Wido Prananing Tyas
Jurusan Perencanaan Wilayah & Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

Kinerja Pengelolaan Sampah di Kota Gombong Kabupaten Kebumen Hartanto, Widi; Wahyono, Hadi; Tyas, Wido Prananing
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.185 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Pemerintah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik analisis menggunakan standar normatif dan distribusi frekuensi. Teknik sampling menggunakan metode stratified random sampling yang membagi populasi yang heterogen menjadi kelompok-kelompok yang homogen berdasarkan sumber penghasil sampah dengan jumlah sampel 99 responden. Berdasarkan hasil studi, produksi sampah di Kota Gombong mencapai 279 m3/hari dengan jumlah sampah yang terangkut saat ini, hanya mencapai 40 m3/hari, sehingga kinerja pengelolaan sampah mencapai 36,5 %. Luas daerah terlayani mencapai 36,20 % dan penduduk terlayani mencapai 30,17%. Hasil kinerja pengelolaan sampah sebagian besar dinilai oleh masyarakat masih kurang baik sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan kepuasan atau harapan masyarakat. Hal ini menunjukan kinerja pengelolaan sampah belum sepenuhnya berjalan efektif. Hasil kinerja dipengaruhi oleh aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, hukum dan peran serta masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan sampah antara lain jumlah personil dan sarana prasarana masih sangat terbatas, operasional pengangkutan yang belum optimal, masih kurang jelasnya pembagian tugas terutama pada sistem pengumpulan dan pengangkutan, pendapatan dari retribusi rendah sehingga perlu subsidi untuk operasional, biaya operasional sangat terbatas, masyarakat belum sepenuhnya mendukung pengelolaan sampah dan masih kurangnya penindakan terhadap pelanggaran peraturan tentang persampahan. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu pemerintah perlu menambah jangkauan pelayanan sampah, personil, peralatan serta memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat.Kata kunci : sampah, kinerja, pengelolaan
PELIBATAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN PERMUKIMAN KAMPUNG NELAYAN Kristina, Diana; Tyas, Wido Prananing
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.22 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.1.35-44

Abstract

Kawasan Tambaklorok merupakan permukiman nelayan di Kota Semarang, yang rentan terhadap rob dan penurunan tanah. Laju penurunan tanah saat ini mencapai > 8 cm/tahun dan akan semakin parah. Sebagai satu-satunya permukiman nelayan dan masuk dalam deliniasi kawasan kumuh, pemerintah merencanakan program pembangunan berkonsep kampung nelayan. Program ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan lingkungan serta meningkatkan perekonomian. Sebagai program yang direncanakan di kawasan yang sudah terbangun, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan serta preferensi masyarakat terhadap program kampung nelayan. Metode yang digunakan adalah explanatory sequential mixed methods. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak terlibat dalam proses perencanaan. Masyarakat tidak memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagian masyarakat nelayan memiliki preferensi yang berbeda dengan desain yang ditawarkan. Warga lebih memilih penataan kawasan dengan desain yang sederhana. Rekomendasi terkait dengan penelitian ini adalah perlunya bentuk-bentuk pelibatan masyarakat yang lebih banyak melibatkan masyarakat, di antaranya sosialisasi yang lebih intensif. Sudah ada sosialisasi namun perlu lebih ditingkatkan.
ANALISIS KEBERLANJUTAN HOME BASED ENTERPRISE PENGOLAHAN SINGKONG DI KOTA SALATIGA Lukitaningrum, Dwi Laras; Tyas, Wido Prananing; Muktiali, Mohammad
Jurnal Pengembangan Kota Vol 5, No 2: Desember 2017
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.5.2.166-180

Abstract

Home Based Enterprise (HBE) develepment of cassava processing in Salatiga City, especially in RW 2 and RW 11, Ledok Sub-district must be optimized and developed in a sustainable manner considering the contribution on social aspect, economic aspect, and region development. This study aims to determine the level of sustainability in HBE of cassava processing in internal factors based on assets analysis in sustainable livelihood approach which includes natural asset, physical asset, human asset, financial capital and social capital and also from external factors such as the availability of policy support in the development of cassava processing HBE at local government level. The method used is mix method with Rapid Appraisal Analysisi called RAP-HBE and kualitative descriptive. The study findings were obtained four (4) of the five (5) of assets in the category of sustainable enough to the value sustainability index consecutive financial capital (72.04), natural capital (67.97), human capital (66.86) and physical capital (53.97). While the social capital obtain the value of sustainability index low of 44.05 and in the category of less sustainable. While external factors such as support by government of Salatiga on the sustainability of HBE in general as well as business training, business assistance, the discussion of business, and others are already there, but HBE processing of cassava that is not a target of the implementation of the policy, so far the sustainability of HBE has not received direct support from the Government of Salatiga.
DAMPAK TRANSPORTASI BERBASIS APLIKASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA SEMARANG Rakhmatulloh, Anita Ratnasari; Tyas, Wido Prananing; Subianto, Muhammad Hendardi
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.838 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v14i4.20663

Abstract

Pesatnya perkembangan transportasi daring disebabkan oleh pelayanan transportasi publik yang belum mampu menjangkau seluruh wilayah di Kota Semarang. Selain itu, didukung dengan permintaan terhadap transportasi daring tinggi.  Dalam beroperasi, transportasi daring ini membutuhkan operator sebagai pengemudi, kebutuhan pengemudi inilah yang memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui dampak dari kehadiran transportasi daring terhadap penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja pada operator transportasi daring diharapkan dapat menyerap pengemudi ojek konvensional dan membuka lapangan kerja bagi yang belum mempunyai pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian, dari total keseluruhan jumlah pengemudi transportasi daring dapat menyerap dan mempekerjakan sebesar 2% tenaga kerja yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan. Tenaga kerja yang terserap sebagian besar adalah penduduk yang telah memiliki pekerjaan kemudian beralih untuk menjadi pengemudi transportasi daring.
KAJIAN KESIAPAN UMKM BATIK SURAKARTA TERHADAP DIMENSI EKONOMI CERDAS SEBAGAI BAGIAN DARI PENERAPAN KONSEP SMART CITY Sitorus, Godlive Handel Immanuel; Tyas, Wido Prananing
TATALOKA Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.83 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.21.1.129-139

Abstract

The city of Surakarta (Solo) is currently in the process stage to realize the concept of Solo Smart City. SMEs Surakarta Batik sector became one of the focus of government to be encouraged to be able to apply the principles of smart economy in its activities. This study aims to see how the level of readiness of SMEs Surakarta Batik in order to see how strong the role of SMEs Surakarta Batik in encouraging the implementation of smart economic dimensions. Assessment of readiness is done by analyzing the condition of five smart economic indicators, namely: innovative spirit, collaboration and participation, entrepreneurship, productivity, and competitiveness. The readiness levels designed in this study are divided into three categories: ready, ready on condition, and not yet ready. The research method used in this research is a quantitative method with the use of mixed qualitative and quantitative data. The analytical technique used is scoring. The result of this research concludes that the level of readiness of SMEs Surakarta Batik is at the level of ready on condition, meaning that SMEs Surakarta Batik basically can be said ready to realize the smart economic dimension, but there are some aspects that need attention to be developed in order to really pushing the realization (1) aspects of decision making on innovative spirit indicators, (2) aspects of collaboration on innovative spirit indicators, and (3) business administration management systems on productivity indicators.
KAJIAN KONTRIBUSI UMKM BERBASIS RUMAH ECENG GONDOK MELALUI PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP PENDAPATAN PELAKU USAHA DI KAWASAN RAWAPENING Sianturi, Onixtin Octarina; Tyas, Wido Prananing
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.988 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.118-126

Abstract

Rawapening merupakan danau semi alami dengan luas 2.670 hektare yang terletak di 4 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Bawen dan Banyubiru. Sekitar 80% dari permukaan air di Rawapening ditumbuhi tanaman eceng gondok yang menyebabkan kondisinya semakin parah akibat penurunan daya tampung. Eceng gondok juga menyimpan potensi bagi upaya pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis rumah. Meskipun kerajinan eceng gondok berbasis bahan alam dan cenderung tradisional, namun adanya dukungan internet dalam hal kemudahan komunikasi, transaksi jual beli, dan penyebaran informasi sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi HBE eceng gondok di sekitar Rawapening berbasis internet terhadap pendapatan pelaku usaha. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan didukung oleh data kualitatif berdasarkan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE non digital yaitu 75% dengan pendapatan Rp1.414.585. Berbeda kondisi, rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE digital yaitu 81% dengan pendapatan Rp5.162.500.
Potensi Kerjasama Antar Daerah Kabupaten Agam dengan Kota Bukittinggi dalam Penyediaan Air Baku Andri, Andri; Tyas, Wido Prananing
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 13, No 2 (2017): JPWK Vol 13 No 2 June 2017
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.448 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v13i2.15829

Abstract

Agam Regency and Bukittinggi city are the two neighbouring regions and administratively adjoining territory. In order to improve drinking water services, Bukittinggi city has a lack of adequate raw water sources in its jurisdiction. Most of the raw water source used by Bukittinggi city today and the potential raw water sources are in the Agam Regency. Inter-regional cooperation is considered to overcome the problems of inequality between the raw water source between two regions. This study aims to explore and determine the potential of cooperation, stakeholder support and collaboration object capacity on inter-regional cooperation between Agam Regency and Bukittinggi city in providing the raw water supply. This research is using a Quantitative Methode, selection of sampling using a Snowbowling technique. The primary data were collected through questionnaires using Guttman Scale and Likert, the analyses were performed using scoring techniques and AHP. The analysis showed that the relationship between Agam and Bukittinggi in the raw water supply was dominated by a consulting relationship and the formal cooperation has not materialized. All stakeholders strongly supportted the inter-regional cooperation between Agam and Bukittinggi in the raw water supply. The differing views were appeared in seeing the benefits and challenges of cooperation. Utilization of raw water becomes a priority in inter-regional cooperation, meanwhile the raw water service system and the legality of cooperation are the two priorities aspects in the inter-regional cooperation. The availability of raw water sources which are alocated as the object of cooperation is sufficient to meet the current drinking water needs and the 20 years projected needs to come of Bukittinggi and the population needsin sub-districts in Agam Regency adjacent to Bukittinggi.
IMPLEMENTASI PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KOTA SEMARANG: POTENSI EKONOMI YANG PERLU DITUMBUHKAN Kusumaningsih, Erma; Tyas, Wido Prananing
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 15, No 3 (2019): JPWK Vol. 15 No. 3 September 2019
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v15i3.23061

Abstract

KAJIAN PERSEPSI MASYARAKAT DKI JAKARTA TERHADAP KAWASAN URBAN HERITAGE GELORA BUNG KARNO Setionurjaya, Aditio; Tyas, Wido Prananing
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 2 (2018): JPWK Vol 14 No 2 June 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.175 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v14i2.19653

Abstract

Kompleks Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno merupakan ruang publik olahraga dan rekreasi yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, dikelilingi area komersial modern bertingkat tinggi dan kemacetan di sekitar kawasan, yang dapat mengancam identitas sebagai urban heritage. Sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, masyarakat juga turut serta dalam upaya pelestarian, terutama masyarakat DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan persepsi masyarakat DKI Jakarta terhadap makna dan fungsi ruang publik olahraga Kompleks GBK sebagai urban heritage, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara, observasi lapangan, telaah dokumen, dan studi literatur. Pengolahan data dilakukan melalui analisis deskriptif kuantitatif dengan metode distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung dari DKI mengakui bahwa Kompleks GBK merupakan urban heritage yang mempunyai makna dan fungsi bagi masyarakat DKI Jakarta, dengan rekomendasi kepada pengelola untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang cagar budaya di Kompleks GBK, dengan cara meningkatkan promosi, baik dilakukan oleh pengelola sendiri maupun dapat bekerjasama dengan pihak-pihak lain.
Mendefinisikan Pembangunan Perumahan Swadaya Secara Berkelanjutan Tyas, Wido Prananing
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20139

Abstract

Abstract: Self-help housing is the major type of housing in Indonesia; it's reached about 85 % of total housing.  As the importance of self-help housing,  a special attention should be  given to fulfill this basic type of housing,  especially the sustainability aspect of self help housing development. Economic,  social and physical environment are important parameters  for sustainable self-help housing development.Abstrak: Perumahan swadaya menjadi mayoritas bentuk dari bentuk pembangunan perumahan di Indonesia, yaitu mencapai angka 85 %. Mengingat pentingnya perumahan swadaya ini, perhatian akan bentuk perumahan ini perlu ditingkatkan. Aspek ekonomi, sosial dan fisik lingk:mgan menjadi parameter penting perumahan swadaya agar dapat berkelanjutan.