred jagung mampu bertahan hidup tanpa adanya tambahan pupuk sampai umur 28 hst, (3) Setelah diberi pupuk keempat pedigri inbred jagung tidak menunjukkan terjadinya pemulihan.
EVALUASI SEGREGASI TRANSGRESIFQUANTITATIVE TRAIT LOCI (QTL) PADA TANAMAN PADI VARIETAS UNGGUL NASIONAL YANG DIGOGOORGANIKKAN Yosilia, Rani; Hikam, Saiful; Timotiwu, Paul Benyamin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.057 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1989

Abstract

Penelitian bertujuan untuk (1) menghitung besarnya ragam genetik dan heritabilitas broad-sense pada padi-padi tersebut; (2) mendapatkan varietas yang mampu digunakan sebagai tetua perakitan padi inbrida dan hibrida; (3) mendapatkan korelasi antar peubah yang mampu meningkatkan produksi sekaligus sebagai peubah pada seleksi tidak langsung. Penelitian disusun menggunakan rancangan perlakuan kuasi RTS (Rancangan Teracak Sempurna) karena dalam penelitian ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pengulangan kelompok tetapi ulangan berada di dalam satu kelompok yang sama. Masing-masing kelompokulangan terdiri dari 9 sampel tanaman yang dibagi menjadi 3 ulangan dan masing-masing ulangan terdapat 3 tanaman.Selanjutnya dilakukan analisis ragam, data pengamatan diuji dengan uji Bartlett dan Levene untuk kehomogenan ragam.Bila hasil analisis uji pada analisis ragam nyata pada P < 0,01 atau 0,05 maka dilakukan pemeringkatan nilai tengah dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ).Pengujian dan analisis data menggunakan software Statistic Analysis System (SAS) 9.1 for windows.Besarnya ragam genetik dan heritabilitas broad-sense diduga berdasarkankuadrat nilai tengah (KNT) harapan pada analisis ragam dan rancangan percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) semua peubah yang diamati mampu memberikan nilai ragam genetik dan heritabilitas broad-sense.(2) Varietas Sarinah-jumlahbulir dan Sarinah-jumlahanakan dapat dijadikan sebagai tetua untuk perakitan padi inbrida dan hibrida; (3) Jumlah bulir total berkorelasi dengan peningkatan produksi sehingga dapat dijadikan sebagai peubah pada seleksi tidak langsung.
PENGARUH EMPAT JENIS KOMPOS PADA PRODUKSI JAGUNG Pratiwi, Anjani; Yafizham, Yafizham; Timotiwu, Paul Benyamin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.527 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1883

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membandingkan pengaruh empat jenis pupuk kompos terhadap produksi jagung varietas SHS-4 dan BISI 2. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Lampung, Bandar Lampung.  Perlakuan disusun Sempurna (RKTS).  Faktor pertama adalah jenis kompos yang digunakan yaitu K0 (kompos + alami), K1 (kompos + Golden Harvest), K2 (kompos + M-Dec), dan K3 (kompos + EM4).  Faktor kedua adalah varietas jagung yaitu V1 (SHS 4) dan V2 (Bisi 2).  Data yangdiperoleh dianalisis homogenitas ragam dengan uji Bartlett dan sifat kemenambahan dengan uji Tukey.  Bila asumsi terpenuhi, data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Perbandingan Kelas pada taraf  5% dan 1 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan produksi antara varietas SHS 4 dan BISI 2.  Varietas SHS 4 menghasilkan 3,217 kg/petak dan varietas BISI 2 menghasilkan 2,69 kg/petak, aplikasi kompos dengan jenis aktivator  yang berbeda belum mampu meningkatkan produksi 2 varietas jagung jika dibandingkan dengan kompos alami, produksi 2 varietas jagung tidak bergantung pada pemberian jenis kompos dengan aktivator yang berbeda.
Analisis Jalur Respons Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Varietas Unggul Nasional Terhadap Dua Cara Pemberian Kombinasi Pupuk Npk Timotiwu, Paul Benyamin; Nurmiaty, Yayuk; Pramono, Eko; Kusuma, Yosep Riando
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v18i2.899

Abstract

Path analysis is one of the causal analysis and is an advanced analysis of correlation and regression studies. Path analysis is the development of correlation analysis that explains the closeness of the relationship between characters by way of outlining correlation coefficients into direct and indirect effects. This research was aimed to obtain information on the direct and indirect effects of agronomic characteristics on the production. This research uses Siti Maysaroh research data entitled “The Effect Of NPK Fertilizer On the Growth And Production Of Four Soybean Varieties (Glycine max (L.) Merr)”.  The data that have been obtained will then be analyzed using path analysis method. Data is analyzed using microsoft excel program. The results of this study show the difference between the two models, namely: on the way of fertilizer feeding two variables that directly affect the yield of soybean production is the weight of 100 grains, whereas On the way of giving a one-time fertilizer variables that directly affect the yield of soybean production is the number of pod 
The Growth of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Seedlings with the Application of Different Arbuscular Mycorrhiza Fungi and Various Phosphorous Dosages Krisnarini, Krisnarini; Rini, Maria Viva; Timotiwu, Paul Benyamin
Journal of Tropical Soils Vol 23, No 3: September 2018
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2018.v23i3.%p

Abstract

The effectiveness of Arbuscular Mycorrhiza Fungi (AMF) colonization depends on the type of AMF, plant species and phosphorus fertilization.  The aims of this study were to determine: the best type of AMF and the appropriate dosage of P fertilizer for the growth of oil palm seedlings, and whether the oil palm seedling responses to the application of AMF type is determined by the dosage of phosphorus applied. The experiment was arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors and 5 replications. The first factor was the types of AMF (m), consisting of without mycorrhiza inoculation (m0), Gigaspora sp. MV16 isolate (m1), Glomus sp. MV7 isolate (m2), Gigaspora sp. MV16 isolate + Glomus sp. MV7 (m3) isolate.  The second factor was phosphorus fertilization (SP-36), consisting of 3 levels: 1/3 recommended dosage (p1), 2/3 recommended dosage (p2), full recommended dosage (p3). The results showed that the application of all AMF types resulted in the same effects on the growth of oil palm seedlings, however the seedling growth in the inoculated plants were better than in uninoculated plants (control). The application of the recommended dosage of P fertilizer produced the highest seedling growth. The response of seedlings to the application of AMF type was not determined by doses of phosphorus fertilizer applied.