Riyanto Haribowo
Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

Application of Artificial Neural Network For Defining The Water Quality in The River Haribowo, Riyanto; Dermawan, Very; Yudha, Nevandria Satrya
Civil and Environmental Science Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.346 KB) | DOI: 10.21776/ub.civense.2018.00101.2

Abstract

Predicting point and nonpoint source runoff of dissolved and suspended materials into their receiving streams is important to protecting water quality. Therefore, it is important to monitoring the condition of river water quality. The purpose of this study is to predict water quality in small streams using an Artificial Neural Network (ANN). The study focuses on small stream in tributary of Brantas River. The variables of interest are dissolved oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), pH and temperature (T). To validate the performance of the trained ANN, it was applied to an unseen data set from a station in the region. The result show that the prediction of DO is 6.03 mg/litre, pH is 6,47 mg/litre and temperature is 25.18°. With the relatively error was 15.63%, 12.64% and 14.12% respectively. It was finally concluded that ANN models are capable of simulating the water quality parameters.
ANALISA PEMODELAN KUALITAS AIR SUB DAS LESTI DENGAN APLIKASI ARCSWAT 2012 Ramdani, Andika Zuhdi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.461 KB)

Abstract

Perubahan tata guna lahan dan perilaku manusia yang kurang memerhatikan tentang konservasi alam khususnya di Sub DAS Lesti sebagai daerah studi kualitas air di Waduk Sengguruh semakin memprihatinkan. Analisa kadar nutrien pemicu eutrofikasi perlu dianalisa agar menjadi gambaran kondisi air sehingga menjadi acuan penanganan kedepannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu dan trofik air berdasarkan pemodelan serta penyusunan strategi prioritas penanganannya. Dalam penelitian dilakukan pemodelan ArcSWAT untuk nitrit, nitrat, amonuim, total fosfat, dan total nitrogen untuk tahun 2008-2017 dengan tata guna lahan tahun 2009 dan untuk tahun 2018-2027 dengan tata guna lahan 2016 serta analisa strategi prioritas dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Dari analisa status mutu untuk tahun 2008-2017 secara rerata berada pada kelas B dengan kategori tercemar sedang dan status trofiknya oligotrofik. Sedangkan pemodelan tahun 2018-2027 menunjukkan status mutu kelas B dengan kategori tercemar ringan dengan status trofiknya hipertrofik. Perumusan strategi prioritas metode AHP pada instansi terkait menunjukkan strategi prioritas penanganan yaitu meningkatkan inventarisasi dan identifikasi sumber pencemar air.Changes in land use and human behavior that pay less attention to nature conservation especially in the Lesti Sub-watershed as a study area for water quality in the Sengguruh Reservoir are increasingly alarming. Analysis of nutrient levels of eutrophication triggers needs to be analyzed in order to be a picture of water conditions so that it becomes a reference for future handling. This study aims to determine the quality and trophic status of water based on the modeling and preparation of priority management strategies. In this study ArcSWAT modeling for nitrite, nitrate, ammonium, total phosphate, and total nitrogen for 2008-2017 with land use in 2009 and for the years 2018-2027 with 2016 land use and priority strategy analysis using Analytic Hierarchy Process method (AHP). From the analysis of quality status for the years 2008-2017, the average is in class B with the category of moderate contamination and oligotrophic trophic status. While the modeling in 2018-2027 shows the quality status of class B with a mildly polluted category with hypertrophic trophic status. The formulation of the AHP priority strategy in the relevant agencies shows the priority strategy for handling, namely increasing inventory and identification of water pollutant sources. 
Efisiensi Sistem Multi Soil Layering Pada Pengolahan Air Limbah Domestik Pada Daerah Perkotaan Padat Penduduk Haribowo, Riyanto; Megah, Sonia; Rosita, Windy
Jurnal Teknik Pengairan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.153 KB)

Abstract

The discharge of domestic wastewater in urban areas without effective treatment may result in contamination of surrounding surface water. This study explored the wastewater treatment performance of multi-soil-layering (MSL) on domestic wastewater. Domestic wastewater parameter was use are Total Suspended Solids (TSS), Total Dissolved Solids (TDS), pH, Dissolved Oxygen (DO), Turbidity and Electrical conductivity (DHL). The experiment consisted of two stages, in stage 1, three partition in the reaktor was filled with layers of rock consisting of gravel, zeolite, and mix between gravel and zeolite. In stage 2, from the best results in stage 1, then added with stuffing mixture of andosol soil and coconut shell charcoal, mixture of andosol soil and sawdust and also mixture of andosol soil and rice straw charcoal. From the result it can be concluded that MSL with zeolite layer and mixture of andosol soil and coconut shell charcoal are the best result to purify the domestic wastewater. The efficiency for TSS, TDS, pH, DO, Turbidity and EC was 64.55%; 24.52%; 4.89%; 81.88%; 76.69% and 31,77% respectively.
Studi Efektifitas Dan Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Pada Peternakan Sapi Skala Rumah Tangga Bintang, Yunita Kusuma; Chandrasasi, Dian; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.35 KB)

Abstract

Argosari Village is one of the villages that has cattle farms in Malang Regency. This research was conducted in one of the houses in Argosari Village and has 6 (six) of cows. In one day, each cow produces 100-150 liters of liquid waste. However, the liquid waste is immediately discharged into the drainage channel because there is no effort to process wastewater. On the results of laboratory tests, samples of wastewater, BOD, COD, TSS, NH3-N and pH in wastewater were respectively 4488 mg/L, 11000 mg/L, 850,5 mg/L, 479,3 mg/L, 8,5 mg/L. Based on the Regulation of the Minister of Environment Number 11 of 2009, the liquid waste has not met the quality standard. Wastewater Treatment Plant (WWTP) is needed to save reserves on cattle wastewater. The suitable installation in this condition is an initial settling basin, aerobic biofilter basin and a final settling basin. Aerobic biofilter is used so that liquid waste can be used biologically by using the media of honeycomb biofilter to grow and breed microorganisms. After processing the WWTP, there is a decrease in effluent, so WWTP can produce effluent BOD of 80,78 mg/L, COD = 198 mg/L, TSS = 5,10 mg/L, NH3-N = 23,9 mg/L and pH = 8,5.
Kajian Pemakaian Metode SWMHMS untuk Mencari Debit Sungai (Studi Kasus DAS Coban Rondo) Haribowo, Riyanto; Wayan S. J., Ida Ayu
Jurnal Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.742 KB)

Abstract

Kota Malang sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur memiliki peran penting atasketersediaan Sumber Daya Air. Khususnya di DAS Coban Rondo. Berkaitan dengan hal tersebut,dalam studi ini dikaji kondisi debit aliran sungai dengan lokasi studi di DAS Coban Rondo denganmenggunakan Model SWMHMS.Data-data yang diperlukan untuk menganalisis debit dengan menggunakan Model SWMHMSyaitu data curah hujan harian, evapotranspirasi potensial, data debit harian dan data klimatologi.Dari analisa dengan Model SWMHMS diketahui bahwa nilai KAR 34,5%. Besaran parameterModel SWMHMS untuk DAS Coban Rondo didapatkan AWC = 16,1, CN = 72,768, IRAC =0,028, PERCCOEF = 0,100, SC = 0,010 dan SYC = 382. Sedangkan komponen neraca air di DAS Coban Rondo adalah P (curah hujan) = 2372,94 m, AET (evapotranspirasi aktual) = 37,54 mm,RUNOFF (besarnya limpasan permukaan harian) = 402,14 mm, IGS (tampungan air tanah) =34294,97 mm, BSFL (aliran dasar) = 342,95 mm.Kata kunci : DAS Coban Rondo, debit aliran sungai , Model SWMHMS
Studi Efektifitas Penurunan Kadar Bod, Cod dan Nh3 pada Limbah Cair Rumah Sakit dengan Rotating Biological Contactor Sayekti, Rini Wahyu; Haribowo, Riyanto; Vivit, Yohana; Prabowo, Agung
Jurnal Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.637 KB)

Abstract

Rotating Biological Contactor (RBC) adalah suatu proses pengolahan air limbah secara biologis yang terdiri atas disc melingkar yang diputar oleh poros dengan kecepatan tertentu. RBC mempunyai beberapa keuntungan, antPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kemampuan reaktor RBC dalam mengolah limbah cair rumah sakit dengan berbagai variasi. Variasi yang digunakan adalah kecepatan putaran disc, yaitu 2 rpm dan 5 rpm serta luas area terendam disc, yaitu 40% dan 70%. Sedangkan sampel yang digunakan adalah air limbah Rumah Sakit Umum Daerah Kepanjen Malang. Parameter yang diteliti adalah BOD, COD, dan NH3.Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa variasi yang paling efektif dalam menurunkan kadar BOD, COD, dan NH3 adalah dengan kecepatan putaran disc 2 rpm dan luas area terendam disc 70% dengan input sampel limbah berbeda untuk setiap variasi percobaan. Prosentase penurunan tertinggi adalah 96,681% untuk BOD, 97,373% untuk COD, dan 96,124% untuk NH3. Kadar BOD, COD dan NH3 effluent memenuhi baku mutu untuk limbah cair rumah sakit sesuai dengan Kep.Gub. No. 61 Tahun 1999 dan memenuhi baku mutu air limbah golongan III yang digunakan untuk mengairi pertanaman sesuai dengan Peraturan Pemerintah Indonesia No. 82 tahun 2001 Tentang Pengolahan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.Kata kunci : RBC, Penurunan Kadar, BOD, COD, NH3
Kajian Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Pada Daerah Rawan Air Di Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar Rohmaningsih, Elin; Sholichin, Moh.; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.431 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji usaha pengembangan sistem penyediaan air bersih di Desa Sumbersih, pada aspek hidrolika, kualitas air, dan ekonomi. Analisa hidrolika dan kualitas air dilakukan memakai program WaterCAD V8i. Analisa ekonomi untuk menentukan harga air, dilakukan dengan skenario pengoperasian pompa menggunakan listrik dan solar cell. Hasil analisa hidrolika menunjukkan bahwa kondisi hidraulis jaringan perpipaan masih pada batas persyaratan teknis yang ditentukan, dengan kecepatan 0,03-0,97 m/dt, headloss gradient 0,09-14,45 m/km dan tekanan 11,18-69,31 mH2O. Kemudian, model hidrolika tersebut digunakan untuk analisa sisa klorin. Penginjeksian klorin dilakukan pada tandon sebesar 0,4 mg/l secara konstan. Sisa klorin yang dihasilkan memenuhi persyaratan yaitu 0,34-0,39 mg/l. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa skenario dengan solar cell memberikan harga air lebih rendah yaitu Rp 6.550,00/m3. Berdasarkan kemampuan membayar masyarakat Rp. 4.200,00/m3, dapat diketahui bahwa nilai subsidi pemerintah yang diperlukan sebesar Rp. 685.400.000,00.
ANALISIS PENANGANAN GENANGAN PADA WILAYAH KOTA BANJARMASIN SOLIKIN, SOLIKIN; Suhartanto, Ery; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.759 KB)

Abstract

ABSTRAK: Hujan seringkali mengakibatkan genangan di wilayah Banjarmasin. Hujan 30 Maret 2016, mengakibatkan genangan (tinggi ±8-60 cm) di Satuan Wilayah Penanganan Genangan (SWPG) Sudi Mampir. Tujuan penelitian ini mengkaji kapasitas drainase eksisting dan pengaruh pasang Sungai Martapura. Hujan rancangan dihitung dengan Log Pearson III. Debit banjir saluran drainase dihitung dengan Metode Rasional. Perhitungan debit banjir Sungai Martapura digunakan Metode HSS Nakayasu. Pemodelan profil aliran sungai dengan HEC-RAS v5.01. Perhitungan back water pada S. Telawang dengan Metode Tahapan Langsung. Hasil analisis, hujan yang terjadi sebesar 138 mm setara R32tahun. Terdapat 35 saluran tidak memadai di SWPG. Volume genangan akibat hujan di SWPG sebesar 54.470,07 m3, dengan tinggi rerata di lahan 10.3 cm dan 47 cm di jalan. Debit Sungai Martapura saat kejadian setara Q2tahun (566.54 m3/dtk). Volume dan luas genangan akibat luapan sungai di SWPG 2.216,68 m3 dan 11.093,26 m2. Tinggi rerata genangan di kawasan sekitar sungai ±20 cm.Kata kunci: Drainase, Genangan, Back Water, Pasang Surut, PolderABSTRACT: The rainfall often cause inundation in the area of Banjarmasin. Rainfall on March 30, 2016, cause inundation (high ± 8-60 cm) in SWPG Sudi Mampir. The purpose of this study to examine the capacity of the existing drainage and tidal influence of Martapura River. Maximum Rainfall with certain return period calculated by Log Pearson III. Maximum Discharge in drainage channels are calculated with Rational Method. Martapura River flood discharge calculation used Nakayasu HSS Method. Modeling of river flow profile with HEC-RAS v5.01. Calculation of back water in Telawang River used Direct Step Method. The results of the analysis, the rainfall that occurred at 138 mm equivalent R32tahun. There are 35 channels in SWPG inadequate. Volume of inundation rainfall in SWPG is 54470.07 m3, with a mean height in the land 10.3 cm and 47 cm on the roads. Discharge of Martapura river at the time equivalent Q2tahun (566.54 m3/sec). Volume and area of inundation due overflow of Martapura Rivers in SWPG is 2216.68 m3 and 11093.26 m2. High average inundation in the area around the Martapura River is ± 20 cm.Key words: Drainage, Inundation, Back Water, Tidal, Polder
Studi Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran Hulu Sungai Brantas Ruas Kekep-Punden Kota Batu Dengan Menggunakan Aplikasi QUAL2Kw Richa, Vicky Ataki; Haribowo, Riyanto; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Sungai Brantas yang berada di Kota Batu merupakan salah satu sungai utama yang menjadi sumber perairan bagi pertanian dan perkebunan. Jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahun menyebabkan semakin tercemarnya Sungai Brantas, oleh karena itu diperlukan pemantauan kualitas air. Berdasarkan permasalahan diatas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar daya tampung beban pencemaran sungai yang merupakan salah satu alat pantau kualitas air. Untuk menghitung daya tampung beban pencemaran dalam studi ini menggunakan aplikasi QUAL2Kw dengan parameter-parameter yang diambil adalah DO, BOD, COD, dan TSS. Pada aplikasi ini diperoleh hasil dari beban pencemaran dan daya tampung pada masing-masing segmen. Untuk beban pencemaran yang paling tinggi untuk semua parameter berada pada segmen ketiga, yaitu untuk parameter TSS 1131,84 kg/hari, BOD 45,273 kg/ hari, dan COD 294,278 kg/ hari. Hasil daya tampung beban pencemaran terbesar untuk parameter TSS 455,328 kg/ hari, BOD memiliki hasil yang sama antara segmen pertama dan segmen keempat yaitu sebesar 1,036 kg/ hari, COD 68,774 kg/ hari. Untuk perhitungan status mutu air dengan Indeks Pencemaran didapatkan hasil pada semua titik tercemar ringan. Kata Kunci: QUAL2Kw, Sungai Brantas, Kualitas Air, Daya Tampung Beban Pencemaran, Status Mutu Air   ABSTRACT: Brantas River that located in Batu City is one of the main river which become the source of water for agriculture and plantation. The increasing number of people every year causes the pollution of Brantas River, therefore it is necessary to monitor the water quality. Based on that problems, the purpose of this study is to determine the capacity of river pollution load which is one of the water quality monitoring control. The calculation of the pollution load capacity in this study used QUAL2Kw application program which water quality parameters that taken are DO, BOD, COD, and TSS. In this application obtained the result of pollution load and capacity in each segment. The highest pollution load for all parameters is in the third segment, there are TSS 1131.84 kg/day, BOD 45.273 kg/day, and COD 294.278 kg/day. The highest pollution load capacity for TSS parameter 455.328 kg/day, BOD has the same result between the first segment and the fourth segment that is 1.036 kg/day, COD 68.774 kg/day. For calculation of water quality with Pollution Index obtained result at all point of lightly contaminated. Keywords: QUAL2Kw, Brantas River, Water Quality, The Pollution Load Capacity, Status of Water Quality 
STUDI PENENTUAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN HULU SUNGAI BRANTAS RUAS TEMAS-DADAPREJO KOTA BATU DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI QUAL2KW Arief, Amalia Mardhatillah; Haribowo, Riyanto; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.684 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sungai Brantas merupakan salah satu sungai utama yang menjadi sumber perairan bagi masyarakat di Jawa Timur. Sungai ini bersumber di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumuaji, Kota Batu. Seiring berjalannya waktu terjadilah alih fungsi lahan dimana lahan pada area tersebut berubah dari area hutan menjadi area pertanian dan pemukiman. Dari data kualitas air yang ada, dapat dilihat bahwa beberapa parameter kualitas air telah melampaui baku mutu yang telah ditetapkan yaitu kelas I dan kelas II. Untuk itulah perlu dilakukan perhitungan beban pencemaran dan daya tampungnya. Untuk menganalisa parameter kualitas air tersebut di sepanjang aliran sungai, maka diperlukan suatu metode kontrol yang secara ekonomis dan teknis dapat dipertanggungjawabkan, salah satu metode tersebut adalah dengan cara model simulasi kualitas air menggunakan paket program QUAL2Kw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, jumlah beban pencemaran, besar daya tampung beban pencemarannya, serta status mutu air Sungai Brantas ruas Temas-Dadaprejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain; segmentasi; kalibrasi; verifikasi; simulasi; perhitungan beban pencemaran dan daya tampung beban pencemaran; penentuan status mutu air. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai beban pencemaran yang paling besar terdapat pada reach kedua untuk semua parameter yaitu 8492,5 kg/hari untuk TSS, 378 kg/hari untuk BOD, dan 2270,6 untuk COD,. Hal ini dapat disebabkan karena jarak pada reach kedua yang paling panjang sehingga penggunaan lahan untuk pertanian dan pemukiman lebih banyak dari reach pertama dan ketiga. Nilai daya tampung yang paling tinggi untuk parameter TSS dan BOD terletak pada reach pertama sebesar 1462,6 kg/hari untuk TSS dan 65,2 kg/hari untuk BOD, sedangkan untuk parameter COD terletak pada reach kedua sebesar 618,9 kg/hari. Kata Kunci: QUAL2Kw, Sungai Brantas, Beban Pencemaran, Daya Tampung Beban Pencemaran. ABSTRACT: Brantas River is one of the main river that becomes the source of waters for people in East Java. This river is sourced in Sumber Brantas Village, Bumuaji District, Batu City. As time goes by, there was a land conversion from the forest area to the agricultural and settlement areas. From the existing water quality data, it can be seen that some parameters of water quality have exceeded the established quality standard (class I and class II). Therefore we need to calculate the pollution load and its capacity. To analyze the water quality parameters along the river flow, it is necessary to have a control method which economically and technically can be accounted for, one such method is by water quality simulation using QUAL2Kw program. This study aims to determine the existing condition, the amount of pollution load, the pollution load capacity, and the water quality status in  Brantas River Temas-Dadaprejo segment. The method used in this research; segmentation; calibration; verification; simulation; calculation of pollution load and pollution load capacity; determination of water quality status. The results obtained from this study are the largest pollution load value found at the second reach for all parameters, ie 8492.5 kg / day for TSS, 378 kg / day for BOD, and 2270.6 for COD. This can be due to the distance at the longest reach of the longest so that land use for agriculture and settlement is more than the first and third reach. The highest rated capacity for TSS and BOD parameters lies in the first reach of 1462.6 kg / day for TSS and 65.2 kg / day for BOD, whereas for COD parameters lies. Keywords : QUAL2Kw, Brantas River, Pollution Load, Pollution Load Capacity