Articles

Optimasi Dengan Algoritma RSM-CCD Pada Evaporator Vakum Waterjet Dengan Pengendali Suhu Fuzzy Pada Pembuatan Permen Susu Hendrawan, Yusuf; Susilo, Bambang; Putranto, Angky Wahyu; Riza, Dimas Firmanda Al; Maharani, Dewi Maya
Agritech Vol 36, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.355 KB) | DOI: 10.22146/agritech.12868

Abstract

Milk candy is a product which has to be produced under a high temperature to achieve the caramelization process. The use of vacuum system during a food processing is one of the alternatives to engineer the value of a material’s boiling point. The temperature control system and the mixing speed in machine that produce the milk candy were expected to be able to prevent the formation of off-flavour in the final product. A smart control system based on fuzzy logic was applied in the temperature control within the double jacket vacuum evaporator machine that needs stable temperature in the cooking process. The objective of this research is developing vacuum evaporator for milk candy production using fuzzy temperature control. The result in machine and system planning showed that the process of milk candy production was going on well. The parameter optimization of water content and ash content purposed to acquire the temperature point parameter and mixing speed in milk candy production. The optimization method was response surface methodology (RSM), by using the model of central composite design (CCD). The optimization resulted 90.18oC for the temperature parameter and 512 RPM for the mixing speed, with the prediction about 4.69% of water content and 1.57% of ash content.ABSTRAKPermen susu merupakan salah satu produk yang diolah dengan suhu tinggi untuk mencapai proses karamelisasi. Pengolahan pangan dengan sistem vakum merupakan salah satu alternatif untuk merekayasa nilai titik didih suatu bahan. Sistem pengendalian suhu serta kecepatan pengadukan pada mesin produksi permen susu diharapkan dapat mencegah terbentuknya partikel hitam (off-flavour) pada produk akhir. Sistem kontrol cerdas logika fuzzy diaplikasikan dalam pengendalian suhu pada mesin evaporator vakum double jacket yang membutuhkan tingkat stabilitas suhu pemasakan permen susu. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat rancang bangun evaporator vakum pada pembuatan permen susu dengan menggunakan pengendali suhu fuzzy. Hasil perancangan mesin dan sistem menunjukkan bahwa proses produksi permen susu dapat berlangsung dengan baik. Optimasi parameter kadar air dan kadar abu dilakukan untuk mendapatkan titik parameter suhu dan kecepatan pengadukan produksi permen susu yang optimum. Metode optimasi menggunakan response surface methodology (RSM) model central composite design (CCD). Hasil optimasi didapatkan parameter suhu 90,18oC dan kecepatan pengadukan 512 RPM, dengan prediksi produk permen susu memiliki nilai kadar air 4,69% dan kadar abu 1,57%.
Pengaruh Variasi Suhu Karbonisasi dan Konsentrasi Aktivator terhadap Karakteristik Karbon Aktif dari Ampas Tebu (Bagasse) Menggunakan Activating Agent NaCl Hendrawan, Yusuf; Sutan, Sandra Malin; Kreative Y.R, Rizka
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.731 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membuat karbon aktif dari limbah ampas tebu dengan menggunakan activating agent?NaCl dan dapat diperoleh kualitas karbon terbaik dengan beberapa pengujian karakteristik karbon aktif yang dihasilkan. Tahapan yang dilakukan pada saat pembuatan karbon aktif yakni dehidrasi selama 2 hari dengan sinar matahari dan dengan menggunakan oven pada suhu 105?C selama 2 jam, karbonisasi dilakukan pada suhu 300?C, 400?C dan 500?C, dan proses aktivasi dengan perendaman karbon dengan NaCl 5%,10%, dan 15% selama 5 jam. Proses aktivasi yang digunakan dalam penelitian ini yakni aktivasi kimia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu karbonisasi dan konsentrasi NaCl terhadap karakteristik karbon aktif.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) dan uji lanjut DMRT (Duncan?s Multiple Range Test) untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan. Hasil terbaik dari penelitian ini yakni pada perlakuan suhu karbonisasi 400?C dan konsentrasi aktivator 5%. Hasil dari perlakuan tersebut yakni kadar air 8,22%, kadar abu 49,9487%, kadar zat menguap 30,1657% dan kadar karbon terikat 19,8855%.
Analisis Pengaruh Waktu Pretreatment dan Konsentrasi NaOH terhadap Kandungan Selulosa, Lignin dan Hemiselulosa Eceng Gondok Pada Proses Pretreatment Pembuatan Bioetanol elwin, Elwin; Lutfi, Musthofa; Hendrawan, Yusuf
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.314 KB)

Abstract

Penelitian pretreatment pada proses pembuatan bioetanol dari bahan eceng gondok telah dilakukan. Eceng gondok sebagai bahan perlakuan dipisahkan dari akarnya, dipotong-potong menjadi ukuran ? 3cm dan diblender sehingga menjadi bubur eceng gondok. Bubur eceng gondok ditimbang sebanyak 20 gram dan dicampur dengan 200 ml NaOH konsentarasi 1 molar dan 2 molar. Selanjuntnya eceng gondok dipretreatment menggunakan microwave orolux daya 700 watt selama 10,15,20,25 dan 30 menit. Eceng gondok sebelum dan setelah dilakukan proses pretreatment di uji kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin menggunakan metode Chesson. Perlakuan terbaik selanjutnya dilakukan analisa struktur permukaan menggunajan uji SEM (Scanning Electron Microscopy).Data hasil penelitian selanjutnya di analisa dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik dengan peningkatan selulosa tertinggi dan penurunan hemiselilosa dan lignin terendah yaitu pada perlakuan pretreatment menggunakan konsentrasi NaOH 2 molar selama 30 menit. Selulosa meningkat dari 56% menjadi 68.27%, hemiselulosa turun dari 24.77% menjadi 6.58% dan lignin turun dari 12.01% menjadi 11.50%.? Kandungan lignin pada bahan eceng gondok masih tergolong tinggi. Hal ini diduga karena waktu pretreatment 30 menit menggunakan microwave masih belum cukup untuk memecah kandungan lignin bahan eceng gondok. ? Kata Kunci : Bioetanol, Hemiselulosa, Lignin, Pretreatment,? Selulosa.?
Kajian Pembuatan Bumbu Dari Bawang Putih (Allium sativum) Dan Daun Jeruk Purut (Cytrus hystrix) Menggunakan Pengering Tipe Rak Fuadah, Anninatul; Sumarlan, Sumardi Hadi; Hendrawan, Yusuf
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.684 KB)

Abstract

Dalam upaya mempertahankan kualitas bawang putih dan daun jeruk purut serta kemudahan pengaplikasian bumbu ini dalam masakan maka dibutuhkan pengolahan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter fisik-kimia dari bubuk bawang putih dan daun jeruk purut, mendapatkan bubuk bawang putih dan bubuk daun jeruk purut yang terbaik, menciptakan produk bumbu yang mempunyai keunggulan kompetitif. ?Berdasarkan hasil penelitian, variasi bahan dan suhu pengeringan memberikan pengaruh terhadap bubuk bawang putih dan bubuk daun jeruk purut. Hasil yang optimal pada penelitian pertama yakni bawang jawi pada suhu 70 oC?(untuk uji fisik terbaik) dan bawang kating pada suhu 70 oC?(untuk hasil uji AKG terbaik). ?Pada perlakuan ini diperoleh nilai rerata rendemen sebesar 20.55%(bubuk bawang jawi) dan 22.12 (bubuk daun jeruk rawit), nilai rerata kadar air 2.74 (bubuk bawang jawi) dan 2.92 (bubuk daun jeruk rawit), tekstur 5.41 (bubuk bawang jawi) dan 4.93 (bubuk daun jeruk rawit), aroma 5.51 ( bubuk bawang jawi) dan ?4.87 (daun jeruk ?rawit) serta warna 5.60 (bubuk awang jawi) serta 5.25 (bubuk daun jeruk).Kata kunci: Bawang Jawi, Daun Jeruk Purut Rawit, Bubuk
Rancang Bangun Rangkaian Pengendali Suhu Air pada Fotobioreaktor Vertikal Satyabima, Dendy; Susilo, Bambang; Hendrawan, Yusuf
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.301 KB)

Abstract

Fotobioreaktor vertikal merupakan alat simulasi untuk pengembangbiakan atau budidaya mikroalga. Fotobioreaktor yang ada akan disempurnakan yaitu adanya penambahan rangkaian pengendali suhu air dengan menggunakan sensor suhu LM35 dan mikrokontroler Atmega 16 sebagai pusat kontrolnya dengan maksud untuk mengendalikan suhu air yang dibutuhkan pada pertumbuhan mikroalganya. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengendalikan suhu air sehingga tidak melebihi suhu optimal untuk pertumbuhan mikroalga, suhu yang terlalu tinggi yang diterima mikroalga dapat menurunkan tingkat pertumbuhannya. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah suhu air pada drum mikroalga dapat terkontrol dalam arti tidak melebihi dari suhu optimal dari pertumbuhan mikroalga, sistem kontrol juga bekerja dengan baik karena dapat mengontrol keadaan pompa air sesuai dengan suhu yang dibutuhkan. Mikroalga yang dikembangkan dalam fotobioreaktor dapat bertahan hingga berumur 7 hari.
Analisa Pengaruh Variasi Penambahan Massa Nilon pada Preparasi Membran Nilon Terhadap Karakteristik Fisik Membran Fanani, Aris; Nugroho, Wahyunanto Agung; Hendrawan, Yusuf
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.58 KB)

Abstract

Teknologi filtrasi membran merupakan salah satu teknologi filtrasi yang menggunakan media penyaring dari membran. Seiring perkembangan zaman, telah disintesis membran yang berbahan nilon. Nilon bersifat semikristalin, kuat dan tahan terhadap suhu tinggi. Dalam penelitian ini, tujuan utamanya adalah mengetahui karakteristik fisik membran membran nilon. Dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah metode inversi fasa. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbedaan massa nilon pada sintesis membran nilon yaitu 10 g, 15 g, 20 g,25 g, dan 30 g. Sedangkan parameter yang akan diamati adalah sifat fisik yang meliputi kuat tekan, kuat tarik, dan ukuran pori dari membran yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan massa nilon? (semakin tinggi konsentrasi larutan nilon-HCl), maka kuat tekan dan kuat tarik membran yang didapatkan semakin besar. Nilai kuat tekan terbesar yang dihasilkan pada penelitian ini terjadi pada massa nilon 30 gram dengan konsentrasi 60% (b/v) yaitu 3.83 Kg/cm2 dan nilai kuat tekan terkecil pada penelitian ini terjadi pada massa nilon 10 gram dengan konsentrasi 20% (b/v)? yaitu 0.73 Kg/cm2. Nilai kuat tarik terbesar yang dihasilkan dari pengujian ini terjadi pada massa nilon 30 gram dengan konsentrasi 60% (b/v)? yaitu 9.22 Kg/cm2 dan nilai kuat tarik terkecil pada pengujian ini terjadi pada massa nilon 10 gram dengan konsentrasi 20% (b/v)? yaitu 2.16 Kg/cm2. Berdasarkan analisa SEM, membran nilon yang dihasilkan termasuk dalam golongan membran mikrofiltrasi. . Kata Kunci : inversi fasa,? kuat tekan, kuat tarik
Analisis Sifat Fisik dan Kimia pada Pembuatan Tepung Umbi Uwi Ungu (Discorea alata), Uwi Kuning (Discorea alata) dan Uwi Putih (Discorea alata) afidin, muhamad nur; Hendrawan, Yusuf; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.196 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap sifat fisik dan kimia tepung umbi uwi yang dihasilkan. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial dengan dua faktor. Faktor pertama suhu pengeringan (T), terdiri dari 3 level yaitu? 400C (T1), 500C (T2), dan 600C (T3). Faktor yang kedua varietas uwi (U), terdiri dari uwi ungu (U1), uwi kuning (U2) dan uwi putih (U3). Suhu pengeringan memberikan pengaruh terhadap tepung umbi uwi yang dihasilkan. Umbi uwi ungu, kuning dan putih mempunyai karakteristik kandungan yang berbeda, rerata densitas kamba antara 0,38 - 0,64 gram/mL, kadar air antara 7,77 ? 10,66%, kadar abu antara 2,1 ? 3,77%, karbohidrat antara 77,95 ? 82,88%, lemak antara 0,12 ? 0,52%, dan protein antara 2,59 -10,49%.Perlakuan terbaik dari hasil analisis menggunakan metode DMRT untuk umbi uwi ungu diperoleh perlakuan terbaik pada suhu 600C, umbi uwi kuning pada suhu 500C dan pada umbi uwi putih pada suhu 600C.
Pengaruh Aktivator dan Waktu Kontak Terhadap Kinerja Arang Aktif Berbahan Eceng Gondok (Eichornia crossipes) Pada Penurunan COD Limbah Cair Laundry Gumelar, Dalas; Hendrawan, Yusuf; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.966 KB)

Abstract

Eceng gondok adalah tanaman perairan yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dan berkembang biak secara cepat sehingga kebanyakan masarakat menganggapnya sebagai gulma perairan. Air limbah laundry mengandung bahan kimia dengan konsentrasi yang tinggi antara lain fosfat, surfaktan, ammonia dan nitrogen serta kadar padatan terlarut, kekeruhan, BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Deman) tinggi. Karbon aktif merupakan bahan kimia yang saat ini banyak digunakan dalam industri yang menggunakan proses adsorpsi dan purifikasi. Pada umumnya karbon aktif dibuat melalui proses aktivasi dengan menambahkan bahan-bahan kimia. Beberapa jenis senyawa kimia yang sering digunakan dalam industri pembuatan karbon aktif adalah ZnCl2, KOH, H2SO4, dan HCl. Masing-masing jenis aktivator akan memberikan efek/pengaruh yang berbeda-beda terhadap luas permukaan maupun volume pori-pori karbon aktif yang dihasilkan. Karbon aktif eceng gondok hasil perendaman HCl 5M memiliki luas permukaan yang paling baik sebesar 842.04 m2/gr diibandingkan dengan adsorben komersial yang hanya memiliki luas permukaan sebesar 26.038 m2/gr. Kadar COD rata-rata dari limbah laundry sebesar 785.39 mg/L. Waktu kontak yang baik untuk menurunkan kadar COD pada penelitian ini adalah pemberian adsorben 5M selama 120 menit pada limbah laundry. Kualitas adsorben eceng gondok hasil perendaman HCl 5M sama baiknya dengan adsorben komersial karena hasil uji T menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. ? Kata kunci: Adsorben, eceng gondok, limbah laundry, luas permukaan, penurunan COD
Uji Performansi dan Keseimbangan Massa Evaporator Vakum Double Jacket Tipe Water Jet dalam Proses Pengolahan Gula Merah Tebu (Saccharum officinarum L.) Muhlisin, Ahmad; Hendrawan, Yusuf; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.506 KB)

Abstract

Gula merah tebu dihasilkan dari proses pengentalan nira tebu dengan cara pemanasan. Pemanasan ini penting karena dapat menentukan kualitas dari gula merah. Pembuatan gula merah secara tradisional memiliki kelemahan dalam proses pemanasan, sehingga menghasilkan kualitas gula merah yang tidak baik. Evaporator vakum double jacket tipe water jet adalah mesin yang mampu membuat gula merah yang lebih baik di banding pengolahan secara tradisional. Pengoperasinya evaporator vakum membutuhkan energi untuk menghasikan panas. Sehingga diperlukan evaluasi terhadap performansi atau kinerja mesin evaporator vakum double jacket tipe water jet. Hasil penelitian menunjukan antara lain nilai kebutuhan energi panas terbesar evaporator didapatkan pada suhu 600C yaitu sebesar 11.597,04 kJ dan yang terendah pada suhu 700C sebesar 7.190,82 kJ. Rerata Kebutuhan energi listrik terbesar di dapatkan pada suhu 600 C sebesar 11.140,00 kJ dan terendah di dapatkan pada suhu 700C sebesar 9.065,33 kJ . Rerata kadar air tertinggi dicapai pada perlakuan dengan suhu 600 C sebesar 10,60 % dan rerata kadar air terendah dicapai pada suhu 800 C sebesar 9,38 %. Kehilangan massa terbesar pada proses penguapan di dapatkan pada suhu 800C sebesar? 84,34 % dan kehilangan massa terendah pada suhu 600C sebesar 80,81 %. Nilai rerata rendemen terbesar di dapatkan pada suhu 600C sebesar? 18,84 % dan rendemen terendah di dapatkan pada suhu 800C sebesar 11,46. Nilai rerata massa gula merah terbesar di dapatkan pada suhu 600C sebesar 526 gram rerata massa gula merah terendah didapatkan pada suhu 800C sebesar 448,3. Efesiensi energi terbesar di dapatkan pada suhu 700C sebesar 74,94 % dan terendah di dapatkan pada suhu 800C sebesar 54,62%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuaan perbedaan suhu pada proses pengupan nira tebu hingga menjadi gula merah berpengaruh pada sifat fisik dan lama waktu pemasakan serta massa gula merah yang dihasilkan. Sedangkan berdasarkan nilai efesiensi yang diperoleh, mesin Evaporator double jacket tipe water jet ini sudah cukup layak untuk proses pengentalan nira tebu. ? Kata kunci : Kebutuhan Energi, keseimbangan massa, efesiensi evaporator
Rancang Bangun Prototype Alat Penyiram Otomatis dengan Sistem Timer RTC DS1307 Berbasis Mikrokontroler Atmega16 pada Tanaman Aeroponik Fadhil, Muhammad; Argo, Bambang Dwi; Hendrawan, Yusuf
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.658 KB)

Abstract

Untuk bercocok tanam pada lahan sempit atau ruang yang terbatas, aeroponik merupakan pilihan utama. Aeroponik merupakan sistem hidroponik yang dimodifikasi sedemikian rupa dengan pengkabutan dalam penyemprotan nutrisi dan diberikan langsung ke permukaan akar. Tujuan dari penitian ini yaitu merancang dan membuat mekanik?sistem penyiraman otomatis dengan timer (RTC) menggunakan mikrokontroller Atmega16, merancang algoritma perangkat lunak (software) untuk mikrokontroller Atmega16 dengan bahasa pemrograman assembly untuk mengkontrol penyiraman pada sistem aeroponik, dan mengamati pertumbuhan tanaman pada sistem aeroponik otomatis berdasarkan parameter yang diuji meliputi panjang akar, jumlah daun, dan tinggi tanaman. Prinsip kerja dari alat ini ialah, akar terjurai dirongga udara di bawah pipa dan disemprot dengan campuran larutan hara dalam bentuk kabut. Penyemprotan kabut dilakukan secara bergantian on dan off sesuai dengan jam yang telah ditentukan sebelumnya. Keseluruhan sistem pada prototype alat penyiram otomatis dengan sistem timer RTC DS1307 berbasis mikrokontroler Atmega16 pada tanaman aeroponik dapat tersambung dan terkoordinasi dengan baik. Minimum sistem Atmega16 bekerja dengan baik sebagai pengolah data. RTC DS1307 dapat bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu? menyesuaikan waktu pada sistem dengan waktu nyata (real) sehingga dapat mengkondisikan pemberian waktu jeda bagi relay dan pompa sesuai dengan yang kita inginkan, serta LCD dapat menunjukkan informasi berupa text sesuai dengan yang kita inginkan. Perancangan algoritma prototype alat penyiram otomatis dengan sistem timer RTC DS1307 berbasis mikrokontroler Atmega16 dengan bahasa pemrograman assembly yang berhasil membuat alat dapat dikondisikan pemberian waktu jeda dan lama waktu nyala relay-nya sesuai dengan yang diinginkan. Faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor intern dan ekstern. Pada alat ini, pemberian nutrisi belum merata keseluruh tanaman sehingga hasil perkembangan tumbuhan seladapun belum mendekati sempurna dan pertumbuhan selada pada alat belum merata secara menyeluruh. ? Kata kunci : ???????? Tanaman Aeroponik Bertingkat, Sistem Timer RTC DS1307, Mikrokontroler Atmega16, Tanaman Selada.
Co-Authors adiansyah, muhammad Agil Adham Reka Ahmad Muhlisin Anang Lastriyanto Anggraini, Sabrina Angky Wahyu Putranto Anisah Cahyani Anna, Maffudhotul Anninatul Fuadah Anung Nugroho Jayalaksono Aris Fanani Arwani, Muhammad Ary Musthofa Ahmad Ary Mustofa Ahmad Bambang D. Argo, Bambang D. Bambang Dwi Argo Bambang Susilo Dalas Gumelar Dendy Satyabima Dewi Maya Maharani Dian Aris Setiawan Dimas Firmanda Al Riza Diyanal Arifin, Ahmad Elwin Elwin Fatma R. Nurlaili, Fatma R. Fatma Ridha Nurlaili Firmanto, Hendy Gunomo Djojowasito Gunomo Djoyowasito Herman Tolle, Herman Hilmi, Miftahul Hilmi, Miftahul Hismarto Bahua Ilham, Nabila Az-Zalikhah Indera Sadana Wibawa Izza, Ni'matul Krakuko, Ronald Nelson Kreative Y.R, Rizka La Choviya Hawa Litapuspita Rizka Perdana Lutfi Fanani M, Kusuma Faisal Madaniyyah Mustika Islami, Madaniyyah Mustika Malin Sutan, Sandra Marantika, Meilani Eka Maulidiyah, Alifah Merisa Yunita Moh. Risal Siregar Muchammad Zakaria, Muchammad muhamad nur afidin Muhammad Fadhil Muhammad Husain Kamaluddin Musthofa Lutfi Nadhif, Muhamad Amar Nahmudiyah, Sukses Agustin Nisaa?IL-Firdaus, Rochima Pramesi, Niken Dieni R, Aziz Fathur R.P, Arif Wicaksono Rachmawati, Muchnuria Rahmanjaya, Wachid Rani, Citra Puspita Retno Damayanti Riana, Eki Rico Santoso Rini Yulianingsih Riza, Dimas Firmanda Al Ryan Maulana Abdul Hakim, Ryan Maulana Abdul Saiful Imron Sakti, Indah Mustika Sandra Malin Sutan Saputro, Wahyu Dhiki Shinta Rosalia Dewi, Shinta Rosalia Siti Mariyah Ulfa Sucipto Sucipto Sudarsono, Puguh Sumardi H. S. Sumardi Hadi Sumarlan Tipdani, Deivy Amaliya Vita Noeravila Putri Wahyu, Christiana Wahyunanto A. Nugroho Wahyunanto Agung Nugroho Wibowo, Adi Rahmanto Y, Oktaria Eka Yosua Yosua Yusuf Wibisono Zahrok, Isna Arofatuz