Agus M. Hariri
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

UJI EFIKASI EKSTRAK GULMA SIAM TERHADAP MORTALITAS HAMA PENCUCUK BUAH KAKAO (HELOPELTIS SPP.) DI LABORATORIUM Fitriana, Yuyun; Purnomo, .; Hariri, Agus M.
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol 12, No 1 (2012): Maret, Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.164 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.11285-91

Abstract

This research was aimed  to investigate the effect of siam weeds (C. odorata) extract on the mortality of Helopeltis spp., the effect of the addition of emulsifier on the toxicity of siam weed extract, and to find out a potential concentration of the siam weeds extract that can be used as bioinsecticide for Helopeltis spp. Six concentration levels of C. odorata were used as treatments: 0% (control), 20%, 30%, 40%, 50% and 60%  by adding 0.3% or no emulsifier. Data collected were mortality  of  nymphs and adults of Helopeltis spp. The results showed that the application of the siam weeds (C. odorata) extract was able to kill of nymph and adult of Helopeltis spp. The mortality of nymph ranged  from 26.6% to 50.0% without emulsifier and 78.8% to 85.0%  with emulsifier, and for adult range 15.00% - 46.67% without emulsifier and 31.67% - 71.67% with emulsifier  for adult. The results confirm by adding emulsifier can enhance toxicity of siam weed extract to Helopeltis spp.. There was no significant effect of concentration level of siam weed on cocoa mirid mortality, therefore concentration level of 20% seems to be the potential concentration of siam weed extract that can be used as bioinsecticide of Helopeltis spp..
MORTALITAS, PENGHAMBATAN MAKAN DAN PERTUMBUHAN HAMA DAUN GAHARU HEORTIA VITESSOIDES MOORE OLEH EKSTRAK BUAH BRUCEA JAVANICA (L.) MERR. Hariri, Agus M.
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol 12, No 2 (2012): September, Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.325 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.212119-128

Abstract

The bioassay of  Brucea javanica fruit extract was performed to evaluate lethal and antifeedance effect as well as growth inhibition against agarwood defoliator Heortia vitessoides.  Three types of Brucea (unripe, ripe, and dried fruits) were extracted with maceration method in aquadest for 24 hours. Tests were done using leaf-residual method.  The results showed that mortality of H. vitessoides larvae was significantly higher when applied with Brucea extract at  concentration 50 g/l  compared to control starting at two days after application. Moreover the dried fruit extract killed all  insect test in three days after application. The other result indicated that pupation of agarwood defoliator was less than 10% and emerging adult  was 0% when applied with Brucea fruit extracts.  In addition, at two days after application of ripe and dried fruit extracts resulted antifeedance effect against H. vitessoides larvae 68-70% leaves weight and 74-77% based on eaten leaf area.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI JARAK PAGAR (Jatropha Curcas L.) TERHADAP MORTALITAS KEONG EMAS (Pomacea sp.) DI RUMAH KACA Banjarnahor, Irma; Wibowo, Lestari; Hariri, Agus M.; Hasibuan, Rosma
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.582 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i2.1861

Abstract

Keong emas (Pomacea sp.) merupakan salah satu hama pada tanaman padi. Teknik pengendalian yang saat ini banyak dikembangkan adalah dengan memanfaatkan pestisida nabati. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai molluskisida nabati adalah jarak pagar (Jatropha curcas L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji jarak pagar muda dan tua dalam membunuh keong emas dan mengetahui perbedaan toksisitas kedua ekstrak tersebut terhadap keong emas. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Mei 6 Oktober 2015. Penelitian disusun dengan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 9 perlakuan 4 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan perbandingan ortogonal kontras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji jarak pagar muda dan tua menyebabkan mortalitas keong emas. Selanjutnya diketahui bahwa ekstrak biji jarak pagar tua toksisitasnya lebih tinggi dibandingkan ekstrak biji jarak pagar muda dalam membunuh keong emas. Aplikasi ekstrak biji jarak pagar tua dengan konsentrasi 15 g/l air dan 20 g/l air menyebabkan mortalitas keong emas 100% pada hari ke 3 setelah aplikasi, sedangkan ekstrak biji jarak pagar muda dengan konsentasi tersebut baru dapat mematikan 100% keong emas uji pada hari ke 7 setelah aplikasi.
PENGARUH FREKUENSI APLIKASI ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana TERHADAP KUTUDAUN (Aphis glycines Matsumura) DAN ORGANISME NON-TARGET PADA PERTANAMAN KEDELAI Mandasari, Leni Fitri; Hasibuan, Rosma; Hariri, Agus M.; Purnomo, Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.021 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i3.1967

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh frekuensi aplikasi jamur Beauveria bassiana terhadap populasi dan mortalitas hama kutudaun (Aphis glycines Matsumura), dan populasi musuh alami dan organisme non-target lainnya pada pertanaman kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini terdiri atas enam perlakuan yaitu tanpa aplikasi (kontrol), 1 kali, 2 kali, 3 kali, 4 kali, dan 5 kali aplikasi B. bassiana. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi isolat jamur B. bassiana mampu menginfeksi dan menyebabkan kematian hama kutudaun Aphis glycines di pertanaman kedelai pada 3 hari setelah aplikasi di setiap minggu pengamatan, aplikasi B. bassiana dengan berbagai frekuensi menunjukkan bahwa jumlah famili non-target dan total organisme non-target lebih rendah dibandingkan tanpa aplikasi. Jenis organisme nontarget yang diamati sebanyak 13 famili arthropoda, namunterdapat 3 famili dominan yang berupa musuh alami yaitu famili Lycosidae, Formicidae, dan Gryllidae. Selain itu, frekuensi aplikasi B. bassiana tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan jumlah polong) serta hasil tanaman kedelai (berat brangkasan basah, berat brangkasan tanpa polong, jumlah polong isi, jumlah polong tidak isi, berat brangkasan kering, brangkasan kering tanpa polong, berat polong kering, dan berat biji kering tanaman kedelai).
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA FERMENTASI EKSTRAK BIJI MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP MORTALITAS HAMA KEONG EMAS (Pomacea sp.) DI RUMAH KACA Septiana, Lia; Solikhin, Solikhin; Hariri, Agus M.
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.992 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i2.1862

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mempelajari pengaruh taraf konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa terhadap mortalitas keong emas dan mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa terhadap mortalitas keong emas. Penelitian ini dilakukandi rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan Agustus - Oktober 2015. Penelitian disusun dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 2 faktor (4 x 3). Faktor pertama adalah perlakuan konsentrasi ekstrak biji mahkota dewa yaitu 0% (K 0 ), 0,5% (K 1 ), 1% (K 2 ), 1,5% (K 3 ). Faktor kedua adalah lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa yaitu fermentasi 5 hari (F 5 ), fermentasi 7 hari (F 7 ), dan fermentasi 9 hari (F 9 ). Data diolahdengan program statistikMicrosoft Excel 2007. Homogenitas data diuji dengan Uji Bartlett, dan aditifitasnya diuji dengan Uji Tukey kemudian dilakukan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa yang menyebabkan mortalitas keong emas sebesar 22,5 - 100%. Aplikasi ekstrak biji mahkota dewa pada konsentrasi K 3 (1,5%) dan lama fermentasi F 9 (9 hari) menyebabkan mortalitas keong emas 100% pada 1 hari setelah aplikasi.
PATOGENISITAS EMPAT ISOLAT JAMUR Beauveria bassiana (Bals.) Vuill. TERHADAP ULAT API (Setothosea spp.) DI LABORATORIUM Anggraini, Windari; Fitriana, Yuyun; Hariri, Agus M.; Purnomo, Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.53 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i2.2602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter empat isolat jamur B.bassiana (Bbyf 22, Bbyf 24, Bbyf, dan BbTa) dalam pertambahan diameter koloni, kerapatan spora, dan perkecambahan sporaserta kemampuan tiga isolat jamur B. bassiana dalam menimbulkan mortalitas terhadap ulat api (Setothosea spp.).Penelitian inidilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, dari bulan Juli 2016 sampai Januari 2017. Penelitian ini terdiri dari dua set percobaan, yaitu percobaan pertama untuk mengetahui pertambahan diameter koloni, kerapatan spora, dan perkecambahansporasecara in vitrodengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diulang lima kali. Percoban kedua uji patogenisitas jamur B. bassiana terhadap ulat api (Setothosea spp.) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diulang tiga kali dengan konsentrasi 10 6 , 10 7 , dan 10 8 . Pengamatan dilakukan terhadap diameter koloni, kerapatan spora, perkecambahan spora, dan mortalitas. Data diuji dengan analisis ragam dan nilai tengah perlakuan diuji dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf5%.Keempat isolat jamurB. bassiana memiliki pertambahan koloni, kerapatan spora dan daya berkecambah (viabilitas) yang berbeda-beda, dari keempat jamur tersebut isolat Bbyf 24 yang memiliki pertambahan koloni, kerapatan spora dan daya berkecambah (viabilitas) yang paling baik dibandingkanB. bassiana asal Tanggamus.Tiga isolat B. bassiana dari tiga tingkat pengenceran mampu menimbulkan mortalitas pada ulat api, namun isolat yang mampu menimbulkan mortalitas ulat api denganbaik yaitu isolat Bbyf danBbyf24 mencapai 33% dengan tingkat pengenceran 10^8
UJI MORTALITAS PENGHISAP POLONG KEDELAI (Riptortus Linearis F.) (HEMIPTERA : ALYDIDAE) SETELAH APLIKASI EKSTRAK DAUN PEPAYA, BABADOTAN DAN MIMBA DI LABORATORIUM Amalia, Eka Rizki; Hariri, Agus M.; Lestari, Puji; Purnomo, Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.171 KB) | DOI: 10.23960/jat.v5i1.1846

Abstract

Hama pengisap polong kedelai (Riptortus linearis F.) merupakan hama penting yang sangat merugikan. Salah satu alternatif pengendalian berdasarkan konsep PHT adalah dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengujiekstrak daun pepaya, babadotan, dan mimba terhadap mortalitasR. linearis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Bidang Proteksi Tanaman, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, dilaksanakan bulan September 2015 hingga Februari 2016. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi ekstrak daun pepaya dan daun babadotan pada kisaran konsentrasi 30% - 70% terhadap serangga uji Riptortus linearis, sampai dengan 7 hari setelah aplikasi mengakibatkan mortalitas tertinggi sebesar 21,57%, dan tidak berbeda dengan kontrol sedangkan aplikasi ekstrak daun mimba pada kisaran konsentrasi 30% -70% terhadap R. linearis, berpengaruh nyata terhadap mortalitas serangga ujitersebut sejak 5 hsa sampai 7 hsa. Namun, peningkatan konsentrasi ekstrak daun pepaya, babadotan, maupun mimba padakisaran 30% - 70% tidak berpengaruh pada meningkatnya mortalitas serangga uji R. linearis.
KOMPATIBILITAS METARHIZIUM ANISOPLIAE DAN EKSTRAK DAUN BABADOTAN UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KEPIK HIJAU DI LABORATORIUM Jarlina, Siti; Wibowo, Lestari; Hariri, Agus M.
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.408 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i2.2012

Abstract

Pemanfaatan jamur entomopatogen dan pestisida nabati secara terpisah telah banyak dilakukan untuk pengendalian hama. Selanjutnya penggunaan secara bersama antara jamur entomopatogen dan pestisida nabati juga sedang dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae dan ekstrak daun babadotan serta pengaruhnya terhadap mortalitas Nezara viridula. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu pertama uji kompatibilitas M. anisopliae dengan ekstrak daun babadotan pada media PDA, kedua adalah aplikasi campuran suspensi M. anisopliae dan ekstrak daun babadotan terhadap N. viridula. Hasil percobaan menunjukkan bahwa M. anisopliae tidak kompatibel dengan ekstrak daun babadotan. Hal tersebut ditunjukkan oleh penurunan pertumbuhan koloni, daya kecambah dan sporulasi jamur M. anisopliae. Selain hal itu diketahui bahwa Aplikasi suspensi M. ansiopliae dan aplikasi ekstrak daun babadotan secara tunggal menyebabkan mortalitas N. viridula yang tidak berbeda nyata antara keduanya. Aplikasi suspensi M. anisopliae dengan penambahan ekstrak daun babadotan 2 ml dan 3 ml menyebabkan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan mortalitas N. viridula pada aplikasi tanpa penambahan ekstrak babadotan
UJI POTENSI DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) SEBAGAI INSEKTISIDA BOTANI TERHADAP HAMA (Plutella xylostella L.) DI LABORATORIUM Nurhudiman, Nurhudiman; Hasibuan, Rosma; Hariri, Agus M.; Purnomo, Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.878 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i2.2600

Abstract

Diamond back moth (Plutella xylostella) [Lepidoptera: Plutellalidae] is the most important pest of Brasisca vegetable in many part of area in Indonesia. Pest control of this pest has been relied on the use of synthetic insecticide. However prolog use of insecticide cause ecological and economical problems. There is a need for pest control that are sustainable and eviromentally sound. The use of natural (botanical insecticide) such as Ageratum conyzoides is expected to solve that problem. The objective of this research was to test the capability of goatweed suspension to cause mortality P. xylostella larvae and to measure toxicity level (LC50 and LT50) of Ageratum extract. This research was conduched during Juli 2016- February 2017 in green house and laboratory. The results indicated that all of concentration of goatweed (1-5%) was able to cause mortality onP. xylostella larvae. The lethal concentration for 50% mortality (LC50) value was 2,0254%. While the time need to kill 50% of P. xylostella larva were: 33.31 h, 20.68 h, 21.09 h, 12.65 h, 10.86 h treated by concentration of: 1%, 2%, 3%, 4% and 5% respectively. This study indicated the potential use of Ageratum extract to contol P. xylostella.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH DAN WARNA PADA PERANGKAP LIKAT TERHADAP JUMLAH TANGKAPAN LALAT BUAH DAN SERANGGA LAIN PADA PERTANAMAN CABAI MERAH Kumbara, A. M.; Swibawa, I Gede; Hariri, Agus M.; Hasibuan, Rosma
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.007 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i2.2598

Abstract

Salah satu OPT yang sering menyerang dan menurunkan produksicabai merah adalah lalat buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna pada papan perangkap dan pemberian jus buah terhadap jumlah tangkapan perangkap likat. Pemasangan perangkap likat dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2017 di Desa Candra Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat.Identifikasi serangga yang tertangkap di lakukan di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Satuan Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor (3 x 3) dengan 5 ulangan. Faktor I adalah jus yang terdiri dari 3 taraf : tanpa jus, jus jambu biji, dan jus belimbing. Faktor II adalah warna 3 taraf : tanpa warna (bening), warna hijau, dan warna kuning. Perangkap dipasang saat tanaman cabai mulai berbuah yaitu pada umur 12 minggu setelah tanam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaanwarna kuning pada papan likat memberikan jumlah tangkapan yang lebih tinggi daripada warna lainnya. Penambahan jus belimbing pada perangkap likat menghasilkan jumlah tangkapan yang lebih tinggi dibandingkan jus lainnya. Kombinasi perangkap likat warna kuning dengan penambahan jus buah belimbing menghasilkan jumlah tangkapan lebih tinggi daripadakombinasi warna dan jus buah lainnya.