Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH LAMA SIMPAN SEMEN DENGAN PENGENCER TRIS AMINOMETHAN KUNING TELUR PADA SUHU RUANG TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING BOER

TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted from May to June 2014 at Sumber Sekar Labolatory of Animal Husbandry Faculty, University of Brawijaya, Malang. The purpose of the study was to find out quality of semen Boer goat in room temperature with different storage duration. The result showed that storage treatment of semen with yolk tris aminhomethan diluents had highly signicant defferen as (P<0.01) on individual motility, viability and abnormality of semen. The conclusion of this result was optimal storage time was 240 minutes in room temperature with 53.50±2.42% of individual motility, 61.29±3.15% of viability and 15.15±2.42% of abnormality. Keyword: semen, Boar goat, tris aminomethane yolk, storage

PENGARUH WAKTU SIMPAN SEMEN SEGAR DENGAN PENGENCER ANDROMED PADA SUHU RUANG TERHADAP KUALITAS SEMEN KAMBING BOER

TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted from 20th Mei to 10th June 2014 at Sumber Sekar Field Laboratory Animal Husbandry Faculty Brawijaya University Malang. The aims of this experiment was to test the effect of semen storage duration diluted with Andromed solution at room temperature on the quality of  Boer goat spermatozoa. The material was 1 boer goat semen aged 3 years old. Methods  used experimental Randomized Design with 6 treatment and 10 replications by used Completely Randomized Design. The interval storage duration were 0, 60, 120, 180, 240 and 300 minutes. Data was analysed by analysis of variance. The result showed that  interval storage duration of Boer goat semen diluted with Andromed solution were highly significant different (P<0,01) on sperm individual motility, sperm viability and sperm abnormality percentage. Optimal time for AI was 300 minutes at room temperature with 40±4,08% of individual motility and 57,94±1,71% of viability percentage.  Optimal time for AI was 300 minutes in room temperature with 13,20±0,20% of sperm abnormality. The conclusion of this result was Boer goat semen diluted with Andromed at room temperature should be used not more than 300 minutes.   Keyword: Boer goat, sperm motility, viability and sperm abnormality

PENGARUH BANGSA PEJANTAN TERHADAP PERTUMBUHAN PEDET HASIL IB DI WILAYAH KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG

TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh bangsa pejantan Simmental dan Limousin terhadap pertumbuhan pedet hasil Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedet hasil IB dengan indukan Limpo yang disilangkan dengan pejantan Simmental 50 ekor dan Limousin 50 ekor pada umur 3−3,5 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey secara purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangsa pejantan berpengaruh terhadap pertumbuhan pedet yang dihasilkan. Berbeda nyata pada bobot lahir, bobot badan 3-3,5 bulan, dan lingkar dada dari pejantan Simmental x Limpo berturut-turut adalah 35,46+2,86 kg; 134,42+54,61 kg; 120,74+10,64 cm, dan dari pejantan Limousin x Limpo  34,16+2,10 kg; 116,01+14,52 kg; 115+12,06 cm. Tidak berbeda nyata pada panjang badan dan tinggi gumba dari pejantan Simmental x Limpo berturut-turut adalah 99,02+8,81 cm; 105,38+10,13 cm, dan dari pejantan Limousin x Limpo 97,08+7,41 cm; 105,38+8,31 cm. Pedet hasil persilangan Simmental x Limpo memberikan performans produksi yang lebih baik dari pada Limousin x Limpo. Simmental merupakan salah satu pejantan yang berpengaruh cukup tinggi terhadap pertumbuhan pedet yang dihasilkan. Kata kunci: Pedet, Limousin, Simmental, Limpo, Performans Produksi

The Potential of Economic Base of the Livestock Sector in Kediri-East Java

Journal of Development Research Vol 2 No 1 (2018): Volume 2, Number 1, May 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.412 KB)

Abstract

Purpose of this study is to describe the potential of economic base of livestock commodities in Kediri-East Java- Indonesia. The research was conducted from March 2017 by using exploratory method, referring to secondary data in Statistic Centers publication of Kediri Regency. Location Quotient Analysis (LQ) data analysis was usedto determine the economic base of livestock sector in Kediri Re-gency. The results of the research are identified as follows: 1) Sub-district Base of beef cattle live-stock that is located in Mojo, Semen, Ngadiluwih, Ngancar, Plosoklaten, Gurah, Kunjang, Plemahan, Purwoasri, Papar, Pagu, KayenKidul, Gampengrejo, Ngasem, Banyakan, Grogol , and Tarokan. 2) Districts of dairy cattle commodity base include Ngancar, Plosoklaten, Kandangan, KayenKidul, and Gampengrejo. 3) Subdistrict base of buffalo cattle commodity include Mojo, and Ngadiluwih, Ke-pung, Kandangan, Badas, Kunjang, Gampeng, Ngasem, and Grogol. 4) The sub-districts of horse livestock commodities include Mojo, Semen, Kandangan, Kunjang, Plemahan, Gampengrejo, Ban-yakan, Grogol, and Tarokan. 5) Sub-district of pigs commodity base include Wates, Ngancar, Gamp-engrejo, and Banyakan sub-districts. 6) The districts of goats / sheep bases include Mojo, Semen, Kras, Ngancar, Plosoklaten, Gurah, Kepung, Kandangan, Kunjang, Plemahan, Purwoasri, Papar, Pa-gu, Kayenkidul, Gampengrejo, Ngasem, Banyakan, Grogol, and Tarokan. 7) The sub-districts of the commodities of chicken breeds include Mojo, Semen, Ngadiluwih, Kras, Gurah, Kepung, Kandangan, Kunjang, Plemahan, Purwoasri, Papar, Pagu, KayenKidul, Gampengrejo, Ngasem, Banyakan, Grogol, and Tarokan. 8) Sub-districts of commodities of chicken breeds include Kras, Ringinrejo, Kandat, Wates, Plosoklaten, Puncu, Pare, and Badassubdistricts. 9) The districts of livestock com-modity base include Mojo, Semen, Ngadiluwih, Kandat, Ngancar, Kandangan, Badas, Plemahan, Pa-gu, Gampengrejo, Ngasem, Banyakan, Grogol and Tarokansubdistricts. 10) Rabbit livestock com-modity base covers the sub-districts of Semen, Kras, Ngancar, Plosoklaten, Gurah, Kepung, Kan-dangan, Gampengrejo, Ngasem, Banyakan and Grogol.

EVALUASI EFISIENSI REPRODUKSI SAPI PERAH PERANAKAN FRIES HOLLAND (PFH) PADA BERBAGAI PARITAS DI KUD “ SUMBER MAKMUR” KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG

TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan inseminasi buatan berdasarkan Days Open (DO), Service per Conception (S/C), dan Calving Interval (CI). serta mengetahui penampilan reproduksi sapi perah pada berbagai paritas di Wilayah KUD “Sumber Makmur”, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan study kasus. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data 100 ekor sapi perah betina yang minimal telah partus dua kali agar dapat diketahui Calving Intervalnya. Sampel dipilih secara acak dalam satu Kecamatan. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui rataan dan standar deviasi dari DO, S/C, dan CI serta analisis data dengan metode Kruskall Wallis menggunakan sebaran uji Chi Square untuk membandingkan tampilan reproduksi pada berbagai paritas berdasarkan DO, S/C, dan CI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan dari DO, S/C, dan CI berturut-turut: 100,66±51,06 hari; 1,9±O,44 kali; dan 385,50±55,13 hari dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa antar DO pada berbagai paritas, S/C danCI tidak berbeda nyata (P>0,05).Disimpulkan bahwa rata-rata DO panjang, S/C tinggi pada paritas tertentu dan CI juga masih panjang, membuktikan bahwa keberhasilan Inseminasi Buatan masih rendah dan tidak terdapat perbedaan penampilan reproduksi sapi perah pada berbagai paritas berdasarkan DO, S/C, dan CI. Kata Kunci : Inseminasi Buatan, Days Open, Service per Conception, dan Calving Interval.

PERFORMANS REPRODUKSI SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN PERANAKAN LIMOUSIN DI KECAMATAN PADANG KABUPATEN LUMAJANG

TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO)
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was conducted to evaluate reproductive performance of Ongolecrossbreed cattle andLimousin crossbreed  inPadang, Lumajang Regency. The material used on this research were 50 heads of Limousin crossbreed cattle and 50 heads ofOngole crossbreed cattle.The method used in this research was purposive sampling survey.The data were analyzed by t-test unpaired on Service per Conception (S/C), Days Open (DO), Calving Interval (CI).Conception Rate (CR) and Fertility Index (FI)were analyzed by descriptive.The results showed thatS/C, DO, CR, CI and FI of Ongole crossbreed cattle were 1,42±0,70; 107,34±32,38days, 70%; 399,04±39,97 days;66,95and for Limousine crossbreed were 1,62±0,76; 107,34±32,38days, 52%; 416,04±44,09days;26,80, respectively.  It was concluded that there was difference of reproductive performance between Ongole crossbreed cattle and Limousine crossbreed  and  reproductive performance of Ongole crossbreed cattle was better than Limousine crossbreed cattle. Keywords: Reproductive performance, Ongole crossbreed Cattle,Limousin crossbreed Cattle 

HUBUNGAN BODY CONDITION SCORE TERHADAP SERVICE PER CONCEPTION DAN CALVING INTERVAL SAPI POTONG PERANAKAN ONGOLE DI KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN

TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Body Condition Score dengan service per conception dan Calving Interval sapi Peranakan Ongole. Materi yang digunakan adalah 100 ekor sapi betina Peranakan Ongole. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, pengumpulan data dilakukan primer dan sekunder. Variabel yang diamati adalah Body condition Score (BCS), Service per conception (S/C), Calving interval (CI). Hasil penelitian menunjukan persamaan regresi hubungan  BCS dengan S/C Y=0,88+0,06X.  (R2) 1,6%. (r) 0,12. Nilai persamaan regresi BCS dengan CI Y=408,24+1,06X. (R2) 0,8%. (r) sebesar 0,08. Disimpulkan bahwa Hubungan BCS dengan S/C positif dengan Nilai R2= 1,6% dan BCS dengan CI positif dengan Nilai R2 0,8%. Kata Kunci : Sapi peranakan ongole, regresi, Body condition score (BCS) dan korelasi

TINGKAT PARTISIPASI DAN KESEJAHTERAAN PETERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN KEDIRI

JURNAL NUSANTARA APLIKASI MANAJEMEN BISNIS Vol 3 No 2 (2018): Jurnal NUSAMBA
Publisher : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran serta masyarakat sangat menentukan arah dan percepatan pencapaian tujuan dalam pembangunan, partisipasi kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan harapan dan profesi menjadi pemersatu sekaligus energy social. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis partisipasi dan tingkat kesejahteraan peternak sapi potong di Kabupaten Kediri. Responden sebanyak 150 peternak yang dipilih secara sengaja. Data penelitian dicari melalui wawancara dan pengisian angket, metode analis data mengunakan analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi peternak dalam kelompok tergolong tinggi, sehingga memperngaruhi kesejahteraan dengan indicator peningkatan pendapatan peternak.