Articles

Found 27 Documents
Search

STUDI KERAGAMAN GENETIK DUA PULUH GALUR INBRED JAGUNG MANIS GENERASI S7 Yuwono, Purwito Djoko; Murti, Rudi Hari; Basunanda, Panjisakti
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.915 KB) | DOI: 10.22146/ipas.7919

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi keragaman genetik dua puluh galur inbred jagung manis populasi S7.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi keragaman genetik dua puluh galur inbred, heritabilitas dalam arti luas, korelasi genetik dan analisis lintasan, dan jarak genetik antar galur inbred jagung manis. Percobaan lapangan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan perlakuan dua puluh galur inbred dan tiga ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA, korelasi genetik, dan analisis klaster. Koefisien keragaman genetik yang diperoleh mengindikasikan adanya keragaman genetik antar galur yang diuji. Heritabilitas menunjukkan nilai yang tinggi pada semua variabel kecuali jumlah baris biji. Karakter panjang tongkol dan diameter tongkol memiliki korelasi dan pengaruh langsung yang tinggi terhadap bobot tongkol. Analisis klaster menghasilkan tiga kelompok pada nilai koefisien similarity 70%. Kelompok yang memiliki koefisien similarity paling rendah memiliki jarak genetik terjauh dan dianjurkan sebagai tetua untuk pembuatan hibrida dengan heterosis tinggi.
PENGARUH GIBERELIN TERHADAP KARAKTER MORFOLOGI DAN HASIL BUAH PARTENOKARPI PADA TUJUH GENOTIPE TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) Setiawan, Agus Budi; Murti, Rudi Hari; Purwantoro, Aziz
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.456 KB) | DOI: 10.22146/ipas.6521

Abstract

Giberelin merupakan zat pengatur tumbuh yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan buah tomat. Buah partenokarpi dapat diinduksi dengan menggunakan giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan respon tujuh genotipe tomat terhadap GA3 terkait karakter fruit set, ukuran, dan hasil buah tomat. Penelitian ini dilakukan di Green House UPTD Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta serta Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, UGM mulai bulan Oktober 2014 hingga Februari 2015. Penelitian menggunakan rancangan faktorial 7 genotipe x 2 konsentrasi GA3 yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 blok. Kluster bunga dengan bunga pertama fase 12 yang tidak dikastrasi disemprot GA3 dengan interval 3 hari sekali sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B78 merupakan genotipe yang responsif terhadap GA3dengan ditandai dengan peningkatan jumlah lokul menjadi 6 (lokul/buah) danmengalami penurunan fruit set sebesar 81,96% serta ukuran buah yang menurun secara nyata dibandingkan dengan buah berbiji. Genotipe yang tanggap terhadap aplikasi GA3 untuk menginduksi buah partenokarpi dengan hasil dan ukuran buah yang bagus adalah Gamato 1 ditandai dengan penurunan bobot buah per tandan yang relatif kecil yaitu 28,38% serta buah partenokarpi yang dihasilkan memiliki ukuran panjang dan diameter buah yang masih jauh lebih besar (41,68 mm dan 46,11 mm) dibandingkan genotipe lainnya. Buah partenokarpi A65, Gamato 3, A175, Gamato 5 dan Kaliurang 206 mengalami penurunan ukuran (panjang, diameter, dan ketebalan daging buah) serta penurunan hasil buah tomat dibandingkan dengan buah berbiji.
Yield, Capsaicin Content and Peroxidase Enzyme Activity of Four Chili Cultivars on Three Environments Rohmah, Mahya Nur; Mitrowihardjo, Suyadi; Murti, Rudi Hari
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2016): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5710.341 KB) | DOI: 10.22146/ipas.11786

Abstract

The experiment aimed to determine the effect of different environment (altitude and drought stress) on the growth, yield per plants, capsaisin levels, and peroxidase activities of four chili cultivars. Capsicum annuum (‘Lado’ and ‘Gada’) and Capsicum frutescens (‘Pelita’ and ‘Sona’) were grown with standard cultivation in medium land (± 700 m asl, Kaliurang) and low land (112 m asl, Bulaksumur) in two environments i.e. standard cultivation and drought treatment. The cultivars were arranged in Complete Randomize Design with four replications in each environment. The data were analyzed using analysis of variance with orthogonal contrast model, while the GGE biplot was applied for identification of stability. The result showed significant interaction between environment and cultivar on plant height, fruit’s weight per plant and the contents of capsaicin. Medium land of Kaliurang had suitable environment for chili cultivation of four cultivars and the high capsaicin content of C. frutescens. ‘Gada’ was significantly higher than other cultivars for fruit weight per plant in all planting conditions, while ‘Sona’ had the highest capsaicin content and was stable in all environments. Drought stress increased capsaicin content in low capsaicin content variety, in contrast to high capsaicin content cultivar. Peroxidase enzyme activity of C. frutescens was significantly higher than C. annuum, while C. annuum cultivars also shown significantly different in peroxidase activity.
UJI DAYA HASIL DAN KUALITAS BUAH TUJUH HIBRIDA TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) DI DATARAN RENDAH Rachmatika, Widya; Murti, Rudi Hari; Basunanda, Panjisakti
Vegetalika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.996 KB) | DOI: 10.22146/veg.26172

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan hibrida untuk dataran rendah dengan daya hasil tinggi serta kualitas buah yang baik dari hasil persilangan tomat seri GM dengan CLN4046. Galur tetua yang digunakan antara lain ?Gamato 1? (A131), ?Gamato 2? (A65), ?Gamato 3? (A134), ?Gamato 4? (A175), ?Gamato 5?(B52), dan CLN4046. Pembanding yang digunakan dalam penelitian ini ialah ?Kaliurang?, ?Betavila?, dan ?Servo?. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Jambeyan, Karanganom, Klaten, serta dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Hortikultura, Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal berupa macam nomor persilangan berupa tiga blok unit percobaan sebagai ulangan. Masing-masing unit blok terdiri dari sepuluh tanaman dengan tiga tanaman sebagai sampel. Hibrida hasil persilangan tomat seri GM dengan CLN4046 yaitu, ?Gamato 1? × CLN4046, ?Gamato 2? × CLN4046, ?Gamato 3? × CLN4046, CLN4046 × Gamato 3?, ?Gamato 4? × CLN4046, CLN4046 × ?Gamato 4?, dan ?Gamato 5? × CLN4046. Pemilihan hibrida dilakukan berdasarkan efek heterosis dan nisbah potensi. Hibrida terpilih berdasarkan keunggulan heterosis dengan kualitas kekerasan buah yang baik pada dataran rendah ditunjukkan pada hibrida ?Gamato 4? × CLN4046 sebesar 71,35 Newton dan ?Gamato 5? × CLN4046 sebesar 67,40 Newton dengan nisbah potensi dominansi berlebih positif. Hibrida dengan produktivitas tinggi untuk dataran rendah berdasarkan nilai heterosis paling baik ditunjukkan pada hibrida ?Gamato 4? × CLN4046 dengan produktivitas 39,93 ton/ha. Hubungan korelasi bernilai positif bobot buah per tanaman (r=0,959) terhadap produktivitas. Path analisis menunjukkan pengaruh langsung lebih besar dari pengaruh tidak langsung pada komponen hasil bobot buah per tanaman (0,965). Komponen kualitas buah tujuh hibrida menunjukkan tidak ada pengaruh langsung secara signifikan terhadap daya simpan.
EVALUASI KLON-KLON HARAPAN TEH (CAMELLIA SINENSIS (L.) O. KUNTZE) KETURUNAN TRI 2024×PS I PADA LINGKUNGAN BERBEDA Putri, Yunizar Sulistyo; Murti, Rudi Hari; Mitrowihardjo, Suyadi
Vegetalika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.201 KB) | DOI: 10.22146/veg.10483

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi dan memilih klon teh hasil keturunan dari persilangan klon TRI 2025 dengan PS1 yang memiliki potensi hasil dan stabilitas hasil yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di kebun Kayulandak, PT Pagilaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada bulan Maret 2015.  Klon-klon yang diuji adalah klon TPS 17/3, TPS 24/5, TPS 87/2, TPS 93/3, TPS 101/1 dan sebagai pembanding adalah TRI 2024 dan GB 7. Unit percobaan terdiri atas 20 tanaman masing-masing klon  disusun dalam rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 ulangan. Data sekunder jumlah dan berat pucuk peko dan pucuk burung, selama tiga tahun (2011, 2012, 2013) digunakan dalam penelitian ini. Di samping itu menggunakan data curah hujan selama tiga tahun yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan curah hujan (curah hujan rendah dan tinggi). Data dianalisis menggunakan analisis statistik  dengan ANOVA dan uji DMRT  pada ?=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon yang menghasilkan kualitas pucuk tertinggi adalah TPS 101/1 tidak berbeda dengan GB 7, sedangkan klon teh berpotensi hasil (berat total pucuk) tinggi yaitu klon TPS 17/3 dan TPS 24/5.  Klon yang mempunyai potensi hasil, tida berbeda nyata dengan GB 7 dan stabilitas tinggi serta termasuk dalam klon yang diinginkan adalah klon TPS 24/5.
STABILITAS HASIL PUCUK TUJUH KLON HARAPAN TEH (CAMELLIA SINENSIS (L.) O. KUNTZE) DI KEBUN KAYULANDAK Kirana, Putri Lindhang; Mitrowihardjo, Suyadi; Murti, Rudi Hari
Vegetalika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.688 KB) | DOI: 10.22146/veg.10481

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang hasil pucuk tujuh klon harapan teh yang memiliki produksi tinggi di kebun Kayulandak, PT. Pagilaran. Penelitian  dilakukan di kebun Kayulandak PT. Pagilaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada bulan Maret 2015. Percobaan menggunakan rancangan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) dengan empat ulangan (blok). Klon yang digunakan dalam penelitian adalah klon kelompok PGL yaitu PGL 04, PGL 09, PGL 10, PGL 15 dan klon kelompok yang lain yaitu TRI 2025, PS 1, GMB 07. Parameter yang diamati jumlah pucuk peko, berat pucuk peko, jumlah pucuk burung, berat pucuk burung tahun 2011, 2012, dan 2013. Data tambahan yang digunakan yaitu data curah hujan selama sepuluh tahun mulai dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2013. Data produksi teh diuji dengan menggunakan Analysis of Vaariance (ANOVA) dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf error 5%. Data juga  dianalisis  stabilitasnya  menggunakan  GGE  Biplot.  Klon  teh  yang  memiliki potensi hasil berat total pucuk segar tertinggi yaitu klon PGL 04, TRI 2025, dan PGL 09, sedang klon penghasil pucuk peko yang mengindikasikan kualitas pucuk terbaik adalah  klon  PS  1  dan  GMB  07.  Klon  yang mempunyai  rerata  hasil  tinggi  dan mempunyai stabilitas tinggi, serta termasuk dalam klon yang diinginkan yaitu klon PGL 04.
KERAGAMAN MOLEKULER PURING (CODIAEUM VARIEGATUM (L.) RUMPH. EX A. JUSS) DENGAN PENANDA RAPD Kusumaningrum, Monika Andreastuti; Purwantoro, Aziz; Murti, Rudi Hari
Vegetalika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.545 KB) | DOI: 10.22146/veg.9279

Abstract

Tanaman puring (Codiaeum variegatum (L.) Rumph. ex A. Juss) adalah tanaman hias yang memiliki nilai jual tinggi. Tanaman puring juga memiliki manfaat sebagai tanaman berkhasiat obat dan dapat menyerap unsur timah hitam yang berasal dari sisa pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor (2,05 mg/lt). Bentuk, warna, dan corak daun tanaman puring sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keragaman genetik, menghitung jarak genetik, dan menduga adanya alel spesifik pada tanaman puring. Sampel DNA diektraksi dari daun 20 kultivar tanaman puring. Metode PCR menggunakan 10 primer yaitu OPA-02, OPA-03, OPA-14, OPA-16, OPA-18, OPA-20, OPB-08, OPB-19, OPD-05, dan OPH-18. Hasil amplifikasi menunjukkan tingkat polimorfisme yang cukup tinggi. Persentase lokus polimorfik dan nilai heterosigositas harapan (He) paling tinggi ditunjukkan oleh kultivar tanaman puring dengan daun yang berwarna kombinasi hijau-merah yaitu 56,60% dan 0,190. Kultivar yang berlabel H1 dengan HK1 memiliki hubungan kekerabatan paling dekat diantara kultivar lain, sedangkan kultivar  yang  berlabel HK3 dengan HKM5 dan kultivar berlabel HK5 dengan HKM4 memiliki hubungan kekerabatan paling jauh diantara kultivar lain. Hasil dari dendogram UPGMA dan PCoA (Principal Coordinates Analysis) menempatkan 20 kultivar kedalam 2 klaster dan salah satu klaster ditempati oleh kultivar dengan daun yang berwarna kombinasi hijau-kuning-merah. Dari seluruh kelompok warna pada sampel, alel spesifik yang dapat terdeteksi pada satu kelompok/populasi warna hanya terdapat pada kelompok HKM yaitu pada OPD 05-1400 dan OPH 18-300.
STABILITY ANALYSIS OF NINE PROMISING CLONES OF TEA (Camellia sinensis) Murti, Rudi Hari; Puspitasari, Ani; Mitrowihardjo, Suyadi
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 36, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya and Indonesian Agronomic Assossiation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are many clones grown in Indonesia tea plantations. The latest clones were released around 1990. The new promising clones have been bred through crossing among selected clones in Pagilaran tea plantation. The experiment aimed to select high yield and stable clone. Nine clones were grown in Kayulandak (1300 m asl) and Andongsili (1100 m asl) in Randomized Completely Block Design with three replications. The data of fresh weight per plot in 2007, 2008, 2009, 2011, 2012 were recorded. Eberhart & Russell (1966) and GGE Biplot analysis method was applied for data analyzing. The result showed that all of clones were stable over years in each location except for PGL1 and PGL3 in Andongsili and PGL15 in Kayulandak based on Eberhart & Russell analysis. Significant regression coefficient (1.18) of PGL3 implied that PGL3 was high in yield and responsive. GGE biplot analysis indicated no ideal genotype for each location. PGL10, PGL3, PGL4 and PGL 12 were recommended for Kayulandak, while PGL3 and PGL12 clones were suitable for Andongsili. Both analysis of Eberhart & Russell and GGE biplot showed PGL3 and PGL12 as ideal clone, while PGL10, PGL4, and PGL 15 clone were desireable clones.Keywords : Eberhart and Russell, GGE Biplot, tea clones, yield stability
GENOMIC DNA EXTRACTION METHOD FROM MATURE LEAF OF LAI (Durio kutejensis Becc.) Handayani, Fitri; Wulandari, Rani Agustina; Murti, Rudi Hari
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 38, No 1 (2016): FEBRUARY
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v38i1.659

Abstract

Lai (Durio kutejensis Becc.) is an indigeneous germplasm of Kalimantan which has some superiorities compared to its close-relative, durian (Durio zibethinus Murr.). Genetic exploration of lai is important to support its breeding program. According to rapid development in molecular biology, genetic exploration effort of lai will be easier. One of significant step in any molecular biology activities is DNA isolation to produce high quality DNA for further analysis. Leaves of lai, as other perennial crop, contain of high concen-tration of polysaccharides and polyphenol which will be co-extracted with the DNA. These compounds can interfere enzymes activities in subsequent molecular analysis. The aim of this study was to establish an optimal and effective DNA extraction method to obtain high-quality DNA from mature leaf of lai. An established extraction buffer and its modification were used in this study. The result showed that modification 4 could produce high quality DNA, and was considered to be the most effective DNA extraction method for mature leaf of lai.
POLA PEWARISAN KARAKTER BUAH TOMAT Murti, Rudi Hari; Kurniawati, Triasih; Nasrullah, ,
Zuriat Vol 15, No 2 (2004)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam naskah ini diuraikan pola pewarisan karakter buah tomat berdasarkan segregasi hasil persilangan tetua yang mempunyai sifat berbeda. Perbedaan sifat tetua meliputi warna buah mentah, warna buah masak, bentuk buah, jumlah bunga dan buah per tandan, jumlah rongga buah dan beberapa sifat lainnya. Bahan yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari empat tetua (P) yaitu GM1, GM3, Gondol Hijau dan Gondol Putih serta keturunan F1 dan F2 dari persilangan GM1×GH, GM3×GH dan GM3×GP. Jumlah tanaman masing-masing tetua dan F1 sebanyak 20 tanaman, sedangkan F2 dari masing-masing persilangan sebanyak 200 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan warna buah masak dikendalikan oleh dua lokus dengan dua alel pada satu lokus dan tiga alel di lokus yang lain atau tiga lokus dengan dua alel per lokus tetapi salah satu lokus berbeda pada tetua Gondol Putih dan Gondol Hijau. Bentuk buah apel (gepeng) dominan terhadap bentuk bulat, dikendalikan oleh dua lokus dengan interaksi antar lokus epistasis dominan. Jumlah bunga, jumlah buah, fruitset, dan jumlah rongga buah termasuk sifat kualitatif sedangkan panjang dan diameter buah termasuk sifat kuantitatif. Nisbah potensi pada semua variabel menunjukkan efek dominan, kecuali fruitset pada persilangan GM3×GP. Ada pleotropi atau tautan (linkage) antara gen pengendali jumlah rongga buah, jumlah bunga, dan ukuran buah.