Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

Optimasi Lebar Celah Udara Generator Axial Magnet Permanen Putaran Rendah 1 Fase

Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.985 KB)

Abstract

This study designs a 1-phase permanent magnet generator with double-sided axial coreless 10 stator poles to get optimum output voltage and power. Permanent magnet generator is chosen because it does not require a DC excitation current and the maintenance is relatively easy, so it has potential to be applied on a low head pico hydro power plant. The design uses NdFeb (Neodymium-Iron-Boron) type permanent magnet. The study was conducted by simulation to get the flux density in the stator coil using FEMM 4.2 applications. Simulation is done with the air gap width varies from 2 mm, 3 mm, 4 mm, and 5 mm. The depth of the magnet in the yoke varies from 0%, 5%, 10%, and 50% of the magnet thickness. Then, the flux density is used to estimate the output voltage and power of the generator. The results show that minimum output of 52.85 V and 195,56 VA is obtained at air gap distance of 5 mm and the depth of the magnet in yoke is 50%. Maximum output of 87,25 V and 322.84 VA is obtained at air gap distance of 2 mm and the depth of the magnet in yoke is 0% of the magnet thickness.Studi ini melakukan desain generator magnet permanen aksial 1 fase bertipe double sided coreless stator 10 kutub dengan tujuan mendapatkan output tegangan dan daya optimal. Generator magnet permanen dipilih karena tidak memerlukan arus eksitasi DC serta sistem pemeliharaan yang relatif mudah sehingga berpotensi diterapkan pada pembangkit listrik tenaga piko hidro head rendah. Jenis magnet permanen yang digunakan adalah NdFeb (Neodymium-Iron-Boron). Penelitian dilakukan dengan cara simulasi untuk mendapatkan rapat fluks pada kumparan stator menggunakan aplikasi FEMM 4.2. Simulasi dikakukan dengan variasi lebar celah udara dengan lebar 2 mm, 3 mm, 4 mm, dan 5 mm serta kedalaman magnet pada yoke 0%, 5%, 10%, dan 50% dari tebal magnet. Rapat fluks yang didapatkan digunakan untuk memperkirakan output tegangan dan daya generator. Hasilnya, output terkecil diperoleh pada jarak celah udara 5 mm dan kedalaman magnet pada yoke 50% dari tebal magnet, yaitu sebesar 52,85 V dengan daya 195,56 VA. Sedangkan output terbesar pada jarak celah udara 2 mm dan kedalaman magnet pada yoke 0% dari tebal magnet sebesar 87,25 V dengan daya 322,84 VA.

Optimalisasi Jangka Menengah PLTA Memperhatikan Ketersediaan Air Menggunakan Linear Programming

Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.636 KB)

Abstract

Abstact—Hydro power plant is kind of electric power generation which utilize energy from water fall to produce electricity. One of its operational problem is limited water supply and available water which can be stored in reservoir. This limitation will affect the electrical energy can be generated by the hydro power plant. This paper present a methodology of medium term optimization of hydro power plant operation to maximize its energy production with considering water availability in reservoir as operational constraint. Operation optimization problem is formulated in Linear Programming model and then solved using Tomlab optimization software. Simulations using water flow data of Ketenger Hydro Power Plant on June 2013 show that this method can be used to solve hydro power plant operation optimization problem well. Based on the simulation results with a period of 720 hours (1 month) the total electrical energy that can be generated is equal to 2990.8 MWh. This value is 69,6 MWh (or 2,3%) greater when compared to the real condition of electrical power generated in June with ammount of 2921,2 MWh.Intisari—Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan jenis pembangkit yang memanfaatkan tenaga jatuh air untuk menghasilkan energi listrik. Salah satu masalah operasi PLTA adalah pasokan air dan ketersediaan air yang terbatas dan dapat disimpan dalam reservoir atau kolam tando. Keterbatasan ini akan mempengaruhi energi listrik yang dapat dibangkitkan oleh PLTA. Penelitian ini menyajikan metodologi optimalisasi operasi jangka menengah PLTA untuk memaksimalkan energi yang dihasilkan PLTA dengan memperhatikan ketersediaan air di reservoir sebagai batasan operasinya. Permasalahan optimasi operasi PLTA ini diformulasikan ke dalam model Linear Programming dan diselesaikan dengan software optimasi Tomlab. Simulasi menggunakan data debit PLTA Ketenger Baturaden pada bulan Juni 2013 menunjukkan bahwa metode ini dapat memecahkan permasalahan optimalisasi operasi PLTA dengan baik. Berdasarkan hasil simulasi dengan periode 720 jam (1 bulan) energi listrik total yang dapat dihasilkan adalah sebesar 2990,8 MWh. Nilai ini lebih besar 69,6 MWh (2,3%) jika dibandingkan dengan kondisi real energi listrik di bulan Juni sebesar 2921,2 MWh.Kata Kunci— optimalisasi, jangka menengah, ketersediaan air, PLTA, Linear Programming.