T. Susilawati
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Fruktosa dalam Pengencer Air Kelapa Hijau terhadap Motilitas Spermatozoa Sapi PO (Peranakan Ongole) Muhammad, D.; Isnaini, N.; Kuswati, Kuswati; Yekti, A. P. A.; Aryogi, Aryogi; Luthfi, M.; Sunarto, L. A.; Susilawati, T.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.098 KB)

Abstract

Air kelapa merupakan bahan lokal yang murah dan dapat menjadi bahan baku alternatif dalam proses pembuatan pengencer semen karena mengandung beberapa zat yang dibutuhkan oleh spermatozoa seperti sumber energi berupa fruktosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fruktosa dalam pengencer air kelapa hijau terhadap motilitas spermatozoa sapi PO (Peranakan Ongole). Penelitian ini menggunaan semen dari bangsa sapi Peranakan Ongole yang ditampung menggunakan metode vagina buatan. Metodologi yang digunakan adalah eksperimental laboratorium menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Penelitihan ini menggunakan 3 perlakukan, P1 = Pengencer air kelapa +  kuning telur20%, P2 = Pengencer air kelapa + kuning telur 20% + putih telur 0,4%+ fruktosa 1 mg/ml. P3 = Pengencer air kelapa +kuning telur20% + putih telur 0,4% + fruktosa 2 mg/ml dengan 10 ulangan. Hasil memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada motilitas spermatozoa dan total spermatozoa motil antara formulasi pengencer air kelapa (P1, P2, P3) selama peyimpanan suhu 2-5 oC. Pengencer air kelapa baik dalam menjaga motilitas spermatozoa dan total spermatozoa motil hingga hari ke lima.Kata kunci: air kelapa, total motilitas motil, semen cair
TAMPILAN REPRODUKSI SAPI PERAH PADA BERBAGAI PARITAS DI DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Wahyudi, L.; Susilawati, T.; Wahyujingsih, S.
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan Inseminasi Buatanoleh DO, S / C dan CI dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam kinerja reproduksisapi perah di paritas yang berbeda di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalahdata seratus susu sapi betina memiliki setidaknya dua kali untuk partus dikenal CI. Sampeldipilih secara acak. Analisis deskriptif digunakan untuk menentukan deviasi rata-rata danstandar DO, S / C dan CI dan menggunakan metode Kruskall Wallis dengan analisis ChiSquare untuk membandingkan penampilan reproduksi pada berbagai paritas berdasarkan DO,S / C dan CI. Rata-rata dari DO, S / C dan CI masing-masing adalah 202,45 ± 165,84 hari, 2,93± 1,73, dan 461,74 ± 152,37 hari. Statistik menunjukkan bahwa antara DO pada paritas yangberbeda, antara S / C pada berbagai paritas, dan CI pada berbagai paritas tidak berbeda nyata(P> 0,05). Dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi AI berdasarkan rata-rata DO, S / C dan CI:202,45; 2,93 dan 472,19 membuktikan bahwa keberhasilan inseminasi buatan yang dilakukanbelum maksimal.Kata Kunci:, reproduksi Sapi Perah, Paritas
Model Rekording dan Pengolahan Data untuk Program Seleksi Sapi Bali Hakim, L.; Suyadi, Suyadi; Nurgiartiningsih, V.M.A.; Nuryadi, Nuryadi; Susilawati, T.
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 5, No 2 (2007): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi Bali merupakan ternak lokal asli Indonesia sangat berpotensi untuk dikembang-biakkan dan sebagai plasma nutfah harus tetap dilestarikan agar tidak tercemar dengan “darah” bangsa sapi lain. Disinyalir performans sapi Bali cenderung menurun disebabkan aplikasi program pemuliaan yang kurang ketat, sehingga mutu genetiknya rendah. Dalam upaya memperbaiki mutu genetik, Pola Peternakan Inti Terbuka (Open Nucleus Breeding) tampaknya sesuai untuk diterapkan dalam pengembangan sapi Bali yang banyak melibatkan peternakan rakyat sebagai populasi dasar dengan dukungan kegiatan seleksi pada berbagai lapisan peternakan dan harus ditunjang dengan rekording performans produksi dan reproduksi secara tertib, benar dan akurat, serta berkesinambungan. Rekording merupakan metode untuk menunjang keberhasilan program perbaikan mutu genetik ternak yang sangat bermanfaat dalam program seleksi berdasarkan performans individu, dan dapat membantu manajemen beternak yang baik. Dari rekording dapat diketahui silsilah ternak sehingga sangat bermanfaat untuk melakukan analisis komponen ragam dan menduga nilai pemuliaan (breeding value) ternak. Tujuan penelitian untuk mengembangkan manajemen rekording bagi pola perbibitan sapi Bali dan perangkat lunak (software) sistem rekording dan pengolahan data. Luaran berupa laporan Kegiatan Model Rekording dan Pengolahan Data Untuk Program Seleksi Sapi Bali; model rekording  sederhana untuk data primer di lapang dan model tabulasi data secara manual; dan perangkat lunak program rekording (sistem rekording data produksi dan reproduksi, rekapitulasi data, faktor koreksi, dan nilai pemuliaan ternak). Kesimpulan adalah perbaikan mutu genetic untuk memperbaiki performans produksi pada keturunan secara bertahap dan kontinyu perlu dilakukan sehingga perlu perencanaan dan implementasi program breeding yang tepat dan berkelanjutan. Diperlukan format recording dan pengolahan data yang sederhana dan standar sehingga mudah diaplikasikan. Program recording di lapangan yaitu recording langsung di lapangan dengan menggunakan lembar isian recording oleh peternak dan komputerisasi data pada petugas atau di pusat pembimbitan, dinas atau instansi terkait. Diperlukan pelatihan mengenai manfaat dan teknik pengisian paket recording baik di tingkat peternak maupun petugas/dinas. Penggunaan perangkat lunak (software) dalam program recording akan sangat membantu dalam pengarsipan, pengolahan dan pencarian data yang diperlukan dalam rangka mendukung program breeding. Kata Kunci : sapi Bali, data, model rekording, program seleksi
ANALISA BEBERAPA PARAMETER MOTILITAS SPERMATOZOA PADA BERBAGAI BANGSA SAPI MENGGUNAKAN COMPUTER ASSISTED SEMEN ANALYSIS (CASA) Sarastina, Sarastina; Susilawati, T.; Ciptadi, G.
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian ini adalah untuk mempelajari 18 parameter motilitasspermatozoa menggunakan metode CASA serta motilitas progresif secara visualdibandingkan ddengan metoda CASA. Materi adalah semen segar dari 8 bangsa sapiyaitu Limousin, Bali Madura, Simental, Brahman, dan Ongole. Sata dianalisa dengananalisis varian, sementara data motilitas progresif diuji t-test. Hasil menunjukkanbahwa motilitas progresif menggunakan CASA tidak berbeda nyata (P>0.05) diantara6 bangsa sapi. Sementara itu parameter motilitas hiperaktif menggunakan CASA tidakberbeda nyata (P>0.05) kecuali on linier, non limear, juga parameter: DCL, DAP,DSL, VCL, VAP, VSL, LIN< STR< WOB, ALH, AOH adalah berbeda nyata(P<0.05) diantara bangsa sapi. Uji t pada motilitas progresif menunjukkan tidak adabeda nyata (P>0.05) antara CASA dengan visula.Kata kunci: Motilitas, CASA, spermatozoa, sapi.ABSTRACTThe aims of this research were to determine 18 parameters spermatozoamotility using CASA method and to determine spermatozoa progressive motility usingvisual assessment and CASA. The material of this research were bull fresh semenfrom 6 breeds, there were Limmousin, Bali, Madura, Simmental, Brahman andOngole which owned by National Artificial Insemination Center Singosari. Data werecollected from CASA method of 18 parameters sperm motility and visual assessmentmethod of progressive sperm motility. Data were analyzed by variance and factoranalysis, and progressive motility using visual and CASA were analyzed by paired TTest.The result showed that motility and progressive motility using CASA was nosignificant different (P>0.05) for six breeds. There were no significant different(P>0.05) on hyperactive parameter using CASA, but on linear, non linear, curvelinear and cell detail parameter : DCL, DAP, DSL, VCL, VAP, VSL, LIN, STR,WOB, ALH, AOH were significant different (P<0.05) among breeds. Analysis usingpaired T-test of progressive motility assessment was no signifgicant different betweenCASA and visual microscopic (P>0.05).Key words : Motility, spermatozoa, CASA, breeds
PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN SAPI BRAHMAN CROSS PADA BOBOT BADAN DAN FRAME SIZE YANG BERBEDA Firdausi, Ardhina; Susilawati, T.; Nasich, M.; Kuswati, Kuswati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at PT. Widodo Makmur Perkasa Feedlot onAugust until October 2011. The purpose is to assess average daily gain of Brahmancross with frame sizetype(M andL) anddifferentbodyweights(<300 kg, 300-350kg,and>350 kg) and theinteractionbetween theframe sizeanda differentbodyweights.Thematerialsused for this research were 3052 head SteerBrahmanCrosscattle with initialbody weights250 kg-380 kg. This research was using study casus. data obtained wassecondary data. The obtained data was analyzed using Completely Random Design(CRD) inbalanced factorial.The result showed that frame size has significant effect(P<0,01) on Brahman cross steer average daily gain. The average daily gain is 1.15 ±0.367 kg for M frame size group and 1.3 ± 0.354 kg for L frame size group. Initialbody weight was also has a significant effect on Brahman cross steer average dailygain. The average daily gain of <301; 301-350; and >350 group were 1.329±0.366;1.22±0.348; and 1.13±0.357 kg. The interaction between frame size and initial bodyweight give significant effect on Brahman cross steer daily gain. The gain of <301kg ofinitial body weight group with L framesize is 1.34 kg/day and M frame size is 1.29kg/day. The gain of 301-350kg of initial body weight group with L frame is 1.31kg/day. And the gain of >350kg of initial body weight group with L frame size is 1.21kg/day and M frame size is 0.93 kg/day.Key word : Average Daily Gain, Brahman cross, Frame size, Initial Body Weight