Riyanto Haribowo
Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Articles
7
Documents
Application of Artificial Neural Network For Defining The Water Quality in The River

Civil and Environmental Science Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Predicting point and nonpoint source runoff of dissolved and suspended materials into their receiving streams is important to protecting water quality. Therefore, it is important to monitoring the condition of river water quality. The purpose of this study is to predict water quality in small streams using an Artificial Neural Network (ANN). The study focuses on small stream in tributary of Brantas River. The variables of interest are dissolved oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), pH and temperature (T). To validate the performance of the trained ANN, it was applied to an unseen data set from a station in the region. The result show that the prediction of DO is 6.03 mg/litre, pH is 6,47 mg/litre and temperature is 25.18°. With the relatively error was 15.63%, 12.64% and 14.12% respectively. It was finally concluded that ANN models are capable of simulating the water quality parameters.

Kajian Pemakaian Metode SWMHMS untuk Mencari Debit Sungai (Studi Kasus DAS Coban Rondo)

Jurnal Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur memiliki peran penting atasketersediaan Sumber Daya Air. Khususnya di DAS Coban Rondo. Berkaitan dengan hal tersebut,dalam studi ini dikaji kondisi debit aliran sungai dengan lokasi studi di DAS Coban Rondo denganmenggunakan Model SWMHMS.Data-data yang diperlukan untuk menganalisis debit dengan menggunakan Model SWMHMSyaitu data curah hujan harian, evapotranspirasi potensial, data debit harian dan data klimatologi.Dari analisa dengan Model SWMHMS diketahui bahwa nilai KAR 34,5%. Besaran parameterModel SWMHMS untuk DAS Coban Rondo didapatkan AWC = 16,1, CN = 72,768, IRAC =0,028, PERCCOEF = 0,100, SC = 0,010 dan SYC = 382. Sedangkan komponen neraca air di DAS Coban Rondo adalah P (curah hujan) = 2372,94 m, AET (evapotranspirasi aktual) = 37,54 mm,RUNOFF (besarnya limpasan permukaan harian) = 402,14 mm, IGS (tampungan air tanah) =34294,97 mm, BSFL (aliran dasar) = 342,95 mm.Kata kunci : DAS Coban Rondo, debit aliran sungai , Model SWMHMS

Kajian Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Pada Daerah Rawan Air Di Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar

Jurnal Teknik Pengairan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji usaha pengembangan sistem penyediaan air bersih di Desa Sumbersih, pada aspek hidrolika, kualitas air, dan ekonomi. Analisa hidrolika dan kualitas air dilakukan memakai program WaterCAD V8i. Analisa ekonomi untuk menentukan harga air, dilakukan dengan skenario pengoperasian pompa menggunakan listrik dan solar cell. Hasil analisa hidrolika menunjukkan bahwa kondisi hidraulis jaringan perpipaan masih pada batas persyaratan teknis yang ditentukan, dengan kecepatan 0,03-0,97 m/dt, headloss gradient 0,09-14,45 m/km dan tekanan 11,18-69,31 mH2O. Kemudian, model hidrolika tersebut digunakan untuk analisa sisa klorin. Penginjeksian klorin dilakukan pada tandon sebesar 0,4 mg/l secara konstan. Sisa klorin yang dihasilkan memenuhi persyaratan yaitu 0,34-0,39 mg/l. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa skenario dengan solar cell memberikan harga air lebih rendah yaitu Rp 6.550,00/m3. Berdasarkan kemampuan membayar masyarakat Rp. 4.200,00/m3, dapat diketahui bahwa nilai subsidi pemerintah yang diperlukan sebesar Rp. 685.400.000,00.

ANALISIS PENANGANAN GENANGAN PADA WILAYAH KOTA BANJARMASIN

Jurnal Teknik Pengairan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Hujan seringkali mengakibatkan genangan di wilayah Banjarmasin. Hujan 30 Maret 2016, mengakibatkan genangan (tinggi ±8-60 cm) di Satuan Wilayah Penanganan Genangan (SWPG) Sudi Mampir. Tujuan penelitian ini mengkaji kapasitas drainase eksisting dan pengaruh pasang Sungai Martapura. Hujan rancangan dihitung dengan Log Pearson III. Debit banjir saluran drainase dihitung dengan Metode Rasional. Perhitungan debit banjir Sungai Martapura digunakan Metode HSS Nakayasu. Pemodelan profil aliran sungai dengan HEC-RAS v5.01. Perhitungan back water pada S. Telawang dengan Metode Tahapan Langsung. Hasil analisis, hujan yang terjadi sebesar 138 mm setara R32tahun. Terdapat 35 saluran tidak memadai di SWPG. Volume genangan akibat hujan di SWPG sebesar 54.470,07 m3, dengan tinggi rerata di lahan 10.3 cm dan 47 cm di jalan. Debit Sungai Martapura saat kejadian setara Q2tahun (566.54 m3/dtk). Volume dan luas genangan akibat luapan sungai di SWPG 2.216,68 m3 dan 11.093,26 m2. Tinggi rerata genangan di kawasan sekitar sungai ±20 cm.Kata kunci: Drainase, Genangan, Back Water, Pasang Surut, PolderABSTRACT: The rainfall often cause inundation in the area of Banjarmasin. Rainfall on March 30, 2016, cause inundation (high ± 8-60 cm) in SWPG Sudi Mampir. The purpose of this study to examine the capacity of the existing drainage and tidal influence of Martapura River. Maximum Rainfall with certain return period calculated by Log Pearson III. Maximum Discharge in drainage channels are calculated with Rational Method. Martapura River flood discharge calculation used Nakayasu HSS Method. Modeling of river flow profile with HEC-RAS v5.01. Calculation of back water in Telawang River used Direct Step Method. The results of the analysis, the rainfall that occurred at 138 mm equivalent R32tahun. There are 35 channels in SWPG inadequate. Volume of inundation rainfall in SWPG is 54470.07 m3, with a mean height in the land 10.3 cm and 47 cm on the roads. Discharge of Martapura river at the time equivalent Q2tahun (566.54 m3/sec). Volume and area of inundation due overflow of Martapura Rivers in SWPG is 2216.68 m3 and 11093.26 m2. High average inundation in the area around the Martapura River is ± 20 cm.Key words: Drainage, Inundation, Back Water, Tidal, Polder

IMBUHAN AIRTANAH BUATAN UNTUK MEREDUKSI GENANGAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN BATU KOTA BATU)

WAKTU Vol 8 No 1 (2010)
Publisher : WAKTU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.796 KB)

Abstract

Lahan tertutup pada suatu kawasan tidak bisa meresapkan air hujan yang turun, sehinggaair hujan langsung melimpas menjadi limpasan permukaan (run off) dan menyebabkan genanganpada kawasan tersebut. Kondisi saluran drainasi yang tidak mampu menampung debit banjirrancangan suatu kawasan juga menyebabkan terjadinya genangan. Kondisi tersebutmenyebabkan airtanah kekurangan pasokan dan jika keadaan ini berlangsung terus menerus,maka akan terjadi penurunan muka airtanah dan juga penurunan debit sumber-sumber mata air disuatu kawasan selain terjadinya genangan air.Studi ini bertujuan untuk merencanakan suatu sistem drainasi yang berwawasanlingkungan yaitu berupa teknologi sumur-sumur resapan yang berfungsi ganda, selain mereduksigenangan yang terjadi, juga meresapkan air hujan, sehingga dapat mengisi airtanah secarabuatan (artificial recharge).Sebagai studi kasus, penelitian ini mengambil lokasi di Kecamatan Batu yang merupakanpusat dari Kota Batu. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan kala ulang 10 tahununtuk Kecamatan Batu sebesar 91,2 mm dan total debit yang tidak mampu ditampung salurandrainasi yang ada sebesar 12,142 m3/dtk. Sumur resapan direncanakan dengan diameter 1 m,kedalaman sumur 3 m dan mampu menampung debit sebesar 0,028 m3/dtk per sumur. Untukmereduksi genangan air di Kecamatan Batu dibutuhkan sumur resapan sejumlah 450 sumurresapan yang ditempatkan pada wilayah tangkapan air saluran yang tidak mampu menampungdebit banjir.

Potential use of aquatic plants in constructed wetlands for simultaneous removal of Phosphate and COD from laundry wastewater

Civil and Environmental Science Journal Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One component of household wastewater that has a bad impact on the environment is waste that comes from washing which uses detergent, due to a fairly high phosphate and chemical oxygen demand (COD) concentration. The purpose of this study was to determine the potential of using aquatic plants to reduce phosphate and COD levels from laundry waste. This research was carried out using constructed wetlands model of laboratory scale using the combination of flow types of subsurface flow systems (SFS) and the type of vertical flow system (VFS) with a waste residence time of 5 days and 10 days. Based on the results, for model I, the average percentage of COD levels reduction is 67.62% and phosphate is 13.89%, while in model II, the average percentage of COD reduction is 59.93% and phosphate is 14.36%, after 10 days of waste residence time. Aquatic plants used in the modeling of constructed wetland can grow and reproduce well, this can be indicated by the growth of newshoots and flowers of these plants.

ANALISA PEMODELAN KUALITAS AIR SUB DAS LESTI DENGAN APLIKASI ARCSWAT 2012

Jurnal Teknik Pengairan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan tata guna lahan dan perilaku manusia yang kurang memerhatikan tentang konservasi alam khususnya di Sub DAS Lesti sebagai daerah studi kualitas air di Waduk Sengguruh semakin memprihatinkan. Analisa kadar nutrien pemicu eutrofikasi perlu dianalisa agar menjadi gambaran kondisi air sehingga menjadi acuan penanganan kedepannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu dan trofik air berdasarkan pemodelan serta penyusunan strategi prioritas penanganannya. Dalam penelitian dilakukan pemodelan ArcSWAT untuk nitrit, nitrat, amonuim, total fosfat, dan total nitrogen untuk tahun 2008-2017 dengan tata guna lahan tahun 2009 dan untuk tahun 2018-2027 dengan tata guna lahan 2016 serta analisa strategi prioritas dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Dari analisa status mutu untuk tahun 2008-2017 secara rerata berada pada kelas B dengan kategori tercemar sedang dan status trofiknya oligotrofik. Sedangkan pemodelan tahun 2018-2027 menunjukkan status mutu kelas B dengan kategori tercemar ringan dengan status trofiknya hipertrofik. Perumusan strategi prioritas metode AHP pada instansi terkait menunjukkan strategi prioritas penanganan yaitu meningkatkan inventarisasi dan identifikasi sumber pencemar air.Changes in land use and human behavior that pay less attention to nature conservation especially in the Lesti Sub-watershed as a study area for water quality in the Sengguruh Reservoir are increasingly alarming. Analysis of nutrient levels of eutrophication triggers needs to be analyzed in order to be a picture of water conditions so that it becomes a reference for future handling. This study aims to determine the quality and trophic status of water based on the modeling and preparation of priority management strategies. In this study ArcSWAT modeling for nitrite, nitrate, ammonium, total phosphate, and total nitrogen for 2008-2017 with land use in 2009 and for the years 2018-2027 with 2016 land use and priority strategy analysis using Analytic Hierarchy Process method (AHP). From the analysis of quality status for the years 2008-2017, the average is in class B with the category of moderate contamination and oligotrophic trophic status. While the modeling in 2018-2027 shows the quality status of class B with a mildly polluted category with hypertrophic trophic status. The formulation of the AHP priority strategy in the relevant agencies shows the priority strategy for handling, namely increasing inventory and identification of water pollutant sources.