Articles

Found 12 Documents
Search

Dampak Perubahan Sistem Pertanian Terhadap Pola Pembagian Kerja Secara Seksual Di Pedesaan (Studi Kasus Di Desa Nambakan, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri) Mulyaningtiyas, Ratna Dewi; Sukesi, Keppi
Indonesian Journal of Womens Studies Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembagian kerja secara seksual adalah pembagian kerja yang didasarkan atas jenis kelamin. Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut ialah budaya, teknologi, kepadatan penduduk dan sistem usaha pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan bentuk perubahan sistem pertanian yang ada di Desa Nambakan, 2) menganalisis bentuk pembagian kerja secara seksual di Desa Nambakan sebagai akibat dari perubahan sistem pertanian, 3) menganalisis kesenjangan antara laki-laki dan perempuan sebagai akibat dari perubahan sistem pertanian. Metode penelitian yang digunakan studi kasus. Jumlah informan ada 14 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan dokumentasi, wawancara mendalam dan observasi. Metode analisis data meliputi analisis deskriptif kualitatif, analisa gender Model Harvard. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Perubahan yang terjadi di dalam masyarakat Desa Nambakan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 kerja adalah; a). perubahan pada teknologi pertanian, b). perubahan dalam pemasaran hasil pertanian, c). perubahan dalam pola kerja. (2). Bentuk pembagian kerja secara seksual yang dulunya perempuan hanya di ranah domestik dan produktif (off-farm) sekarang perempuan di ranah domestik, produktif (on-farm), sosial kemasyarakatan, serta  akses dan kontrol perempuan atas sumberdaya pertanian, (3) Adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dilihat dari peran perempuan yang merangkap pekerjaan baik di ranah domestik maupun ranah produksi, dengan pembagian kerja yang memperkecil kesenjangan. Kata kunci: sistem pertanian, perubahan sosial, pembagian kerja, gender
Persepsi Wanita Pedagang Terhadap Pasar Induk Puspa Agro Serta Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Sukesi, Keppi; Ferlinda, Devi Ayu
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan persepsi wanita pedagang terhadap Puspa Agro, (2) Mendeskripsikan peran produktif wanita pedagang di Puspa Agro, (3) Menganalisis kontribusi wanita pedagang terhadap pendapatan rumah tangga. Untuk mendeskripsikan persepsi wanita pedagang terhadap Puspa Agro digunakan analisis deskriptif kualitatif. Untuk mendeskripsikan  peran produktif wanita pedagang di Puspa Agro dengan analisis gender. Sedangkan untuk menganalisis kontribusi wanita pedagang terhadap pendapatan rumah tangga, menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi wanita pedagang terhadap Puspa Agro melalui inovasi yang disediakan kurang menunjukkan tanggapan positif. (2) Peran produktif wanita pedagang di Puspa Agro dilihat dari keempat aspek gender menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan perdagangannya di Puspa Agro dilakukan sendiri oleh mereka. (3) Nilai rata-rata kontribusi wanita pedagang terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 41%. Dengan proporsi kontribusi sebesar itu wanita pedagang telah merasa mampu membantu suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kata kunci : persepsi, peran produktif wanita, wanita pedagang
MODAL SOSIAL DALAM KOMUNITAS PEDAGANG SAYURAN DIDESA TAWANG ARGO KECAMATAN KARANG PLOSO KAB. MALANG Riyanto, Sugeng; Hidayat, Kliwon; Sukesi, Keppi
Habitat Vol 25, No 2 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui aktor dalam pemasaran sayuran, 2. Menganalisi unsur-unsur dan proses terbentuknya modal sosial. 3.  Menganalisi peran modal sosial dalam pemasaran sayuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah model interaktif. Hasil penelitian ini adalah : 1. Aktor-aktor yang terlibat dalam aktivitas pemasaran sayuran adalah Pedagang Pengepul tingkat desa, Pedagang pengepul besar, Pedagang pengepul besar untuk pasar pedagang supplier Supermarket, Pedagang supplier  Supermaket, Pedagang pengecer, dan Pekerja. 2. Unsur-unsur  modal sosail: kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial.  Proses terbentuknya modal sosial dapat dibedakan menjadi dua yaitu : 1. Modal sosial pedagang dengan pekerja dan petani merupakan modal sosial yang tumbuh dari hubungan tetangga dan saudara. 2. Modal sosial pedagang dengan pedagang lain adalah sebuah proses interaksi yang terus menerus.3. Peran dari modal sosial dalam usaha pemasaran sayuran yaitu:1. Memudahkan pedagang dalam mendapatkan sayura melalui ikatan dengan petani dan pedagang pengepul tingkat desa. 2. Dalam pengelolan tenaga kerja akan lebih efisian tanpa diperlukan pengawasa. 3. Memperkecil biaya pemasaran dan juga memberikan jaminan padagang untuk produk yang pedagang jual. Kata Kunci: Modal Sosial, Pemasaran Sayuran,  jaringa sosial, kepercayaan dan norma.
KAJIAN MODEL PEMBERDAYAAN PETANI PADI MELALUI PENGGUNAAN TIGA MEDIA KOMUNIKASI DI KABUPATEN BIMA (Kasus Di Desa Nggembe Kecamatan Bolo) Awaluddin, Awaluddin; Sukesi, Keppi; Sugiyanto, Sugiyanto
Habitat Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik media penyuluhan yang digunakan pada program FEATI, (2) mendeskripsikan proses pemberdayaan petani pada program FEATI, dan (3) mendeskripsikan factor-faktor yang mempengaruhi proses adopsi petani pada program FEATI. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksplanatory deskriptif korelasional. Lokasi penelitian di Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Informan kunci terdiri dari petani anggota kelompok tani program FEATI sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan faktor internal dan eksternal petani terhadap tiga media komunikasi, diketahui bahwa factor interna petani (luasan lahan) yang dimiliki petani erat hubungannya dengan media cetak sebesar 0.173 persen, sementara factor eksternal petani (intensitas dan materi penyuluhan) erat bubungannya dengan media cetak sebesar 0.268 persen, faktor internal petani (tingkat kekosmopolitan) erat hubungannya dengan media gelar teknologi PTT sebesar 0.318 persen sedangkan faktor eksternal petani (peran swasta) sebesar 0.371 persen keeratannya dengan media gelar teknologi PTT, faktor internal petani (pengalaman usaha tani) sebesar 0.224 persen, sedangkan factor eksternal (medote penyuluhan) sebesar 0.0306 mempunyai keratan hubungan yang tinggi dengan media penyuluh. Penilaian petani terhadap media cetak pada program FEATI dilihat dari format penyajian dan penggunaan bahasa tergolong kurang, sedangkan untuk kesesuaian isi materi media cetak tergolong kategori baik, penilaian petani terhadap media gelar teknologi PTT dilihat dari tingkat keuntungan relatif, kesesuaian penggunaan media, kemudahan diuji coba, tingkat kerumitan dan kemudahan diamati tergolong baik. Penilaian petani terhadap media penyuluh dilihat dari tingkat penguasaan materi, kepercayaan diri, keaktifan dan konsistensi penyuluh secara keseluruhan tergolong baik. Proses pemberdayaan petani pada program FEATI secara keseluruhan tergolong dalam kategori baik, dilihat dari kemandirian intelektual, kemandirian manajemen dan kemandirian material. Kata kunci: media komunikasi, pemberdayaan, FEATI
Work Condition, Gender Relation And Violence Against Women Migrant Domestic Workers Sukesi, Keppi
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 34, No. 1, Year 2018 [Accredited Ranking Sinta 2]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.vol34iss1pp%p

Abstract

The research aims to analyze the social conditions of working women migrant domestic workers, gender relations in their home and workplace, and to describe the violence experienced by women migrant domestic workers. The research method used is case study in two villages, namely village of Majangtengah Malang Regency and village of Junjung Tulungagung Regency as sender of migrant worker. The research informants are migrant workers who have returned to their home villages and migrant families who are working overseas. This study uses a qualitative approach through in-depth study of 32 migrant workers. Data analysis technique is descriptive qualitative. Research results show that women migrant workers are encouraged to work away from the village and families by socioeconomic factors. They have different working conditions in the destination country. The employer factors are crucial to urge the success of the migrant workers. They contribute economically to households and surrounding communities, but this work is very at risk of violence. Violence can occur from departure to destination country. Therefore, protection of women migrant workers is very important.
Preserving the Environment and Alleviating Poverty Through Household Waste Management Ningsih, Umi Wisapti; Sukesi, Keppi; Nugroho, Hesthi Utami; Shinta, Agustina
e-2477-1929 Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institute of Research and Community Service, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijleg.2015.001.02.3

Abstract

The household waste disposal problem eventuated from poverty wherein people overly exploited their natural environment, and those who suffered the greatest impacts of from it were always women. Therefore, this research was carried out in order to introduce a way to improve healthy living within households whilst also improving household income by implementing household waste management. The research was carried out from May to October 2010 using an action research method with an in-depth interview stage, and documentation study. Household waste management was implemented using the takakura method and the entrenchment method.  The results show that, in Probolinggo, only 4 baskets of takakurasuccessfully produced organic compost, while this methodfailed completely in Malang and Tulungagung. In Probolinggo, a local public figure’s role is very vital in determining the technological adoption of takakura and entrenchment. It was established that this was because the research participants in Malang and Tulungagung were not patient enough in looking after the takakura baskets. The entrenchment method was 100% successful in Probolinggo, and the organic compost, as the outcome of the entrenchment method, has been applied to their cornfields. In Malang the entrenchment method failedbecause it was difficult to find the household waste and the respondents were not enthusiactic nor motivated enough to participate in the program. The urban society having an increased public economic activity results in the household difficulty in adopting a new method of dsiposing waste. Tulungagung is a small city having same countryside areas with a dense agricultural activity and adequately available waste disposal area which results in insufficient time for households to change their way of disposing waste.Thus, future programs need awareness and commitment from the citizens to reduce the solid waste pollution of their environment, and there is a clear need to have an environmental cadre who works hard, has high empathy and care to the environment, and communicates well with the citizens; so that the natural resources can be preserved and the poverty within the households can be alleviate.Keywords: household waste management, environment, poverty 
The Role of Communication in Mount Kelud Eruption Disaster Management Program (Case Study in Ngantru Village, Ngantang District, Malang) Inggrida, Jedda Ayu; Sukesi, Keppi; Cahyono, Edi Dwi
HABITAT Vol 28, No 2 (2017)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2017.028.2.7

Abstract

Mount Kelud erupted on February 13, 2014 causing severe damage to public and private facilities in 8 villages in Ngantang, a district in Malang. Post-eruption, the social system was severely damaged, while the local society attempted to survive the disaster. This study aimed to analyze the role of communication in disaster management assisted by the existence of social capital in the aspect of cultivation of crops and agricultural infrastructure. The method used was descriptive qualitative supported by scoring data. Thfindings revealed that the role of communication was to bridge the gap in every aspect of social capital. Besides that, communication functioned as a liaison from every aspect of social capital that was used as disaster management during Mount Kelud eruption The type of communication used was interpersonal communication, where members shared activities and information face-to-face or face-to-face activities on disaster management in Mount Kelud.
KAJIAN KARAKTERISTIK PEDAGANG PENGUMPUL KENTANG KAITANNYA DENGAN STRATEGI DALAM UPAYA MENJAGA USAHA BERDAGANG DI DESA WONOKITRI, KECAMATAN TOSARI, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Khalili, Algar; Purnomo, Mangku; Sukesi, Keppi
HABITAT Vol 26, No 2 (2015)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2015.026.2.11

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui proses penggalian data dengan melihat strategi pedagang pengumpul dalam menjalankan usaha pemasaran kentang. Subyek dari penelitian ini adalah pedagang pengumpul kentang yang tersebar di Desa Wonokitri. Penentuan subyek penelitian dilakukan dengan teknik sensus, yaitu mengali informasi dari semua pedagang pengumpul yang ada di Desa Wonokitri berjumlah 14 orang informan. Teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara secara mendalam (indepth interview), observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data sekunder menggunakan metode deskriptif sedangkan data primer dianalisis menggunakan model interaktif. Model interaktif terdiri dari tiga hal pokok, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hal tersebut saling berhubungan sehingga membentuk siklus interaktif. Berdasarkan penelitian disimpulkan sebagai berikut: karakteristik pedagang pengumpul berdasarkan skala distribusi dan pengalaman berdagang mempunyai pengaruh terhadap jangkauan pasar, pengambilan risiko, jaringan sosial dan kontrak bisnis. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi, menghasilkan empat pola alternatif saluran yang diterapkan pedagang pengumpul.  Pada setiap pola saluran alternatif tersebut diketahui bahwa strategi-strategi pedagang pengumpul, yaitu: berdasarkan pengalaman perdagangan dan skala distribusi diketahui bahwa pasar skala nasional lebih dominan dengan mengambil resiko yang tinggi untuk memaksimalkan keuntungan. Kemudian jaringan sosial yang sering dijalin oleh pedagang pengumpul adalah jaringan sosial melalui komunikasi langsung dengan melakukan kontrak bisnis yang mengikat melalui harga kentang.
Establish The Perception Of Agricultural Extension Workers Through Cyber Extension As The Media Information Fangohoi, Latarus; Sugiyanto, Sugiyanto; Sukesi, Keppi; Cahyono, Edi Dwi
JOURNAL OF SOCIOECONOMICS AND DEVELOPMENT Vol 1, No 1 (2018): Journal of Socioeconomics and Development
Publisher : Widyagama University of Malang (UWG Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.549 KB) | DOI: 10.31328/jsed.v1i1.530

Abstract

The cyber extension has a significant media in developing an extension program of agricultural information.  The government has built the cyber extension supported by the development of ICT and its utilization in the dissemination of agricultural information. It is expected to provide positive benefits in the improvement of competence of the extension workers.  The purpose of this research is to analyse the characteristics and perception of the extensions workers in the utilization of cyber extension to support their work. This research is correlational descriptive analysis by using survey method. The study was conducted in South Manokwari Regency, West Papua Province. The sample in the research was all extension workers as many as 22 people. The result shows that the characteristics of the extensions workers as follow: the media used is a smartphone (100%), the working period is 5-10 years (77%) and the education level is high school (SMK/SPMA, 73%).  Meanwhile, the perception of the extension workers on the cyber media is high. It reaches 95%. They provide the positive perception on cyber extension concerning variables of benefit, complexity, and convenience.JEL Classification: D80, Q16
Changes in Socio-Economic and Cultural Behavior of Female Indonesian Migrant Workers Sukesi, Keppi; Setyowati, Endang; Wahyuningtyas, Agustina Shinta Hartati; Baladina, Nur
HABITAT Vol 28, No 3 (2017)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2017.028.3.16

Abstract

Indonesian Migrant Workers (BMI) is a development hero that contributes to reducing the national poverty rate; however, the departure of BMI abroad has an impact on the change of BMI and their families. This study aims to analyze the changes that occur in the socio-economic and cultural sectors. The results showed that there was a change of socio-economic and cultural behavior of full-time BMI women in the village of Majangtengah after they returned to the area of origin. Social change occurs in the family to the community. At the family level there is a change in the structure and function of the family because of the absence of a mother in the household. The core family structure is transformed into a widespread family, with no mother, the BMI who joins the family of origin. The second structure is to survive with the core family minus the mother, or father to be single parent. The third form is the children living alone at home because there is no parent or relative guarding.