Articles

Uji Model Fisik Hidraulik Terjunan Tegak dengan Kisi Peredam (Longitudinal Racks) untuk Pengendalian Loncatan Hidraulik Wicaksono, Prima Hadi; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.942 KB)

Abstract

Air luapan pada terjunan tegak akan terbentuk loncatan hidraulik di hilir. Loncatan hidraulik ini terjadi apabila terjadi perubahan kedalaman yang mendadak terhadap kedalaman lanjutannya. Salah satu perilaku loncatan hidraulik yang penting adalah letak dan panjang loncatan hidraulik. Mengingat kemungkinan besarnya biaya pembuatan kolam olakan khususnya pada kasus bangunan terjunan tegak, maka salah satu cara penyelesaian adalah dengan memperbesar peredam energi yang terjadi, diantaranya yaitu dengan membuat terjunan tegak berkisi (terjunan peredam energi).Tujuan kajian ini adalah untuk mempelajari perilaku hidraulika pada bangunan terjunan tegak dengan kondisi tanpa kisi dan terjunan tegak berkisi, meliputi: kondisi aliran di hulu dan hilir, panjang dan tinggi loncatan hidraulik, dan efektifitas peredaman energi yang tejadi pada bangunan terjunan tegak berkisi. Adapun manfaatnya dapat memberikan informasi tentang unjuk kerja bangunan terjunan tegak berkisi sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses desain bangunan terjunan tegak dan kolam olakannya.Pengujian perilaku hidraulika aliran di bangunan terjunan tegak berkisi yang dilakukan:(1) Model seri 0, model original design, terjunan tegak tanpa kisi, (2) Model seri 1, 2, dan 3,alternative design, yaitu terjunan tegak berkisi. Pada model ini akan didapatkan perilaku hidraulika aliran pada bangunan yang diujicobakan. Pengamatan dan pengukuran dilakukan pada titik-titik yang ditentukan, sebagai berikut: (1) Pengukuran kedalaman air pada hulu danhilir terjunan tegak, (2) Mengamati kondisi tinggi dan panjang loncatan yang terjadi, (3) Pengukuran kecepatan aliran pada hulu dan hilir terjunan tegak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penempatan kisi peredam di ujung terjunan bisa mempengaruhi nilai yc/y1, yaitu nilai yc/y1 menjadi semakin kecil, (2) Penempatan kisi peredam di ujung terjunan bisa mempengaruhi nilai y2/y1, yaitu nilai y2/y1 menjadi semakin kecil, (3) Penempatan kisi peredam di ujung terjunan bisa mempengaruhi nilai Fr1, yaitu bisa menurunkan nilai Fr1 yang terjadi, (4) Penempatan kisi peredam di ujung terjunan bisa mempengaruhi nilai Ld/y1 , yaitu bisa menurunkan nilai Ld/y1 yang terjadi.Kata kunci: terjunan tegak, terjunan berkisi, loncatan hidraulik
PENGARUH PERUBAHAN DAERAH KEDAP AIR, CURAH HUJAN DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP DEBIT PUNCAK BANJIR DI SUB DAS BRANTAS HULU DI KOTA BATU Marzuqi, Achmad; Andawayanti, Ussy; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.107 KB)

Abstract

Abstrak: Perkembangan Kota Batu ke depan adalah sebagai sentra pertanian dan sentra wisata sehingga penambahan sarana dan prasarana dari tahun ke tahun semakin meningkat. Salah satu permasalahan yang terjadi Kota Batu sebagai daerah resapan air semakin berkurang dikarenakan oleh pertumbuhan penduduk meningkat dan membutuhkan areal yang luas untuk tempat tinggal dan tuntutan pembangunan kota wisata sehingga pada musim hujan terjadi peningkatan aliran permukaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan daerah kedap air, untuk mengetahui hubungan perubahan daerah kedap air, curah hujan dan jumlah penduduk terhadap debit puncak banjir. Dalam analisis ini data yang digunakan adalah data hujan, penggunaan lahan dan penduduk pada  tahun 2003, 2008, 2009, 2010 dan 2014.  Untuk analisis hidrologi menggunakan metode Thissen dan analisis debit puncak banjir menggunakan metode Rasional dan untuk mengetahui hubungan daerah kedap, curah hujan dan jumlah penduduk terhadap debit puncak banjir dengan metode regresi linier ganda orde 3.Peningkatan secara signifikan terjadi pada daerah pemukiman yaitu tahun 2003 berkisar 28% ditahun 2014 meningkat menjadi berkisar 62%.  Curah hujan harian maksimum mulai tahun 2003 sampai 2014 tidak mengalami perubahan secara signifikan yaitu berkisar 60,80 mm sampai 77,80 mm, sedangkan debit puncak banjir mengalami perbedaan secara signifikan yaitu 115,2 m3/dt tahun 2003, 179,8 m3/dt pada tahun 2014.  Luas daerah kedap tahun 2003 yaitu 27,1 km2, ditahun 2014 meningkat menjadi 95,5 km2.Secara umum pendekatan hubungan dari variabel daerah kedap air (X1), curah hujan (X2) dan jumlah penduduk (X3) terhadap debit puncak banjir ( Y) diberikan oleh persamaan Ý = 199,89 + 2,157X1 + 0,57X2 – 1,190X3dengan R2 = 0,91.Kata kunci: Debit, Kedap, Curah Hujan dan Penduduk                                Abstract : The future development of Batu City is as a center for farming and tourist it is  requires additional infrastructure from year to year .  One of the problems that occur Batu as buffer zone increasing  diminishing due to increasing of population growth and it require large areas to stay and to tourism, so during the rainy season there is an increase of runoff.  The purpose of this study was to assess changes buffer zone, to determine the relationship changes buffer zone  area, rainfall and population against flood peak discharge. In this analysis the data used are rain data, land use and population in 2003, 2008, 2009, 2010 and 2014. For hydrologic analysis using methods Thissen and analysis of flood peak discharge using Rational method and to determine the relationship of watertight  area, rainfall and population against flood peak discharge by the method of multiple linear regression order 3.Significant increase occurred in residential areas, namely in 2003 ranges from 28% in the year 2014 increased to 62%. The maximum daily rainfall started in 2003 to 2014 did not change significantly which ranges from 60.80 mm to 77.80 mm, while the flood peak discharge experiencing significant difference is 115.2 m3 / sec in 2003, 179.8 m3/sec in 2014. The area of buffer zone  2003 is 27.1 km2, in the year 2014 buffer zone  to 95.5 km2.In general approach to the relationship of the variable regions buffer zone (X1), rainfall (X2) and population (X3) against the flood peak discharge (Y) is given by the equation y = 199.89 + 2,157X1 + 0,57X2 - 1,190X3 with R2 = 0.91.Keywords :  discharge,buffer zone, rainfall and population
Uji Model Fisik Bangunan Pelimpah Bendungan Saka Gilas Dengan Skala 1:50 Lufira, Rahmah Dara; Sajali, Muhammad Amar; Marsudi, Suwanto; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.486 KB)

Abstract

The physical hydraulic model carried out in the laboratory is intended to determine the hydraulic behavior of the flow in hydraulic structures. The aim of Hydraulic model test of Sakagilas Dam spillway is to determine the flow profile that occurs in spillway system, including flow depth, velocity, water flow pressure, and Froude numbers. Also to find out the hydraulic performance of side spillway design, transition channel, chute way channel, energy dissipator, and escape channel. Investigation of water flow pressure in the spillway system (side channel spillway, transition channel, and especially chute way channel) was measured and analyzed to determine the condition of structure safety against cavitation and vibration flow.The spillway of Saka Gilas Dam is a side channel spillway (Fixed+Gated) with an Ogee spillway. The shape of the side spillway is circular quarter circle (45⁰). Preliminary observations on the physical model test are carried out under the condition of Original Design, which if there is a poor flow hydraulic behavior, design modifications will be made. The design modification is intended to get the best flow hydraulic behavior, according to the standard design criteria for the side channel spillway system.
Studi Pengembangan Sistem Drainase Perkotaan Berwawasan Lingkungan (Studi Kasus Sub Sistem Drainase Magersari Kota Mojokerto) Supriyani, Endah; Bisri, M.; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2037.562 KB)

Abstract

The purpose of this research is to understand the drainage system, to evaluate the capacity of drainage channel, and to acknowledge the applicable environment-based drainage method. Some data used area rainfall data, population rate, altimetry of channel in location area, land use, inundation and location map.The result of calculation and analysis, the ratio of average absorption area= 0.36, therefore, Magersari sub-drainage system is included within the category without environment-based. Channel capacity, Qs< Q2years, almost all of drainage channel cannot accommodate the discharge. By considering the land limit and the environment preservation principle, therefore, the inundation can be reduced by preparing the injection well method in 1 meter diameter and 3 meters depth, and the retarding basin with dimension 100 x 100 x 3 meter cubic with the filling-up period of 8.79 hours in the catchment area of Afvour Sinoman I.Key words: Drainage, inundation, injection well, retarding basin, environment-based
Rasionalisasi Jaringan Penakar Hujan Di Das Kedungsoko Kabupaten Nganjuk Rodhita, Muhamad; Limantara, Lily Montarcih; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.266 KB)

Abstract

Kedungsoko River and its tributaries is located in Kediri and Nganjuk district. Kedungsoko river has approximate 416,54 km2 of watershed area number. Kedungsoko catchment area is affected by approximate 8 rain stations. There has not been studied theoretically about the optimum density and dispersal patterns of rainfall station networks that have been installed in the Kedungsoko watershed.Based on the results of assessment and analysis using Kagan-Rodda method, it was acquired 4 selected stations, while Kriging method obtained results of 8 selected stations that spreaded in Kedungsoko watershed. Relative error for design rainfall of Kagan-Rodda method is 1,906% and Kriging method is 2,802%. Relative error of hidrograf discharge unit for Kagan-Rodda is 38,53% and 19,83% for Kriging.Keywords: Rainfall station networks, Kagan-Rodda, Kriging
Studi Kerentanan Air Tanah Terhadap Kontaminan Di Cekungan Airtanah Negara Kabupaten Jembrana Provinsi Bali Frederich Gunawan, Wayan Andi; Sisinggih, Dian; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.148 KB)

Abstract

The government of Jembrana Regency will exploit the groundwater to develop area potency. Seven thematic maps of the DRASTIC and SINTACS method were developed in order to asses the vulnerability of groundwater to contaminate and these include the depth to water table, recharge, aquifer media, soil media, topography, impact of vadose zone and hydraulic conductivity. Determination of the DRASTIC Index (DI) and SINTACS Index (SI) was done by multiplaying each parameter weight by its value rating and summing the total. Based on DI and SI values, a groundwater vulnerability map was produced using a Geographical Information System (GIS). The Result of this research is groundwater vulnerability in Negara groundwater basin consisted of medium to very high groundwater vulnerability. SINTACS Method is more suitable with the parameter of research location. The result of this research shown that Medium vulnerability is in a part of north Negara ground water basin, while in south area is dominated by high vulnerability level. It is mean that the parameter is give significant impact to the value are included recharge, soil media and topography. Jembrana regency area especially in north area is needed special treatment due to high potency of groundwater vulnerability.Keyword : Groundwater vulnerability, DRASTIC, SINTACS .
Studi Pengendalian Banjir Kali Wrati Kabupaten Pasuruan K., Rizal Arifuddin; Harisuseno, Donny; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.105 KB)

Abstract

Wrati River is a collector of Sangar River, Nyangkring River, Pagak River, and Bangiltak River, that located in Beji Sub Regency, Pasuruan Regency, East Java Province. Inundation in settlement and agricultural areas that caused by flood from Wrati River is a problem that occurs every rainy season. This study aims to determine the return period of flood and the alternative of flood control system. Result of the study shows that the amount of Wrati River’s flood is 17,294 m /s equal to return period 25-year flood discharge. The first alternative of flood control system by using Hydrologic Engineering Centers River Analysis System 4.1 (HEC-RAS 4.1) are river normalization and dyke construction that is combined with interconnection between Wrati River and Bangiltak River. Interconnection are connected by two side weirs in Stations 125 and Stations 165 with 5-m-wide and 9-m-wide, which discharge capacity are 14 m 3 /s and 30 m /s. The second alternative of flood control system is constructing two retarding basins. Capacity of the retarding basins are 1.603.425,65 m 3 3 and 3.201.424,83 m 3 .Keyword: flood control, river, interconnection, retarding basin, HEC-RAS
Analisa Metode Kagan-Rodda Terhadap Analisa Hujan Rata-Rata dalam Menentukan Debit Banjir Rancangan dan Pola Sebaran Stasiun Hujan di Sub DAS Amprong Dermawan, Very; Hoesein, Abdul Azis; Firmansyah, Wahyu
Jurnal Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.854 KB)

Abstract

Pada perencanaan jaringan Kagan-Rodda berdasarkan data curah hujan rata-rata harian maksimum daerah dari metode Rata-rata hitung untuk tingkat kesalahan perataan (Z1) 5% didapatkan 4 buah stasiun hujan terpilih dari 8 buah stasiun hujan pada kondisi eksisting. Sedangkan pada perencanaan jaringan Kagan-Rodda berdasarkan data curah hujan rata-rata harian maksimum daerah dari metode Poligon Thiessen untuk tingkat kesalahan perataan (Z1) 5% didapatkan 4 buah stasiun hujan terpilih dari 8 stasiun hujan pada kondisi eksisting. Metode Rata-rata hitung mengahasilkan kesalahan relatif untuk setiap kala ulang tertentu adalah lebih kecil dari 5%, yaitu 1.12% - 4.49% . Dengan besarnya curah hujan rancangan tersebut dapat dihitung besarnya debit banjir rancangan dengan metode HSS Snyder sehingga diperoleh banjir rancangan yang terjadi antara 1009.00 m3 – 2001.60 m3 untuk setiap kala ulang tertentu. Sedangkan metode Poligon Thiessen menghasilkan kesalahan relatif untuk setiap kala ulang tertentu lebih kecil dari 5% yaitu antara 1.42% -4.68%. Sehingga dengan curah hujan rancangan tersebut pula dapat dihitung besarnya debit banjir rancangan dengan metode HSS Snyder sebesar 911.14 m3 –1806.90 m3 untuk setiap kala ulang tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk perencanaan jaringan Kagan Rodda di daerah studi, kedua metode ini bisa digunakan. Meskipun metode Rata-rata hitung memberikan hasil yang lebih baik daripada metode Poligon Thiessen, yaitu terlihat dari rata-rata besarnya kesalahan relatif yang terjadi. Besarnya kesalahan relatif untuk metode Rata-rata hitung adalah sebesar 3.0%, sedangkan kesalahan relatif untuk metode Poligon Thiessen adalah sebesar 3.6%.Kata Kunci: Analisa Metode Eksisting, Analisa Metode Kagan-Rodda, PolaPenyebaran Stasiun Hujan.
Analisa Hidrolis pada Komponen Sistem Distribusi Air Bersih dengan Waternet dan Watercad versi 8 (Studi Kasus Kampung Digiouwa, Kampung Mawa dan Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai) Ibrahim, Mochammad; Masrevaniah, Aniek; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.095 KB)

Abstract

Pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat akan air bersih yang layak merupakan masalah yang berkembang di Kabupaten Dogiyai. Pendistribusian air bersih tidak merata,sehingga banyak kampung dan perumahan belum mendapatkan air bersih. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan jaringan distribusi air bersih yang baik dan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi penduduk di daerah tersebut. Perencanaan sebuah jaringan distribusi air bersih dihitung dengan teliti dilihat dari berbagai macam segi, yaitu :kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Perencanaan tersebut dibuat secara utuh dan membentuk suatu sistem jaringan distribusi air bersih yang terpadu.Hasil perhitungan dan analisa kebutuhan air bersih di jaringan pipa air bersih kampung Ikebo, Mauwa dan Digiouwa, Kabupaten Dogiyai pada jam puncak sebesar 17,95 lt/dt (analisa watercad) dan 18,11 lt/dt (analisa waternet) pada jam rendah berkisar antara 3,19 lt/dt (analisa watercad) dan 2,9 lt/dt (analisa waternet). Kondisi aliran pada sistem jaringan pipa disribusi air di kampung Ikebo, Mauwa dan Digiouwa, Kabupaten Dogiyai dapat mengalir dengan selama 24 jam, baik pada saat penggunaan pipa Galvanized iron maupun pipa PE.Dari hasil analisa juga diketahui bahwa pipa jenis PE memiliki tingkat efisiensi yang lebih bagus daripada pipa jenis Galvanized Iron dalam hal kehilangan energi. Pipa PE memiliki permukaan yang lebih halus sehingga kehilangan energi yang diakibatkan oleh gesekan dengan dinding pipa menjadi kecil. Perbedaan nilai kehilangan energi tidak begitu terlihat pada jam rendah dikarenakan debit yang melalui pipa sangat kecil barulah padajam puncak terlihat perbedaan yang besar.Kata Kunci : Distribusi Air Bersih, Jenis Pipa dan Kehilangan Energi
SIMULASI POLA OPERASI TAMPUNGAN EMBUNG TIU PASAI SEBAGAI SUPLAI AIR BAKU DAN IRIGASI MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIK Sardono, Wahyu Sri; Soetopo, Widandi; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.389 KB)

Abstract

In Utilizing Storage of Retention Basin, it should be considere that the quantity of water is limited from inflow in a catchment area. Simulation Operation pattern in reservoir is a design in problem solving planning models based on mathematical function with certain limitations so that is a process of system to yield best decision. One method of optimization for the settlement of such problems is by using a Genetic Algorithm. This method can mimic the behavior of the system and can be use to make a decision on a series of related decisions. This is in accordance with the optimization problem as Retention Basin of Tiu Pasai. The results of the simulation Release rule based on Reservoir Storage with Genetic Algorithm, total volume spillout 42,930,250 m3, there was an abundance volume reduction before using discharges result of genetic algorithm with total spillout of 44,537,417 m3.Dalam memanfaatkan tampungan baik waduk maupun embung harus diingat bahwa kuantitas air terbatas dari inflow pada suatu catchment area. Simulasi pola operasi pada tampungan embung atau waduk merupakan suatu rancangan dalam pemecahan masalah model perencanaan berdasarkan fungsi matematika dengan batasan tertentu pada suatu proses sistem untuk menghasilkan keputusan terbaik. Salah satu metode optimasi untuk penyelesaian masalah tersebut adalah dengan menggunakan Algoritma Genetik. Metode ini dapat meniru perilaku sistem dan dapat digunakan untuk membuat suatu keputusan dari serangkaian keputusan yang terkait. Hal ini sangat sesuai dengan rencana alokasi pemberian dari embung Tiu Pasai. Hasil simulasi berdasarkan pedoman lepasan dengan Algoritma Genetik, terjadi limpahan (spillout) dengan total volume 42,930,250 m3, terjadi reduksi volume limpahan sebelum menggunakan pedoman lepasan hasil algoritma genetik dengan total volume limpahan (spillout) sebelumnya 44,537,417 m3.