Articles

Found 12 Documents
Search

PULPINISASI JERAMI PADA MENGGUNAKAN METODE ORGANOSOLV Muis, Lince
SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 7, No 1 (2013): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/sainmatika.v7i1.2225

Abstract

Laju perkembangan ekonomi dan industri sangat pesat sehingga memicu kebutuhan akan kertas sebagai media informasi secara tertulis.  Upaya untuk meminilisasi biaya produksi yang disebabkan oleh kekurangan pasokan bahan baku kayu dan mahalnya  harga kayu sudah lama dilakukan.  Salah satunya adalah dengan mencari bahan baku alternatif dari bahan lain seperti ampas tebu, pelepah pisang, merang, jerami dan masih banyak lagi.  Selain mencari alternatif bahan baku pulp juga dicari proses atau metode pembuatan pulp yang lebih ramah terhadap lingkungan misalnya dengan organosolv (Antaresti, 2003). Di Indonesia salah satu bahan baku pengganti kayu yang dapat digunakan adalah jerami yang banyak terdapat disetiap wilayah atau daerah.  Jerami juga banyak terdapat didaerah Jambi, dan biasanya  jerami hanya digunakan sebagai bahan makanan ternak dan dibuat menjadi alternatif atap rumah bambu, padahal jerami masih memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi lagi yaitu dapat dikonversi menjadi pulp (bubur kertas) karena masih mengandung selulosa  yang cukup tinggi untuk dapat diolah menjadi pulp, akibatnya jerami akan mempunyai nilai jual yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Selama ini proses pembuatan pulp menggunakan proses kraft yang tidak ramah terhadap lingkungan jadi dicari proses lain yang lebih ramah terhadap lingkungan, salah satunya proses organosolv.  Kelebihan dari proses organosolv diantaranya adalah berdampak kecil bagi lingkungan yaitu tidak menimbulkan pencemaran seperti gas-gas berbau yang disebabkan oleh belerang seperti pada proses kraft, serta cairan pemasaknya lebih mudah untuk dimurnikan kembali (Marzuki, 2005). Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penelitian ini dilakukan proses pulpinisasi (proses pembuatan bubur kertas) menggunakan metode organosolv yang lebih ramah lingkungan.
TEKNOLOGI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI PASAR ANGSO DUO JAMBI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Latief, Madyawati; Suparjo, .; Muis, Lince
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 30, No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Volume 30 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastic waste can be easily found in Angso Duo Jambi market. One way to overcome the problems caused by plastic wasteis that processing into alternative fuels. Plastic processing tool (pyrolysis) resulting from the PPM activities consists of the industry scale pyrolysis and laboratory scale pyrolysis. Partners of  PPM activities  are the Office of Angso Duo Jambi Marketand RT 33 community around Angso Duo Jambi Market. PPM activities include hygiene promotion and processing of plastic into alternative fuels. Keywords : market, plastic, pyrolysis, fuel
PENINGKATAN KUALITAS MINYAK DARI PLASTIK POLIPROPILEN DENGAN MENGGUNAKAN BENTONIT/KARBON AKTIF Muis, Lince; Suparjo, Suparjo; Bemis, Restina; Afrianto, Mhd Ficky
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia FST Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.821 KB)

Abstract

Bentonit dan karbon adalah bahan yang biasanya menyerap zat warna dan pengotor pada minyak. Kemampuan bentonit dan karbon dapat ditingkatkan dengan aktivasi untuk memperbesar luas permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengadsorpsi minyak plastic untuk meningkatkan kualitasnya. Adsorpsi ini mengunakan variable warna, sulfur dan nilai kalor. Proses aktivasi karbon mengunakan akitivator KOH sedangkan bentonit menggunakan pemanasan 110 0C. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pencampuran karbon aktif dan bentonit memberikan pengaruh terhadap nilai kalor dan kandungan sulfur setelah proses adsorbsi pada minyak plastic yang dihasilkan. Kata Kunci: Bentonit, karbon, minyak plastik, bensin, adsorpsi.
ADSORPSI MERKURI (II) MENGGUNAKAN ZEOLIT DARI FLY ASH BATUBARA Mandalahi, Helmina; Muis, Lince; Latief, Madyawati
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia FST Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.67 KB)

Abstract

Pembuatan zeolit dari abu terbang batubara dan diaplikasikan sebagai adsorben untuk penyerapan merkuri (II) telah dilakukan. Zeolit dibuat dari abu terbang batubara dengan menggunakan metode solid state dan dikarakterisasi dengan menggunakan XRD dan FTIR. Adsorpsi merkuri (II) menggunakan zeolit dilakukan dengan variasi suhu furnace dan waktu kontak. Hasil karakterisasi dengan XRD memperlihatkan bahwa tipe zeolit adalah Faujasit dengan puncak pada 6,0688°; 15,3959°; dan 23,2781°. Karakterisasi dengan FTIR menunjukkan bahwa abu terbang dapat digunakan untuk pembuatan zeolit pada 462,92 cm-1. Adsorpsi merkuri (II) menggunakan zeolit menunjukkan bahwa suhu optimum furnace adalah 7500C dan waktu kontak optimum pada 150 menit. Data isoterm digambarkan dengan Persamaan Langmuir dan kinetika adsorpsi mengikuti model kinetika orde dua pseudo dengan konstanta laju adsorpsi adalah 0,818 (g/mg min). Kata kunci: abu terbang, batubara, zeolit, adsorpsi, merkuri (II)  
UPAYA PEMBINAAN MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN BRIKET ARANG CANGKANG SAWIT SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR KABUPATEN MUARO JAMBI Haryanto, .; Bakar, Abu; Muis, Lince
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 30, No 4 (2015): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Volume 30 Nomor 4 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Bahar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia. Secara ekonomi kecamatan Sungai Bahar mempunyai nilai strategis karena merupakan suplayer komoditi kelapa sawit. Di Sungai Bahar yang dikenal dengan perkebunan kelapa sawit menghasilkan minyak sawit. Kebun dan pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah padat dan cair dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Serat dan sebagian cangkang sawit biasanya terpakai untuk bahan bakar boiler yang pemanfaatannya masih sangat rendah nilainya. Cangkang sawit yang belum dimanfaatkan ini akan diupayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu diperlukan bentuk olahan berupa briket dari cangkang sawit. Briket arang adalah yang diperoleh dengan membakar biomassa kering dengan sedikit udara (karbonasi). Pemanfaatan limbah agroindustri sebagai bahan baku briket dinilai strategis untuk mengantikan BBM yang saat ini melambung tinggi seperti minyak tanah yang sehari-hari digunakan oleh masyarakat ekonomi lemah. Briket yang di hasilkan dari arang cangkang kelapa sawit ini lebih ramah lingkungan karena tidak mengasilkan emisi gas beracun seperti NOx dan SOx. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara pembuatan Briket dari cangkang Sawit yang berasal dari limbah sawit Sungai Bahar Muaro Jambi dan mengetahui pemanfaatan briket cangkang sawit yang diperoleh untuk bahan bakar alternatif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental.Dari hasil analisa diketahui bahwa secara umum pembuatan briket cangkang kelapa sawit tanpa pengarangan memiliki empat tahap yaitu pencampuran, pemanasan dengan uap air, pencetakan dan pengeringan. Kata kunci: Cangkang sawit, briket arang, bahan bakar
PENGGUNAAN METODE EKSTRAKSI PADA PROSES PENGOLAHAN DEDAK PADI (RICE BRAN) MENJADI MINYAK PANGAN Muis, Lince
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 10, No 3 (2010): Oktober
Publisher : Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.823 KB)

Abstract

Rice bran is byproduct result  from process of grinder shell of rice become the rice, what is only used as livestock feed. Rice bran basically rich of substance of obstetrical nutrient of fat about 14%.  Rice bran can be developed permanent upon which in making of food oil. therefore done by a research. The research  use the method extraction use the hexane as a solvent to know the influence of time of extraction and difference of size measure of bran to yielded oil rate. This research is conducted by three types of size measure of bran that is 0,2 mm, 0,6 mm and 1 mm and variation of of time ekstraksi 4,5, and 6 clock.  Early stage of research is preparation of raw material in the form of rice bran sieved and deliberated, hereinafter extraction, result of from extraction have to distillation to dissociate the pelarut from oil. Bran oil which obtain; get is later; then analysed by a rate, sour of free fat and peroxide number. Obtained a bran oil of at size measure of bran 0,2 mm and time extraction 6 clock with the oil rate 18,43 %, acid contents free fat 0,9 % and peroxide number 0,9 %.Key Word : rice bran, hexane, distillation, extraction,  time, bran
PENINGKATAN KUALITAS MINYAK DARI PLASTIK POLIPROPILEN DENGAN MENGGUNAKAN BENTONIT/KARBON AKTIF Muis, Lince; Suparjo, Suparjo; Bemis, Restina; Afrianto, Mhd Ficky
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 1 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.821 KB)

Abstract

Bentonit dan karbon adalah bahan yang biasanya menyerap zat warna dan pengotor pada minyak. Kemampuan bentonit dan karbon dapat ditingkatkan dengan aktivasi untuk memperbesar luas permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengadsorpsi minyak plastic untuk meningkatkan kualitasnya. Adsorpsi ini mengunakan variable warna, sulfur dan nilai kalor. Proses aktivasi karbon mengunakan akitivator KOH sedangkan bentonit menggunakan pemanasan 110 0C. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pencampuran karbon aktif dan bentonit memberikan pengaruh terhadap nilai kalor dan kandungan sulfur setelah proses adsorbsi pada minyak plastic yang dihasilkan. Kata Kunci: Bentonit, karbon, minyak plastik, bensin, adsorpsi.
ADSORPSI MERKURI (II) MENGGUNAKAN ZEOLIT DARI FLY ASH BATUBARA Mandalahi, Helmina; Muis, Lince; Latief, Madyawati
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 1 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.67 KB)

Abstract

Pembuatan zeolit dari abu terbang batubara dan diaplikasikan sebagai adsorben untuk penyerapan merkuri (II) telah dilakukan. Zeolit dibuat dari abu terbang batubara dengan menggunakan metode solid state dan dikarakterisasi dengan menggunakan XRD dan FTIR. Adsorpsi merkuri (II) menggunakan zeolit dilakukan dengan variasi suhu furnace dan waktu kontak. Hasil karakterisasi dengan XRD memperlihatkan bahwa tipe zeolit adalah Faujasit dengan puncak pada 6,0688°; 15,3959°; dan 23,2781°. Karakterisasi dengan FTIR menunjukkan bahwa abu terbang dapat digunakan untuk pembuatan zeolit pada 462,92 cm-1. Adsorpsi merkuri (II) menggunakan zeolit menunjukkan bahwa suhu optimum furnace adalah 7500C dan waktu kontak optimum pada 150 menit. Data isoterm digambarkan dengan Persamaan Langmuir dan kinetika adsorpsi mengikuti model kinetika orde dua pseudo dengan konstanta laju adsorpsi adalah 0,818 (g/mg min). Kata kunci: abu terbang, batubara, zeolit, adsorpsi, merkuri (II)  
Optimasi Produksi Biohidrogen dari Palm Oil Mill Effluent dengan Metode Suppressing Mikroba Metanogenik pada Inokulum Kotoran Sapi Permana, Edwin; Juanda, Firdaus; Prasetyo, Joni; Murti, S.D. Sumbogo; Muis, Lince
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2018: PROSIDING SNTKK 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research in the field of bioenergy technology is currently being developed. One of bioenergy types that became the focus of development in Indonesia is biohydrogen. In producing biohydrogen from palm oil mill effluent (POME) using inoculum from cow dung, the production of biomethane gas causes biohydrogen productivity being decreased. The method used to increase the productivity of biohydrogen in this study is by suppressing methanogenic microbial treatment method which is conducted by heating cow dung inoculum at 95 °C for 120 min. Producing biohydrogen was done by fermented both POME and cow dung inoculum in vial bottle 120 mL at room temperature. Fermentation condition was adjusted at pH 5.5 by phosphoric buffer 1 M. The results obtained in this study consist with the increasing value of biohydrogen productivity, maximum of cummulative biohydrogen production rate and yield were 75.61 % and 0.43 mL H2/hr and 104.82 mL H2/g COD, respectively. This method was also perfectly suppressed biomethane gas production with percentage decreasing value is 100 %. The aim of this study is to investigate the effectiveness of suppressing method in optimizing biohydrogen production.
Pengaruh Temperatur pada Proses Pencairan Batubara Antrasit Menggunakan Pelarut Short Residue Muis, Lince; Anwar, Hasrul; Haviz, Muhammad
Jurnal Civronlit Unbari Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.942 KB) | DOI: 10.33087/civronlit.v3i2.36

Abstract

Proses konversi atau pencairan batubara hanya dijelaskan oleh proses konversi batubara dari padatan menjadi produk cair menggunakan reaktor yang disandarkan sesuai dengan metode yang digunakan pada suhu dan tekanan hidrogen yang cukup tinggi dengan bantuan katalis dan medium pelarut. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis. Reaktor yang digunakan yaitu reactor jenis fluidized bed reactor dan menggunakan pendinginan untuk mengubah fase uap menjadi liquid. Menurut hasil terdekat dari batubara menunjukkan bahwa sampel adalah batubara termasuk antrasit. Berdasarkan karakterisasi batubara menggunakan XRD dan SEM-EDX. ada beberapa kandungan mineral dalam batubara seperti SiO2, Al2O3 dan Fe2O3 dan di dalam batubara hasil EDX menunjukkan bahwa konstituen batubara terdiri dari C, Si, Al, O dan S. Selain itu setelah dianalisa nilai kalornya ternyata sampel yang digunakan mendekati nilai kalor batubara jenis antarsit. Dalam proses konversi batubara menggunakan metode pirolisis, temperatur memiliki pengaruh yang signifikan. Efek pada konversi dan hasil dengan suhu yang lebih tinggi semakin banyak batubara diubah menjadi produk cair. kenaikan suhu dilakukan dari 550oC, 600oC, 650oC, 700oC, 750oC. Hasil konversi batubara berdasarkan analisis GC-MS batubara yang potensial sebagai sumber bahan baku bensin. ini karena GC-MS senyawa yang terbentuk pada konversi batubara sama dengan hidrokarbon yang ditemukan dalam bensin, yang merupakan senyawa hidrokarbon rantai pendek dengan rantai C7-C12